NovelToon NovelToon
Cintaku Kalah Sama Dupa

Cintaku Kalah Sama Dupa

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Misteri
Popularitas:13.9k
Nilai: 5
Nama Author: Attalla Faza

Raya lemes ketika pacar yang sudah menemaninya saat miskin maupun sugih, saat waras maupun lagi nggak eling, saat susah maupun senang, kini hilang tidak ada kabar. Padahal Jaka sempat ajak Raya ke bazar kuliner sebelum menghilang.

Raya dan Jaka adalah pasangan seiya sekata senada dan seirama sejak 3 tahun lalu. Dulu Raya ketemu sama Jack saat lagi razia dagangan yang digelar depan panti jompo.

Raya suka ikut membantu bibinya jualan kembang kuburan dan aksesoris pemakaman, komisinya lumayan buat beli seblak bojrot. Apesnya hari ini sedang ada operasi gabungan sapu bersih dari tim Satpol PP.

" Ya Allah Pak, itu air mawar dan kendi-kendinya jangan dihancurin ya. Saya nggak punya modal lagi buat jualan kembang " mohon Bi Nur

Tiba-tiba ditengah kekacauan itu, muncullah pangeran tampan yang bikin hati Raya geter-geter kayak kena gempa. Lelaki yang baru turun dari truck Satpol PP itu adalah Jaka, ternyata dia adalah anak dari Komandan Pasukan yang bernama Pak Zaki.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Attalla Faza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari Ikhlas

Suara debam pintu itu masih terngiang di telinga Dasha, membuat sesuatu dalam dirinya seketika meledak. Ia menatap ke arah pintu kamar nomor 5 yang baru saja tertutup, dadanya naik turun menahan amarah yang tak lagi bisa ia bendung.

"Ara, jagain Raya!" serunya, suaranya bergetar antara marah dan panik.

Belum sempat Ara mencegah, Dasha sudah berlari menaiki tangga besi itu dua anak tangga sekaligus, tak peduli lagi dengan risikonya. Ia mendobrak pintu kamar nomor 5 dengan tendangan kaki, membuat Jack dan Manda yang baru saja hendak duduk di ranjang tersentak kaget.

"LO GILA YA?!" teriak Dasha. "SAHABAT GUE JATUH DARI TANGGA GARA-GARA LO DORONG, DAN LO CUMA DIEM AJA?!"

Jack menatapnya dengan wajah datar, tanpa ekspresi, seperti orang yang sedang melihat sesuatu yang tidak penting. Kekosongan di matanya justru membuat amarah Dasha semakin membara. Tanpa berpikir panjang, tangannya terangkat dan....

PLAK!

Tamparan keras mendarat di pipi Jack. Suaranya menggema di ruangan sempit itu, begitu keras hingga membuat Manda terlonjak kaget.

"Itu buat Raya," desis Dasha, matanya berkilat penuh amarah, "yang udah tiga bulan nungguin lo, yang udah tiga tahun ngorbanin banyak hal buat lo, dan lo bales dengan pengkhianatan sampai lo dorong dia jatuh dari tangga!"

Jack hanya berdiri mematung, tangannya bahkan tidak terangkat untuk menyentuh pipinya yang memerah. Tatapannya masih kosong, seolah tamparan itu tak benar-benar ia rasakan.

Manda yang melihat kekasihnya ditampar langsung bereaksi.

"EH! Berani-beraninya lo nampar cowok gue! "

Manda maju dengan tangan terangkat, tentu ia hendak membalas Dasha. Namun gerakannya kalah cepat, Dasha lebih dulu menangkis dan balas menampar pipi Manda dengan tak kalah keras.

PLAK!

"Dan itu," ucap Dasha dengan suara rendah yang penuh amarah, "buat lo, perempuan yang udah ngerusak hubungan orang tanpa rasa bersalah sedikit pun!"

Manda tersungkur ke ranjang, tangannya memegangi pipinya yang memerah dengan mata melotot penuh amarah dan kaget.

"LO....."

"DASHA, CUKUP!"

Suara Ara menggema dari ambang pintu. Ia berlari masuk dan langsung menarik lengan Dasha menjauh dari Manda, sekuat tenaga menahan tubuh sahabatnya yang masih bergetar hebat karena emosi.

"Sha, udah! Raya butuh kita sekarang, ini bukan waktunya buat berantem!" seru Ara, matanya juga berkaca-kaca, namun ia berusaha keras untuk tetap menjadi yang paling tenang di antara mereka.

Keributan itu ternyata sudah mengundang perhatian. Satu per satu pintu kamar di lantai dua dan lantai bawah mulai terbuka. Beberapa penghuni kos keluar dengan wajah bingung, ada yang masih mengenakan piyama, ada yang buru-buru keluar sambil membawa handuk karena baru selesai mandi. Suara ribut-ribut dan tamparan tadi jelas terdengar sampai ke seluruh penjuru bangunan kos itu.

"Ada apa sih ini? Pagi-pagi udah ribut," gumam salah seorang penghuni kos, seorang perempuan berambut pendek yang keluar dari kamar sebelah sambil membawa cangkir kopi.

Manda yang masih menahan sakit di pipinya, bangkit dari ranjang dengan mata berapi-api. Ia melangkah ke ambang pintu, menunjuk-nunjuk ke arah Dasha di depan para penghuni kos yang mulai berkumpul.

"DENGERIN SEMUA! Ini cewek berani-beraninya nampar gue! Dan yang di bawah itu,..." Manda menunjuk ke arah tangga, ke tempat Raya masih terkapar lemah, "dia pacar gelap cowok gue yang nggak bisa nerima kenyataan kalau dua udah pindah hati!"

"Bohong!" Dasha berteriak balik, mencoba melepaskan diri dari pegangan Ara. "Raya itu pacar SAH Jack! TIGA TAHUN mereka pacaran! Lo yang jadi PELAKOR di sini! Lo yang ngerebut Jack dari Raya!"

Beberapa penghuni kos mulai berbisik-bisik, saling pandang dengan raut wajah yang campur aduk antara penasaran dan tidak nyaman.

"Rebut? Enak aja!" Manda tertawa sinis, namun ada nada gugup yang tersembunyi di baliknya. "Jack yang deketin gue duluan! Lagian ini kita udah tinggal bareng, itu urusan kita berdua, bukan urusan lo semua!"

"DIA PEL*CUR!" jerit Dasha lagi, tak lagi bisa menahan diri, "MEREKA KUMPUL K³BO DI SINI! DASAR PEREMPUAN NGGAK TAU MALU!"

Kata-kata itu terlontar begitu keras, menggema di sepanjang lorong kos. Namun alih-alih membuat para penghuni kos terkejut atau berpihak pada Dasha, justru banyak dari mereka yang hanya mengangkat bahu, bahkan ada yang tertawa kecil.

"Ya elah, di sini mah rata-rata juga gitu, Mbak," celetuk salah satu penghuni kos, seorang lelaki muda yang bersandar di pintu kamarnya sambil menghisap rokok. "Ini kan kos campur, banyak yang tinggal bareng pasangannya."

"Iya, lagian itu bukan urusan kita," timpal yang lain, ikut-ikutan tak acuh.

Dasha terdiam, dadanya masih naik turun menahan amarah yang kini bercampur dengan rasa putus asa. Kata-katanya yang tadinya ia harap bisa membuka mata orang-orang, ternyata percuma.

Di tempat seperti ini, apa yang dilakukan Jack dan Manda bukanlah sesuatu yang aneh atau memalukan bagi penghuni lainnya. Semua orang seolah sudah terbiasa, sudah menganggap itu hal yang wajar.

Manda menyeringai puas melihat reaksi para penghuni kos, seolah kemenangan kecil itu cukup untuk membuatnya merasa berada di atas angin. Ia melipat tangan di dada, menatap Dasha dengan pandangan merendahkan.

"Denger tuh, cewek g!la. Nggak ada yang peduli sama ocehan lo. Mending bawa pulang tuh temen lo yang jatoh, daripada bikin malu diri sendiri di sini."

Rahang Dasha mengeras, tangannya terkepal erat menahan diri agar tak kembali melayangkan tamparan. Namun sebuah suara lembut namun tegas menahannya dari belakang.

"Udah, Sha," ucap Ara, menarik lengan Dasha pelan namun pasti. "Ayo kita pergi. Kasihan Raya, dia butuh pertolongan sekarang. Jangan buang-buang waktu di sini buat orang yang nggak pantes."

Kata-kata Ara seperti menyiram api yang membakar di dada Dasha. Ia menoleh ke bawah tangga, ke arah Raya yang masih terbaring lemah dengan darah yang merembes dari luka di keningnya, dipapah oleh Yasmin yang wajahnya sudah basah oleh air mata. Prioritasnya seketika kembali jelas.

"Iya Ra, ayo kita bawa Raya ke klinik. " gumam Dasha, suaranya kini melemah, tenaganya seolah terkuras habis oleh amarah yang baru saja meledak.

Ia menatap Manda dan Jack yang masih berdiri diam dengan tatapan kosong di belakang Manda

"Gue nggak akan lupa ini. Dan gue nggak akan biarin Raya sendirian ngadepin ini semua. Demi Allah kalian nggak akan pernah bahagia, itu janji gue! "

Tanpa menunggu balasan, Dasha berbalik dan berlari menuruni tangga. Iamengabaikan bisik-bisik penghuni kos yang masih memperhatikan mereka. Ara mengekor di belakangnya, sesekali menoleh ke arah Jack dengan mata yang penuh tanya, bagaimana bisa lelaki yang dulu begitu hangat dan penyayang itu kini menjadi sosok asing yang bahkan tak bergeming melihat kekasihnya yang lain terluka karena ulahnya?

Sesampainya di bawah, keadaan Raya semakin memprihatinkan. Wajahnya pucat pasi, luka di keningnya masih mengeluarkan darah meski Yasmin sudah berusaha menekannya dengan sapu tangan. Matanya sesekali terbuka namun kembali terpejam, kesadarannya seperti timbul tenggelam.

"Ray, tahan ya, Ray," bisik Yasmin dengan suara bergetar, mengusap rambut Raya yang berantakan. "Bentar lagi kita bawa lo ke klinik."

Beberapa penghuni kos yang tadi hanya menonton dari kejauhan, ternyata masih memiliki hati nurani. Seorang ibu kos paruh baya bergegas turun dengan wajah panik, membawa kotak P3K seadanya. Di belakangnya, dua orang penghuni laki-laki ikut turun untuk membantu.

"Aduh, gimana ceritanya bisa jatoh gini, Neng?" tanya sang ibu kos sambil membantu memeriksa luka Raya dengan tangan yang gemetar.

"Klinik terdekat di mana ya, Bu?" tanya Ara, suaranya penuh harap.

"Deket kok, cuma sepuluh menit jalan kaki. Tapi kayaknya nggak bisa jalan kaki, ya. Sini, saya bantu gotong ke motor saya. " ucap salah satu penghuni kos laki-laki, seorang pemuda berbadan tegap yang segera menggendong Raya dengan hati-hati di punggungnya.

"Motor saya juga ada, biar Neng-neng yang lain bisa nyusul naik motor," tambah yang satunya, langsung berlari ke arah parkiran untuk mengambil kunci motornya.

Dasha menatap ketulusan para penghuni kos itu dengan mata berkaca-kaca. Di tengah kekacauan dan ketidakpedulian dari sebagian orang di tempat itu, ternyata masih ada yang mau menolong tanpa diminta. Rasa terima kasih membuncah dalam dadanya, meski hatinya masih dipenuhi amarah yang belum sepenuhnya reda.

🌸🌸🌸🌸

Ruang tunggu klinik kecil itu terasa begitu sunyi, hanya diisi oleh detak jam dinding dan suara samar dari ruang periksa tempat Raya sedang ditangani. Dasha, Ara, dan Yasmin duduk berjajar di kursi tunggu berwarna biru pudar, wajah mereka masih menyimpan raut kekhawatiran yang belum juga pudar sejak kejadian tadi pagi.

"Kok lama banget ya? Jangan-jangan kepala Raya di obras sama dokter." gumam Yasmin, tangannya meremas ujung bajunya sendiri, gelisah.

"Sabar, Yas. Semoga lukanya nggak parah," ucap Ara, meski suaranya sendiri tak sepenuhnya yakin.

Dasha hanya diam, menatap kosong ke lantai klinik yang bersih mengkilap. Pikirannya masih dipenuhi oleh bayangan wajah Jack yang kosong tanpa ekspresi, tatapan Manda yang penuh kemenangan, dan yang paling menyakitkan, tubuh Raya yang terkapar lemah di kaki tangga.

"Gue nggak nyangka, Sha," bisik Ara akhirnya, suaranya serak. "Jack yang gue terkenal baik, bisa sekasar itu. Lo liat sendiri kan matanya? Kosong banget, kayak bukan Jack."

Dasha mengangguk pelan, teringat kembali kata-kata Mbah Wongso yang sempat mereka dengar sebelum semua ini terjadi. Tentang pikiran yang terkurung, tentang sesuatu yang mengendalikan dari dalam bayang-bayang. Namun ia memilih untuk tidak membicarakannya sekarang, tidak ingin menambah beban pikiran Yasmin yang sudah cukup ketakutan.

Tak lama, pintu ruang periksa terbuka. Seorang perawat keluar dengan senyum tipis.

"Keluarga atau teman dari Raya?"

Ketiganya langsung berdiri serentak. "Kami temannya, Suster. Gimana keadaannya?" tanya Ara cemas.

"Alhamdulillah tidak ada yang perlu di khawatirkan. Hanya luka robek di kening yang perlu dijahit beberapa jahitan, sama memar-memar di badan karena benturan. Dokter udah selesai melakukan tindakan, sekarang pasien masih istirahat. "

Ketiga sahabat itu menghela napas lega bersamaan, meski kelegaan itu tak sepenuhnya bisa menghapus kekhawatiran di hati mereka. Mereka bergegas masuk ke ruang perawatan kecil di mana Raya terbaring dengan perban melilit keningnya, wajahnya masih pucat namun matanya sudah terbuka.

Begitu melihat sahabat-sahabatnya masuk, mata Raya yang tadinya menatap kosong ke langit-langit langsung berkaca-kaca. Bendungan yang selama ini ia tahan seketika jebol.

"Ra... Sha... Yas..." lirih Raya, suaranya bergetar penuh pilu. "Kenapa Aa Jack bisa kayak gitu? Gue salah apa? "

Air mata mengalir deras di pipi Raya yang pucat, isakannya pecah begitu saja, seolah semua rasa sakit yang selama ini ia penda. Rasa sakit karena ditinggalkan, rasa sakit karena diusir dengan kasar oleh orang yang paling ia cintai, akhirnya tumpah tanpa bisa ia bendung lagi.

Ara segera duduk di tepi ranjang, menggenggam tangan Raya erat-erat, membiarkan sahabatnya itu merasakan bahwa ia tidak sendirian.

"Ray dengerin gue," ucap Ara lembut namun tegas, "itu bukan salah lo. Lo udah berusaha semaksimal mungkin. Yang kita liat tadi itu bukan Jack yang asli, dia udah kena sihir si Manda."

Yasmin ikut mendekat, air matanya sendiri pun sudah tak terbendung.

"Ray, terlepas dari semua itu, Allah sudah kasih petunjuk lewat kejadian ini. Jack mungkin bukan jodoh yang terbaik buat lo. " ujar Yasmin.

Dasha, yang biasanya paling galak dan berapi-api, kini justru duduk diam di ujung ranjang. Matanya memerah menahan tangis. Ia menggenggam kaki Raya yang terbalut selimut tipis klinik, seolah ingin memastikan sahabatnya itu benar-benar aman sekarang.

"Maaf ya, Ray," bisik Dasha, suaranya pecah, "gue nggak bisa jagain lo dengan bener tadi. Gue cuma bisa nampar mereka doang, tapi nggak bisa nyegah lo jatoh."

"Bukan salah kalian," isak Raya, meski tubuhnya masih lemah, tangannya berusaha menggenggam tangan ketiga sahabatnya bergantian. "Ini semua salah gue yang keras kepala memaksa ketemu Jack. Tapi gue nggak nyesel, Sha. Tinggal gimana caranya gue ikhlasin hubungan gue sama Jack. "

Keempat sahabat itu saling berpelukan di ruang perawatan kecil itu, tangisan mereka bercampur menjadi satu. Mereka saling menguatkan Raya yang tengah terluka. Semoga ini luka terakhir yang diberikan Jaka untuk Raya, karena setelah ini Raya akan memasuki babak baru untuk mencari sebuah kata ikhlas.

1
gina altira
Manda bener" udah buta hati
Lailatul Qadriah
mantap kan man? belom slsay man..sabar y..masih permulaan🤭
Afsyura Novrianti
Berikan penderitaan paling berat dan menyakitkan untuk wanita berhati iblis itu jangan biarkan hidupnya tenang. Sudah banyak yang menderita karena ulah nafsu durjananya.
🔵🙏🏻OFF GC🙏🏻📴𝘠𝘢𝘴𝘮𝘪𝘯
Harusnya bukan dimasukkan ke penjara tapi ke RSJ.. dia tuh udah kena ganguan mental akut.. dia harus kasih sayang kepercayaan perhatian dan validasi dari orang tapi caranya ya gitu ekstrim
rasahaz
puas puas puaaaaas lo rasain rubah betina musang birahi,,, 😡😡
rasahaz
ciiiihh pngen dcintai,, yg da lo cintai sma jin dsar musang birahi,, lo mng pnya raga ny c jaka tpi ngga dgn hati ny,, smua itu palsu😏😏😏😏
🔵🙏🏻OFF GC🙏🏻📴𝘠𝘢𝘴𝘮𝘪𝘯
Bu lain kalie konfirmasi dulu sama anaknya or perempuan yg disukai anak bukan asal nelen idup² info yg gak jelas dan dari orang yang gak dikenal 🤦🏼‍♀️🤦🏼‍♀️🤦🏼‍♀️🤦🏼‍♀️ Haduhhh ngaku orang pinter kok gampang bgt dibodohi

Bakar tuh jimatnya, Bu biar anakmu eling..
Mana ada orang pkk begituan bales dg tulus... Itu mah halusinasi gilamu sendiri.. dasar ulet keket /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Lailatul Qadriah
eh mandot g semua yg kita inginkan itu baik buat kita.hadeuhh Sush KLO punya otak dipke buat nget*t Mulu mh
gina altira
nah lho Manda,, ga da kapoknya dan ga mikir" sih
🔵🙏🏻OFF GC🙏🏻📴𝘠𝘢𝘴𝘮𝘪𝘯
No komen lah.. selama penyakit hati masih bertumbuh sampai kiamat juga masih aja kyk gitu
gina altira
kak Atha,, baru kali ini baca karya kak Atha yang bikin hati dongkol banget. Raya bikin kuat dunk lawan tuh si Manda.
Lailatul Qadriah
nth knp ko aku y kurg sreg SM razqa dn kluarg nya y...semoga raya BS dptin Gus Gus lah gt..yg punya ilmu kebatinan..yg BS jagain raya jg
nurul @zna
Doa Mamah Yana terkabul... Jack gak akan bs punya anak, meskipun dr perempuan yg berbeda... n sepertinya selain kena karma ats perbuatannya si Manda tuh kena ucapan/tulisannya sndiri ya... kan akun sosmednya @Mandul_Cantiq... maksudnya sih mungkin Manda ya tp diplesetin jd Mandul... eh mandul beneran...
🔵🙏🏻OFF GC🙏🏻📴𝘠𝘢𝘴𝘮𝘪𝘯
Setiap pilihan pasti ada resikonya.. entah itu jadi kebaikan dan keberkahan or jadi kesakitan dan kerugian yg bisa buat hidup jadi semakin terpuruk hingga akhir
.
Lagian orang waras mikir 1000x duwit segitu banyak habis buat hal gak jelas dan pasti cari cara buat usaha sendiri tanpa capek ikut aturan orang lain dg kejar target
🔵🙏🏻OFF GC🙏🏻📴𝘠𝘢𝘴𝘮𝘪𝘯
wahhhh sukurin tuh jadi aset masa depannya ancur lebur gitu 🙊 Astagfirullahalazim
🔵🙏🏻OFF GC🙏🏻📴𝘠𝘢𝘴𝘮𝘪𝘯
Alhamdulillah dukunnya meninggoy juga.. napa betina jadi² ikutan meninggoyy, Mak 😁
gina altira
Manda gimana rasanya kena sihir sendiri
gina altira
Sudah saatnya Manda ulat Keket itu menerima balasan
rasahaz
puas puas puas loh ,,, 😂😂😂 rasain kau l0nt3,,, 😂😂👍
Lailatul Qadriah
mam mam dah tuh🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!