NovelToon NovelToon
Cinta Kontrak 2 Bos Dominan

Cinta Kontrak 2 Bos Dominan

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jifa Flora Dewi

Demi kompensasi bernilai fantastis, Azahra Aletta nekat melakukan sandiwara berbahaya: menandatangani dua kontrak pacar pura-pura secara bersamaan. Kontrak pertama datang dari Ethan Austin, pria dingin yang ia temui di ajang pencarian jodoh demi memenuhi syarat warisan keluarga. Namun, baru satu minggu berjalan, James Daniel—CEO otoriter sekaligus bos besar di tempat kerjanya—turut menuntut Azahra menjadi kekasih palsunya untuk menghindari perjodohan bisnis. Tergiur bayaran ganda, Azahra nekat bermain kucing-kucingan di balik layar.


Rencana sempurnanya hancur berantakan ketika rahasia tersebut akhirnya terbongkar di hadapan kedua pria itu. Alih-alih melayangkan gugatan atau memecatnya, rahasia yang terkuak justru membakar gengsi dan obsesi Ethan maupun James. Kedua bos dominan itu membuang aturan formal dan bersaing secara terbuka untuk memenangkan hati Azahra secara nyata. Kini, Azahra terjebak di antara dua pria berkuasa yang posesif dalam permainan cinta berbahaya yang ia ciptakan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jifa Flora Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2:DUA KARAT EMAS DAN PERANGKAP BARU

Seminggu berlalu sejak malam di ballroom Hotel Grand Velvet, dan hidup Azahra Aletta berubah seratus delapan puluh derajat. Rekening bank yang tadinya selalu menyentuh angka kritis, kini terisi angka fantastis setelah transferan pertama dari rekening pribadi Ethan Austin masuk. Beban utang medis mendiang ibunya lunas dalam sekali klik, meninggalkan rasa lega yang belum pernah Azahra rasakan selama bertahun-tahun.

Namun, kebebasan finansial itu tidak datang tanpa bayaran. Ethan adalah pria yang memegang teguh setiap patah kata dalam dokumen. Dalam tujuh hari, Azahra harus membiasakan diri mengikuti jadwal protokol yang ketat: menghadiri satu jamuan makan malam privat bersama keluarga besar Austin, berpakaian sesuai standar desainer yang ditunjuk, serta selalu mengaktifkan ponselnya selama dua puluh empat jam penuh untuk panggilan mendadak. Ethan memperlakukannya seperti aset berharga yang harus selalu siap pakai—dingin, formal, dan penuh kendali.

Azahra mengira, membagi fokus antara pekerjaan utamanya dan peran sebagai "tunangan sewaan" Ethan adalah tantangan terbesar dalam hidupnya. Ia salah besar.

Senin pagi di Daniel Corporation, tempat Azahra bekerja sebagai staf administrasi divisi keuangan, berjalan seperti biasa. Ruangan lantai lima belas riuh oleh suara mesin cetak dan ketikan keyboard. Sampai akhirnya, telepon di meja Azahra berdering tajam.

"Azahra, segera naik ke lantai empat puluh," suara Bu Sarah, sekretaris senior direksi, terdengar tegang di seberang telepon. "Pak James memanggilmu. Sekarang."

Jantung Azahra mendadak mencelos. Lantai empat puluh adalah area terlarang bagi karyawan biasa. Di sanalah singgasana James Daniel berada—CEO Daniel Corporation yang terkenal otoriter, perfeksionis, dan berdarah dingin. Selama dua tahun bekerja di perusahaan ini, Azahra hanya pernah melihat James dari kejauhan: pria jangkung berparas rupawan dengan mata elang yang sanggup membuat satu divisi gemetar hanya lewat satu kali teguran.

Dengan langkah ragu, Azahra menaiki lift khusus eksekutif. Ketika pintu lift terbuka di lantai paling atas, keheningan yang mencekat menyambutnya. Ia mengetuk pintu kayu mahoni raksasa di ujung lorong, lalu melangkah masuk setelah mendengar gumaman berat dari dalam.

Ruangan kerja James luar biasa luas dengan dinding kaca tebal yang menampilkan panorama pencakar langit kota. Di balik meja kerja obsidian hitam, James Daniel sedang menyesap kopi hitamnya. Pria berusia tiga puluh dua tahun itu tampak sangat berkuasa dalam balutan setelan jas navy rapi. Rambut hitamnya tertata klimis, memamerkan rahang tegas dan tatapan mata tajam yang kini terkunci sepenuhnya pada Azahra.

"Tutup pintunya, Azahra," perintah James singkat. Suaranya berat, bergema dengan dominasi mutlak.

Azahra menutup pintu dan berdiri canggung beberapa meter dari meja sang CEO. "Selamat pagi, Pak James. Ada berkas laporan keuangan yang perlu saya revisi?"

James tidak langsung menjawab. Ia meletakkan cangkir porselennya dengan denting halus, lalu berdiri dari kursinya. Langkah kakinya yang tenang namun mantap mengikis jarak di antara mereka. Azahra menahan napas saat James berhenti tepat di hadapannya, menebarkan aroma parfum bernuansa leather dan tobacco yang sangat intim dan mengintimidasi.

"Saya sudah memeriksa seluruh data dirimu dari bagian HRD," ujar James dingin. Matanya menyapu wajah Azahra tanpa ragu. "Dua tahun bekerja tanpa catatan pelanggaran, tidak pernah terlibat politik kantor, tidak punya hubungan asmara dengan rekan kerja, dan rekam jejak keluargamu sangat bersih."

Azahra mengerutkan kening. "Saya tidak mengerti, Pak..."

"Ibuku baru saja mengatur perjodohan bisnis untukku," potong James tanpa memedulikan kebingungan bawahannya. "Wanita yang dipilihkannya adalah putri tunggal dari Vance Enterprise—wanita manja yang berpotensi menyusupkan kepentingan bisnis keluarganya ke dalam Daniel Corp. Saya tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi."

James merogoh saku dalam jasnya dan meletakkan selembar dokumen di atas meja kecil di samping Azahra.

"Saya butuh alibi yang meyakinkan untuk membungkam ibuku dan membatalkan perjodohan itu dalam waktu singkat," lanjut James, menatap Azahra lurus-lurus. "Dan kau... kau akan menjadi kekasihku."

Lidah Azahra mendadak kelabu. "Apa? Pak, saya ini cuma karyawan biasa di divisi keuangan!"

"Justru karena kau karyawan biasa," sahut James tegas, menyilangkan kedua tangannya di dada. "Kau berada di bawah wewenangku. Kau tidak punya koneksi dengan dunia sosialita yang rumit, dan yang paling penting: kau tidak memiliki posisi untuk membocorkan hal ini atau memanfaatkanku. Kau mudah kukendalikan."

Setitik kepanikan menyengat dada Azahra. Bayangan Ethan Austin langsung melintas di benaknya. Pria lain? Tidak boleh ada pria lain dalam hidupmu selama kontrak berlaku. Itu adalah pasal pertama dalam perjanjiannya dengan Ethan! Jika Ethan tahu ia berurusan dengan James Daniel, konsekuensi hukum dan denda wanprestasi akan langsung menghancurkannya.

"Maaf, Pak James, tapi saya harus menolak," kata Azahra secepat mungkin, berusaha menjaga nada suaranya tetap sopan. "Ini di luar ruang lingkup pekerjaan saya. Saya hanya karyawan yang—"

"Tiga ratus juta rupiah per bulan," potong James santai, menyebutkan angka yang membuat kalimat Azahra terhenti di udara.

James maju satu langkah lebih dekat, memangkas sisa jarak hingga Azahra bisa merasakan aura kepemimpinan pria itu yang menghimpit. "Bonus tunai di muka lima ratus juta begitu kau menandatanganinya. Ditambah promosi jabatan sebagai asisten pribadiku agar kehadiranmu di sisiku terlihat masuk akal bagi publik."

Azahra tertegun. Otaknya mendadak macet.

Tiga ratus juta dari James? Ditambah dua ratus juta dari Ethan?

Angka setengah miliar rupiah per bulan menari-nari gila di dalam kepalanya. Dalam beberapa bulan, ia bukan hanya bisa terbebas dari kemiskinan, tetapi bisa memiliki investasi dan modal usaha yang sanggup menjamin hidupnya seumur hidup.

Akal sehat Azahra berteriak memperingatkan bahaya luar biasa. Ia sedang berdiri di tepi jurang: membohongi dua pria paling berkuasa dan posesif di kota ini secara bersamaan. Jika rahasia ini terbongkar, ia akan dilumat habis oleh persaingan mereka.

Namun, sifat pragmatis dalam diri Azahra kembali mengambil alih. Ia mulai berhitung liar di dalam kepala. James memegang kendali atas jam kerjanya dari jam sembilan pagi hingga jam lima sore di dunia bisnis. Sementara Ethan memegang kendali atas malam hari dan akhir pekan di dunia sosialita. Kedua pria ini berada di ranah yang berbeda, bergerak di lingkaran yang terpisah.

Mereka tidak akan pernah saling tahu, pikir Azahra membohongi dirinya sendiri demi kilauan uang di depan mata. Ini cuma permainan jadwal. Aku hanya perlu disiplin.

Azahra menarik napas panjang, mencoba menutupi rasa gugup yang membuat tangannya dingin. Ia menatap James yang sedang menunggu reaksinya dengan senyum tipis bernada percaya diri—senyuman seorang atasan yang tahu bawahannya tak akan sanggup menolak.

"Kontrak ini hanya berlaku di depan publik dan keluarga Anda, Pak?" tanya Azahra, memastikan klausul utamanya.

"Tentu," jawab James datar. "Tidak ada urusan perasaan. Ini murni bisnis untuk menyelamatkan posisi perusahaanku dari campur tangan pihak luar. Tapi ingat... selama kau memegang status sebagai kekasihku, fokusmu sepenuhnya milikku. Saya tidak mentolerir pengkhianatan atau kebohongan dalam bentuk apa pun."

Ancaman terselubung itu membuat tenggorokan Azahra gatal, namun matanya sudah terkunci pada pulpen mahal yang tergeletak di atas meja.

"Di mana saya harus tanda tangan, Pak?" ujar Azahra akhirnya, menyuarakan kalimat yang sama yang ia ucapkan pada Ethan seminggu lalu.

James tersenyum puas, sebuah pameran kemenangan dari bos dominan yang berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan. Ia menyerahkan pulpen tersebut. Tanpa disadari Azahra, saat ujung pulpen itu menyentuh kertas, ia resmi mengikatkan dirinya pada dua tali jerat yang siap mencekiknya kapan saja.

1
Nisasaidatus
kaaa kenapa g lanjutt
Jifa Flora Dewi: terima kasih sudah menyukai cerita ini saya akan segera mengupdate bab selanjutnya terima kasih atas dukungannya 🥰
total 1 replies
Nisasaidatus
kaa Azahra ga beneran mati kan🥺
Nisasaidatus
kaaa kenapa Azahra meninggal 🥲
Nisasaidatus
lanjuttt kaaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!