Bagaimana jadinya jika kamu harus menikah dengan musuh kamu, itu yang di rasakan Haziqa Elvarreta Shanum atau kerap di sapa Hazi.
Seorang Dokter umum di salah satu rumah sakit di Jakarta ,anak kedua dari pasangan Kiyia Luqman dan Nyai Khodija.
Hazi harus menikah menggantikan sang kakak, apakah Kehidupan Hazi, akan baik- baik saja setelah menikah, tunggu updatenya hanya di novel ini yaa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukan Istri Pengganti 11
Satu minggu berlalu.
Hari ini adalah hari dimana tahlilan tujuh hari abi luqman, Hazi sedang membantu para mbak ndalem untuk menyiapkan segalanya untuk nanti.
Sedangkan Arras kini sedang pergi dengan Hanzzah, ayah bram dan Bunda sofia harus pulang kemarin, karena ada urusan mendesak dan harus segera terbang ke tokyo.
Selama seminggu ini Hazi hanya keluar saat ingin membantu mbak ndalem dan juga makan, makan pun kadang ia bersama dengan para santri bukan dengan keluarganya.
Arras juga tidur di kamar Hanzzah,sedangkan Hanzzah tidur di kamar Mila, Arras sudah berjanji akan menjaga dan menyayangi keluarga ini, karena Abi Luqman juga adalah guru dari ayahnya.
ting...
Sebuah notifikasi email masuk ke ponsel Hazi, Hazi segera membukanya dan ternyata interview kerja untuk esok hari, tanpa sepengetahuan siapa pun, Hazi melamar ke beberapa rumah sakit agar memiliki gaji tambahan dan bisa melunasi hutangnya.
Hazi melihat notifikasi tersebut dan segera berpamitan kepada yang lainnya untuk ke kamar, " ustadzah, mbak saya ke kamar duku ya... ada urusan soalnya, Permisi Assalamualaikum" pamit Hazi dan pergi begitu saja.
" Waalaikumsalam ning" jawab semua orang yang ada di dapur.
" kenapa yaa..?" tanya Salah satu santri.
" ada urusan penting kali, tadi sebelumnya juga lihat hp, mungkin urusan mendadak" jawab santri lainnya.
Sedang Hazi kembali ke kamar dan segera mengemasi barang- barangnya untuk kembali ke Jakarta sekarang juga, karena hari mulai siang dan ia besok pagi harus interview.
"Kalau kamu balik, aku enggak tau harus bersikap gimana mbak sama kamu" gumam Hazi.
Setelah membereskan barang- barangnya Hazi kemudian turun dan menemui uminya, untuk pamit kembali ke Jakarta.
" Mbak liat umi?" tanya Hazi yang terlihat kesulitan membawa kopernya untuk turun.
" umi di depan Ning, ning Hazi mau kemana?" tanya Santri yang lewat, melihat koper Hazi .
" Ada urusan mendadak mbak, jadi harus balik jakarta sekarang " jawab Hazi.
" Hati - hati ning " ujar santri tersebut.
" Iya mbak ,duluan yaa... Assalamualaikum " .
Hazi segera berjalan ke depan untuk berpamitan dengan uminya, namun saat di depan ia melihat uminya sedang ngobrol dengan adiknya dan orang yang selama ini ia hindari.
" Mbak mau kemana?" tanya Hanzza saat melihat Hazi menarik kopernya yang begitu berat.
" Nduk kamu mau kemana?" tanya Umi khodijah yang langsung berdiri saat mendengar apa kata anak bungsunya.
" umi Hazi harus kembali ke Jakarta sekarang umi, Hazi besok harus interview, ke rumah sakit cahaya insani, kemarin Hazi ngelamar di sana untuk dapat uang tambahan, buat ganti uang yang di bawa kabur mbak mila" jawab Hazi dan sekalian berpamitan pada uminya.
" Nduk, kamu ingat kan udah punya suami? sekarang bukan lah ridho umi yang penting, tapi ridho suami mu" ucap Umi Khodijah yang menasihati putrinya itu.
" Kamu sudah menikah, hargai suami mu nduk... abi dan umi enggak pernah ngajarin kamu untuk tidak menghargai orang lain, apalagi itu Suami mu,apa kamu izin suami mu sebelumnya? kamu harus tau apa yang di lakukan sang istri itu harus atas ridho suaminya ndukkk" imbuh umi Khodijah.
Sedangkan Arras merasa petatang - penteteng karena ia tidak perlu repot menghadapi dan menasihati istrinya yang cukup keras kepala tersebut, karena ia sudah di bela oleh mertuanya, ia tinggal memberikan bumbu, agara Istrinya itu nurut dengannya .