Su Yinyin adalah aktris cantik yang baru mekar. Ia banyak memghabiskan waktu bersama pria tampan dan mempermainkan mereka. Semua mengagumi dan mencintai nya. Namun, bagaimana jika ia harus masuk ke dalam novel berlatar kuno dan menakhlukan hati seorang pangeran kedua yang dingin dengan tingkat cinta minus seratus! Gila itu sih bukan cinta tapi sudah tidak cinta dari awal!
Belum lagi ditambah konflik Dikrit Kaisar yang mengharuskan pangeran kembali menikahi Putri Mahkota dari Utara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11 : Berdiskusi
Udara di dalam ruangan bawah tanah itu mendadak membeku. Angin malam yang menyusup lewat celah ventilasi lorong membawa hawa dingin yang menusuk kulit, tetapi itu sama sekali tidak ada apa-apanya dibandingkan sorot mata Mo Jue yang menatap tajam ke arah Su Yinyin.
[Ding!]
[Peringkat Kesukaan Mo Jue turun drastis ke angka -76!]
[Peringatan Krisis: Target menganggap Host tertangkap basah di tempat kejadian. Ancaman eksekusi di tempat: 99%!]
Cengkeraman tangan Mo Jue pada hulu pedang peraknya semakin erat. Logam dingin itu bergesek pelan, mengeluarkan suara berderik pelan yang membuat jantung Su Yinyin seolah copot dari tempatnya.
Sial, skornya turun lagi! Kalau aku salah ngomong sedikit saja, tamat sudah riwayatku di dunia novel ini! batin Su Yinyin menjerit panik.
Namun, di balik keringat dingin yang membasahi pelipisnya, kepala Su Yinyin berputar seribu kali lipat lebih cepat. Ia tahu, memohon ampun dengan cara menangis atau merengek hanya akan membuat Mo Jue semakin jijik dan menganggapnya sebagai aktris murahan. Di hadapan seorang pangeran yang kejam dan penuh perhitungan, satu-satunya cara untuk bertahan hidup adalah dengan menunjukkan nilai tawar.
Su Yinyin tidak mundur barang satu langkah pun. Ia menegakkan punggungnya, menarik napas dalam-dalam, lalu menatap lurus ke dalam manik mata kelam Mo Jue tanpa sedikit pun rasa gentar.
"Jika aku memang mata-mata yang datang untuk mengamankan barang bukti ini..." suara Su Yinyin bergetar tipis namun terdengar jelas di ruangan yang sunyi itu, "...menurut Yang Mulia, apakah aku akan berdiri di sini dengan bodohnya menunggu Anda datang menyusul?"
Mo Jue tertegun sejenak. Alis tajam pangeran itu sedikit berkedut. Ia tidak langsung menghunus pedangnya, melainkan membiarkan matanya mengamati ekspresi di wajah wanita di hadapannya.
"Terus?" balas Mo Jue dingin, suaranya bagaikan es yang bergesekan. "Alasan apa lagi yang akan kau gunakan untuk menyelamatkan kepalamu malam ini, Su Yinyin?"
"Aku tidak sedang mencari alasan, Yang Mulia. Aku sedang membuktikan ucapanku," ucap Su Yinyin tegas. Ia melangkah maju satu langkah, lalu mengulurkan kedua tangannya--yang memegang gulungan dokumen pemberontakan--tepat ke hadapan dada bidang Mo Jue.
"Dokumen ini bukan milikku, dan aku sama sekali tidak berniat melindunginya. Ini adalah daftar nama pejabat istana yang selama ini berkhianat dan menyuap faksi Permaisuri untuk menjatuhkan Kediaman Pangeran Kedua," lanjut Su Yinyin dengan suara lantang. "Jika Yang Mulia tidak percaya padaku, silakan ambil pedang itu dan tebas leherku sekarang juga. Tapi ingat! begitu aku mati, rahasia siapa dalang utama di balik kematian ibu kandungmu akan terkubur bersama jasadku."
Deg!
Kalimat terakhir itu meluncur begitu saja dari bibir Su Yinyin, merujuk langsung pada data latar belakang yang ia baca dari sistem sebelumnya mengenai pembunuhan selir kekaisaran.
Mo Jue seketika terkesiap. Manik matanya melebar untuk pertama kalinya. Aura membunuh yang tadinya pekat di sekitar tubuh pangeran itu mendadak buyar, digantikan oleh keheningan total yang sarat akan keterkejutan luar biasa.
"Apa yang baru saja kau katakan?" desis Mo Jue rendah. Pria itu menurunkan tangannya dari hulu pedang, lalu mencengkeram pergelangan tangan Su Yinyin dengan kuat, menarik tubuh wanita itu hingga berjarak sangat dekat dengannya. "Apa yang kau tahu tentang kematian ibuku?"
[Ding!]
[Peringkat Kesukaan Mo Jue naik tajam +20 menjadi -56!]
[Catatan: Target sangat terkejut dan terguncang oleh informasi sensitif yang dipegang oleh Host.]
Su Yinyin meringis pelan karena cengkeraman di pergelangan tangannya cukup kuat, tetapi ia tahu ia baru saja memenangkan babak pertaruhan yang paling krusial.
"Aku tahu lebih banyak daripada yang Yang Mulia sangka," bisik Su Yinyin tepat di depan dada Mo Jue, menatap mata pria itu tanpa berkedip. "Jadi... apakah Yang Mulia masih berniat membunuh orang yang memegang kunci kebenaran kematian ibumu?"
***
Mohon dukungan untuk Like, Komen, dan Ikuti Penulis Noveltoon ANWi yah, terimakasih ❤️
permaisuri
jika kau berdamai dgn mu jue pasti hidupmu akan tenang
TPI sayang sekali kau selalu mengusik singa yg sedang tidur
lalu kenapa seorang permaisuri begitu merasa terancam dgn kehadiran dan kesuksesan jendral joe
sehingga permaisuri hidup semena mena👊
kena kaisar begitu ceroboh
permaisuri👊
wah gawat, dua wanita dlm satu atap
yg terkadang sejalan😭😭
semoga putri mahkota bisa diajak kerja sama
pasti bisa meluluhkan pangeran kedua
su😁😁
gak tau apa gimana hantun su yinyin😁😁👊
sungguh belum tau rasanya jadi buucin yaa🤣
apa dia dicekik atau terpeleset di kamar🤔🤔🤔