NovelToon NovelToon
BAYANG BAYANG MASA LALU

BAYANG BAYANG MASA LALU

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Dinarta Firdaus

Enam tahun membina rumah tangga, Kirana merasa pernikahannya dengan Aris adalah definisi kebahagiaan yang sempurna. Namun, semua hancur saat Kirana menemukan kenyataan bahwa Aris kembali menjalin hubungan rahasia dengan Sarah, mantan kekasihnya yang dulu gagal dinikahi karena terganjal restu. Alih-alih menangis dan meminta cerai begitu saja, Kirana memilih jalan yang lebih gelap: menghancurkan Aris dari dalam dengan mendekati Bimo, sahabat karib sekaligus rekan bisnis Aris. Sebuah permainan ego, pengkhianatan, dan cinta yang keliru pun dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinarta Firdaus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SKENARIO DIBAWAH GUYURAN HUJAN

Kirana menekan tombol panggil pada ponselnya. Nada sambung berbunyi dua kali sebelum suara berat Bimo terdengar di seberang sana.

​"Ya, Kirana? Ada apa? Apa terjadi sesuatu?" Suara Bimo langsung menyiratkan kecemasan yang tidak bisa disembunyikan. Pria itu selalu berada dalam mode siaga jika itu menyangkut Kirana.

​"Bim... maaf sekali aku mengganggumu malam-malam begini," suara Kirana terdengar gemetar, bercampur dengan suara gemuruh guntur yang masuk melalui celah kaca jendela yang dibuka sedikit. "Mobilku... mobilku mendadak mati total di jalan Wijaya, dekat taman. Semua lampunya mati, dan mesinnya tidak bisa dinyalakan sama sekali. Aku... aku agak takut, Bim. Di sini sangat sepi dan hujan deras sekali."

​"Aris mana? Dia tidak bersamamu?" tanya Bimo cepat. Di seberang sana, terdengar suara mesin mobil Bimo yang menderu, pertanda ia langsung mempercepat laju kendaraannya.

​"Aris... Aris pergi ke luar kota malam ini, Bim. Katanya ada urusan mendadak ke Bali untuk proyek Uluwatu," ucap Kirana, sengaja memberikan tekanan pada kata "Bali" dan "proyek" untuk mengingatkan Bimo pada kebohongan Aris yang baru saja mereka bahas beberapa hari lalu. "Aku tadi berniat mencari makan di luar karena bosan di rumah, tapi malah seperti ini..."

​"Jangan ke mana-mana, Kirana. Kunci semua pintumu dari dalam. Aku kebetulan baru lewat daerah Blok M, lima menit lagi aku sampai di posisimu," perintah Bimo dengan nada protektif yang tegas.

​"Terima kasih, Bimo. Aku menunggumu," lirih Kirana sebelum memutus panggilan.

​Kirana menyandarkan kepalanya di setir mobil. Ia tersenyum tipis. Bimo tidak pernah mengecewakannya. Pria itu selalu datang seperti seorang ksatria yang siap menyelamatkan sang putri, tanpa pernah menyadari bahwa sang putri sendirilah yang telah menggali jurang di bawah kakinya.

​Sesuai janjinya, kurang dari lima menit kemudian, lampu sorot dari sebuah mobil sedan hitam berhenti tepat di belakang SUV milik Kirana. Bimo keluar dari mobilnya dengan membawa sebuah payung besar, menerobos guyuran hujan deras yang langsung membasahi ujung celana panjangnya. Ia mengetuk kaca jendela mobil Kirana dengan cemas.

​Kirana membuka kunci pintu dan keluar dengan terburu-buru, membiarkan dirinya sedikit basah oleh cipratan air hujan agar terlihat lebih dramatis. Bimo langsung menarik Kirana ke bawah perlindungan payungnya, merangkul pundak wanita itu dengan erat untuk melindunginya dari terpaan angin malam yang dingin.

​"Kamu tidak apa-apa? Kamu basah?" tanya Bimo, matanya memeriksa wajah Kirana dari dekat dengan tatapan yang dipenuhi kekhawatiran yang tulus.

​"Aku tidak apa-apa, Bim. Hanya sedikit kedinginan," jawab Kirana, menengadah menatap Bimo. Jarak mereka begitu dekat hingga Kirana bisa merasakan hembusan napas Bimo yang hangat di kulit wajahnya. "Bagaimana dengan mobilku?"

​Bimo melirik ke arah SUV Kirana yang gelap gulita. "Malam-malam begini, dengan hujan sederas ini, sulit memanggil mobil derek resmi atau montir langganan. Bahaya kalau kita menunggu di pinggir jalan seperti ini. Lebih baik mobilmu kita tinggal di sini dulu, aku akan telepon pihak keamanan kompleks dekat sini untuk menjaganya, dan besok pagi baru kita urus. Yang penting sekarang kamu harus segera hangat. Kita cari tempat berteduh dulu."

​"Ada sebuah tempat kecil tidak jauh dari sini, Bim. Sebuah bar tersembunyi di dalam gang. Aku sering melihatnya saat lewat, tapi tidak pernah masuk. Bisakah kita ke sana saja? Aku... aku sedang tidak ingin langsung pulang ke penthouse yang kosong," ucap Kirana, menanamkan benih manipulasi emosi yang pertama.

​Bimo menatap mata Kirana selama beberapa detik. Ia melihat kesedihan yang mendalam di sana—sebuah kesedihan yang ia yakini disebabkan oleh pengkhianatan Aris yang sekarang sedang bersenang-senang di Bali bersama Sarah. Rasa amarah terhadap sahabatnya kembali membakar dada Bimo, memicu instingnya untuk memberikan kenyamanan apa saja yang dibutuhkan oleh wanita di hadapannya ini.

​"Baiklah. Ayo naik ke mobilku," ucap Bimo, membimbing Kirana dengan lembut menuju sedannya.

1
Ara putri
mampir ya kak. Jika berkenan mampir juga keceritaku TUAN AYAZ, TOLONG BERHENTI!
Dinarta Firdaus: baik kakak terimakasih sudah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!