NovelToon NovelToon
Gagal Miskin Karena Sistem

Gagal Miskin Karena Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Bagi orang lain, mendapat warisan adalah jalur cepat menjadi kaya. Namun, berbeda dengan Budiman. Warisan yang ia dapat, malah membuat hidupnya nelangsa karena mendapat warisan toko kelontong yang mau bangkrut karena hutang warga yang tak kunjung dibayar.

Lelah menagih dan kesal setiap hari ditipu janji manis, Budiman justru berharap warung itu bangkrut saja. Ia ingin menutupnya dan bekerja sebagai karyawan biasa, hidup tanpa pusing memikirkan hutang orang lain.

Namun, takdir berkata lain.

Saat ia benar-benar mencoba menghancurkan warung peninggalan orang tuanya dengan menjual murah semua, menolak pembeli, bahkan membiarkan stok habis, sebuah suara aneh tiba-tiba muncul di kepalanya:

[ Sistem Kompensasi Finansial 'Makin Bangkrut Makin Kaya' Resmi Diaktifkan! ]



Bagaimanakah kisah Budiman yang berusaha bangkrut tetapi tak kunjung sukses? Ikuti alur cerita ini yah ....

#kehidupandidesa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4. Air Mata Anak Daro

Di tengah kepungan anak-anak muda yang sibuk membuat konten live streaming di depan gerai barunya yang kinclong, kepala Budiman terasa mau pecah. Mesin kasir digital di depannya terus berbunyi tit-tit-tit tanpa henti, memindai uang tunai yang disodorkan para pembeli.

"Uda Pendusta!"

Sebuah teriakan melengking tiba-kira membelah kebisingan minimarket. Pintu kaca otomatis Budiman Mart terbuka kasar, menampilkan seorang gadis muda dengan mata sembap dan napas memburu. Dia adalah Elimar, alias Imar, adik perempuan kandung Budiman satu-satunya. Gadis yang harus ia jaga sepeninggal Abak dan Amak mereka.

Budiman yang sedang kewalahan mengembalikan uang kembalian langsung menoleh.

"Imar? Kebetulan sekali kau ke sini. Kau lihat sendiri kedai kita lagi ramai, bantuin dulu! Ngapain pakai drama pula di sana?"

"Ndak mau!" Imar menghentakkan kakinya ke lantai putih yang mengilat. Air matanya langsung meleleh merusak bedaknya.

"Uda jahat! Uda pendusta! Katanya tak punya uang? Katanya modal habis semua sampai listrik pun diputus? Sampai pas Imar minta dinikahkan sama Bang Anto kemarin, Uda cuma bilang sanggup nikahin kami di KUA?!"

Budiman menghela napas, tangannya gemetar menaruh lembaran uang ratusan ribu ke dalam laci kasir yang mulus.

Ingatan Budiman langsung melayang ke kejadian tiga hari lalu. Sebelum Sistem sialan ini muncul, Imar sudah menangis meraung-raung di rumah gadang warisan orang tuanya, menuntut segera dinikahkan dengan Anto, pemuda pengangguran paling legendaris di kampung mereka yang hobi utamanya adalah mencuri Wi-Fi masjid dan tiduran di pos ronda sambil main Mobile Legends sampai subuh.

Waktu itu, uang sepuluh ribu saja Budiman tidak punya. Tentu saja dia menawarkan opsi paling logis yakni nikah gratis di KUA.

Namun, Imar memberontak hebat waktu itu. "Masa gadis Minang sepertiku tidak baralek?! Itu satu-satunya waktu untuk memakai baju anak daro, Uda! Imar ndak mau! Kan malu sama tetangga!" jerit adiknya saat itu sambil mengunci diri di kamar.

Kembali ke masa sekarang, Imar menunjuk-nunjuk sekeliling swalayan modern itu dengan penuh rasa dikhianati.

"Tapi sekarang apa ini?! Lihat toko ini! Sebesar ini! Semewah ini! Lampunya terang sampai mengalahkan lampu jalan kecamatan sana! Uda tega menolak menikahkan aku sama Bang Anto, tapi giliran renovasi kedai jadi swalayan sebesar ini Uda malah punya banyak sekali uang?! Uda sengaja kan, mau bikin Imar jadi perawan tua?!" amuk Imar bersedu-sedan, tidak memedulikan tatapan heran dari puluhan pembeli dan kamera TokTok yang sedang live.

Budiman menepuk jidatnya sendiri. 'Astaghfirullah ... ini salah paham tingkat dewa!' jerit Budiman dalam hati.

Dia ingin sekali berteriak dan memperlihatkan layar hologram Sistem di depan wajah adiknya, "Imar! Uang ini bukan uang Uda! Ini Saldo Terikat dari alam gaib! Ndak bisa dipakai buat beli rendang daging, apalagi buat sewa tenda pelaminan sama organ tunggalnya!"

Tapi tentu saja, kalau Budiman bicara begitu, dia justru akan langsung diseret warga ke Rumah Sakit Jiwa.

Budiman mencoba mendekati adiknya, memasang wajah selembut mungkin. "Mar, dengerin Uda dulu. Ini ndak seperti yang kamu lihat. Kedai ini ..."

"Halah! Alasan apa lagi?!" Potong sebuah suara berat dari arah pintu.

Seorang pemuda dengan rambut jabrik dicat merah kecokelatan, memakai kaus oblong pudar bertuliskan 'EVOS' dan celana pendek jorok, melangkah masuk dengan gaya sok keren. Di tangannya, sebuah HP berspesifikasi kentang masih menampilkan layar loading game ML. Itu Anto, si calon ipar idaman maut.

Anto langsung merangkul pundak Imar yang sesenggukan, lalu menatap Budiman dengan tatapan tajam.

"Benar kata Imar, Da. Uda keterlaluan. Ambo ini sudah siap jadi imam yang baik buat Imar. Ambo cuma minta baralek sederhana, ndak muluk-muluk. Masa modal sekadar buat pasang tenda di depan rumah saja Uda kikir? Padahal swalayan Uda ini omsetnya pasti jutaan per jam!" ucap Anto tanpa tahu malu, matanya sesekali melirik kulkas minuman dingin di pojok toko dengan tatapan haus.

Budiman mengepalkan tangannya di balik meja kasir. Emosinya yang ditahan sejak semalam mendadak mendidih melihat muka santai Anto.

'Jangankan modal nikah, modal buat beli kuota internetmu saja aku ndak sudi memberikan! batin Budiman meradang.

Namun, tepat saat Budiman hendak menyemburkan makiannya kepada sang calon ipar jamet tersebut ... sebuah suara mekanis yang anggun mendadak berdenting keras di dalam kepalanya.

[ Ding! Mendeteksi Konflik Internal Keluarga ... ]

[ Mengonversi Hambatan Menjadi Peluang Kebangkrutan Mutlak! ]

[ Misi Sampingan Sesi 2 Diaktifkan: 'Pernikahan Megah yang Membawa Petaka Finansial!' ]

​[ Detail Misi: Sistem mengizinkan Pengguna mencairkan 'Saldo Terikat' sebesar Rp250.000.000 khusus untuk mendanai pesta pernikahan Elimar dan Anto Zulkarnain. ]

​[ Aturan Misi Sampingan: Semua pengeluaran untuk pesta harus menggunakan vendor dengan harga paling mahal, hidangan paling mewah, dan tanpa menerima amplop/sumbangan dari tamu undangan. ]

[ Jika pesta ini berhasil membuat Pengguna merugi total tanpa ada keuntungan sosial atau materi, Sistem akan memberikan bonus kompensasi 100 kali lipat dari total biaya pesta! ]

​Budiman yang tadinya sudah siap melempar Anto pakai kalkulator kasir, mendadak membeku. Matanya yang kuyu langsung berbinar-binar membaca deretan teks emas di layar transparan itu.

​‘Dua ratus lima puluh juta? Dipakai buat modal nikah si Anto tanpa boleh terima amplop?’ Otak dagang Budiman langsung berputar secepat kilat.

​Bagi urang awak, pesta baralek tanpa kotak amplop itu adalah definisi asli dari membuang uang ke laut! Belum lagi menyewa vendor paling mahal. Ini bukan lagi sekadar rugi, ini adalah jalur ekspres menuju miskin permanen yang selama ini dia dambakan!

​Budiman menatap Anto yang masih merangkul Imar dengan pasrah. Tiba-tiba, wajah jorok Anto di mata Budiman berubah menjadi sesosok malaikat penyelamat yang diutus alam semesta untuk menghancurkan finansialnya.

Ctt:

Baralek \= resepsi pernikahan

Anak daro \= pengantin wanita memakai pakaian adat dengan mahkota khas minangkabau yang disebut suntiang

1
Safira Aurora
gimana kelanjutannya?
Aku Rajin Membaca
padahal budiman mau menyerahkan diri 😂
MomyWa
weeeh, udah gak bisa disecrol lagi saking asik bacanya
MomyWa
pahlawan kehancuran ya man?
MomyWa
bagus syekali bukannya?
arielskys
lama2 baca cerita ini bikin otakku makin pinter prinsip2 retail 👍
arielskys
pokoknya kalian harus berjodoh lah
Aku Rajin Membaca: kita lihat gimana ide penulis
total 1 replies
arielskys
walaaaahh, ada2 aja idenya 🤭
Aku Rajin Membaca: wkwkwkw..bikin pouyeng
total 1 replies
arielskys
senangnya ngprank ya sistemnya
arielskys
episode ini ngakak bgt loh?
arielskys
ada ambulance 🤭
arielskys
wahahaha🤣
arielskys
nah tuh, akal2anmu budiman, bener2 gak bisa dihubungi jadinya kan
Syahril Maiza
lanjut up dong thor. kok cuma 1 bab
Syahril Maiza
nikahin aja sanah
Syahril Maiza
bukti cinta diam2 ya
MomyWa: gmn nasibnya ya
total 1 replies
Syahril Maiza
harusnya jiwa kaya raya yg ditingkat kan man
Safira Aurora
greget bgt, org senang kalau kaya, ini pengen bgt miskin
Safira Aurora
santui syekali
Safira Aurora
ga ada pembeli = ga ada yang mengusik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!