NovelToon NovelToon
Sistem Supir Angkot

Sistem Supir Angkot

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Sistem / Action
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

Di sudut kota Bogor yang basah oleh hujan, Farrel (22 tahun) hanyalah seorang supir angkot jurusan Baranangsiang–Bubulak yang hidupnya di ujung tanduk.

Setiap hari ia harus menahan lapar, dicaci maki oleh kernet lain, difitnah mencuri uang setoran oleh mandor pangkalan, dan puncaknya: diputuskan oleh kekasihnya karena tidak mampu membelikan kuota internet. Modal hidupnya setiap hari setelah setoran hanyalah sebungkus nasi rames karet dua dan sebatang rokok eceran.

Namun, sebuah insiden pengeroyokan oleh oknum ormas di Terminal Baranangsiang mengubah takdirnya. Saat sekarat, sebuah suara mekanis bergema di otaknya: [Sistem Afeksi Kekayaan Berhasil Diaktifkan].
Sistem ini memberikan Farrel saldo tak terbatas, namun dengan syarat gila: uang tersebut hanya bisa digunakan untuk membiayai atau membelikan barang untuk wanita yang memiliki potensi afeksi (rasa suka) terhadapnya. Setiap kali persentase Favorability (tingkat kesukaan) wanita tersebut naik, saldo pribadi Farrel akan berlipat g

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode: 11

Detik itu juga, seluruh keraguan di kepala Nisa menguap bersama uap hangat yang tersisa di bahunya.

Ciuman Farrel tidak seperti yang ia bayangkan tidak kasar, melainkan sebuah dominasi yang penuh perhitungan, menuntut kepasrahan mutlak yang justru membuat seluruh persendian Nisa melorot seketika.

Tangan kekar Farrel berpindah dari tengkuk ke pinggang ramping Nisa, menarik tubuh sintal itu hingga benar-benar melekat tanpa celah pada jas hitamnya.

Nisa melepaskan erangan halus yang tertahan di tenggorokan saat lidah Farrel mulai menjelajah dengan ritme yang memabukkan.

Jari-jari kaki Nisa meremas karpet bulu tebal di bawahnya, berusaha mencari tumpuan karena bumi rasanya sedang berputar terbalik.

Aroma mawar dari tubuh Nisa yang bercampur dengan wangi maskulin tembakau mahal dari Farrel menciptakan anestesi alami yang membakar kamar tidur utama itu. Pakaian tidur sutra marun yang tipis itu seolah tidak ada gunanya ketika telapak tangan Farrel yang hangat mulai merayap naik, membakar kulit paha mulus Nisa.

"F-Farrel... ahh..."

Nisa berhasil mencuri napas saat bibir Farrel turun, mengecup rahangnya lalu beralih ke leher jenjangnya yang masih menyisakan beberapa tetes air dari rambut basah.

【 Ding! Keintiman fisik dengan Target Nisa Amanda memicu lonjakan emosi yang ekstrem! 】

【 Tingkat Kesukaan (Favorability) Nisa Amanda menembus angka kritis: 92% (Setia Sampai Mati)! 】

【 Ding! Selamat! Pengguna berhasil membuka Fitur Tersembunyi: 'Harem Blueprint' dan mendapatkan Hadiah Utama: Ramuan Pemurni Tubuh (Body Cleansing Elixir) & Skill Pasif: 'Mata sang penguasa ! 】

Suara notifikasi sistem yang berdenging di sudut kesadaran Farrel justru membuatnya makin bergairah.

Namun, sebagai seorang pria yang kini memiliki ketahanan mental dan fisik di atas rata-rata manusia normal, ia tahu kapan harus menahan diri untuk kepuasan yang lebih besar.

Farrel menghentikan kecupannya tepat di atas belahan dada Nisa yang naik-turun hebat. Ia menatap mata gadis itu yang sudah sayu, berair, dan dipenuhi oleh kabut gairah serta pengabdian total.

"Nis," bisik Farrel, suaranya berat dan serak, menggetarkan dada Nisa.

"Mulai hari ini, dunia kamu berubah. Kamu gak perlu lagi mikirin berapa harga beras besok, atau gimana cara bayar kontrakan."

"Kamu cuma perlu mikirin satu hal..."

Farrel menyentuh dagu Nisa, membuat tatapan mereka mengunci.

 "...gimana cara bikin aku tetep puas sama kamu."

Nisa mengangguk pelan tanpa ragu sedikit pun. Logikanya sudah lumpuh, digantikan oleh naluri ketergantungan yang diciptakan oleh karisma Farrel.

"Apapun, Rel... Apapun buat kamu."

Farrel tersenyum tipis. Seringai seorang predator yang berhasil menjinakkan mangsa paling berharga.

Ia mengecup dahi Nisa sekali lagi, lalu merebahkan tubuh gadis itu di atas kasur king size yang empuk, menyelimutinya dengan kelembutan sutra.

"Istirahatlah. Rambut kamu masih basah. Aku ada urusan di luar sebentar."

Begitu Farrel berbalik dan melangkah keluar dari kamar, kehangatan di wajahnya hilang dalam sekejap, digantikan oleh topeng sedingin es.

Transisi karakter yang begitu cepat ini adalah efek samping dari stat Charisma dan Willpower-nya yang tinggi.

Ia berjalan ke arah balkon, memandang hamparan kota Bogor di bawahnya yang mulai temaram tertutup awan mendung baru.

Farrel menyalakan sebatang rokok, mengembuskan asapnya ke udara bebas sembari mengaktifkan skill barunya: Mata sang penguasa.

Seketika, pandangan Farrel menembus beberapa kilometer ke depan. Di matanya, garis-garis merah faksi kekuasaan di kota Bogor terlihat jelas.

Wilayah terminal yang baru saja ia rebut menyala dengan warna hitam pekat tanda kekuasaan Grup Garuda Hitam.

Namun di sekelilingnya, warna hijau dari Ormas Cakar Bumi (rival Hardi) dan warna biru milik faksi pengusaha hitam lokal tampak mengepungnya.

Ponsel di saku jas Farrel bergetar. Layarnya menampilkan nomor yang tidak dikenal.

Farrel menggeser tombol hijau, menempelkan ponsel itu ke telinga tanpa bersuara.

"Farrel... atau siapa pun nama aslimu,"

suara di seberang sana terdengar berat, serak, dan penuh dengan tekanan khas orang yang sudah puluhan tahun memegang kekuasaan. Ada suara denting es batu dalam gelas wiski di latar belakang.

"Kamu pikir dengan mematahkan kaki anjing seperti Hardi, kamu sudah bisa jadi raja di Bogor? Kamu baru saja mengusik sarang tawon, anak muda."

Farrel tidak terkejut. Ia menarik napas dalam-dalam dari rokoknya, lalu mengembuskannya perlahan ke arah mikrofon ponsel.

"Gua gak tertarik jadi raja, Pak Tua,"

jawab Farrel, nadanya sangat santai namun sarat akan ancaman mematikan.

 "Gua cuma mau ngebakar sarang tawon lu, sekalian sama tawon-tawon di dalemnya."

"Sombong! Kamu belum tahu siapa di belakang Hardi!"

bentak suara itu, mulai kehilangan ketenangannya akibat provokasi Farrel.

"Gua tahu siapa lu. Komisaris Jenderal purnawirawan Hermawan, kan? Sponsor utama penyelundupan barang ilegal di pasar Bogor,"

Farrel menyebutkan nama itu dengan enteng informasi yang baru saja dikirimkan oleh Tiger ke databasenya beberapa menit lalu.

"Dengerin gua baik-baik. Siapkan peti mati terbaik lu, karena besok malam... Garuda Hitam bakal dateng buat nagih semua utang darah lu di kota ini."

Tut.

Farrel mematikan sambungan telepon secara sepihak. Ia melempar puntung rokoknya ke bawah balkon, matanya berkilat tajam di kegelapan malam.

 Permainan yang sesungguhnya baru saja dimulai, dan supir angkot miskin itu kini siap menelan seluruh kota.

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai hendra beserta keluarganya bikin hendra menyesal mencari masalah dengan mcnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai para penguasa itu bikin mcnya ambil alih
eza
apakah ini terinspirasi dari kisahnyata, ehem😙😙
Tri Wahyuni: ya bisa di bilang bgtu.hehe
total 1 replies
eza
100 buat author
Tri Wahyuni: kalau suka sama ceritanya jangan lupa Giftnya ya kak
total 1 replies
eza
buset iklan
Achmad Zaki
terlalu lebay
Aisyah Suyuti
menarik
Fajar Fathur rizky
cepat bantai juga keluarga musuhnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai musuhnya dan keluarganya dengan cara paling kejam
Herman Tere
lanjuut
Herman Tere
ceritanya menarik walaupun agak berlebihan, tapi ini hiburan
Fajar Fathur rizky
cepat bantai lima puluh Preman itu bawa tubuh mereka ke musuhnya bikin musuhnya ketakutan memohon ampunan jangan libatkan keluarganya bikin mcnya tidak perduli
Fajar Fathur rizky
cepat bantai musuhnya dengan cara paling kejam
Fajar Fathur rizky
cepat bantai orang itu beserta keluarganya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!