NovelToon NovelToon
Si Kembar Milik Tuan Asisten

Si Kembar Milik Tuan Asisten

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nouna Sagitarius

Karena kecerobohan nya sendiri seorang pria dewasa menarik tangan seorang gadis yang sedang berjalan dan dia membawanya ke suatu tempat.
Apakah yang terjadi kepada gadis malang itu?
ayok baca ceritanya hanya di noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nouna Sagitarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

Setelah banyak nya drama akhirnya mereka sudah berada di hadapan Sinta dan seorang pria dewasa.

" kamu di sini juga?"tanya Farah.

"Eh... Ada farah...,Iya..."jawab Sinta.

" Sama siapa Sinta,,?."

"Sama papaku."

"Oh..."

"Iya..."

"Kamu sama siapa?."tanya balik Sinta.

"Sama paman."

"Kamu punya paman lain selain om Sat?."tanya Sinta karena setau Sinta om Fara sama Fadil hanya om satria.

"Tidak."

"Terus...?"

"Paman ini kayaknya nyasar Sinta,paman ini terus ada di sekeliling kami, karena Farah baik hati maka Farah minta paman ini untuk temani aku,lagian mama sama Fadil tidak suka pada nya kan kasihan. Celoteh Farah yang membuat Arkan terdiam.

Setelah itu Farah sama Sinta menaiki permainan yang mereka suka meninggalkan dua orang dewasa yang tidak saling kenal.

Arkan melihat papanya Sinta sedang duduk di warkop dekat dengan pintu masuk biar dia bisa melihat dan memantau anak nya. Sementara Arkan meninggalkan mereka sebentar lalu kembali lagi, dia melihat papa nya Sinta lalu dia mendekatinya dan mengajak nya mengobrol.

" Papa nya Sinta?." tanya Arkan basa basi.

"Iya, anda papa nya Farah..."tanya nya balik.

Arkan bingung menjawabnya karena dia juga tidak tau harus menjawab apa takut jawaban nya salah, dia bukan tidak mau mengakui karena siapa pun yg melihat nya dengan Farah pasti mengatakan itu.tapi dia belum berani mengakuinya langsung masih ada hal-hal yg perlu dia tanyakan sama Khanza

"Apakah anda papa nya farah.?" tanya nya sekali lagi.

"Saya Arkan."

"Iya saya Brian, Anda papa nya Farah?."

"Bukan."

Sudah satu jam berlalu, beberapa permainan sudah mereka coba dari lempar gelang ,rumah pasir,ke kompakan ayah dan anak dan beberapa permainan lagi.

Saat ingin kembali ke tempat Khanza tangan mungil Farah menarik tangan Arkan yg memegangnya.

"Kenapa?."

"Paman bisa tidak kita duduk di sana sebentar?."pinta Farah.

"Emang kamu mau ngapain duduk disana?,Farah pingin sesuatu?."tanya Arkan mungkin saja farah ingin mainan lagi.

"Ada yang ingin Farah tanyakan sama paman?."

"Emang Farah ingin tanya apa?."

"Paman sebenarnya siapa?."

Arkan menaikan sebelah alisnya mendengar pertanyaan dari Farah?."

"Maksud farah apa?."

"Kata Sinta paman mirip sama Farah dan katanya kalau mirip berarti kita keluarga."ucap nya.

"Masa sih?."

"Iya...,katanya kalau mirip kita saudara, apakah paman ini saudara nya mama?,makanya paman ikuti kita terus dari tadi,paman juga tau nama mama Khanza."ujar Farah.

Arkan terdiam karena tidak tau apa yang harus dia katakan.

"Paman saudara jauh nya mama sama Om sat?." tanya nya lagi menatap Arkan.

"Paman bukan saudara mama kamu tapi..." ucapan Arkan terpotong karena Khanza memanggil Farah.

"Farah...."panggil Khanza.

"Mama..."

"Ayo kita pulang ini sudah malam." ajak Khanza.

"iya mah..,mari paman."kata Farah sopan.

"Jauhi anak-anak saya dan jangan pernah muncul lagi di sekitar kami..!.bisik Khanza pelan saat posisi mereka sedikit dekat.

Deg....

Arkan hanya bisa menatap punggung ke tiga orang itu,hatinya masih berkecamuk.apakah Khanza sudah menikah lagi dan memiliki anak tapi dia masih suami Khanza belum ada kata talak atau cerai.

Tiba di parkiran Arkan langsung masuk ke mobil dan saat dia menoleh dia melihat Khanza dan anak-anak Khanza berdiri di samping mobil mereka.

Antara turun atau tidak arkan bingung karena Khanza sudah memperingati nya agar tidak dekat, Arkan menghela nafas nya panjang persetan dengan peringatan dari Khanza.

"Kenapa?."tanya Arkan hati-hati.

Khanza menoleh siapa orang yg bertanya, dan setalah tau siapa orang nya dia langsung membuang muka dan sibuk dengan ponsel nya, entah siapa yg dia hubungi malam-malam begini.

" Kamu kenapa,apa terjadi sesuatu?." kembali Arkan bertanya.

Khanza masih belum menjawab dan tidak ingin jawab.

Arkan membuang nafasnya pelan.

"Oke,kalau kamu tidak mau menjawab?."

Khanza kira Arkan akan pergi karena dia melihat Arkan menuju mobilnya tapi perkiraannya salah Arkan kembali lagi.farah yg melihat Arkan berjalan ke arah nya langsung berdiri.

"paman kenapa balik lagi?."

"Mana mungkin paman bisa pulang meninggal kan kalian di sini?."

Bukan cuma Khanza yg memutar bola matanya tapi Fadil juga melakukan hal yg sama.

"Tidak perlu paman, paman pulang saja kami sudah biasa dan juga kami tidak mengenal paman."Fadil angkat bicara dia tidak suka ada orang asing yang sok kenal.

"Jangan terlalu dekat dan percaya sama orang asing farah, kamu masih kecil nanti kalau kamu di culik gimana?."lanjut Fadil lagi yang sudah berubah mode.

"iya..." kalau Fadil sudah memanggil nama nya tanpa embel-embel kakak berarti Fadil sudah dalam mode galak.

"Dan paman pergi dari hadapan kami, mama Khanza tidak suka sama paman.!" lanjut nya lagi.

"Paman hanya ingin membantu kalian,tidak ada maksud yang lain,ini sudah larut." kata Arkan membela diri.

"masih ada taxi, lagian mama sudah pesan taxi dan akan segera datang."ucap Fadil.

"stop...!, berhenti...,sebaiknya anda pergi dari sini kami tidak perlu bantuan anda dan juga jangan sok kenal karena kita tidak pernah kenal.!." cerca Khanza dengan menekan kata-kata nya.

"Saya hanya ingin membantu." ucap Arkan.

"tidak perlu.!"tekan nya lagi.

"Kalau begitu ijin kan saya untuk temani kalian."ujar Arkan.

" Tidak perlu!,, siapa anda!."sahut Khanza.

"Tapi Khanza ini sudah larut dan sebentar lagi akan hujan." kata Arkan lagi.

"siapa kamu..,mau larut malam, mau hujan,mau petir atau mau mati sekalipun tidak masalah bagi ku!,tapi dengan kamu ada di sini itu baru masalah besar bagiku!."kata nya dengan berteriak sehingga si kembar merasa takut karena baru kali ini mereka melihat mama nya semarah ini sama orang.

Arkan tidak bisa berkutik dia diam tanpa bisa berkata lagi, tapi tidak meninggalkan tempat itu.

Sementara Farah sama Fadil yang mendengar mama nya bersuara keras dan juga memerahi orang yang tidak mereka kenal merasa takut dan curiga.

Lama mereka diam hingga waktu sudah menunjukkan pukul 23:00.

Beberapa kali Khanza menelpon Abang nya tapi tidak ada jawaban.

Sesekali Khanza melihat jam di tangan nya dan juga dari ponsel nya,sementara taxi yang dia pesan belum tiba.

Hingga hujan pun turun dan mereka mencari tempat untuk berteduh.

Lama mereka menunggu taxi hingga telpon nya berbunyi dan itu dari taxi yang dia pesan.

"Kasian anak-anak mu mereka kedinginan dan juga ngantuk." Arkan membuka suara setelah Khanza menutup panggilan.

Khanza tidak ingin mendengarkan Arkan dia sibuk dengan ponsel nya lama dia berkutak Katik dengan ponsel nya hingga suara Fadil menghentikan kegiatan nya.

"Mama kapan kita pulang?, Fadil ngantuk dan kedinginan."tanya Fadil.

"Farah juga mama.....,dingin."timpal Farah.

"pikirkan anak-anak mu, setelah ini saya tidak akan pernah muncul lagi dan juga tidak akan mengganggu mu."ujar arkan lembut dan meyakinkan.

Setelah menimbang-nimbang akhirnya Khanza menyerah demi anak -anak nya.

Tanpa mengiyakan Khanza mengambil tangan ke dua anak nya lalu melangkah menuju mobil arkan.

Arkan yang melihat Khanza berhenti di samping mobil nya menyungging kan senyum tipis.

"masuk jebakan...,akhirnya aku berhasil membawa mereka dan tau di mana tempat tinggal Khanza, maaf ya Allah tadi aku hanya bercanda bilang tidak mengganggu nya lagi ."ucapnya dalam hati.

Di sepanjang perjalanan,Meraka hanya diam,Khanza memandang pemandangan dari  jendela jadi posisinya sedikit memiringkan tubuhnya  sehingga posisinya seakan memunggungi Arkan.

Arkan melirik sekilas, kemudian  mendesah dan sampai di tempat tujuan Khanza langsung turun dan membuka pintu bagian belakang  kemudi untuk menurunkan ke dua anak nya setelah itu dia meninggalkan Arkan tanpa ada kata say goodbye dan tanpa senyuman sementara Arkan yang melihat kelakuan Khanza hanya tersenyum.

...🌷ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ🌷...

1
Teh Euis Tea
benar kt Khanza klu ga di nafkahin lahir bathin dan istri tdk ridho maka jatuh talak 1
Rohmi Yatun
cerita yang menarik 👍
Dew666
👑👑👑
Teh Euis Tea
saling kenallah kan mereka suami istri
Teh Euis Tea
jgn salahkan mereka klu bermulut pedas itu turunan dari km Arkan
Teh Euis Tea
ada aj halangan mau ketemu istri yg hilang
Teh Euis Tea
ngelakuin sekali klu tokcer mah langsung jd arkan, apa lg klu ke2nya subur langsung jadi itu
Teh Euis Tea
mungkin itu istrinya arkan
Teh Euis Tea
jgn2 itu anak bosnya klu ga anak arkan
Isabela Devi
asisten masa Uda ketemu anaknya ga bisa mengenalnya
tia
lanjut thor
Supryatin 123
baru mampir thor❤️❤️ Lnjut thor 💪💪
Dew666
💃💃💃💃
Nouna Sagitarius: Masya Allah tabarakallah...
terimakasih kak bintang nya🙏
total 1 replies
Soraya
mampir thor lanjut
Teh Euis Tea
hadir baca thor, baru bab 1 tp sudah penasaran, bos sm asisten sama2 di tinggal istri kabur😁
Ma Em
Mungkin Dika dulu menyakiti hati istrinya makanya sang Ayah menyembunyikan nya .
Isabela Devi
knp ayah yg sembunyikan istri Dika
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!