Aisyah dokter 23 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang awalnya dia pikir semua baik-baik saja, tetapi ternyata kecelakaan 5 tahun lalu di saat dirinya masih remaja mengakibatkannya terikat dalam pernikahan itu.
Rahasia besar yang disembunyikan banyak orang kepadanya. Pria yang dia nikahi, ternyata menerima perjodohan dari orang tuanya karena memiliki maksud tertentu darinya.
Lalu bagaimana Aisya menjalani pernikahannya, di saat dia merasa semua baik-baik saja dan ternyata pernikahannya hanyalah sebuah kebohongan yang menyakiti hatinya, karena perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Mari harus membaca karya saya dari awal sampai akhir, jangan lewatkan sedikit pun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35 Aisyah Menemukan Kejanggalan
"Dokter Aisyah!" salah satu dokter memanggil Aisyah membuat Aisyah menghentikan langkah saat baru saja tiba dari rumah sakit.
"Iya dokter Amanda?" sahut Aisyah.
"Saya boleh minta tolong tidak untuk mengantarkan dokumen ini ke ruang rekam medis, saya harus ke atas untuk melakukan operasi ini sudah telat," ucap Amanda.
"Ya ampun dokter Amanda saya pikiri entah apa, kalau hanya untuk mengantarkan rekam medis ini, maka itu tidak masalah sama sekali, sini biar saya bawah, kebetulan saya juga ingin ke ruangan rekam medis karena ada salah satu data pasien yang ingin saya ambil," ucap Aisyah mengambil dokumen tersebut dari Dokter Amanda.
"Dokter Aisyah maafkan saya, pasti saya sangat merepotkan!" ucap Amanda.
"Jangan berlebihan seperti itu, saya sama sekali tidak merasa direpotkan!" ucap Aisyah menekankan.
"Oh iya dokter, kira-kira hari ini dokter spesialis mata datang tidak ya?" tanya Aisyah tiba-tiba.
"Saya kurang tahu, memang kenapa dokter?" tanya Amanda.
"Saya hanya ingin memeriksakan mata saya, sedikit terasa kedut-kedut dan aneh, jadi saya pikir ini memeriksakannya sebentar saja," jawab Aisyah.
"Begitu, Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu!" ucap Amanda membuat Aisyah menganggukkan kepala.
"Dokter Amanda sedikit berlebihan," ucap Aisyah geleng-geleng dan kemudian langsung memasuki ruang rekam medis.
Aisyah meletakkan data-data yang diberikan oleh Dokter Amanda di dalam rak yang sudah ditentukan. Tetapi Aisyah salah fokus dengan salah satu map yang terjatuh.
Aisyah kemudian berjongkok mengambil map tersebut, tetapi Aisyah mengerutkan dahi ketika melihat tulisan pada map itu dengan nama Cindy Friska Dharma.
Aisyah tiba-tiba mengingat sesuatu, nama yang sama persis tertulis ada mesan yang dia lihat saat tidak sengaja bertemu dengan Kamila.
Aisyah merasa ada sesuatu pada isi dokumen dari map itu yang membuat Aisyah membukanya, sama seperti Amira. Aisyah tidak dapat melihat wajah wanita itu karena bagian fotonya terdapat goresan.
Tetapi Aisyah yang penasaran melihat data-data pasien dari nama yang tertulis Cindy Friska Dharma.
Tempat tanggal lahir yang jelas, nama orang tua yang jelas.
"Dharma Wijaya..."
"Kamila Anggraini..."
Lirih Aisyah ketika dengan jelas melihat nama ayahnya dan juga nama ibu tirinya tercatat sebagai orang tua dari pasien tersebut.
Semakin penasaran Aisyah membolak-balikkan map tersebut dari lembar pertama.
Pasien yang ternyata pasien rujukan tahun 2020.
"Pasien rujukan dari rumah sakit kasih bunda yang mengalami kecelakaan," ucapnya melihat secara jelas.
Aisyah semakin penasaran yang kemudian membuka lembaran demi lembaran, catatan medis pada pasien tersebut semakin dari luka yang di alami dan bahkan terlihat ada hasil ronsen dengan tulang-tulang yang patah dan juga terlihat sketsa wajah yang rusak.
Aisyah melihat secara keseluruhan hasil medis tersebut, sampai akhirnya pasien meninggal setelah mendapatkan perawatan kurang lebih beberapa minggu di rumah sakit.
Kepala Aisyah tiba-tiba saja sakit, dokumen tersebut jatuh dengan Aisyah memijat kepalanya.
"BRUKK!" tiba-tiba ingatan kecelakaan yang pernah dialami terbayang begitu dahsyat yang membuat Aisyah merasa sesak.
"Aisyah!" Amira tidak sengaja lewat dari ruangan tersebut dan melihat sahabatnya seperti menahan rasa sakit.
"Aisyah kamu kenapa?" tanya Amira ketika Aisyah tiba-tiba saja keringat dingin.
"Hah! hah! hah! hah! hah! hah! hah! hah"
Suara nafasnya terasa sesak dan tiba-tiba saja Aisyah dengan cepat tidak sadarkan diri.
"Aisyah kamu baik-baik saja!"
"Aisyah!"
Amira seketika menjadi panik ketika melihat sahabatnya tidak sadarkan diri. Amira kemudian melihat dokumen yang tuh di lantai dan Amira juga melihat nama yang membuat dia penasaran yaitu nama yang sama seperti apa yang dia lihat sebelumnya.
****
Aisyah tiba-tiba saja drop dan mendapat perawatan di rumah sakit. Aisyah yang terbaring lemah dengan Kaivan langsung ke rumah sakit ketika mendapat kabar dari Amira yang saat ini duduk di samping Aisyah dengan menggenggam tangan Aisyah.
Perlahan mata Aisyah terbuka, dengan pandangannya yang tidak stabil, kepalanya masih begitu terasa sakit.
"Aisyah..." suara suaminya begitu lembut membuat Aisyah perlahan menoleh ke sebelahnya.
"Kak...."
"Aisyah kenapa bisa ada di sini?" tanyanya dengan gugup.
"Kamu tadi pingsan, Amira menghubungi saya dan menemui kamu saat kamu sudah tidak sadarkan diri, ada apa Aisyah? Apa yang benarnya kamu pikirkan, kenapa tiba-tiba kondisi kamu tidak stabil?" tanya Kaivan begitu khawatir kepada istrinya itu.
"Aisyah takut kak!" ucapnya.
"Heh! Ada apa Aisyah, apa yang membuat kamu takut hah!" tanya Kaivan.
Aisyah bergerak dan langsung dibantu oleh Kaivan dan ternyata Aisyah hanya ingin memeluk suaminya.
Kaivan bisa merasakan bahwa tubuh dari istrinya itu tidak sehat, mungkin karena hamil jadi Aisyah sangat mudah sensitif, tetapi padahal Aisyah sebelumnya sangat kuat dan baik-baik saja.
"Kecelakaan itu?"
"Kenapa tiba-tiba?"
Aisyah berucap terasa begitu sesak, Kaivan semakin kebingungan, semakin tidak mengerti.
"Semenjak kejadian itu Aisyah tidak mengingat apapun, tetapi kenapa tiba-tiba muncul, truk itu begitu dekat pada Aisyah seperti berada di atas gelombang yang sampai akhirnya terbentur begitu keras dan....."
"Aisyah tolong tenangkan diri kamu, Aisyah...." Kaivan melepas pelukan itu dan berusaha untuk menenangkan istrinya yang saat ini terlihat begitu sesak berbicara.
"Kamu memikirkan hal yang tidak harus kamu pikirkan, kamu tolong tenangkan diri kamu dan jangan seperti ini lagi," ucap Kaivan.
Aisyah sampai meneteskan air mata,
"Apa Aisyah merebut kehidupan orang lain?" tanya Aisyah.
Kaivan semakin tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya inti dari pembicaraan istrinya.
"Aisyah seperti merasa bahwa tubuh yang Aisyah saat ini miliki bukan sepenuhnya milik Aisyah, Aisyah seperti merasa bahwa apa yang saat ini Aisyah rasakan bukan keinginan Aisyah?"
"Aisyah merasa seperti ini bukan Aisyah yang seutuh!" ucapnya.
Kaivan kemudian membawa Aisyah ke dalam pelukannya.
Kaivan kembali merasakan tubuh bergetar istrinya, dia benar-benar tidak tahu apa yang terjadi, tetapi Kaivan juga merasa seperti ada sesuatu yang tidak beres.
****
Sementara Amira berada di dalam mobil yang saat ini justru sudah memegang yang juga penasaran dia lihat. Sekarang Amira melihat jelas semua data-data pada pasien.
"Jadi Cindy saudara tiri Aisyah, mengalami kecelakaan di hari yang sama dengan Aisyah, mereka berada di rumah sakit sebelumnya dan dirujuk ke rumah sakit Medika Citra,"
"Aisyah mengalami pendarahan pada otak, kehilangan penglihatannya dan Cindy mengalami luka parah pada wajahnya dan juga tulang-tulangnya, lalu Cindy 2 minggu setelah kritis bangun dari koma dengan wajah yang tidak bisa diselamatkan,"
"Oprasi luka di wajahnya sudah di lakukan sampai tiga kali, tetapi tetap gagal dengan luka yang tidak bisa disembuhkan, sampai akhirnya Cindy bunuh diri lalu kemudian wafat,"
"Lalu Aisyah mendapatkan donor mata, melakukan operasi kornea mata 20 menit setelah kematian Cindy, operasi pemindahan kornea mata di lakukan selama 4 jam,"
"Jadi kesimpulannya bahwa mata Aisyah adalah mata dari saudara tirinya dan ini yang membuat ayahnya sangat membela ibu tirinya karena pengorbanan ibu tirinya menyerahkan mata putrinya kepada Aisyah?"
"Lalu apa Aisyah mengetahui semua ini? Apa dia sesungguhnya mengetahui apa yang terjadi sebenarnya?"
Amira terlihat begitu frustasi saat menerima kenyataan, sepertinya ini yang membuat Aisyah tiba-tiba mengingat kecelakaan itu karena mungkin ada feeling yang tidak sesuai di hatinya.
Bersambung...