NovelToon NovelToon
Kekuatan Super Ayah Zhu Xuan

Kekuatan Super Ayah Zhu Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Balas Dendam
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ule Lau

Zhu Xuan: Santai, acuh tak acuh terhadap konflik dunia (kecuali jika mengganggu keluarganya), dan sangat memanjakan anaknya (daughter-slave).

Zhu Xuan mendapatkan reward berupa Cincin Jiwa (Soul Rings) berusia jutaan tahun, Tulang Jiwa (Soul Bones) tingkat dewa, dan ramuan langka setiap kali ia menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan kesejahteraan putrinya.
Tidak seperti novel aslinya yang penuh ketegangan, novel ini lebih condong ke arah slice-of-life dengan bumbu aksi. Fokusnya adalah bagaimana Zhu Xuan membangun "Dinasti" atau wilayah kekuasaan yang aman dan mewah demi masa depan anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ule Lau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Langkah Pertama Sang Putri Kecil dan Undangan dari Paviliun Bulan

Kabar mengenai fenomena pilar cahaya emas yang membelah langit di pinggiran Hutan Star Dou setahun lalu telah menjadi mitos baru yang menakutkan bagi para master jiwa. Aula Roh sempat mengirimkan tim investigasi rahasia yang dipimpin oleh Ghost Douluo, namun begitu mereka mendekati radius lima puluh kilometer dari Lembah Mirakel, niat membunuh tak kasat mata yang membekukan meridian langsung memaksa mereka mundur dengan wajah pucat. Dunia tahu, tempat itu adalah wilayah kekuasaan "Penguasa Putih"—sosok misterius yang tidak boleh diusik jika Benua Douluo masih ingin menikmati kedamaian.

Namun, di dalam Lembah Mirakel, satu-satunya "badai" yang terjadi pagi ini adalah perdebatan kecil mengenai menu sarapan.

"Ayah, Ling'er tidak mau sayur kangkung roh lagi! Rasanya seperti mengunyah rumput di halaman!"

Zhu Ling'er, yang kini telah genap berusia enam tahun, duduk di meja makan sambil menyilangkan kedua tangan kecilnya di depan dada. Pipinya menggembung, dan mata bulatnya menatap penuh protes ke arah mangkuk sup di depannya. Di usianya yang keenam, Ling'er telah tumbuh menjadi seorang gadis kecil yang sangat cantik; rambut hitamnya yang panjang kini dibiarkan terurai dengan poni rapi, dan gaun pelangi pemberian ayahnya tampak mengalir indah mengikuti gerak tubuhnya.

Di sekeliling kaki kursi tingginya, sebuah cincin jiwa berwarna emas platinum dengan corak pelangi surgawi sesekali berkedip malas, seolah ikut mendukung protes sang pemilik.

Zhu Xuan yang sedang mengelap cangkir teh hanya bisa menghela napas, menggelengkan kepalanya dengan senyuman tak berdaya. "Ling'er, sayur kangkung roh ini ditanam langsung oleh Kakek Dugu menggunakan energi air murni. Ini bagus untuk menstabilkan aliran energi Naga Suci Kehidupan di tangan kirimu. Jika kau hanya makan daging sosis setiap hari, pipimu akan menjadi sebulat kue bakpao."

Dugu Bo yang kebetulan sedang menyapu lantai aula utama langsung menengadah dan menimpali dengan suara ramah yang dibuat-buat, sangat jauh dari citranya sebagai Poison Douluo yang kejam. "Benar, Tuan Kecil Ling'er. Kakek menanamnya dengan penuh kasih sayang. Bahkan kelinci gendutmu saja menyukai sayur itu."

Ling'er melirik ke arah sudut ruangan, di mana Kelinci Tulang Lunak raksasa miliknya sedang tertidur pulas dengan perut buncit setelah menghabiskan sekeranjang wortel energi. "Kelinci gendut kan memang tidak punya selera makan yang keren seperti Ling'er, Kakek Rumput!"

Zhu Xuan berjalan mendekat, membawa se piring kecil puding mangga segar yang baru saja ia keluarkan dari sistem sebagai hadiah kompromi. "Bagaimana kalau begini? Habiskan setengah mangkuk sayur ini, dan puding mangga ini akan menjadi milikmu. Lagipula, hari ini kita memiliki janji penting di Paviliun Bulan."

Mendengar kata "Paviliun Bulan", mata Ling'er langsung berbinar cerah. Rasa kesalnya instan menguap. "Ah! Hari ini jadwal belajar musik dengan Bibi Yuehua! Baiklah, Ling'er akan makan sayurnya!" Dengan kecepatan kilat, tangan kecilnya menyendok sup sayur tersebut hingga tandas dalam beberapa tegukan, lalu segera menyambar puding mangga dengan tawa riang.

[Ding! Putri Anda menunjukkan perkembangan kedewasaan emosional melalui kompromi sehat.]

[Misi Harian: Antar putri Anda ke Paviliun Bulan untuk evaluasi kelulusan seni musik tingkat dasar.]

[Hadiah: Poin Daddy +4.500, Item 'Blueprint Paviliun Kultivasi Surgawi' (Bangunan khusus untuk mempercepat kultivasi jiwa anak tanpa efek samping), Penurunan Segel 'Pedang Langit Abadi' Anda sebesar 2% (Kini berada di angka 97%).]

Zhu Xuan tersenyum puas melihat panel sistem. Pembukaan segel pedangnya kini sudah mendekati kesempurnaan mutlak. Di level 97%, ia bahkan bisa merasakan denyut nadi dari Benua Douluo itu sendiri, seolah seluruh daratan ini adalah papan catur yang berada di bawah kendali jari-jarinya.

Paviliun Bulan (Moon Pavilion) yang terletak di pusat Ibu Kota Heaven Dou adalah institusi pendidikan etiket, seni, dan musik tertinggi di seluruh kekaisaran. Hanya anak-anak dari kalangan bangsawan agung, pangeran, atau jenius tingkat tinggi yang memiliki hak untuk melangkah masuk ke dalam gedung berlantai lima yang megah dan beraroma harum kayu cendana tersebut.

Namun, bagi pemilik Paviliun Bulan, Tang Yuehua, semua status bangsawan kekaisaran itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan satu nama: Zhu Xuan.

Sejak dua tahun lalu, ketika Zhu Xuan membawa Ling'er yang masih berusia empat tahun untuk belajar menenangkan emosional dan energi jiwanya melalui seni kecapi, Tang Yuehua telah menyadari bahwa pria berjubah putih itu adalah eksistensi yang berada di atas langit. Kemampuan domain alami milik Tang Yuehua—Noble Circle—yang biasanya mampu menenangkan atau menekan emosi orang lain, justru akan bergetar tunduk dan bersujud setiap kali Zhu Xuan melangkah masuk ke dalam ruangan.

Hari ini, suasana di aula utama Paviliun Bulan tampak sedikit berbeda. Ada sebuah panggung kecil yang dihiasi tirai sutra putih dan untaian bunga lili segar. Beberapa guru etiket senior dan Tang Yuehua sendiri duduk di barisan depan dengan ekspresi wajah yang penuh antisipasi.

SRET.

Pintu kayu berukir giok dibuka oleh pengawal paviliun. Zhu Xuan melangkah masuk dengan santai, tangan kirinya menggandeng Ling'er yang berjalan dengan anggun—sebuah hasil didikan etiket Tang Yuehua yang berpadu sempurna dengan aura bangsawan alami milik Ling'er. Di belakang mereka, Dugu Bo mengikuti seperti bayangan pelindung yang setia, matanya yang tajam menyapu setiap sudut ruangan untuk memastikan keamanan.

"Tuan Zhu Xuan, Anda akhirnya tiba," Tang Yuehua berdiri dari kursinya, membungkuk sedikit dengan gerakan yang sangat elegan dan penuh hormat. Jubah peraknya yang panjang menyapu lantai, memancarkan pesona seorang wanita dewasa yang matang dan berpendidikan tinggi.

"Yuehua, maaf membuatmu menunggu. Putriku sedikit keras kepala dengan sarapannya pagi ini," ucap Zhu Xuan sambil tersenyum tipis, melepaskan gandengan tangannya agar Ling'er bisa maju memberi salam.

Ling'er melangkah maju tiga langkah, merapatkan kedua tangannya di samping gaun, lalu membungkuk dengan sudut yang sangat sempurna sesuai standar kerajaan tertinggi. "Ling'er memberi salam kepada Bibi Yuehua dan para guru. Hari ini Ling'er siap untuk ujian kelulusan kecapi tingkat dasar."

"Anak pintar," Tang Yuehua tersenyum lembut, matanya dipenuhi rasa kagum yang tidak bisa disembunyikan. Di mata Tang Yuehua, Ling'er bukan hanya seorang murid, melainkan sebuah karya seni sempurna yang diciptakan oleh alam semesta. Di usianya yang baru enam tahun, pembawaan dirinya sudah melampaui putri-putri Kekaisaran Heaven Dou yang paling berbakat sekalipun.

"Silakan naik ke panggung, Ling'er. Kecapi Sembilan Phoenix telah disiapkan untukmu," tutur Tang Yuehua lembut.

Ling'er berjalan menaiki tangga panggung dengan langkah kecil yang stabil. Di tengah panggung, terletak sebilah kecapi kuno yang terbuat dari kayu jati berumur ribuan tahun dengan senar yang dipintal dari sutra ulat sutra roh.

Ling'er duduk bersila di depan kecapi, mengatur napasnya seperti yang diajarkan oleh Zhu Xuan. Ketika tangan kecilnya yang lembut menyentuh senar pertama, atmosfer di dalam aula Paviliun Bulan seketika berubah.

TING—

Satu petikan pertama menggema, memancarkan gelombang suara yang begitu jernih hingga getarannya terasa langsung di dalam jiwa semua orang yang mendengar.

Zhu Xuan duduk di kursi VIP di samping Tang Yuehua, melipat kakinya dengan santai sambil memperhatikan putrinya dengan pandangan penuh kehangatan. Melalui kemampuan Mata Air Pikiran, Zhu Xuan bisa melihat bahwa Ling'er tidak hanya memetik senar menggunakan kekuatan fisik; ia secara tidak sadar mengalirkan sedikit saja energi dari Wuhun Naga Suci Kehidupan-nya ke dalam melodi musik tersebut.

Melodi yang dimainkan Ling'er berjudul "Lagu Angin Lembah", sebuah komposisi klasik yang melambangkan kedamaian dan kebebasan. Namun di bawah jemari kecil Ling'er, lagu itu seolah hidup.

TING... TING... TARAN...

Udara di dalam aula mulai memancarkan bintik-bintik cahaya hijau zamrud yang samar. Beberapa tanaman hias bunga lili di sudut ruangan yang semula agak layu karena kekurangan sinar matahari, tiba-tiba mekar dengan sempurna dalam hitungan detik, mengeluarkan aroma wangi yang sangat pekat. Pengaruh energi kehidupan dari Wuhun Ling'er meresap melalui frekuensi suara musik, menciptakan sebuah fenomena "Mukjizat Musim Semi" di dalam ruangan tertutup.

Para guru etiket senior yang bertindak sebagai penguji sampai melupakan tugas mereka untuk mencatat nilai. Mata mereka membelalak, mulut mereka sedikit terbuka karena terkesima. Ini bukan lagi sekadar seni musik; ini adalah penciptaan dimensi kedamaian spiritual.

Tang Yuehua sendiri mengepalkan tangannya di atas pangkuan, dadanya berombak karena rasa takjub yang luar biasa. Sebagai seorang ahli musik nomor satu di benua, ia tahu betul bahwa melodi Ling'er telah mencapai ranah "Penyatuan Jiwa dan Nada"—sebuah tingkat pencapaian yang bahkan sebagian besar master musik usia paruh baya tidak akan pernah bisa mencapainya seumur hidup mereka.

KREK...

Tiba-tiba, dari arah luar jendela aula Paviliun Bulan, terdengar suara kepakan sayap yang sangat masif. Lusinan burung roh liar yang biasa hidup di taman kota Heaven Dou terbang mendekat dan hinggap di ambang jendela, menjulurkan kepala mereka ke dalam ruangan dengan patuh, seolah-olah mereka sedang mendengarkan perintah dari ratu mereka.

Zhu Xuan yang melihat hal itu hanya terkekeh kecil dalam hati. Putriku memang selalu tahu cara membuat pertunjukan yang dramatis tanpa dia sadari, pikirnya senang.

Petikan terakhir bergetar panjang sebelum akhirnya meredup dalam keheningan yang agung. Burung-burung di jendela mengeluarkan kicauan rendah seolah memberikan tepuk tangan sebelum akhirnya terbang kembali ke langit bebas.

Keheningan berlangsung selama hampir satu menit penuh sebelum Tang Yuehua berdiri dan mulai bertepuk tangan dengan air mata yang hampir menetes karena haru. "Luar biasa... benar-benar melodi surgawi yang tidak ada duanya di dunia fana ini.

Ling'er, kau telah lulus dengan evaluasi tertinggi yang pernah dikeluarkan oleh Paviliun Bulan sepanjang sejarah berdiri!"

Para guru penguji lainnya langsung ikut berdiri dan bertepuk tangan dengan gemuruh, wajah mereka dipenuhi rasa hormat yang mendalam kepada balita berusia enam tahun itu.

Ling'er berdiri dari kursinya, membungkuk hormat kepada penonton, lalu dengan sifat kekanak-kanakannya yang belum hilang, ia langsung berlari turun dari panggung dan menerjang masuk ke dalam pelukan Zhu Xuan.

"Ayah! Bagaimana?! Apakah melodi Ling'er tadi sudah bagus? Apakah burung-burung tadi menyukai musik Ling'er?"

Zhu Xuan menangkap tubuh kecil putrinya, mengangkatnya ke atas pangkuan, lalu mengusap hidung kecil Ling'er dengan gemas. "Itu bukan lagi bagus, Sayang.

Itu adalah melodi terbaik yang pernah Ayah dengar di seluruh alam semesta ini. Bahkan para dewa di langit pun pasti akan iri mendengarnya."

[Ding! Misi Harian selesai dengan evaluasi: Sempurna yang Legendaris!]

[Hadiah Utama dikirimkan: Poin Daddy +4.500.]

[Blueprint 'Paviliun Kultivasi Surgawi' telah ditambahkan ke inventaris konstruksi wilayah Anda.]

[Segel 'Pedang Langit Abadi' Anda kini telah terbuka hingga 97%! Kekuatan tebasan dimensi Anda kini tidak lagi memiliki waktu jeda (no cooldown).]

Zhu Xuan mengabaikan peningkatan kekuatannya sendiri; fokus utamanya tetap pada senyum lebar di wajah putrinya.

Tang Yuehua berjalan mendekati meja Zhu Xuan dengan langkah anggun, memberikan sebuah lencana perak berbentuk bulan sabit yang dihiasi ukiran kecapi kecil kepada Ling'er.

"Ini adalah Lencana Kelulusan Agung Paviliun Bulan milikmu, Ling'er.

Dengan lencana ini, ke mana pun kau pergi di seluruh Kekaisaran Heaven Dou, semua bangsawan harus menyambutmu dengan protokoler tingkat tinggi."

"Wah, terima kasih, Bibi Yuehua!"

Ling'er menerima lencana itu dan langsung menunjukkannya kepada Dugu Bo dengan wajah bangga.

"Kakek Rumput, lihat! Ling'er punya mainan perak baru!"

Dugu Bo hanya bisa tertawa lebar, merasa sangat bangga seolah-olah Ling'er adalah cucu kandungnya sendiri.

"Tentu saja, Tuan Kecil adalah yang paling hebat di dunia!"

Namun, sebelum suasana hangat itu berlanjut, Tang Yuehua mengalihkan pandangannya ke arah Zhu Xuan dengan ekspresi yang sedikit lebih serius.

"Tuan Zhu Xuan... sebenarnya, selain ujian hari ini, ada satu hal lagi yang ingin saya sampaikan kepada Anda secara pribadi.

Ini terkait dengan pergerakan terbaru di ibu kota."

Zhu Xuan menyesap teh rohnya yang telah mendingin, wajahnya tetap tenang tanpa riak sedikit pun.

"Katakan saja, Yuehua.

Di tempat ini, tidak ada rahasia yang perlu kau sembunyikan."

Tang Yuehua menarik napas dalam-dalam, melirik Dugu Bo sejenak sebelum melanjutkan.

"Kekaisaran Heaven Dou... melalui Pangeran Xue Qinghe, baru saja mengeluarkan maklumat rahasia untuk mengundang semua bakat muda di bawah usia sepuluh tahun untuk menghadiri Perjamuan Teh Musim Semi Istana.

Saya menerima informasi bahwa Aula Roh juga menaruh perhatian besar pada perjamuan ini.

Mereka... sepertinya sedang mencari anak kecil yang memicu pilar cahaya emas setahun lalu."

Tang Yuehua menatap Ling'er dengan pandangan khawatir.

"Saya takut... tujuan utama dari perjamuan ini adalah untuk mengidentifikasi Ling'er."

Mendengar informasi tersebut, aura di sekitar Dugu Bo langsung berubah menjadi dingin dan beracun.

"Hmph!

Kekaisaran dan Aula Roh itu benar-benar bosan hidup!

Beraninya mereka mencoba merencanakan sesuatu terhadap Tuan Kecil?!"

Namun, berbeda dengan reaksi Dugu Bo yang meledak-ledak, Zhu Xuan justru mengeluarkan tawa kecil yang terdengar sangat santai dan penuh ejekan terhadap kepintaran para penguasa dunia.

"Perjamuan teh istana? Menarik,"

Zhu Xuan meletakkan cangkir tehnya dengan ketukan pelan yang anehnya menghentikan semua getaran emosi negatif di dalam ruangan.

Ia menatap putri kecilnya yang kini sedang asyik memainkan lencana perak barunya.

"Yuehua, katakan pada utusan istana... putriku, Zhu Ling'er, akan menghadiri perjamuan teh tersebut minggu depan," ucap Zhu Xuan dengan nada suara yang begitu tenang, namun membawa beban kepercayaan diri yang mutlak.

Tang Yuehua tertegun.

"Tuan Zhu Xuan... apakah Anda yakin?

Bukankah itu berarti mengekspos eksistensi Ling'er kepada Aula Roh?"

Zhu Xuan bangkit dari kursinya, menggendong Ling'er dengan satu tangan yang kokoh sementara tangan kanannya masuk kembali ke dalam saku jubah linen putihnya.

Pandangan matanya menatap lurus keluar jendela, ke arah istana megah Kekaisaran Heaven Dou yang berdiri di kejauhan.

"Mengekspos? Tidak, Yuehua.

Kau salah paham," ucap Zhu Xuan, sebuah senyuman tipis yang memancarkan dominasi mutlak seorang dewa pelindung terukir di bibirnya.

"Aku membiarkan Ling'er pergi bukan untuk bersembunyi atau diperiksa oleh mereka.

Aku membiarkannya pergi agar seluruh eselon atas di benua ini—termasuk Aula Roh dan para kaisar bodoh itu—bisa melihat dengan mata kepala mereka sendiri... jenis eksistensi seperti apa yang berada di belakang putriku."

Zhu Xuan melangkah menuju pintu keluar paviliun, suaranya menggema pelan namun tegas di telinga Tang Yuehua.

"Jika mereka ingin bermain politik perjamuan teh, aku akan memastikan bahwa perjamuan itu akan menjadi hari di mana mereka menyadari bahwa seluruh kekuasaan, takhta, dan cincin jiwa mereka... semuanya hanyalah mainan rapuh yang bisa kuhancurkan kapan saja jika mereka berani membuat putriku merasa tidak nyaman bahkan untuk satu detik saja."

Dengan kata-kata penuh keangkuhan yang ditopang oleh kekuatan tanpa tanding itu, Zhu Xuan melangkah keluar dari Paviliun Bulan, membawa putri kecilnya kembali ke lembah untuk mempersiapkan tamasya berikutnya yang dipastikan akan mengubah peta politik Benua Douluo selamanya.

1
Hadi Hadi
up up up 😍😍😍
Hadi Hadi
lanjut👍
Hadi Hadi
up up up 💪
Kang Comen
okokokokokokokokokokokok
Kang Comen
⏭️⏭️⏭️⏭️
Kang Comen
heh eh eh eh ....
bukan nya udh di lv 95 segel pedang nya knpa ditambah mlah stuck di 95 ???
Ule Lau: Kalau levelnya berhasil di buka sesuai petunjuk di atas bru lah
total 1 replies
Kang Comen
anak² lain nya mna thor ???
Ule Lau: Ada masih main
total 1 replies
Miea™
next
Kang Comen
next⏭️⏭️⏭️
Hadi Hadi
up up up 😍😍
Hadi Hadi
up up up 👍👍👍
Hadi Hadi
up up up 👍👍
Ule Lau: Up nya perhari 1 bab ya kk... Banyakin sabaaaarnya ya kak
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up 😍😍😍
Ule Lau: Menunggu ya
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up 💪💪
yl
😍😍😍
yl
Lanjutkan 💪💪💪
Hadi Hadi
up up up
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
up up up 👍
Hadi Hadi
mantap 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!