NovelToon NovelToon
Ibu Susu untuk Putra CEO

Ibu Susu untuk Putra CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Pengganti / Pengasuh
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: aera_yong

Di malam persalinannya, Aisha diusir oleh suami dan mertuanya yang kejam setelah bayinya dinyatakan meninggal. Luntang-lantung di tengah hujan dengan dada yang sesak karena terus memproduksi ASI, Aisha pingsan di jalanan.

Di sisi lain, Adrian—seorang CEO dingin—sedang frustrasi karena bayinya yang baru lahir kritis dan menolak semua susu formula.

Takdir mempertemukan mereka. Saat bayi Adrian didekap oleh Aisha, sang bayi langsung tenang dan mau menyusu. Adrian akhirnya mempekerjakan Aisha sebagai ibu susu rahasia lewat kontrak ketat. Namun, seiring berjalannya waktu, Aisha mulai menyadari sebuah rahasia kelam: bayi yang ia susui memiliki ikatan batin yang sangat kuat, mirip dengan darah dagingnya sendiri yang hilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aera_yong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dingin di Balik Senyuman

Udara di taman privat Senopati yang semula terasa hangat mendadak mencekam. Detak jantung Aisha berpacu liar saat nama Gavin Dirgantara terucap dari bibir pria di hadapannya.

Kata-kata "putra dari wanita yang digusur oleh suamimu" langsung menegaskan identitas pria tampan ini dia adalah anak tiri Farida Arkan, badai baru yang dikirim dari Paris.

Melihat Aisha yang membeku, kedua pengawal yang diutus Hendra langsung melangkah maju dengan cepat, memposisikan diri mereka di antara Aisha dan Gavin.

"Tuan, Anda diminta untuk menjauh dari Nyonya Aisha," ucap salah satu pengawal dengan suara berat dan tatapan mengancam. Tangannya sudah bersiap di balik jas, memberi sinyal kewaspadaan penuh.

Gavin tidak tampak terkejut ataupun takut. Ia perlahan menarik kembali tangannya yang tidak disambut oleh Aisha, lalu mengangkat kedua telapak tangannya ke udara dengan gestur santai, seolah menunjukkan bahwa ia tidak membawa ancaman fisik.

"Tenang, tenang. Aku tidak berniat buruk," ujar Gavin dengan kekehan ringan yang terdengar sangat menjengkelkan di telinga para pengawal.

Mata elangnya yang sipit beralih menatap Aisha, mengabaikan dua pria berbadan tegap yang menghadangnya.

"Aku hanya mengagumi keberanianmu, Nona... ah, maksudku Nyonya Arkan. Ibu tiriku, Farida, menceritakan banyak hal tentangmu. Tapi melihatmu langsung di sini, merawat dua anak ini dengan begitu tulus... aku sadar Farida hanya cemburu pada pesonamu."

Aisha menarik napas dalam-dalam, mencoba menguasai rasa takutnya. Ia teringat pesan Adrian: jangan biarkan siapa pun melihatmu lemah. Dengan perlahan, Aisha berdiri dari bangku taman, mendekap Fatih ke dalam gendongannya sementara tangan satunya memegang kendali kereta bayi Kael.

"Saya tidak tahu apa urusan Anda dengan suami saya, Tuan Gavin," ucap Aisha, suaranya bergetar tipis namun sarat akan ketegasan yang tertata.

"Tapi jika Anda memiliki masalah bisnis atau keluarga dengan Adrian, silakan bicarakan langsung di kantornya. Jangan temui saya atau anak-anak saya di tempat seperti ini."

Gavin ikut berdiri, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana kasualnya.

"Tentu saja. Aku pasti akan menemui suamimu yang terhormat itu. Tapi ingat ini, Aisha... dunia Arkan Group itu sangat kejam untuk wanita berhati bersih sepertimu. Adrian mengira dia bisa melindungimu dari segalanya, padahal dialah pusat dari semua badai yang akan menghampirimu."

"Kita pulang," potong Aisha tegas kepada para pengawalnya, tidak ingin mendengar lebih jauh racun yang disebarkan oleh Gavin.

Dengan kawalan ketat, Aisha berjalan cepat meninggalkan area taman menuju mobil van mewah yang sudah bersiap di pelataran parkir.

Di belakangnya, Gavin Dirgantara berdiri bergeming, menatap kepergian limosin tersebut dengan senyuman miring yang penuh teka-teki.

"Sangat menarik," bisik Gavin pada dirinya sendiri.

"Adrian benar-benar menanam hatinya pada janda miskin ini. Menghancurkan Arkan Group akan jauh lebih menyenangkan jika aku mulai dari meretakkan fondasi rumah tangganya."

Malam harinya, Adrian baru saja mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma setelah mempercepat jadwal rapatnya di luar kota. Begitu mengaktifkan ponselnya, laporan dari Hendra mengenai insiden di taman Senopati langsung masuk.

Aura di dalam mobil mewah yang membawa Adrian kembali ke Menteng seketika mendingin hingga ke titik beku. Sopir pribadi Adrian bahkan tidak berani melirik kaca spion, ketakutan melihat rahang sang CEO yang mengeras sempurna dengan urat-urat leher yang menegang hebat.

Begitu tiba di mansion, Adrian langsung melangkah lebar menuju lantai dua gedung utama.

Ia membuka pintu kamar dengan cepat dan mendapati Aisha sedang duduk di tepi ranjang, menimang Kael yang baru saja terbangun dari tidurnya.

Melihat kedatangan Adrian yang mendadak, Aisha terkejut.

"Adrian? Bukankah seharusnya kamu pulang besok?"

Tanpa berkata-kata, Adrian melangkah mendekat, mengambil Kael dari gendongan Aisha dengan lembut dan meletakkannya kembali ke boks bayi.

Setelah itu, ia langsung menarik tubuh Aisha ke dalam pelukannya sebuah dekapan yang begitu erat, posesif, dan sarat akan kecemasan yang mendalam.

"Adrian... ada apa?" bisik Aisha, membalas pelukan suaminya.

"Hendra sudah menceritakan semuanya," suara bariton Adrian terdengar berat dan bergetar menahan amarah yang bergemuruh di dadanya. Ia melonggarkan pelukannya, memegang kedua bahu Aisha dan menatap lurus ke dalam manik mata istrinya.

"Gavin Dirgantara mendatangi kalian di taman. Maafkan aku, Aisha... aku lalai menjagamu."

Aisha mengusap lengan tegap Adrian, mencoba menyalurkan ketenangan.

"Aku tidak apa-apa, Adrian. Dia tidak menyentuh kami. Pengawalmu bertindak sangat cepat. Tapi... siapa dia sebenarnya? Kenapa dia membawa-bawa nama ibumu?"

Adrian menuntun Aisha untuk duduk di sofa kamar. Tatapan matanya beralih menatap kegelapan di luar jendela balkon, memancarkan kilat pembalasan dendam yang dingin.

"Dia adalah anak dari suami baru ibuku di Paris. Seorang sosiopat bisnis yang haus kekuasaan," jawab Adrian dengan nada rendah yang mematikan.

"Dia menggunakan sisa saham ibuku untuk menyusup ke Arkan Group, dan dia mengincarmu karena dia tahu kamu adalah kelemahanku, Aisha."

Adrian kembali menatap Aisha, menggenggam jemari istrinya dengan kekuatan penuh.

"Mulai besok, aku tidak akan membiarkanmu keluar tanpa pengawalan berlapis. Gavin mengira dia bisa bermain sandiwara di depanku.

Lusa adalah rapat umum pemegang saham tahunan... aku akan menunjukkan padanya, apa akibatnya jika berani menginjakkan kaki di tanah kekuasaanku."

---

Bersambung~

1
Erna Riyanto
anak Aisha cewe apa cowo yaa...
Erna Riyanto
kok aneh ..sdh diusir .. diceraikan...skrg dicari lagi...pik..topik
Erna Riyanto
hp baru disediakan pihak Adrian..kok BS si topik kirim pesan ke nomer aisa...
Anonim
😍😍😍
Anonim
🤭🤭🤭
Anonim
😭😭😭
Anonim
😭😭
Anonim
Mantap
Anonim
❤️❤️
Anonim
Aku suka 😍😍
Anonim
❤️❤️
Anonim
😍😍
Sumining 123
luar BB biasa
Aera_yong
Wah gays terimakasih udah baca karya aku yang ini ya gays udah nembus 3k hehheeh😍😍🥳🥳
Sumining 123
lanjutkan cerita nya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!