NovelToon NovelToon
Balas Dendam Nyonya Cha

Balas Dendam Nyonya Cha

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mayraa Ibnurafa

Han Ji-an rela dicap "mandul" dan dihina mertua demi menutupi aib suaminya, Kang Min-woo, yang tidak subur. Namun, ketulusannya dikhianati. Min-woo berselingkuh dengan sahabat sekaligus dokter kandungan Ji-an, memalsukan rekam medisnya, lalu mendepaknya tanpa sepeser uang pun.

​Di titik hancur, Ji-an dinikahi Cha Jin-wook, CEO nomor satu di Korea. Tiga tahun berlalu, Ji-an membuktikan kebohongannya dengan melahirkan dua anak. Kini, ia kembali ke Seoul sebagai Nyonya Besar Cha Group yang elegan, siap menghancurkan karier, rumah tangga, dan harga diri orang-orang yang telah membuangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayraa Ibnurafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2 : Lapisan kebohongan yang sempurna #2

Malam itu, di bawah guyuran hujan deras yang mengguyur kota Seoul, Han Ji-an diusir seperti anjing kurap. Ia didepak keluar dari gerbang besi besar kediaman keluarga Kang hanya dengan membawa satu koper tua berisi pakaian lamanya sebelum menikah.

​Ia berdiri di trotoar, tubuhnya basah kuyup, gemetar karena dingin dan syok. Ponselnya yang murah—satu-satunya barang elektronik yang diizinkan dibawa—bergetar. Sebuah pesan masuk dari nomor yang sangat ia kenal. Jung Se-hee.

​Ji-an dengan cepat membuka pesan itu dengan harapan sahabatnya akan memberikan penjelasan. Namun, isi pesan itu justru menjadi belati terakhir yang menusuk tepat di jantungnya.

​Pembuka pesan berupa foto.

Di dalam foto itu, Kang Min-woo sedang memeluk pinggang Jung Se-hee di sebuah restoran mewah. Se-hee tersenyum manis ke arah kamera sambil memamerkan cincin berlian besar di jari manisnya, sementara tangan Min-woo yang lain mengelus perut Se-hee yang masih rata.

​Di bawah foto itu, Se-hee menulis:

"Ji-an ah, maafkan aku. Tapi bayi di dalam rahimku ini membutuhkan seorang ayah yang diakui secara hukum. Terima kasih sudah menjaga Min-woo dan memalsukan kemandulannya selama ini, sehingga kami punya waktu untuk merencanakan semua ini dengan matang tanpa dicurigai. Selamat tinggal."

​Ji-an menjatuhkan ponselnya ke genangan air. Ponsel itu mati, menyisakan kegelapan yang pekat.

​Napas Ji-an memburu. Di tengah hujan yang menyamarkan air matanya, ia tertawa. Tawa yang terdengar menyedihkan sekaligus mengerikan.

​Mereka merencanakannya. Min-woo dan Se-hee... mereka berselingkuh di belakangku, memanfaatkanku untuk menutupi aib Min-woo, lalu membuangku setelah Se-hee hamil?

​"Hahaha... hahaha!"

​Ji-an mencengkeram dadanya yang terasa robek. Rasa cinta yang selama tiga tahun ini ia agungkan, dalam sekejap berubah menjadi racun hitam yang membakar jiwanya. Kebodohannya, ketulusannya yang tak bernilai, dan air mata yang ia tumpahkan di rumah itu... semuanya menuntut bayaran.

​"Kang Min-woo... Jung Se-hee..." Desis Ji-an, matanya yang biasa lembut kini berkilat dengan kebencian yang mendalam.

"Kalian berdua... aku bersumpah demi sisa hidupku, aku akan menyeret kalian ke neraka yang paling dalam."

​Pandangan Ji-an mulai mengabur. Kelelahan fisik dan tekanan mental yang luar biasa membuat tubuhnya tidak sanggup lagi menopang bobotnya sendiri. Lututnya lemas, dan ia ambruk di atas aspal jalanan Gangnam yang dingin, tepat saat lampu depan sebuah mobil sedan hitam mewah menyorot tubuhnya yang tak berdaya.

​Tiga Tahun Kemudian.

​Bandara Internasional Incheon dipadati oleh manusia, namun perhatian semua orang tertuju pada sebuah keluarga kecil yang baru saja keluar dari pintu kedatangan VIP.

​Seorang pria bertubuh jangkung dengan setelan jas abu-abu gelap buatan penjahit terbaik Italia berjalan dengan langkah tegap. Wajahnya yang tegas, rahangnya yang kokoh, dan sepasang mata elang yang dingin memancarkan aura otoritas yang mutlak.

Visual Cha Jin Wook [Actor Lee Jun Ho's inspiration]

Dia adalah Cha Jin-wook, CEO dari Cha Group—konglomerat nomor satu di Korea Selatan yang menguasai sektor teknologi, perhotelan, dan real estat.

​Di sampingnya, berjalan seorang wanita yang memancarkan kecantikan luar biasa, elegan, dan penuh percaya diri. Wanita itu mengenakan gaun terusan putih gading dengan mantel rajut yang anggun. Rambut hitamnya yang panjang bergelombang tertata rapi, dan sepasang matanya memancarkan ketenangan yang menghanyutkan.

​Dia adalah Han Ji-an. Namun, dia bukan lagi Han Ji-an yang lemah dan penurut tiga tahun lalu. Kini, dia adalah Nyonya Besar Cha Group.

​"Mama! Lihat itu! Ada balon besar!"

​Suara cempreng nan menggemaskan memecah keheningan di sekitar mereka.

Seorang anak laki-laki berusia dua tahun yang berada di pelukan Jin-wook menunjuk ke arah langit-langit bandara. Di belakang mereka, seorang pengasuh mendorong kereta bayi ganda yang berisi bayi perempuan berusia delapan bulan yang sedang tertidur lelap.

​Ji-an tersenyum manis, mengelus pipi anak laki-lakinya, Cha Hyun-woo. "Iya, Hyun-woo ya. Itu balon sambutan untuk kepulangan kita ke Korea."

​Jin-wook menghentikan langkahnya, menatap istrinya dengan pandangan yang melembut—sesuatu yang hanya ia tunjukkan pada Ji-an dan anak-anak mereka.

"Kau lelah? Kita bisa langsung ke hotel jika kau tidak mau langsung ke rumah utama."

​"Aku tidak apa-apa, sayang," jawab Ji-an lembut, menyentuh lengan suaminya dengan manja.

"Lagipula, ada beberapa tikus tua yang sudah tidak sabar ingin kutemui di Seoul."

​Jin-wook tersenyum tipis, kilatan protektif muncul di matanya. Tiga tahun lalu, ia menemukan Ji-an pingsan di pinggir jalan dalam kondisi mengenaskan.

Melalui serangkaian takdir, ia yang saat itu berstatus duda karena mengadopsi anak mendiang kakaknya dan membutuhkan seorang istri murni untuk menenangkan dewan direksi, menawarkan pernikahan kontrak pada Ji-an.

​Namun, siapa yang menyangka? Ji-an yang dinyatakan "mandul total" oleh keluarga Kang, justru hamil secara alami hanya dalam waktu tiga bulan setelah pernikahan mereka.

Jin-wook segera membawa Ji-an ke New York untuk mendapatkan perawatan terbaik sekaligus menjauhkannya dari jangkauan keluarga Kang. Di sana, Ji-an melahirkan Hyun-woo, dan setahun kemudian, melahirkan putri cantik mereka, Cha Seo-ah.

​Rahim Ji-an sangat sehat. Diagnosis tiga tahun lalu murni sebuah jebakan medis yang dirancang oleh Jung Se-hee dan Kang Min-woo untuk mendepaknya tanpa sepeser uang pun, agar Min-woo bisa menikah dengan Se-hee yang mengklaim dirinya hamil anak Min-woo.

​"Sekretaris Kim," panggil Jin-wook dingin kepada pria berjas di belakangnya.

​"Ya, Presdir Cha."

​"Bagaimana situasi Ilsung Group saat ini?"

​Sekretaris Kim membungkuk sedikit sebelum menjelaskan.

"Seperti yang Anda duga, Sir. Proyek investasi mereka di Asia Tenggara gagal total. Selain itu, pernikahan Wakil Presdir Kang Min-woo dan Jung Se-hee dikabarkan retak karena selama tiga tahun ini mereka tidak kunjung memiliki anak. Anak yang dikandung Jung Se-hee tiga tahun lalu ternyata mengalami keguguran misterius di bulan keempat, dan setelah itu mereka tidak bisa hamil lagi."

​Ji-an yang mendengar itu menahan senyum sinisnya. Keguguran misterius? Atau memang tidak pernah ada kehamilan sejak awal? Atau... karma karena Min-woo memang mandul dan Se-hee hanya menggunakan taktik itu untuk merebut posisi Nyonya Besar Ilsung?

​"Lalu, mengenai pesta ulang tahun Ilsung Group besok malam?" Tanya Ji-an, suaranya terdengar semanis madu, namun mengandung racun yang mematikan.

​"Undangan untuk Cha Group sudah dikirimkan sejak sebulan lalu, Nyonya. Mereka sangat berharap Presdir Cha bisa hadir untuk memberikan suntikan dana investasi," jawab Sekretaris Kim.

​Ji-an menatap Jin-wook, suaminya itu langsung mengerti arti tatapan istrinya. Jin-wook meraih tangan Ji-an, menggenggamnya erat, memberikan kekuatan yang tak terbatas.

​"Katakan pada pihak Ilsung," ujar Jin-wook dengan suara beratnya yang berwibawa. "Aku dan istriku... akan datang memberikan kejutan terbesar untuk mereka."

​Ji-an menatap lurus ke depan, ke arah pintu keluar bandara yang memancarkan cahaya matahari Seoul.

​Kang Min-woo, Jung Se-hee, Nyonya Oh. Tiga tahun aku menangis mengemis keadilan yang tidak pernah kalian berikan. Sekarang, bersiaplah. Air mata pernikahan yang kuhabiskan dulu, akan kuganti dengan darah kehancuran kalian.

Bersambung...

1
Mutia Kim🍑
Seneng banget deh Ji-An dapat pengganti yg jauh lebih baik🥰
Mutia Kim🍑
Memang lebih baik kamu pergi saja dari keluarga toxic itu Ji-an😌
Mayraa_Tapaa: makasih ka udah mampir
total 1 replies
Mayraa_Tapaa
Mampir ya readers readers yg baik dan keren-keren, udah up banyak episode loh jadi enak bacanya...setiap hari juga bakal up min 4 episode sehari ya....
kutunggu kehadiran kaliam🤗✨️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!