NovelToon NovelToon
Mekanik Sang Ustadz

Mekanik Sang Ustadz

Status: tamat
Genre:Action / Mengubah Takdir / Perjodohan / Tamat
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Sebuah salah paham di malam khitbah menyatukan Farhan, seorang ustadz muda yang tenang, dengan Alika—mekanik jalanan yang liar dan pemberontak. Alika yang terbiasa hidup dengan debu aspal dan kunci pas harus beradaptasi menjadi istri dalam keluarga religius yang selama ini memandangnya sebelah mata. Di tengah ancaman masa lalu dan fitnah yang kejam, Farhan tidak mengubah Alika, melainkan membantunya "merestorasi" jati diri. Inilah kisah tentang pembuktian bahwa tangan yang hitam karena oli tetap bisa menggenggam surga dengan mulia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayang-bayang dari aspal hitam

Ketenangan hidup Alika di rumah Farhan terusik saat sebuah pesan singkat masuk ke ponselnya pada Selasa siang. Pesan itu bukan dari Alya atau Ummi, melainkan dari sisa-sisa dunianya yang lama. Isinya singkat namun mengancam: "Al, kalau kamu pikir kerudung itu bisa menghapus utangmu, kamu salah besar. Kita tunggu di bengkel suamimu jam empat sore. Jangan sampai kami yang masuk ke rumahmu."

Alika merasakan dingin menjalar di sekujur tubuhnya. Ia teringat kejadian sebulan sebelum pernikahan mendadak itu. Saat itu, ia kalah taruhan balap motor sebesar lima juta rupiah. Uang itu ia pinjam dari seorang bandar kecil bernama Baron agar motornya tidak disita. Pernikahan yang cepat membuatnya lupa pada beban itu, namun dunia jalanan tidak pernah lupa.

Tepat pukul empat sore, Alika tiba di bengkel Farhan. Ia sengaja datang lebih awal untuk mencegat Baron, namun terlambat. Di area depan bengkel yang luas, tiga pria dengan jaket kulit kusam dan aroma rokok yang menyengat sudah berdiri mengelilingi sebuah motor sport yang sedang diperbaiki. Farhan berdiri di hadapan mereka, wajahnya datar, tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun.

"Ada apa ini?" tanya Alika, suaranya sedikit bergetar namun ia mencoba tetap lugas.

Baron, pria dengan tato di leher, menoleh dan tertawa sinis. "Wah, lihat ini. Si Ratu Jalanan sudah jadi santriwati. Cantik juga kamu pakai kain itu, Al. Tapi kerudungmu tidak bisa bayar utang lima juta plus bunga yang sekarang sudah jadi tujuh juta."

Farhan menoleh ke arah Alika. Sorot matanya tidak marah, melainkan penuh tanya. "Utang apa, Alika?"

Alika menunduk, meremas ujung hijabnya. "Utang balapan bulan lalu, Farhan. Aku... aku belum sempat bayar karena kejadian malam itu."

"Oh, jadi suami sholeh ini belum tahu kalau istrinya ini tukang judi?" ejek teman Baron. "Dia ini maskot kami, Mas. Kalau nggak ada dia, balapan nggak seru. Mending balikin dia ke kami saja kalau Mas nggak sanggup bayar utangnya."

Para mekanik bengkel mulai berhenti bekerja, memperhatikan keributan itu. Suasana menjadi sangat canggung. Alika merasa harga dirinya hancur di depan suaminya sendiri. Ia merasa semua proses belajarnya selama dua minggu ini menguap begitu saja. Ia kembali menjadi Alika yang memalukan.

"Berapa totalnya?" tanya Farhan tiba-tiba. Suaranya tenang, tanpa emosi yang meledak.

"Tujuh juta. Tunai sekarang juga," jawab Baron sambil meludah ke lantai.

Farhan masuk ke dalam kantor kecilnya di sudut bengkel. Tak lama kemudian, ia keluar dengan amplop cokelat tebal. Ia menyerahkannya langsung ke tangan Baron. "Ini tujuh juta. Ambil, dan jangan pernah injakkan kaki di bengkel ini lagi. Jangan pernah hubungi istri saya lagi, lewat pesan maupun telepon."

Baron menerima amplop itu, menghitung isinya sejenak, lalu tersenyum puas. "Urusan selesai. Tapi ingat Al, darahmu itu darah aspal. Suatu saat kamu pasti kangen bau bensin lagi."

Setelah gerombolan itu pergi, keheningan di bengkel terasa lebih menyiksa daripada makian Baron tadi. Farhan kembali ke meja kerjanya tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Alika mengikutinya masuk ke kantor, menutup pintu rapat-rapat.

"Farhan, maafkan aku. Aku akan cari cara untuk ganti uang itu. Aku bisa kerja atau jual perhiasan pemberian Ummi," kata Alika cepat, air matanya mulai menetes.

Farhan mendongak, meletakkan pulpennya. "Saya tidak peduli soal uangnya, Alika. Uang bisa dicari. Yang membuat saya kecewa adalah kenapa kamu tidak jujur dari awal? Saya suamimu. Masalahmu adalah masalah saya juga."

"Aku malu, Farhan! Aku takut kamu akan menyesal menikahiku kalau tahu seberapa banyak sampah yang kubawa dari masa laluku," terial Alika frustrasi.

Farhan berdiri, berjalan mendekat hingga jarak mereka hanya satu langkah. "Saya sudah bilang, saya tahu siapa yang saya nikahi. Saya tidak menikahi malaikat. Saya menikahi kamu. Kalau ada sampah, kita bersihkan bersama. Tapi jangan pernah sembunyikan apa pun lagi dari saya. Kejujuranmu adalah satu-satunya hal yang membuat saya tetap bertahan membantumu."

Alika terisak, menunduk di depan dada Farhan. "Ayah benar, aku selalu menyusahkan orang lain."

"Berhenti membenarkan kata-kata Ayahmu," potong Farhan tegas. "Ayahmu melihatmu sebagai beban, tapi saya melihatmu sebagai amanah. Hutangmu sudah lunas. Sekarang, tugasmu adalah membuktikan bahwa tujuh juta itu worth it untuk membebaskanmu sepenuhnya dari orang-orang itu."

Sore itu, Alika menyadari bahwa hijrah bukan hanya soal mengganti pakaian atau belajar membaca huruf Arab. Hijrah adalah tentang membereskan kekacauan di masa lalu agar tidak menghantui masa depan. Ia pulang bersama Farhan, merasa lebih ringan, namun juga menyadari bahwa ia berhutang sesuatu yang jauh lebih besar daripada uang kepada suaminya: yaitu sebuah pengabdian yang tulus.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
NN
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!