NovelToon NovelToon
Lelah Berharap

Lelah Berharap

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Diam-Diam Cinta / Idola sekolah
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: vita no

tiga tahun sudah pernikahan kita...Dipaksa menikah di usia muda ketika kita masih duduk di bangku SMA..
Tak ada kontak fisik. Di rumah seperti orang asing. Aku tahu Aksa memiliki ke kasih tapi apa salah ku. Hingga batas kesabaran ku hilang juga.

"Kak Aksa aku ingin gomong".
"Kalau ngomong ya ngomong aja Bintang".
"Kak mari kita berpisah".

Apa Aksa mengabulkan permintaan Bintang. Atau mempertahankan pernikahannya ???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vita no, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertandingan Basket 2

Malam berlalu dan disambut dengan pagi yang cerah. Pagi ini kami sarapan tanpa ada Tiara disini. Karena orang tuanya sudah pulang dari luar kota.

"Deddy dengar ada pertandingan basket persahabatan antar sekolah ya Aks."

"Iya ded. Apa deddy sebagai pemilik sekolah nantinya datang?"

"Mungkin deddy datangnya pas final aja Aks."

"Jadi sekolah ini milik keluarga kak Aksa ya. Kok aku nggak tahu ya. Sebenarnya seberapa besar sih kekayaan keluarga deddy Rayyan?"monolog ku dalam hati. Tapi ya sudah lah. Kenapa itu yang harus ku fikirkan. Aku hanya mendengar mereka bicara tanpa ada suara yang keluar dari mulut ku.

Sesampai sekolah aku disambut dengan Mila Dan Silvi, karena mereka juga baru sampai disekolah.

"Bin, hari ini, hari pertama pertandingan basket loh. Kita nonton ya Bin. Nggak ada penolakan."

"Kok maksa gitu sih kamu Mil. Mana tahu aja Bintang sudah ada kegiatan lain."

"Pokoknya kamu dan Bintang harus nonton. Harus temani aku. Aku malas jika sendiri nontonnya. Kan itu guna sahabat Sil, menemani sahabat yang lain jika dia membutuhkan."

"Baik lah, aku dan Silvi akan temani kamu nonton pertandingan basket. Yuk masuk kelas lagi, cepek ni berdiri disini."

"Kak Aksa nanti main ya. Boleh Tiara duduk dekat tim basket kak Aksa nggak?"

"Nggak bisa Tia. Karena hanya pemain yang boleh duduk di depan. Kamu ya terpaksa harus di belakang."

"Ih, Alex nggak asik."

Mereka juga jalan menuju ke kelas. Tia berjalan di depan dengan Alex dan Teddy. Sedangkan Juan dan Aksa jalan di belakang.

"Apa Tiara kekasih mu Aks?"

"Kenapa tanya gitu Juan. Kamu suka dengan Tia?"

"Nggak pingin tahu aja. Aku sih ogah punya kekasih modelan kayak itu. Cantik sih, tapi cantik hanya dari luar buat apa."

Aksa melihat Juan dengan heran. "Kok Juan seakan nggak suka dengan Tia. Apa benar Tia hanya cantik dari luar. Tapi aku juga nggak ada rasa getaran gitu juga sih dengan Tia. Ah sudah lah, buat apa mikiran yang begituan" gumamnya dalam hati.

Jam istirahat pun tiba. Kami semua menuju ke kantin. Dan kebetulan kantin hari ini nggak terlalu penuh. Karena anak anak pada mencari tempat duduk untuk menonton pertandingan basket, biar mereka dapat menonton pertandingan secara dekat.

"Eh bukan itu gengnya Bintang. Tumben mereka makan di kantin, biasanya mereka suka nangking di perpustakaan. Apa kerena kantin hari ini nggak rame ya."

"Bisa jadi Lex. Mereka kan nggak suka kayaknya dengan keramaian."

"Yuk kesana, kita gabung duduk dengan mereka ya pak ketos." Ajak Alex sama Aksa. Sambil Alex menarik tangan Aksa menuju tempat duduk mereka. Kebetulan mereka duduk di kursi panjang.

"Boleh gabung nggak."

"Boleh kak Alex. Duduk aja kebetulan ada tempat duduk yang kosong."

"Makasih ya Bin Bin."ucap Alex dengan senyum yang merekah.

Aksa menatap Bintang yang cuek. Sementara Tia melihat pandangan kak Aksa yang lagi memandang Bintang. Tapi Bintang nggak ada sama sekali melihat je arah kak Aksa.

"Hai Bintang, boleh gabung nggak."

"Eh siapa ya?"

"Masak kamu sudah lupa dengan aku. Kamu yang seminggu yang lalu bantu aku."

Aku berfikir sejenak dengan tampang polos ku. Sehingga membuat semua orang yang ada didepan ku memandang aku dengan gemes karena tampang ku itu. Dan tanpa sadar aku menepuk jidat ku sendiri."oh iya, kak Gavin ya. Maaf ya kak, Bintang lupa."ucap ku sambil tersenyum ke kak Gavin.

"Masak cowok se ganteng Gavin kamu lupa sih Bin."

"Emang kalau ganteng kita nggak boleh ya Mil melupakan. Kan aku nggak ingat Mil."

"Udah Mil, jangan pengaruhi fikiran polos Bintang. Jangan buat dia terkontaminasi dengan sifat mu yang suka dengan cogan."

"Ih Silvi, kok kamu gitu sih. Gini gini aku juga polos ko. Iya kan Bin?" Dan aku hanya menganggukan kepala ku menghadap Mila.

"Kok pertanyaan kak Gavin nggak di jawab sih Bintang. Boleh nggak kakak gabung."

"Emang masih ada tempat kosong. Kalau ada kak Gavin nggak perlu minta izin."jawab ku dengan polosnya.

"Ternyata kamu memang polos dan apa adanya Bin. Tapi kenapa kita harus di jodohkan dari kecil. Jika saja kita nggak dijodohkan, mungkin aku bisa jatuh cinta sama kamu Bin. Tapi aku nggak mau, mommy mengatur hal hal yang menyangkut masa depan ku."gumam Aksa dalam hati.

Akhirnya kami duduk sama sama. Kak Aksa dengan gengnya dan kak Gavin juga dengan gengnya.

"Sudah lama nggak ketemu Aks. Kuharap pertandingan nantinya akan seru. Dan nggak ada yang curang."

"Iya Vin. Ku harap juga gitu. Menang kalah jangan jadikan alasan nantinya buat aju jotos."

"Ok. Kamu nonton kan Bintang."

"Ah eh iya kak. Ni Bintang nonton karena temani Mila sih. Katanya nggak enak kalau nonton, kami nggak menemani dia."

"Setia kawan sekali kamu Bin."

"Nggak juga kok kak. Kami hanya saling melengkapi aja kak."

"Bin Bin kok ngomongnya sama Gavin aja."

"Emang kak Alex aja ngajakin Bintang ngomong."

"Fhu...hu...hu...makanya kalau ngomong itu jangan asal ngomong. Kenak mental nggak tu Lex."

"Apaan sih kamu Ted."

"Jadi begini sifat dan sikap mu. Emang kamu cuek. Tapi juga lucu dan apa adanya. Tapi kok di rumah kamu banyak diam dan mengurung di kamar sih Bin." Ungkap hati Aksa sambil mengamati sikap dan sifat Bintang yang baru bisa dia amati saat mereka lagi ngumpul.

Karena memang mereka nggak pernah ngumpul seperti ini. Walaupun ngumpul depan keluarga, Bintang nggak pernah melihatkan sikap dan sifatnya. Bintang hanya banyak diam dan menjawab pertanyaan mommy jika ditanya.

"Hai kak, kakak dari sekolah mana?"

"Oh kami dari SMA Nusa." Jawab Farel.

"Ooo salam kenal ya kak, aku Tiara, kakak siapa namanya."

"Kenalkan aku Farel, ini Riko dan yang ini Gavin sang ketua time basket kami."

"Halo kak Farel, kak Riko dan Kak Gavin. Senang kenalan dengan kakak kakak semua."

"Kami permisi dulu ya kak." Ucap ku kepada mereka semua. Karena memang makanan kami sudah habis. Dan kami juga harus pergi kelapangan basket untuk mencari tempat duduk.

"Yah dedek Bin Bin pergi. Nggak asik jadinya." Aku hanya tersenyum ke arah kak Alex. Karena menurut ku kak Alex orangnya kocak juga.

Akhirnya pertandingan di mulai juga. Para perwakilan sekolah mulai menunjukkan ke mampuan mereka di lapang basket.

Tidak terasa sudah tiga hari pertandingan basket persahabatan antar sekolah berlangsung. Dan hari ini adalah penentuan pemilihan juara satu dan dua.

Pertandingan penentuan ini di hadiri oleh mommy Ratna dan deddy Rayyan. Tapi aku nggak ada melihat mereka datang. Yang aku dengar dari murid yang lain, lagi ngomongin kedekatan Tiara dengan pemilik sekolah ini.

"Pantasan Tiara dekat dengan kak Aksa. Ternyata dia dekat dengan pemilik sekolah ini ya."

"Aku yakin, Tia itu kekasih kak Aksa. Kan dia selalu berada disisi kak Aksa, apa lagi sekarang dia berjalan beriringan denga orang tuanya kak Aksa."

"Enak ya jadi Tiara. Dekat dengan kak Aksa tapi juga dekat dengan orang tuanya. Mulus kali ya perjalanan cintanya."

Dan banyak kali komentar komentar dari murid SMA Praja yang aku dengar.

1
partini
ortu egois,,tuh si Aska yg ga serius masa kaya gitu ga ngehh kalian par ortu busettt dah bego bngt
partini
para ortu happy tapi anknya nyesek ortu buta ga bisa lihat apa pura" lihat
partini
ngmng ke ke mertua diem"Bae aihhh nanti ada yg deketin jalan barang setatus kamu masih istri Aska ya kamu selingkuh
partini
ajukan perceraian aja kan bisa dari pihak wanita,iya kalau dia pulang masih sendiri kalau udah berdua kamunya macam mana be smart don't be stupid Bin ,ngmng ke mertua toh mertua kamu tau apa yg terjadi di jangn buta karena cinta
partini
seandainya bintang ada temen cowok yg care Banggt bisa buat pelipur lara nantinya pas Aska di sana udah ada cem ceman
partini
enak bener si Aska ini ya udah bin kan dia ngmng kaya gitu moga aja pas dia diluar negri ada cowok ganteng paripurna cinta kamu ga salah dong kan itu yg Aska mau kalian juga ortu Bege
partini
kapan bintang minta pisah Thor ,secara Aska udah mau ke luar negeri
Dewi Puspitasari
k yg banyak up episode 🤭
Bunda Ning
cerita menarik tidak bertele tele
Dewi Puspitasari
k cepetan abdet episode yg banyak
May Maya
mampir Thor semoga karya nya bgus n GK berhenti d tengah jln 🤭 harus sampai tamat ya Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!