Sebuah kejadian membuat Haris yang merupakan seorang pemimpi perusahaan besar langsung hancur.
Dia kehilangan segalanya dalam satu hari dan memilih untuk mengakhiri hidupnya tapi setelah mati, dia justru menemukan kenyataan kalau orang yang selama ini dia sembunyikan mengandung anaknya.
Hamka Haris Stuart, seorang anak buta warna yang lahir dari rahim adik angkat Haris yang terus di sakiti karena hanya seorang anak dari istri kedua.
Bagaimanakah Hamka bisa menemukan warna dalam hidupnya setelah dia tahu kalau ayah yang selama ini dia panggil Daddy bukanlah ayah kandungnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keinginan Haris
Dan sekarang, Andromeda sedang berhadapan dengan Haris, Haris memaksa Altair untuk membantunya karena melihat Altair punya cahaya di telapak tangannya.
"Aku sudah bilang tidak bisa ya tidak bisa! Kenapa Om memaksa!" Bentak Andromeda yang melakukan obrolan batin dengan Haris
"Apa tidak bisa dia mengingatku hanya sedikit saja, aku sudah menitipkan kalung itu pada polisi sebelum aku di tahan, dia menyukainya tapi dia tetap tidak ingat padaku" ucap Haris menunjuk kalung emas yang dia titipkan pada Brandon, kalung itu di pakai Ivanka karena mengira itu adalah kalungnya yang ada pada polisi, bahkan Lucas juga tidak tahu.
"Kenapa orang tua ini sangat keras kepala, Tante Ivanka itu tidak mau mengingat apapun di masa lalunya, satu satunya yang dia ingat Tante Ivanka tentang Om adalah tato ular itu" jawab Andromeda ketus.
"Percuma saja kalau begitu aku jadi arwah, kalau tidak bisa mengembalikan ingatan Ivanka" keluh Haris lemas
"Siapa juga yang nyuruh bunuh diri, akhirnya terjebak di antara dua alam kan, mati belum tentu tapi tidak di terima" cibir Andromeda.
"CK.. setidaknya aku bisa terus berada di samping Ivanka" jawab Haris
"Bang, sudah, kita bisa membuat semuanya curiga" bujuk Altair mengusap lengan Andromeda
Haris kembali duduk di samping Ivanka, tidak pernah pergi bahkan ke manapun dia ikut, dia seperti anak ayam yang mengikuti induknya sekarang karena tidak mau jauh dari Ivanka.
"Kalian, apa tidak keberatan mengurus Lucas?" Tanya Ivanka.
"Tidak ko Tante, Lucas sangat baik dan penurut' jawab Arjuna.
"Tante ingat Lucas?" Tanya Altair
"Tidak, tapi aku selalu melihat dia di mimpiku, diikat di atas pohon dan di pukul, Tante pikir nama Lucas yang Tante ingat adalah Om kalian, ternyata seekor anjing" jawab Ivanka
"Om Lucas sampai jadi bahan ledekan di perumahan kami loh Tante, mereka meledek Om Lucas dengan cara memanggil namanya, tapi saat menoleh mereka bilang mereka sedang memanggil Lucas yang seekor anjing" ungkap Yudhistira membuat Ivanka tertawa, bahkan Haris juga ikut tertawa.
Tawa lepas yang belum pernah dia perlihatkan pada keluarganya, tawa itu juga mungkin sudah hilang saat dia jadi korban penganiayaan ayah kandungnya sendiri dulu, saat dia di gantung di lantai tiga rumahnya, membuat dia hampir kehilangan nyawa jika saat itu Jessy datang terlambat.
"Kenapa tidak di buat panggilan berbeda saja, agar kalian tidak menoleh bersama" usul Ivanka
"Panggilan apa, mana mungkin kan Mereka memanggilku Ucas" cibir Lucas
"Ucas panggilan yang lucu" celetuk Ivanka dan Haris
"Lihat kan kami itu jodoh" bangga Haris
"Jodoh beda alam" sinis Lucas melotot ke arah Haris.
"Apa aku bisa pulang? Terus kalau pulang Aku pulang kemana?" Tanya Ivanka
"Kamu akan pulang ke rumahku, bersama Lucas juga dia akan tinggal disana" jawab Lucas
"Cieee..." Ledek para bocah
"Memangnya aku tinggal dimana dulu?" Tanya Ivanka
"Tinggal bersamaku" jawab Haris
"Kamu tinggal di butik milikmu, tapi disana terlalu berbahaya, jadi sebaiknya kamu tinggal denganku saja" jawab Lucas
"Apa tidak merepotkan?" Tanya Ivanka merasa tak enak
"Tidak sama sekali" jawab Lucas mengusap rambut Ivanka.
"Cieee.."
"Astagfirullah.. kalian ini" gerutu Lucas karena Ivanka terlihat tersipu malu.
"Benar benar membuatku kesal, dia bawa pengaruh buruk untukmu Ivanka, kamu jadi sering tersenyum seperti itu" kesal Haris.
"Orang mati jangan ikut campur" bisik Lucas
"Tante, kalungnya bagus" ucap Andromeda
"Itu kalung milik ibunya, dan Om menambahkan liontin itu di sana, agar dia bisa selalu ingat pada Om" ucap Haris membuat Lucas terkejut.
"Tante tidak tahu tentang kalung ini, tapi hati Tante mengatakan kalau Tante menyukainya" ucap Ivanka mengusap kalung yang dia pakai karena luka di tubuhnya sudah hampir kering.
"Terima kasih, jangan buang kalung itu, itu satu satunya kebahagiaanku karena kamu masih mau memakainya" ungkap Haris meski tak bisa di dengar Ivanka.
"Sepertinya bisa di buka itu, mungkin ada foto di dalamnya" ucap Arjuna
"Jangan di buka, kalau di buka kalungnya akan rusak" ucap Altair
"Kenapa bisa rusak?" Tanya Lucas
"Kalungnya terlihat sudah lama, takutnya saat di buka nanti liontin itu patah" jawab Andromeda berbohong, karena di dalam kalung itu ada foto Haris dan Ivanka yang sedang berpelukan.
"Iya, jangan di buka, sebaiknya pakai saja agar aku merasa di cintai" ungkap Haris
"Dasar pengganggu" gerutu Lucas
"Aku akan terus mengganggumu selama kamu masih hidup" sinis Haris
"Kalau begitu tidak akan di buka, biar begini saja" jawab Ivanka
Mereka mengobrol sampai hari masuk Maghrib, dan setelah shalat Maghrib Lucas mengantar Yudhistira, Arjuna, Andromeda dan Altair ke depan rumah sakit karena dia tidak bisa pulang bersama mereka, mereka hanya di antarkan oleh Burhan.
Ceklek.
Ivanka tertidur karena dia baru saja meminum obatnya, di sampingnya masih ada Haris menemani sambil duduk dan mencoba mengusap rambut Ivanka tapi tidak bisa.
"Kamu belajar dari ahlinya agar bisa menyentuh barang barang, hantu baru biasanya seperti itu" ucap Lucas memilih untuk duduk di sofa.
"Siapa yang bisa membantuku?" Tanya Haris serius
"Sosok yang membuatmu jadi bunuh diri kemarin, dia jin yang sangat kuat, dan mungkin bisa membantumu" jawab Lucas
"Kalau begitu aku tidak mau, dia mungkin akan mati di tanganku nanti" jawab Haris
"Sombong" sinis Lucas
"Aku akan belajar sendiri agar aku tidak punya hutang budi pada siapapun, dan jika saat itu tiba, Ivanka akan bisa aku lindungi sepenuhnya" ucap Haris
"Kenapa kamu ingin melindunginya sekarang?" Tanya Lucas
"Karena saat aku hidup, aku terikat janji untuk selalu membela adik adikku dari almarhum papa Maulana, jadi aku tidak bisa melindunginya saat hidup" jawab Haris menatap teduh Ivanka yang sedang tertidur.
"Banyak sekali rahasia yang kamu simpan"
"Itu hanya sedikit, masih banyak lagi, termasuk rahasia tentang aku dan Ivanka, tapi dia memilih untuk menguburnya, biarkan saja jika dia ingin seperti itu" jawab Haris
"Kamu tahu, aku membenci adikmu yang lain tapi saat melihatmu datang saat itu, aku melihat kamu punya sesuatu yang berbeda"
"Apa yang kamu lihat?"
"Hantu bahkan menyerah padamu" ledek Lucas terkekeh
..........................
Di rumah Langit
"Jadi sekarang Haris jadi hantu penasaran?" Tanya Sagara
"Iya dad, menempel dengan Tante Ivanka, tidak mau jauh jauh" jawab Andromeda
"Kenapa dia masih ada di alam ini padahal dia sudah meninggal"
"Mungkin dia punya urusan yang belum selesai" jawab Safira
"Ola mau bertemu dia, sepertinya dia keren"
"Tidak boleh, kalau perlu kalian halangi dia kalau mau kemari" jawab Langit
"Om Haris itu bahkan lebih tua dari Om" ungkap Gafi
"Pokoknya yang mengancam hubungan Om dan Ola harus disingkirkan" ketus Langit
"Ola kenapa ingin bertemu dengan dia?" Tanya Vandra
"Mau lihat matanya, siapa tahu Ola bisa buat dia tenang di alamnya dan pergi, supaya Tante Ivanka bisa melanjutkan hidupnya" jawab Aurora
"Sebenarnya Brandon bilang, dia sempat bangun saat di bawa ke rumah sakit, masih selamat" ungkap Hendra
"Ko kami tidak tahu?"
"Haris yang minta, dia tidak mau ada yang tahu, keluarganya juga tidak di beri tahu" jawab Hendra
"Jadi sekarang dia masih hidup?" Tanya Khalid
"Dia meninggal saat subuh, sesaat setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, di bantu Brandon tapi Brandon terlihat gugup saat mengatakan itu, mencurigakan" jawab Hendra
"Apa menurut papa dia sebenarnya juga korban?" Tanya Vandra
"Papa tidak tahu, tapi Brandon bilang, dia akan panik saat adik adiknya terluka, waktu dia lihat adiknya kehilangan matanya juga dia marah pada tembok, Brandon tidak tahu mungkin Haris melihat sesuatu di sana" jawab Hendra
"Opa benar, Om Haris melihat sosok ibunya Tante Ivanka di sana" jawab Gafi
"Jadi penasaran juga" ungkap Safira
"Sayang, kamu jangan macam macam" keluh Sagara memelas
"Nggak macam macam Yang, satu macam saja" jawab Safira semakin membuat Sagara memeluknya.