NovelToon NovelToon
Pembalasan Istri Yang Terbuang

Pembalasan Istri Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Anjay22

Alana tidak menyangka pernikahannya dengan Rendi harus berahir di tengah derasnya air sungai,Rendi dan Lisa selingkuhannya,dengan teganya membuang Alana kesungai untuk menghabisinya dan menguasai harta peninggalan orang tua Alana .Untung saja ada Arka yang menolongnya,dengan di bantu Arka,Alana kembali bangkit membalas penghianatan Suaminya dan mengambil hartanya yang sudah dirampas Rendi dan Lisa
Bagaimana selanjutnya kehidupan Alana Dan Arka ??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjay22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Pembalasan

Hujan turun rintik-rintik, membasahi tanah pekuburan yang masih tampak basah dan baru. Sebuah nisan kayu sederhana berdiri di sana, mengukir nama yang seharusnya menjadi pemilik raga yang kini berdiri tegap di balik pohon kamboja besar, beberapa meter dari sana.

#Alana Putri Adiguna.#

Dari kejauhan Alana menatap gundukan tanah itu dengan tatapan kosong. Di sana, Rendy sedang berdiri dengan pakaian serba hitam, memegang payung, dan sesekali menyeka matanya sebuah akting yang begitu sempurna hingga mampu menipu para pelayat yang hadir.

Di sampingnya, Lisa berdiri dengan ekspresi wajah yang dibuat sedu-sedan, meski tangan kirinya terus meremas lengan Rendy dengan posesif.

"Lihatlah mereka, Arka," bisik Alana. Suaranya kini lebih berat, lebih dingin.

"Mereka bahkan berani mengadakan pemakaman untuk mayat yang tidak pernah mereka temukan. Peti mati itu pasti kosong, atau mungkin hanya berisi pakaian-pakaian lamaku."

Arka, yang berdiri di samping Alana dengan topi dekil yang menutupi sebagian wajahnya, hanya mengangguk pelan. "Itu strategi hukum yang cerdas. Dengan adanya upacara pemakaman dan pernyataan kematian secara publik, Rendy bisa lebih cepat mengurus penetapan kematian dari pengadilan untuk menguasai asetmu."

Alana mengepalkan tangannya di balik saku jaket lebar yang ia kenakan. Rambut pendeknya tertutup hoodie, dan kacamata hitam besar menyembunyikan mata yang kini penuh dengan kilat amarah.

"Dia terburu-buru. Dia tidak sabar untuk mencicipi harta warisan orang tuaku."

"Itu memang tujuannya melenyapkan kamu,untuk menguasai harta kekayaan keluargamu ."

"Aku tidak akan biarkan mereka memperoleh semuanya,Aku tidak rela kalau harta peninggalan orang tuaku dikuasai oleh mereka ."

"Aku akan membantumu,aku juga muak melihat orang picik seperti mereka."

"Benarkah kamu akan membantuku,merebut  hakku dan membalas sakitku ini ?"

"Apa kamu masih ragu denganku ?"

"Tidak aku tidak ragu dengan kamu Arka ,justru aku sangat berterimakasih kamu sudah menyelamatkan hidupku,dan mau membantuku mendapatkan keadilan untukku .

"Aku melakukan ini iklas Alana,aku tidak mau kejahatan di depan mataku ,dan kamu jangan khawatir aku akan selalu ada di sampingmu,dan akan selalu mendukung langkahmu ."

"Terimakasih Arka ,Aku bersyukur Tuhan mempertemukan aku denganmu ,aku sendiri tidak tahu apa yang terjadi bila tidak bertemu denganmu ."

" Sudah kamu jangan membahas itu,Selanjutnya kita gimana ?"

"Kita harus pergi sebelum kedua brengsek itu beranjak dari sana " ajak Alana

"Kita nggak jadi kesana ".

"Nggak perlu buang buang tenaga saja ,."

"Bagus ,sebaiknya kita mulai rencana ."

"Rencana ?"

"Iya ,rencana untuk kamu kedepannya ."

"Menurutmu langkah apa yang harus aku ambil ?"

"Langkah pertama kita adalah mengambil modalmu di bank. Jika Rendy sudah memproses surat kematian, akun bankmu mungkin akan dibekukan dalam waktu dekat."

"Iya ,kamu benar,kita harus bertindak cepat,sebelum keduluan si bangsat itu ."

****

Perjalanan menuju pusat kota memakan waktu dua jam. Alana merasa seperti orang asing di kotanya sendiri. Setiap gedung, setiap papan reklame yang menampilkan wajah Rendy sebagai "Tokoh Pengusaha Muda Inspiratif", membuatnya mual.

Mereka tiba di sebuah bank swasta internasional yang terletak di jantung kawasan bisnis. Alana menarik napas panjang. Ini adalah pertaruhan besar.

Jika sistem bank sudah mencatat kematiannya, ia akan tertangkap. Namun, brankas pribadi (Safe Deposit Box) ini didaftarkan atas nama anak gadisnya, Alana Putri Adiguna, dengan sidik jari dan kunci fisik yang ia simpan di dalam liontin kalung yang tidak pernah ia lepaskan, bahkan saat ia ditenggelamkan.

"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang staf bank dengan ramah.

Alana menenangkan detak jantungnya.

"Saya ingin mengakses Safe Deposit Box nomor 409. Atas nama Alana Putri Adiguna."

Staf itu memeriksa data di komputer. Jantung Alana seolah berhenti berdetak selama beberapa detik yang terasa seperti keabadian. "Baik, Nyonya Putri. Silakan lakukan verifikasi sidik jari dan pindai retina di ruang dalam."

Beruntung, Rendy hanya mengetahui nama "Alana Adiguna". Ia tidak pernah peduli pada detail nama belakang asli Alana sebelum mereka menikah. Prosedur berjalan lancar. Di dalam ruang brankas yang sunyi dan dingin, Alana membuka kotak baja itu.

Di dalamnya tersimpan beberapa set perhiasan berlian warisan neneknya, tumpukan uang tunai dalam mata uang asing, dan sebuah map kulit berisi sertifikat tanah di daerah pegunungan yang nilainya kini pasti sudah melonjak berkali-kali lipat.

Namun, yang paling berharga adalah sebuah ponsel kecil dan diska lepas (flashdisk) yang berisi data-data penggelapan pajak yang dilakukan Rendy di awal kariernya data yang dulu Alana simpan untuk melindungi suaminya jika suatu saat terjadi masalah, namun kini akan menjadi peluru untuk menghancurkannya.

"Aku punya cukup uang untuk membeli identitas baru," ucap Alana saat kembali ke dalam mobil  Arka. Ia menunjukkan sekantong perhiasan itu.

Arka menyalakan mesin mobil. "Aku punya kenalan di dunia bawah tanah yang bisa membuatkanmu paspor, kartu identitas, dan latar belakang pendidikan yang sah secara sistem. Kau ingin menjadi siapa?"

Alana menatap ke luar jendela, melihat bayangannya di kaca. "Seseorang yang tidak akan pernah Rendy curigai.

Seseorang yang memiliki kekuatan, namun tetap misterius. Namaku adalah Elena Van Doren. Seorang janda kaya raya keturunan Belanda yang baru kembali ke Indonesia untuk berinvestasi."

*****

Minggu-minggu berikutnya adalah neraka pelatihan bagi Alana. Arka tidak hanya membantunya mendapatkan identitas baru, tetapi juga melatih fisiknya.

"Jika kau ingin membalas dendam, kau tidak boleh hanya mengandalkan otak. Kau harus bisa melindungi dirimu sendiri," tegas Arka suatu sore di halaman belakang gubuknya.

Alana dipaksa berlari, belajar bela diri dasar, dan melatih ketajaman instingnya. Setiap kali ia merasa lelah, ia akan mengingat rasa dingin air sungai yang menusuk paru-parunya. Rasa sakit itu menjadi bahan bakar yang tak pernah habis.

Selain fisik, Alana juga mengubah penampilannya secara total. Ia mengunjungi klinik kecantikan rahasia di pinggiran kota untuk menghilangkan bekas luka di wajahnya dengan laser, serta melakukan sedikit prosedur pada dagu dan kelopak matanya. Bukan untuk menjadi cantik bagi pria, tapi untuk menciptakan topeng yang sempurna.

"Kau terlihat berbeda," ujar Arka suatu malam saat mereka duduk di depan api unggun. Alana kini tampil dengan rambut bob tajam berwarna cokelat gelap, riasan mata yang tegas, dan aura yang sangat dominan.

"Alana yang lama sudah benar-benar mati, Arka," jawabnya sambil menyesap kopi pahit. "Elena adalah wanita yang dingin. Dia tidak mengenal ampun."

"Dan apa langkah pertama Elena?"

Alana tersenyum kecil, sebuah senyuman yang tidak mencapai matanya. "Rendy sedang mencari investor untuk proyek Adiguna City. Itu adalah proyek ambisiusnya yang sangat berisiko. Dia butuh dana segar karena ia terlalu banyak menghabiskan uang untuk gaya hidup mewah Lisa belakangan ini. Aku akan datang sebagai penyelamatnya. Aku akan menjadi investor utama yang akan

menjerat lehernya perlahan-lahan."

1
sunaryati jarum
Emak ingin tahu hasilnya
MayAyunda: ditunggu 😁
total 1 replies
sunaryati jarum
Sudah dah dig dug Rendy.Kau sebenarnya belum pandai berbisnis dan memimpin perusahaan,tapi sifat tamakmu membawamu sampai tahap ini Kamu belum menikmati harta yang kau rampas, sudah masuk penjara.
MayAyunda: He he
total 1 replies
MayAyunda
siap kak ,ditunggu kak 😍🙏
sunaryati jarum
Ayo lekas beraksi ,Elena
MayAyunda: ok siap beraksi kak
total 1 replies
sunaryati jarum
Kutunggu langkah pembalasan kamu,Elena
MayAyunda
terimkasih kak
sunaryati jarum
Nah jangan nangis bangkit dan atur strategi untuk membalas mereka serta merebut kembali semua harta milikmu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!