NovelToon NovelToon
Sistem 2bit: Dari Sampah Jadi Dewa

Sistem 2bit: Dari Sampah Jadi Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action / Sistem / Harem / Komedi / Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: HAMBALANGVERSE

Raka Pratama pernah menjadi kebanggaan keluarganya.

Bakat luar biasa. Masa depan cerah. Tunangan idaman.

Sampai sebuah misi menghancurkan meridiannya.

Kultivasinya mandek. Pertunangannya dibatalkan. Keluarganya membuangnya ke gubuk tua di pinggir desa.

Saat semua orang menganggap hidupnya telah berakhir, sebuah warisan kuno terbangun.

Sistem 2Bit.

Sistem murahan yang mengaku dirinya kelas dua.

Tapi bagi yang sudah kehilangan segalanya, kesempatan sekecil apa pun sudah cukup.

Mereka mengira kisah Raka telah berakhir.

Padahal baru dimulai.


━━━━━━━━━━━━━━━

⚔️ ORIGINAL HAMBALANGVERSE ⚔️

Genre:
#Cultivation
#System
#Action
#Fantasy
#Harem
#Revenge
#Survival
#Hambalangverse.


🗓️ Jadwal update:
Sampai Matahari Padam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HAMBALANGVERSE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Dua minggu telah berlalu sejak Raka pertama kali melompat dari tebing.

Tubuhnya bukan lagi tubuh yang sama. Luka-luka lama telah menjadi jaringan parut keras. Otot-ototnya lebih padat, meski tidak besar. Matanya lebih tenang, tapi waspada.

Dia berdiri di depan gubuk Si Tua. Tas kecil di bahunya. Isinya hanya beberapa potong baju kasar, sisa akar obat, dan sebuah gulungan kulit tua yang diberikan Guru pagi itu.

Si Tua duduk di beranda. Menyeduh teh. Seperti biasa.

"Pulang," kata Si Tua. Tidak menoleh.

Raka mengerjap. "Pulang?"

"Dasar sudah cukup," lanjut Si Tua. Suaranya datar. "Sisanya, cari sendiri."

Raka diam. Dua minggu. Rasanya terlalu singkat. Dia masih merasa lemah. Masih jauh dari Bima. Masih jauh dari aman.

"Aku belum siap," kata Raka jujur.

Si Tua akhirnya menoleh. Matanya tajam. Dingin.

"Siap? Siapa yang pernah siap mati?"

Jeda.

"Kau belajar jatuh. Kau belajar napas. Kau belajar takut. Itu saja yang bisa kuajari. Selebihnya... dunia yang akan mengajarimu."

Si Tua mendorong cangkir teh kosong ke arah Raka.

"Pergi. Sebelum aku berubah pikiran dan menyuruhmu membersihkan kotoran kambing selama sebulan."

Raka menatap Gurunya. Ingin bertanya lebih banyak. Ingin meminta jaminan. Tapi dia tahu itu sia-sia. Si Tua bukan tipe guru yang memberikan kepastian.

Raka membungkuk. Dalam-dalam.

"Terima kasih, Guru."

Si Tua tidak menjawab. Hanya mengangkat tangan, mengusir lalat imaginier.

Raka berbalik. Berjalan menuruni gunung. Langkahnya berat, tapi tegap.

Di tengah jalan, Laras menunggu. Dia sudah berkemas. Wajahnya lelah, tapi matanya cerah.

"Selesai?" tanya Laras.

"Diusir," jawab Raka.

Laras mendengus. "Sama saja."

Mereka berjalan berdampingan. Menuruni jalur curam yang dulu membuat Raka hampir pingsan. Sekarang, kakinya menemukan pijakan dengan alami. Napasnya teratur.

[!] Status Host: Energi internal stabil level 3.9.

[!] Deteksi kelelahan otot: Minimal.

Raka membaca notifikasi itu sambil melangkah. Kakinya ringan. Tapi instingnya berkata lain. Setiap kali angin berhembus dari arah desa, bulu kuduknya berdiri.

Gubuk mereka di desa masih sama. Reot. Bocor. Berdebu.

Raka meletakkan tasnya. Menghela napas. Udara di sini terasa berbeda. Lebih pengap. Lebih penuh dengan bisik-bisik tetangga yang penasaran.

Saat mereka berjalan menuju gubuk, Raka merasakan tatapan.

[!] Terdeteksi 7 individu mengamati Host.

[!] Tatapan berulang teridentifikasi dari arah warung Pak Darman.

[!] Probabilitas interaksi negatif meningkat.

Raka tidak menoleh. Dia terus berjalan. Punggungnya lurus. Matanya fokus ke depan.

Laras berjalan di sampingnya. Dia juga merasakannya. Bahunya menegang sedikit.

"Kita harus memperbaikinya," kata Laras tiba-tiba. Suaranya rendah. Dia menunjuk atap yang bolong. "Kalau hujan, kita basah."

Raka mengangguk. Dia mengambil palu dan paku dari sudut ruangan. Mulai memanjat tangga reyot.

Satu jam berlalu. Dua jam.

Raka bekerja dalam diam. Memukul paku. Menambal celah. Keringat mengalir di pelipisnya. Tapi dia tidak merasa lelah seperti dulu. Setiap pukulan terasa terukur. Efisien.

Laras duduk di bawah, menyortir akar-akaran yang mereka bawa dari gunung. Sesekali dia menatap Raka. Tidak berkata apa-apa. Hanya mengamati.

Saat matahari mulai tenggelam, atap itu akhirnya tertutup rapat.

Raka turun. Tangannya kotor. Bajunya berdebu.

Dia duduk di depan gubuk. Menatap langit yang mulai gelap.

Desa itu tenang.

Terlalu tenang.

Tidak ada ayam yang berkokok. Tidak ada anak-anak yang berlarian. Hanya suara angin yang melewati celah-celah bambu.

Raka membuka gulungan kulit tua dari tasnya.

Judulnya tertulis dengan tinta pudar: Teknik Bayangan.

Halaman pertama kosong. Hanya ada satu gambar sederhana: Seorang pria berdiri di tengah kegelapan, tubuhnya setengah menyatu dengan bayangannya.

Di bagian bawah, ada tulisan tangan Si Tua yang kasar dan miring:

"Jangan sembunyi dari bayangan. Jadilah bayangannya. Kalau musuh melihatmu, berarti kau gagal."

Raka menatap kalimat itu. Lama.

Tidak ada filosofi. Tidak ada puisi. Hanya instruksi hidup dan mati.

Api unggun kecil dinyalakan Laras di sampingnya. Api itu berderak. Cahayanya menari-nari di wajah Raka.

Laras melemparkan sepotong kayu kering ke api.

"Malam semakin dingin," katanya.

Raka tidak menjawab. Jarinya menyentuh halaman pertama gulungan itu. Kertasnya kasar. Dingin.

Dia membuka halaman kedua.

Kosong.

Halaman ketiga.

Kosong.

Hanya kegelapan dan instruksi brutal di halaman pertama.

Raka menutup gulungan itu. Memasukkannya kembali ke tas.

Dia menatap api unggun. Lalu menatap tangannya yang kotor oleh debu dan resin pohon.

Besok, dia akan mulai membacanya.

Besok, dia akan mulai berlatih lagi.

Sendirian.

Tanpa Guru.

Tanpa Sistem yang memberitahu caranya.

Hanya dia, kegelapan, dan rasa sakit yang akan datang.

Api unggun berderak.

Malam semakin dingin.

Bersambung.

1
Chen Haoran
Bagus toh sistem nya lucu
KZ2: Kalau gw tulis sejarahnya sistem 2bit bakalan jadi 10 bab🚬🗿🤣.
thanks udah mampir
total 1 replies
Chen Haoran
menurut ku ini menarik di setiap kata-katanya ada dialog yang interaktif dan tidak kelihatan kaku🙏
Chen Haoran: yap euy
total 2 replies
Chen Haoran
lucu euy sistem nya bisa becanda 🤣
KZ2: wkwkkw emang novel absurd
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!