Seina adalah gadis cantik yang bercita-cita menjadi aktris terkenal. Setelah lulus sekolah, hidupnya terasa sempurna ketika dia berhasil debut di dunia hiburan. Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Di puncak awal kariernya, Seina justru dibunuh oleh seorang haters yang iri padanya.
Saat membuka mata, Seina tidak lagi berada di tubuhnya sendiri. Dia terbangun di tubuh Serina Elvano, seorang wanita egois yang dibenci banyak orang. Lebih mengejutkannya lagi, dia berpindah tubuh saat Serina sedang berjuang melahirkan anaknya.
Serina harus menjalani kehidupan baru sebagai istri Cristian Elvano, pria dingin dan berkuasa yang sama sekali tidak mencintai istrinya. Tidak hanya diabaikan oleh sang suami, Serina juga diperlakukan rendah oleh keluarga Elvano karena sikap buruknya di masa lalu.
Dia bertekad mengubah hidupnya, merebut kembali harga dirinya, dan membuat semua orang yang meremehkannya menyesal, terutama Cristian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka zeya257, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Cristian mengamati wajah istrinya dengan seksama, sebelum akhirnya kalimat bernada tajam terlontar dari bibirnya. "Kamu pikir aku percaya dengan omong kosong barusan?"
"Aku berani bersumpah," Serina menarik napas panjang dan mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. "Awalnya, aku hanya ingin membuatmu cemburu dan menatapku dengan memanfaatkan Rehan. Tapi ternyata pria itu justru tertarik padaku, aku sama sekali tidak berniat selingkuh darimu."
"Tetap saja fakta bahwa kamu dekat dengan pria lain tidak terelakan, kan?"
"Iya aku salah, tapi aku sungguh tidak menyukainya. Yang aku suka itu kamu, bukan dia."
Cristian mendengus sebal, dia berniat pergi dari kamar tersebut akan tetapi suara Serina kembali menghentikan langkahnya.
"Aku akan memberikan bukti padamu, tapi jika bukti itu benar bahwa aku sama sekali tidak memiliki hubungan dengan bajingan itu kamu harus menerima keberadaanku dan Arcelio, jika bisa berikan aku cinta yang kamu miliki." Kata Serina serius.
Cristian menatapnya tajam, jelas dia tidak mempercayai omong kosong seperti itu terlebih selama ini sikap Serina sudah menunjukan segalanya.
"Kenapa kamu melakukan semua tindakan konyol itu, jika hanya menginginkan perhatian dariku?" Tanya Cristian datar.
"Karena aku tahu kamu membenciku, jujur saja setelah aku melahirkan dan merasakan kontraksi yang begitu luar biasa sakit aku baru menyadarinya," Serina menatap wajah suaminya tanpa rasa takut. "Bahwa anakku lebih berharga, aku ingin memberikan dia keluarga yang utuh dan jelas aku tidak bisa melakukannya sendirian. Aku membutuhkanmu, Cris. Aku ingin memperbaiki hubungan kita."
Serina mengatakannya dengan sungguh-sungguh, dia sudah melihat kemalangan yang menimpa Arcelio di masa depan jika dia tidak merubah sikapnya. Serina ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya sebelum dia kembali ke dunia nyata.
Dia mengamati wajah Cristian, entah apa maksud dari tatapan pria itu Serina sendiri tidak bisa menafsirkannya. Meski begitu dia tidak bisa mundur, karena fokusnya sekarang adalah kebahagiaan anaknya.
"Apa... Kamu mau memulai semuanya dari awal bersamaku, Cris? Aku berjanji akan berubah." Kata Serina, dia merasa was-was karena sejak tadi Cristian hanya diam meski dia sudah bicar panjang lebar.
Cristian tidak langsung menjawab. Ruangan itu mendadak sunyi. Tatapan pria tersebut tetap tertuju pada wajah Serina, seolah sedang mencari celah kebohongan dari setiap kata yang baru saja diucapkan istrinya.
Namun yang membuatnya semakin kesal adalah dia tidak menemukan ekspresi penuh tipu daya yang biasanya selalu terlihat pada wanita itu.
"Apa... Kamu mau memulai semuanya dari awal bersamaku, Cris?" Ulang Serina.
Dia menggenggam kedua tangannya erat-erat. Jujur saja, dia gugup.
Bahkan saat menghadapi audisi penting di kehidupan sebelumnya, dia tidak pernah segugup ini.
Cristian akhirnya mengembuskan napas pelan. "Sudah selesai?"
"Hah?"
"Pidatomu."
Serina langsung mengerucutkan bibirnya. Ternyata setelah dia berbicara sepanjang itu, pria ini masih saja bersikap menyebalkan.
Cristian melangkah mendekat. Cukup dekat hingga Serina bisa melihat sorot dingin di matanya. "Kamu meminta terlalu banyak."
"Aku hanya—"
"Kamu ingin aku menerima keberadaanmu." Cristian memotong ucapannya. "Kamu ingin aku menerima Arcelio."
Serina menegang.
"Dan sekarang kamu juga meminta cintaku?"
Nada suaranya terdengar nyaris mengejek.
Mochimochi yang sedang duduk di atas lemari langsung menutup mata dengan kedua cakarnya. "Waduh."
Serina mengatupkan rahangnya. Namun dia tidak berniat mundur. "Iya, aku sadar kalau aku terlalu banyak meminta padamu."
Jawaban itu membuat Cristian mengernyit.
"Setidaknya aku jujur."
"Aneh."
"Apa?"
"Biasanya kamu akan menangis, mengamuk, atau mengancam."
Serina terdiam. Tentu saja. Karena dia bukan Serina yang asli, jadi dia tidak melakukannya. Namun kalimat itu tidak mungkin dia katakan.
"Aku hanya lelah."
Cristian memperhatikannya beberapa saat. "Lelah?"
"Lelah dibenci olehmu." Mata Serina perlahan memerah. "Lelah mengejar sesuatu yang tidak pernah bisa aku dapatkan."
Dia tidak sepenuhnya berbohong. Meski bukan dirinya yang mengalami semuanya, kenangan pemilik tubuh ini masih tersisa samar di benaknya. Keinginan untuk dicintai. Keinginan untuk diakui. Dan keinginan untuk memiliki keluarga yang utuh, semuanya terasa begitu nyata.
"Aku tidak meminta kamu langsung percaya padaku." Serina menatap pria itu. "Tapi berikan aku kesempatan untuk membuktikannya."
Cristian terdiam, kemudian dia tertawa pelan. "Kesempatan?"
"Cris—"
"Serina." Tatapan pria itu kembali dingin. "Kamu tahu kenapa aku tidak percaya?"
Jantung Serina berdebar cepat, dia memang belum tahu alasan di balik sikap tidak percaya suaminya.
"Karena selama bertahun-tahun aku melihat siapa dirimu."
Kalimat itu menghantamnya telak.
"Kamu mengabaikan Arcelio yang ada di dalam kandunganmu."
"..."
"Kamu membenci rumah ini."
"..."
"Kamu selalu mencari perhatian dari pria lain."
Serina menggigit bibir bawahnya.
"Kamu bahkan pernah mengatakan bahwa menyesal mengandung Arcelio."
Mata Serina membelalak. Sementara di atas lemari, Mochimochi langsung membeku. "Waduh... ternyata pemilik tubuh ini separah itu."
Suasana menjadi semakin berat. Cristian menatapnya tanpa belas kasihan. "Lalu sekarang kamu ingin aku percaya hanya karena perubahanmu yang mendadak?"
Serina tidak bisa menjawab. Karena jika berada di posisi Cristian, mungkin dia juga tidak akan percaya.
"Aku tidak sebodoh itu, Serina."
"Aku tahu kesalahanku begitu besar, aku menjebakmu demi menikah denganmu. Tapi semua itu tidak bohong, aku sungguh mengagumimu saat itu dan aku tidak tahu cara untuk mendekatimu."
Cristian tersenyum mengejek. "Dengan cara seperti, apa kamu berpikir aku akan iba? Kamu benar-benar menyedihkan."
Degh.
Sakit. Serina merasa dadanya seperti di tusuk ribuan jarum dalam hitungan detik, dia sudah menyiapkan hati untuk menerima olokan dari suaminya tapi tetap saja ternyata sebaik apa pun dia menata hatinya perasaan sakit itu masih ada.
Serina memaksakan diri untuk tersenyum. "Maaf, aku benar-benar tidak tahu harus apa lagi. Karena status sosial kita yang berbeda, aku tidak bisa berpikir jernih. Terlebih kamu sangat populer di kalangan wanita, namun dari semua yang sudah terjadi aku ingin tahu... Apa kamu masih mau memperbaiki rumah tangga kita, Cris?"
Melihat Cristian seperti batu yang diam saja, Serina kembali melanjutkan, "Kamu tidak perlu menjawabnya sekarang. Aku bisa menunggu, jadi pikirkanlah dulu baik-baik sebelum memberikan jawabannya."
Cristian terkekeh pelan, lalu berbalik meninggalkan ruangan tersebut meninggalkan aroma maskulin di dalam ruangan itu.
"Argh! Sialan!" Serina mengusap wajahnya kasar. "Susah sekali meluluhkan hati pria batu itu."
Mochimochi yang melihat tuannya frustasi hanya memutar mata di atas lemari. "Wajar saja, selama ini kamu bersikap menjengkelkan kalau aku yang jadi suamimu juga pasti akan menolak untuk berbaikan."
Serina menoleh ke arah kucing itu, dia memelototkan kedua matanya dan berkacak pinggang. "Kamu bukannya membantu, malah bikin aku makin frustasi."
"Aku sedang membantumu, karena aku sistem aku hanya bisa memberi saran. Selebihnya itu tergantung usahamu sendiri."
"Itu sama saja kamu tidak bisa membantu, kalau sekedar saran aku tidak membutuhnya." Omel Serina.
Mochimochi menjilat kuku di kaki depannya sambil berkata, "Yakin? Aku rasa ke depannya kamu justru akan mengandalkan saran dariku."
.. pelan pelan sajaaaaa 🎵🎶🎵
mulai berpihak ke serin kamu cris🫶
novel kmrin blm selesai thor
cerita mu makin seruuu
ada sistem aseekkkk... bisa bantu seina menjinakkan Cristian 😁😁😁😁
ayoooo semangat update. aku maraton nih bacanya😁
lama lama kalau diperlakukan baik lemah lembut Cristian juga akan luluh yaa gaaakkkk😄😄😄
bagus si Serina, ambil hati suamimu. kalau ga bisa cara halus cara kasar aja. terjang 🤣🤣🤣