NovelToon NovelToon
Penjara Emas Untuk Ratu Instagram

Penjara Emas Untuk Ratu Instagram

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat / Angst
Popularitas:45k
Nilai: 5
Nama Author: Newbee

Riven Daylon Chamron adalah pria yang memiliki segalanya. Terlahir sebagai putra sulung Thomas Chamron dan Hellary Chamron, ia tumbuh di tengah kemewahan, kekuasaan, dan lingkaran pergaulan elit yang membuat namanya dikenal di banyak kalangan.

Namun, ada satu hal yang tidak pernah diajarkan oleh dunia bisnis, kekuasaan, ataupun pendidikan terbaik yang pernah ia terima: cinta.

Angelina Angie, seorang gadis yang terlihat polos dan pekerja keras demi mencapai impiannya mampu meluluhkan hati Riven.

Namun, saat perasaannya semakin dalam, Riven mulai menyadari bahwa wanita yang dicintainya mungkin tidak mencintainya dengan alasan yang sama.

Angelina Angie yang tak memiliki apapun tak membawa apapun hingga akhirnya menjadi Ratu Instagram berkat Riven, ternyata memiliki kehidupan yang penuh kontroversi. Di balik senyumnya yang memikat, tersimpan ambisi, drama, intrik, serta rahasia yang tak di ketahui.

Sebuah kisah tentang cinta, pengkhianatan, ambisi, dan harga yang harus dibayar ketika seorang pewaris konglomerat jatuh hati pada wanita yang salah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Newbee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 32

Sesekali Riven mengangkat tangan gadis itu untuk mengecup lembut punggung tangan Angie. Aroma parfum mahal yang baru ia belikan masih tercium samar, membuat Riven enggan melepaskan ciumannya tersebut.

“Menginaplah lagi di apartemenku,” ucap Riven lembut. “Saat kau kembali nanti, semua barangmu sudah di siapkan di sana.”

“Nanti kulihat dulu, ya. Aku akan menghubungimu,” jawab Angie sambil melempar senyum.

“Kenapa harus nanti?”

“Aku masih ada pekerjaan hari ini. Ada beberapa barang yang harus kuunggah ke media sosial, dan semuanya masih tertinggal di rumah.”

Riven mengembuskan napas pelan. “Hmm… baiklah. Aku mengerti.” Meski berusaha terdengar maklum, nada kecewa tetap terselip jelas dalam suaranya.

“Turunkan aku di depan sana,” ujar Angie tiba-tiba sambil menunjuk ke arah sebuah gapura di tepi jalan.

“Di situ?”

“Iya. Mobilmu tidak akan bisa masuk ke dalam gang, jadi aku turun di sini saja.”

“Baik.” Riven segera menepikan mobilnya hingga berhenti dengan sempurna.

Angie membuka pintu lalu turun lebih dulu. Tak disangka, Riven ikut mematikan mesin dan keluar dari mobil, membuat Angie menoleh dengan wajah terkejut.

“Aku bisa jalan sendiri, Riv.”

“Yakin?” tanya Riven, sorot matanya masih diliputi rasa khawatir.

Angie mengangguk meyakinkan.

“Memangnya, siapa yang akan kau temui?” tanya Riven lagi, kali ini dengan nada menyelidik yang kentara.

“Temanku.”

“Siapa namanya?”

“Emm… namanya Zeny,” jawab Angie dengan senyum manis.

“Perempuan?”

“Iya, tentu saja perempuan. Namanya saja Zeny.”

Raut wajah Riven yang semula tegang akhirnya sedikit melunak. Melihat perubahan ekspresi pria itu, Angie terkekeh pelan.

Gadis itu melangkah mendekat. Karena perbedaan tinggi badan mereka yang cukup jauh, Angie terpaksa berjinjit, lalu mendaratkan kecupan lembut di bibir Riven.

“Jangan cemburu, ya,” bisiknya manja sebelum melangkah pergi.

———

Setelah mobil Riven melaju pergi menuju kantornya, Angie melangkah memasuki gang sempit sambil membawa paper bag berisi kemeja.

Kemeja tersebut adalah pakaian yang dulu sempat ia pinjamkan kepada Riven, dan kini hendak dikembalikan ke tempat asalnya.

Angie berjalan dengan tenang. Namun, penampilannya yang jauh berbeda dari biasanya seketika mencuri perhatian. Banyak pasang mata mengikuti setiap langkahnya, bahkan beberapa orang menatapnya terang-terangan tanpa menyembunyikan rasa kagum. Kecantikan Angie seolah menjadi magnet yang memikat siapa pun di gang itu.

Begitu pandangannya menangkap sebuah plakat bertuliskan “Zhenky Laundry” Angie langsung melangkah masuk.

Suara bel berdenting nyaring saat ia mendorong pintu.

Seorang pria bertubuh tegap yang sedang berdiri di balik meja kasir spontan mendongak. Wajahnya terbilang cukup tampan dengan proporsi tubuh yang atletis.

Namun, jika dibandingkan dengan Riven, pesonanya jelas masih terpaut jauh.

Pria itu sempat terpaku sesaat. Matanya membelalak sebelum akhirnya menelan ludah tanpa sadar.

“Aku kira siapa. Hampir saja aku tidak mengenalimu,” ujarnya kemudian sambil tertawa kecil. “Jangan-jangan sekarang kau punya sugar daddy, ya?”

Angie hanya melempar senyum tipis, lalu menyerahkan paper bag di tangannya.

Zhenky segera memeriksa isi paper bag tersebut. Setelah melihat kemeja di dalamnya, ia mengangguk puas. “Hasil laundry-nya bagus sekali. Rapi. Laundry mana yang mengerjakannya,” Tanya Zhenky.

“Sugar daddy-ku yang mengurus semuanya.”

Zhenky langsung terkekeh mendengar jawaban yang dikira gurauan itu. “Hahaha jadi benar? Kau dapat sugar daddy? Kemeja itu untuk nya kemarin? Apa sugar Daddy mu tidak mampu membeli satu set kemeja?”

Angie hanya menggeleng pelan, lalu mendudukkan diri di sofa yang tersedia.

Laundry milik Zhenky memang cukup besar dan sudah memiliki beberapa cabang di kota ini. Kondisi ekonomi keluarganya pun terbilang mapan, membuat bisnisnya berkembang dengan sangat pesat.

“Mau minum?” tawar Zhenky.

“Tidak usah. Setelah ini aku harus langsung pulang.”

Zhenky mengangguk, lalu ikut duduk di samping Angie. Ia menatap gadis itu lekat-lekat selama beberapa saat, seolah masih sulit memercayai perubahan drastis di depannya.

“Jadi…” ucap Zhenky menggantung kalimatnya.

“Jadi apa?” tanya Angie sambil mengernyitkan dahi.

Zhenky mengangkat sebelah alis, lalu kembali mengamati Angie dari ujung kepala hingga kaki. “Serius, Angie… apa yang sebenarnya terjadi? Kau berubah drastis layaknya peri. Aku bahkan sampai hampir pangling melihatmu.”

“Anggap saja begitu. Aku memang punya sugar daddy,” jawab Angie datar, sama sekali tidak tertarik melayani godaan Zhenky.

Zhenky terkekeh. Ia menggeser duduknya lebih dekat, lalu mengulurkan tangan, berniat menyentuh pipi Angie.

Namun, Angie dengan sigap memundurkan tubuhnya, membuat tangan pria itu tertahan kikuk di udara.

“Kenapa?” Zhenky menyeringai. “Sekarang aku sudah tidak cukup kaya lagi untukmu? Sampai-sampai disentuh pun kau tidak mau?” Ia tertawa renyah, seolah menganggap penolakan itu hanya lelucon belaka.

Tatapan Angie seketika berubah sedingin es. “Jaga mulutmu.”

Wanita itu langsung bangkit dari sofa. “Aku pulang.”

Tanpa menunggu balasan, Angie berbalik dan melangkah lebar keluar dari laundry tersebut. Pintu kembali berdenting pelan saat tertutup di belakang punggungnya.

Melihat Angie benar-benar pergi, senyum di wajah Zhenky perlahan luntur, berganti raut kesal yang kentara.

“Sialan perempuan itu!” gerutunya kasar. “Dulu kau memutuskan Bobby karena aku lebih kaya darinya. Sekarang setelah dapat laki-laki yang jauh lebih kaya, kau langsung lupa siapa yang dulu sering membantumu!”

Zhenky mendecakkan lidah dengan berang. “Dasar perempuan matre.”

Angie melangkah meninggalkan laundry itu, berjalan menyusuri gang-gang sempit menuju rumah. Semakin jauh ia melangkah, riuh suasana kota perlahan berganti dengan deretan rumah sederhana yang berdiri rapat di kawasan padat penduduk.

Begitu memasuki lingkungan tempat tinggalnya, langkah kaki Angie seketika menjadi pusat perhatian.

Hampir setiap pasang mata di sana tertuju padanya.

Anak-anak yang sedang bermain tidak bersekolah, tiba-tiba berhenti berlari. Para ibu yang tengah mengobrol di teras rumah saling menyenggol siku, sementara beberapa bapak yang sedang menikmati kopi ikut menoleh tanpa berkedip.

Tatapan mereka bukan sekadar karena Angie cantik, melainkan karena penampilan gadis itu yang telah berubah drastis.

Selama ini, Angie memang dikenal sebagai gadis berwajah jelita. Sesekali ia mengenakan pakaian yang bagus, meski tidak pernah mencolok. Namun, hari ini segalanya berbeda. Aura yang terpancar dari dirinya telah berubah sepenuhnya.

Balutan busana dari merek ternama, tas, sepatu, hingga aksesori yang dikenakannya berpadu sempurna dengan riasan tipis yang mempertegas kecantikan alaminya.

Penampilannya tampak begitu elegan dan mewah, layaknya seorang wanita muda dari kalangan elite yang tersesat di lingkungan sekumuh itu.

Kasak-kusuk di antara para ibu mulai terdengar.

“Itu… Angie, kan?”

“Iya. Astaga, aku sampai pangling.”

“Kok bisa berubah secantik itu, ya?”

“Bukan cuma cantik, lihat pakaiannya. Kelihatannya mahal semua.”

“Jangan-jangan dia dapat pekerjaan baru.”

“Atau… punya pacar orang kaya?”

Bisik-bisik itu menggelinding semakin ramai, berpindah dari satu telinga ke telinga lainnya.

Tak sedikit yang diam-diam memandangi Angie dengan rasa kagum, tetapi ada pula yang menatapnya dengan sorot mata iri, seolah sulit menerima perubahan yang terjadi hanya dalam waktu semalam.

Angie tentu menyadari semua pasang mata dan desas-desus tersebut. Namun, ia memilih untuk tetap berjalan tenang dengan pandangan lurus ke depan, sama sekali tidak memedulikannya.

Baginya, semua gunjingan itu tidak penting. Baginya semua hal yang tak pernah menghasilkan uang dan tak memberikannya manfaat, Angie tak pernah ambil pusing.

Bersambung

1
afifah
kok blm up lg kak
z੩ckุ
MNa?
Hanima
terlalu Polosss
MamDeyh
Nah kan cewek gk bnr tuh.. Kasyan bgt km Riven. Terbuai krn cantik doang 😒.. Kapan kebongkar nya sih
evanindia
oalah circle.a angie tnytaaa hmm🙊🙊
afifah
geram udah ih angie repot hidup lu
Mahendra
sip up byk thor👍
evanindia
harus brngkattt riven...nnti d amuk lagii am ayahmu
z੩ckุ
Drpd cri pnykit mndng cri aman🤣 lowprofile pun msh jd inceran gembong
z੩ckุ
Skali ny viral di ig lgsung ddatengi kpk y riv🤣
Hanima
Lanjut Rivvv
Ass Yfa
udah kayak segitunya..diratukan Riv...Angie teganya berselingkuh...heh
z੩ckุ
Zudah jelaz
Awal perselingkuhan
z੩ckุ
Up
z੩ckุ
Lnjt
z੩ckุ
🫩😮‍💨
z੩ckุ
Next
k
iyaa
divana
lnjutkn
mouse
😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!