Disebuah kerajaan bulan yang dihuni ribuan manusia Srigala. Disaat gerhana bulan merah, permaisuri Lira baru saja melahirkan seorang anak perempuan yang cantik namun tidak memiliki aura Srigala yang membuat sang Raja Argan harus membunuh anak kandungnya sendiri karena dianggap aib.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinta Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 011: Rencana Licik dan Pertemuan Sang Peramal
Di dalam gua yang gelap dan berbau apek, Elara berdiri tegak di hadapan Drakar beserta pasukan Klan Cakar Badai. Kini tubuhnya dipenuhi kekuatan gelap, membuat mereka yang dulu meremehkannya kini menunduk hormat. Semua memiliki tujuan yang sama: menghancurkan Seraphina beserta seluruh pengikutnya.
"Jadi, apa rencanamu selanjutnya?" tanya Drakar memecah keheningan.
Elara tersenyum penuh kelicikan. "Sebarkanlah kabar ke segenap penjuru kaum srigala, seolah-olah Seraphina sendirian yang menantang seluruh klan untuk bertanding kekuatan. Dan satu hal lagi: pastikan undangan itu juga sampai ke telinga Ketua Alaric, agar dia keluar dari wilayahnya. Dia akan menjadi senjata paling ampuh untuk melawan putrinya sendiri."
Drakar tersenyum puas mendengarnya. "Rencana yang sangat cerdik. Baiklah, aku akan mengurus penyebarannya sekarang juga." Ia lalu menoleh kepada anak buahnya. "Gorah, laksanakan semua perintah Elara dengan sebaik-baiknya."
"Siap Tuan, akan kulakukan," jawab Gorah mantap.
Sementara itu di Kerajaan Bulan Perak, Kaelan bergegas menghadap Seraphina dengan napas terengah dan wajah penuh kecemasan.
"Tuanku Seraphina, ada hal yang harus aku katakan, ini sangat mendesak," ucapnya.
"Katakan, apa yang terjadi," balas Seraphina tenang.
"Telah tersebar luas kabar bahwa Tuanku yang menantang seluruh kaum srigala untuk mengadu kekuatan. Undangan itu sudah sampai ke mana-mana," jelas Kaelan.
Seraphina terdiam sejenak merenungi maksud di balik kejadian itu. "Kita harus segera kembali ke Klan De Luna untuk mencari tahu siapa yang memulai semua ini dan apa tujuannya," putusnya tegas.
"Baik Tuanku," sahut Kaelan.
Seraphina segera menemui ibunya. "Ibu, aku harus kembali ke Klan De Luna."
"Pergilah, Nak. Lakukan apa yang memang menjadi tugas dan tanggung jawabmu," ucap Lira penuh pengertian.
Sebelum berangkat, Seraphina ingin memastikan keselamatan ibunya sepenuhnya. "Kaelan, ikutlah bersamaku."
"Siap Tuanku." ucap Kaelan tegas.
Mereka pun melangkah menyusuri Hutan Terlarang, tempat yang sangat jarang didatangi orang, tempat tinggal seorang peramal legendaris yang dulu pernah mengabdi di Kerajaan Bulan Perak. Setelah berjalan nyaris setengah hari, akhirnya terlihat sebuah gua yang tertutup rapat oleh akar dan belukar rimbun.
Di dalam gua, sesosok tua yang bernama Nazar seketika membuka matanya. Ia sudah merasakan kedatangan orang yang telah dinantinya selama dua puluh tahun lebih.
"Akhirnya anak yang diramalkan itu datang juga," gumam Nazar pelan. Ia bangkit dari duduk meditasinya, lalu melambaikan tangan membuka penghadang gua agar tamunya bisa masuk. "masuklah."
"Ayo kita masuk, Kaelan," ajak Seraphina saat melihat jalan terbuka. Keduanya melangkah masuk hingga akhirnya berhadapan dengan sosok peramal tua yang penuh wibawa itu.
"Apa maksud kedatanganmu menemuiku sejauh ini, Nak?" tanya Nazar lembut.
"Aku datang meminta pertolongan," jawab Seraphina jujur.
"Ceritakanlah, aku akan mendengarkan."
"Aku mau Bapak pergi ke Kerajaan Bulan Perak untuk menjaga Ibunda Ratu. Aku yakin Bapak sudah tahu bahaya apa yang sedang mengintai, makanya aku tak percayakan perlindungannya kepada orang lain selain Bapak," ucap Seraphina memohon.
Nazar menghela napas panjang. "Aku bersedia melakukannya. Ini juga sebagai bentuk penebusan dosaku, karena kesalahan penafsiranku dulu nyawamu hampir dilenyapkan oleh Raja Argan saat baru lahir."
"Lupakanlah masa lalu itu. Sekarang yang terpenting Ibu selamat dan tak terluka sedikit pun," ucap Seraphina tulus.
"Baiklah, aku akan menjaga Ratu Lira dengan sekuat tenaga," janji Nazar.
Setelah permintaannya terpenuhi, kini langkah Seraphina dan Kaelan ditujukan langsung menuju kediaman ayah angkatnya, Alaric, di Klan De Luna.