Cerita tentang seseorang yang berasal dari Indonesia berpindah ke sebuah dunia fantasy, dimana terlihat gunung berbentuk pedang dan pulau melayang itu biasa. Untuk bertahan hidup dia yang tak memahami kemampuan peningkatan di fiksi memililih menggunakan Teknik dari Indonesia yang menggunakan Tenaga Dalam yang dia ubah beberapa caranya. Isi dari novel ini hanya perjalanannya mencari cara untuk membuat kemampuan tenaga dalam milik Indonesia bisa menyaingi peningkatan kemampuan di dunia tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TrueRuler, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11: Pengejaran Putri
{Bergerak terus menerus
Sekali sekali melihat kebelakang
Suara gendang tanpa henti
Takda irama bagai Kumpulan kuda
Melihat karya abstrak
Tidak diketahui tiada arti
Hanya terus mengarsir
Melupakan bentuk seorang
Tak peduli kaki terluka
Wajah cantik memicu sengketa
Seekor angsa dikejar Kumpulan elang
Menghilang di kedalam air}
Terlihat leher Wanita itu sedikit tergores.
“Berani sekali kau!”
“Tentu saja aku berani”
“Kau!!!!”
“Cepat katakana kenapa kau disini?”
“Dan siapa mereka”
“Mereka siapa maksudmu?”
“Apakah kau bukan bagian dari orang orang itu?”
“Apakah kau pikir aku bagian dari mereka?”
“Ya”
Cakra menurunkan parangnya.
“Aku bukan”
“Tapi aku tetap bertanya siapa kau?”
“Aku?”
“Aku adalah Marisa”
“Seorang putri pejabat”
“Kerajaan kami diserang oleh para Kultivator”
“Seluruh kerajaanku hancur”
“Para Kultivator menuduh setiap orang yang mempelajari sihir adalah sama dengan pelaku pemanggilan dewa luar”
“Jadi kenapa mereka mengejarmu?”
“Karena aku penyihir”
“Baiklah tapi kurasa ini gak sesimpel itu dan kalaupun memang sebuah Kerajaan hancur atau sebuah mansion hancur pastinya terlihat nyala api atau asap dari sini”
“Jujurlah”
“Baiklah”
“Sebenarnya keluargaku ataupun kerajaan gak hancur”
“Hanya saja aku diburu karena sang pangeran ingin menikahiku”
Terlihat wajahnya seorang Wanita dengan mata biru, rambut hitam dan tubuh ramping keluar dari bayangan sepenuhnya.
“Oh hal klise ini lagi”
“Apa maksudmu?” Wanita menatap heran.
“Ya hal klise”
“Sang pangeran mengejar sang Wanita, Wanita menolak dan harusnya diculik”
“Hanya saja Wanita kabur”
“Dalam kabur sang Wanita bertemu seorang pria pemberani”
“Tapi maaf aku bukan pria itu”
“Walau kau cantik, kita bukanlah kenalan”
“Apakah kau mengira aku semurah itu?”
“Menurutmu? Seorang Wanita yang masuk ke rumah seorang laki laki apakah gak terlihat?”
“AAA-Aku hanya berusaha sembunyi”
“Kebetulan menyadari sebuah celah dan menemukan pintu”
“Ya untungnya mereka gak menemukan, dengan posisi pintu gak benar”
“Kalau mereka jalan kaki mereka pasti sadar”
Cakra lewat didepan Wanita itu memasukkan tumbuhan yang dia dapat ke dalam sebuah bejana tanah liat yang telah dia buat. Wanita tersebut terlihat duduk di dinding, Cakra yang merasa kasihan membangun sebuah Kasur dari sisa kayu yang dia simpan.
“Tidur disini”
“Orang orang itu harusnya gak akan menyerah selama seminggu ini”
Dengan malu malu dan menundukkan kepala Wanita tersebut duduk.
“Terima kasih”
“Ya”
“Apakah kau punya baju Ganti?”
“Aku memiliki”
“Itu semua didalam cincin ini” sambil menunjukkan sebuah cincin.
“Kalau begitu pergilah mandi di gua sebelah kiri ada mata air panas”
“Gak perlu takut aku mengintip, bagian gua itu telah kusediakan pintu”
“Dan disana ada bagian tempat dimana kau bisa mencuci baju atau berendam”
Wanita tersebut mengangguk, dan berjalan ke bagian kiri dari lubang di gua itu. Dirinya sempat kaget melihat ada aura dingin yang keluar dari bagian lain. Cakra yang melihat Wanita itu masuk mulai mempersiapkan makanan di bagian Tengah.
“Hmm aku bosan makanan biasa”
“Ah bagaimana kalau coba membuat dendeng dari daging rusa itu”
Cakra melakukan cek pada bijih cabai yang dia tanam, terlihat beberapa cabai sudah siap dipetik.
“Hmm aku akan mengambil beberapa buah”
“Untungnya aku membuat alat untuk menggiling lada ini”
Cakra mengambil beberapa buah cabai dan memasak nasi dengan bantuan api. Dia menggiling cabai dan juga memasukkan beberapa bawang putih dan merah yang telah dia tanam. Dirinya juga memberikan garam untuk menambah rasa pada Cabai tersebut. Setelah selesai Cakra mulai membuka wajannya, dia memasukkan daging yang telah dicairkan sempurna. Lalu dengan minyak yang telah didapatkan dari daging sebelumnya dia menggoreng daging tersebut.
“Hmm selanjutnya angkat daging dan masukkan cabai”
Cakra memasukkan cabai.
“Haatschuuuu”
“Ah kalau memasak cabai ini adalah masalah”
Cakra memasak dengan cepat, setelah cabai terlihat matang dia memasukkan daging kedalam. Bau harum pun tercium hanya saja karena adanya pintu di setiap cabang gua bau ini gak menyebar. Cakra mendinginkan masakan, lalu memasukkan ke dalam wadah yang telah dia sediakan. Lalu dia membawa masakan tersebut dan periuk ke meja depan, terlihat sang Wanita duduk di kasurnya sambil membaca novel yang mc bawa dari dunia nya.
“Cerita ini menarik”
“Kenapa tidak kau jual?”
“Mau jual ke siapa di Tengah hutan?”
“Monster?” Cakra tersenyum sinis.
“Eh jadi kau belum pernah turun ke kota?”
“Emang ada kota disekitar sini?”
“Ah sudahlah makan dulu saja aku sudah lapar”
Cakra memberikan wadah kepada Marisa, Cakra juga memberikan nasi dan daging karena tau Marisa tak makan terlalu banyak. Wanita itu terlihat sudah sangat lapar, hanya saja dia bingung.
“Apakah kau punya sumpit?”
“Ah iya aku lupa”
Cakra mengambil dua batang kayu dan dengan cepat membuatnya menjadi sepasang sumpit.
“Ini”
Marisa berterima kasih, dia langsung makan dengan lahap. Cakra pun mulai makan, Marisa kaget dengan Cakra yang makan memakai tangan.
“Eh apakah kau tak menggunakan sumpit?”
“Tidak, aku lebih nyaman menggunakan tangan karena budaya dari tempatku berasal”
“Memang dari mana kau berasal?”
“Apakah kau pernah dengar Indonesia?”
“Tidak”
“Itu tak terdengar berasal dari dunia ini…”
“Apa itu sebuah alam tersembunyi?”
“Kurasa lebih tepat kau katakan sebagai dunia lain”
Marisa terkejut
“Dunia lain?”
“Kau benar benar berasal dari sana?”
“Harusnya ya”
“Duniaku dan duniamu berbeda kami tak memiliki kemampuan sihir atau energi pekat seperti dunia ini”
“Tapi kami memiliki polusi yang mampu membuat kami sakit”
“Polusi?”
“Maksudmu energi hitam?”
“Ya tapi itu gak sampai membuat seseorang menjadi monster”
“Walau dalam beberapa versi film energi hitam itu kadang berwarna lain membuat manusia menjadi monster”
“Oh film?”
“Apa itu?”
“Kalian bahkan gak tau tentang film”
“Film kalau di dunia kalian mungkin terlihat seperti hologram”
“Hologram?”
“Eh? Energi yang kau tembakkan tapi itu bisa berbentuk Binatang atau menampilkan gambar”
“Oh, itu bukan hologram”
“Itu adalah kemampuan rune visual”
“Rune mampu menampilkan gambar tapi sepertinya gak seperti film milik kalian”
“Hmmm bisakah kau mengajarkan ku tentang rune?”
“Aku rasa bisa kalau hanya sebatas rune visualisasi”
Cakra berbincang selama beberapa jam dengan Marisa. Setelah selesai makan, Marisa kembali membaca novel sedangkan Cakra melihat buku tentang rune yang dibawa Marisa. Keduanya diam hingga akhirnya tertidur, sambil memegang buku yang mereka baca masing masing. Didalam mimpi kesadaran milik Cakra yang berada di Tengah ruang kosong terbangun dan melihat buku tentang rune juga ikut masuk ke mimpinya.
Hiss memang lagi mode survival tapi jangan kebanyakan atuh...