NovelToon NovelToon
Sistem Kekayaan Menyiksaku

Sistem Kekayaan Menyiksaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

Satu lembar uang sepuluh ribu rupiah terakhir di dompet Satria sudah berubah bentuk menjadi gumpalan lecek.
Di depannya, layar mesin ATM berkedip-kedip, menampilkan menu penarikan tunai yang terasa mengejek.

Satria menghela napas berat. Ia menekan tombol "Informasi Saldo". Dia sudah tahu angkanya akan mengenaskan, tapi dia tetap perlu melihatnya untuk memastikan seberapa jauh dia harus menahan lapar minggu ini.

Layar berganti. Angka yang muncul membuat jantungnya seolah berhenti berdetak.
SALDO REKENING ANDA:
Rp 270
Bukan 270 ribu. Bukan pula 270 juta. Hanya dua ratus tujuh puluh rupiah.

[SISTEM TOTAL KEKAYAAN]
Sisa Waktu: 00:58:42
Target Pengeluaran: Rp 50.000.000,00
Status Saat Ini: Rp 0 / Rp 50.000.000,00
Peringatan: Kegagalan akan mengakibatkan sanksi 'Kemiskinan Absolut' (Saldo dipotong menjadi Rp 27).

“Lima puluh juta. Satu jam."

"Kepala bapak kau ambyar!” umpat Satria,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode: 11

Pagi itu, langit Jakarta sangat cerah.

Sinar matahari pagi menembus dinding kaca Lantai 48 Menara Cakrawala dengan sempurna, menciptakan sistem pengeringan alami yang luar biasa efektif.

Di dalam ruangan seribu dua ratus meter persegi itu, pemandangannya benar-benar mencengangkan.

Sepuluh jalur tali tambang plastik hijau neon telah dipenuhi oleh ratusan potong pakaian warga kosan Depok.

Mulai dari daster motif batik Bu Mimi, kaus oblong mahasiswa yang sudah tipis, sprei kasur motif beruang, hingga deretan celana kolor beraneka warna bergelantungan dengan anggun, melambai-lambai ditiup angin dari sistem ventilasi darurat gedung.

Nisa berjalan di antara barisan jemuran mewah itu sambil memegang botol semprotan pewangi pakaian.

"Bos, angin di gedung ini emang beda kelas ya."

"Baru dijemur tiga puluh menit, daster Bu Mimi udah setengah kering."

"Wanginya pun bercampur sama aroma polusi elit Jakarta Selatan," lapor Nisa bangga.

Satria yang sedang duduk santai di atas sebuah kursi lipat pancing yang sengaja dia bawa dari kosan, hanya mengangguk-angguk puas.

"Bagus, Nis. Ini yang namanya efisiensi pemanfaatan ruang vertikal."

"Biar para eksekutif di bawah tahu kalau kita juga bisa menguasai langit."

Namun, ketenangan surga jemuran itu tidak berlangsung lama.

Sebuah suara gemuruh yang berat dan bising perlahan mendekat dari arah luar jendela kaca.

Sebuah helikopter komersial mewah berwarna putih sedang melintas pelan di antara gedung-gedung pencakar langit Sudirman.

Di dalam helikopter tersebut, seorang fotografer majalah bisnis gaya hidup sedang bersiap mengambil foto lanskap tata kota Jakarta dari udara.

Ketika helikopter itu berputar tepat di samping Menara Cakrawala, sang fotografer menurunkan kameranya, mengucek matanya berulang kali, lalu berteriak histeris kepada pilot.

"Capt! Capt! Deketin ke kaca Lantai 48 gedung biru itu!"

"Gua gak salah lihat kan?! Itu... itu daster?!"

Cret! Cret! Cret!

Lensa tele/jarak jauh kamera sang fotografer langsung membidik rentetan pakaian dalam dan sprei yang berjejer rapi di balik kaca premium Menara Cakrawala.

Foto-foto itu diambil dengan kualitas ultra-HD, menangkap dengan sangat jelas detail tulisan "ANGKOT GRATIS" yang tertera di salah satu kaos yang ikut dijemur, serta bayangan Satria yang sedang santai memakai sarung di dalam ruangan.

Hanya butuh waktu satu jam setelah helikopter itu mendarat sampai dunia maya Indonesia mengalami guncangan tektonik.

Sebuah akun gosip terbesar di platform X (Twitter) mengunggah foto tersebut dengan takarir bombastis:

"BREAKING: Ditemukan instalasi jemuran baju terbesar dan tertinggi di Indonesia di Lantai 48 sebuah gedung elit SCBD! Biaya sewa lantai ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah per tahun. Siapakah Sultan absurd di balik skandal kolor di atas awan ini?!"

Unggahan itu langsung mendapatkan seratus ribu retweet dalam waktu dua jam. Jagat internet meledak.

Berbagai teori konspirasi liar bermunculan di kolom komentar.

Ada yang bilang itu adalah taktik pemasaran terselubung dari brand deterjen internasional, ada yang menduga itu adalah aksi protes aktivis lingkungan terhadap pemanasan global, dan tidak sedikit yang menduga bahwa sang pemilik gedung telah kehilangan akal sehatnya.

Tagar #JemuranSCBD dan #SultanKolor mendadak memuncaki daftar trending topic nasional.

Drrrtt! Drrrtt!

Ponsel Satria di atas lantai beton bergetar hebat.

Layarnya langsung memancarkan sinar emas redup dari Sistem Total Reversal.

[SISTEM TOTAL KEKAYAAN]

Misi Baru: 'Krisis Kehumasan yang Menguntungkan'.

Deskripsi: Aksi jemuran Anda telah memicu kepanikan massal pada dewan direksi pemilik gedung. Mereka sedang menuju ke atas untuk mengusir Anda dengan menawarkan ganti rugi finansial.

Tugas: Pertahankan area jemuran Anda dari penggusuran selama 30 menit ke depan.

Aturan Khusus: Jika mereka menawarkan uang kompensasi pemutusan kontrak sewa sepihak, Anda wajib menolaknya mentah-mentah.

Sebaliknya, Anda harus memaksa mereka mengeluarkan biaya denda yang membuat perusahaan mereka merugi tanpa Anda menerima satu rupiah pun keuntungan pribadi.

Sisa Waktu: 00:30:00

Penalti Gagal: Saldo Anda akan dikurangi secara kejam menjadi Rp 27 perak.

Baru saja Satria selesai membaca instruksi sistem, pintu lift khusus di ujung ruangan terbuka dengan bunyi ting yang nyaring.

Pintu lift terbuka, memuntahkan sekelompok orang berjas rapi dengan wajah yang merah padam karena menahan amarah.

Di barisan paling depan, berdiri seorang pria tua berkacamata emas dengan rambut klimis memutih sang Pemilik Utama Menara Cakrawala didampingi oleh Hendra, sang manajer pemasaran semalam, yang kini wajahnya sudah pucat pasi seperti mayat berjalan.

"Bapak Satria!"

teriak sang pemilik gedung, suaranya menggema di antara pilar-pilar beton.

Dia berjalan cepat, namun langkahnya terpaksa melambat karena harus menunduk menghindari lambaian sprei kasur motif beruang yang menghalangi jalannya.

 "Apa-apaan ini?!

"Anda tahu tidak, karena kelakuan gila Anda ini,"

"harga saham gedung kami langsung anjlok tiga persen dalam satu jam terakhir karena dianggap menyewakan ruang kepada orang tidak waras!"

Satria berdiri dari kursi lipatnya, membetulkan letak sarung kotak-kotaknya dengan santai.

"Selamat siang, Pak Bos."

"Maaf agak berantakan, maklum jemuran hari ini agak banyak karena warga kosan saya habis borongan mencuci."

Hendra maju selangkah, tangannya gemetar memegang dokumen.

"Pak Satria, tolonglah."

"Kami dari pihak manajemen memohon dengan sangat."

"Ini cek senilai dua miliar rupiah! Dua kali lipat dari uang sewa yang Anda bayar semalam! Kami mohon Anda batalkan kontraknya sekarang juga dan turunkan semua pakaian-pakaian ini sebelum wartawan TV datang ke lobi!"

Sang pemilik gedung menatap Satria dengan pandangan mengancam.

"Terima uang itu dan pergi dari gedung saya!"

"Ini adalah kompensasi tertinggi yang pernah kami berikan kepada penyewa sialan seperti Anda!"

Satria melirik indikator sistemnya: sisa waktu 15 menit.

Dia tahu, jika dia menerima cek dua miliar itu, sistem akan mendeteksinya sebagai keuntungan investasi properti yang sukses, dan itu artinya dia akan kembali menjadi manusia miskin berbekal dua puluh tujuh perak.

"Dua miliar?"

Satria terkekeh, lalu mengambil sepotong celana jins basah yang digantung Nisa, menggunakannya untuk mengibas debu di depannya.

"Maaf ya, Pak."

"Saya tidak butuh uang receh dua miliar Anda."

"Saya menyewa tempat ini legal, kontraknya satu tahun, dan saya tidak akan memindahkan satu kolor pun dari lantai ini sampai pakaian warga saya wangi matahari sempurna."

Sang pemilik gedung terengah-engah, jantungnya mendadak berdegup kencang karena tidak percaya ada orang yang menolak uang dua miliar demi mempertahankan jemuran baju.

"Anda... Anda benar-benar gila! Pengacara! Mana pengacara gedung?!"

Seorang pria berkacamata dengan tas kerja mahal maju.

"Sesuai klausul nomor 14 tentang pemutusan hubungan sewa sepihak tanpa persetujuan penyewa,"

"pihak gedung harus membayar denda penalti lingkungan kepada dinas tata kota dan melakukan restorasi fasad bangunan luar yang biayanya bisa mencapai lima miliar rupiah,"

"namun penyewa tetap berhak menuntut di pengadilan niaga..."

Satria langsung memotong penjelasan sang pengacara.

"Nah! Bagus! Kalau begitu, lakukan saja pemutusan sepihak!"

"Bayar denda lima miliar itu ke kas negara sebagai denda pencemaran estetika kota! Dan untuk saya..."

"saya gak mau ambil uang denda itu. Alihkan seluruh uang denda penalti saya untuk membiayakan pemasangan kaca film hitam antipeluru di seluruh Lantai 48 ini!"

Semua orang di ruangan itu membeku.

"K-kaca film antipeluru?" tanya Hendra bodoh.

"Iya! Biar dari luar gak kelihatan ada jemuran lagi, jadi saham kalian aman."

"Tapi di dalam sini saya tetap bisa menjemur baju dengan tenang tanpa diganggu helikopter lewat!"

"Biaya pemasangan kaca film premium antipeluru untuk seribu dua ratus meter persegi kan mahal banget, pasti pas buat ngabisin anggaran denda kalian!"

cerocos Satria cerdas.

Dengan cara ini, pihak gedung dipaksa membakar uang miliaran rupiah untuk fasilitas fasilitas yang sama sekali tidak berguna bagi bisnis perkantoran mereka, sementara Satria tetap membuang uang sewa semalam tanpa menerima keuntungan materi baru ke rekening pribadinya.

Logika Sistem Total Kekayaan terpenuhi secara mutlak.

Ponsel Satria di saku sarungnya bergetar riang, mengeluarkan melodi kemenangan yang akrab.

[SISTEM TOTAL KEKAYAAN]

Pertahanan Area Jemuran: BERHASIL.

Evaluasi: Menolak kompensasi dua miliar rupiah dan memaksa korporat raksasa membayar denda pemborosan kaca film antipeluru demi melindungi jemuran baju warga kosan adalah bentuk sabotase ekonomi yang sangat berkelas (Luar Biasa).

Dana Sewa Semalam Resmi Diputihkan Menjadi Kerugian Murni.

Saldo Efektif Anda Saat Ini: Rp 2.514.550.270,00.

Catatan: Lantai 48 Anda kini aman dari pandangan dunia luar. Bersiaplah untuk misi berikutnya yang melibatkan industri kuliner skala besar.

Sang pemilik gedung menatap Satria dengan tatapan pasrah bercampur ngeri.

Dia menyadari bahwa pria bersandal jepit di depannya ini bukanlah manusia biasa yang bisa diselesaikan dengan uang.

Dia adalah anomali finansial berjalan.

"Hendra..."

bisik sang pemilik gedung dengan suara lemas.

"Panggil tukang kaca film sekarang."

"Pasang yang paling tebal."

"Saya tidak mau melihat wajah orang ini atau kolor-kolor itu lagi di internet besok pagi."

Rombongan direksi itu akhirnya berbalik masuk ke dalam lift dengan langkah gulai yang lesu, meninggalkan Satria dan Nisa yang kembali menguasai Lantai 48 dengan kemenangan mutlak.

"Bos,"

Nisa mendekat, menyemprotkan pewangi ke udara.

"Kaca film antipeluru itu nanti kalau udah pasang, berarti jemuran kita aman dari serangan fajar kan?"

"Aman banget, Nis."

"Bahkan kalau ada perang dunia sekalipun, daster Bu Mimi tetap akan kering dengan selamat di sini,"

 jawab Satria tertawa puas,

bersiap melangkah ke petualangan gila berikutnya yang sudah dirancang oleh sistem di dalam kepalanya.

1
BaekTae Byun
masa saldonya kaga nambah nambah
BaekTae Byun
setiap misi nya ngga ada hadiah uang trs kalo uang nya habis gmna
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
boleh tuh
miilieaa
semangat yaa author
Gege
masih menjalankan misi tanpa ada hadiah ini Thor.. apa sistemnya korslet apa bijimane ini?
Dav Nana: uang yang masuk kesaldo mc, harusnya hadiah dari sistem nya, dia sistem yang kelebihan uang tentu aja hanya bisa memberi uang saja sebagai hadiah, kurang inisiatif beli barang lain nih sistem nya haha
total 1 replies
Gege
piyee kalimat Iki Thor... ga jelas banged..trus biaya denda ini dikasih siapa? kalo MC ga Nerima duitnya..
Dav Nana: uang dendanya dialokasikan buat pasang kaca film kak, biar dari luar gak keliatan daster bu miminya haha, jadi sama aja MC nya rugi karena yang untung kan perusahaan nya dapat keuntungan pemasangan kaca film geratis dari mc
total 1 replies
Gege
menjalankan misi tapi ga dapat hadiah Thor... 🤣
Gege
gaasss 10k kata di luncurkan...bawa santai ringan kocak...jangan dikit dikit mafia..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!