NovelToon NovelToon
Sebait Doa, Sekeping Asa

Sebait Doa, Sekeping Asa

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Alvinoor

"Tuhan!, tidak banyak yang ku pinta, hanya kuatkan hati ku, bimbing langkahku, agar aku selalu sabar dan ikhlas dengan semua kehendak dan ketentuan mu ini".

Kisah perjuangan hidup seorang anak manusia, seorang remaja miskin, putra dari seorang penderita odgj bernama Kaenan.

Hinaan, caci maki, fitnah dan perundungan bahkan kekerasan fisik, sudah menjadi lauk makan sehari hari.

Meskipun hidup dalam kemiskinan dan tak punya siapa siapa, satu hal yang masih di yakini Kaenan, dia masih punya Allah dan doa doa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvinoor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Namun pada satu ketika, setelah kelulusan mereka, tiba-tiba gadis itu datang kembali, kali ini dengan membawa berjuta harapan dan mimpi mimpi indah untuk tuan muda Arifin.

Tuan muda Arifin yang memendam rasa cinta sejak sekian lama nya, menerima kedatangan Mona dengan kedua tangan terbuka.

Tanpa harus berlama lama, keduanya mengukuhkan hubungan mereka dalam satu ikatan pernikahan yang suci.

Gelap mata karena asmara, membuat tuan muda Arifin tidak lagi memikirkan apapun juga, meskipun tujuh bulan setelah menikah, Mona melahirkan di sebuah klinik kecil. Bidan yang menolong waktu itu mengatakan jika Mona melahirkan prematur.

Tuan muda Arifin mengambil tas kerja nyaa, berjalan sambil menunduk keluar kamar. Beberapa saat kemudian, suara mobil Pajero menderu keluar dari garasi.

Di dalam kamar nya, Mona menarik laci lemari hias nya, mengambil sebingkai photo seorang pria dan wanita paruh baya.

"Papah!, mamah!, aku tidak akan berhenti sebelum keluarga Baskoro keparat itu benar benar hancur, doakan anak mu ini ya pah?, damai lah di sorga pah!, mah!" ucap wanita paruh baya itu dengan air mata nya yang berlinangan.

Perlahan, wanita cantik itu bangkit berdiri, berjalan kearah lemari hias nya.

Dia berdandan beberapa saat, memoles bedak dan lipstik merah marun di bibir nya.

Kini wanita cantik yang sudah berusia paruh baya itu menjelma menjadi wanita yang semakin cantik dan terlihat jauh lebih muda lagi.

Dengan menenteng tas kecil, wanita cantik berpakaian ala gadis abg itu keluar dengan mobil Pajero sport milik nya.

Disebuah resto di pinggir Danau, Mona berhenti, lalu menepi, memarkirkan mobil nya di ruang parkir.

Dengan langkah yang agak tergesa-gesa, Mona berjalan memasuki resto itu.

Di tempat yang dia tuju, nampak seorang pria paruh baya berwajah tampan dengan kulit putih pucat sudah menunggu nya.

Saat melihat kedatangan Mona, pria bernama Arkana itu berdiri, kedua nya berpelukan sesaat, dengan cipika cipiki ala ala gadis remaja yang lagi pacaran.

Setelah Kedua nya duduk, mereka saling bertatap mata beberapa saat, menuntaskan rasa rindu meraka masing masing.

"Ada apa Mon?, kenapa kau mengajak aku bertemu di tempat ini, bukankah biasanya kita bertemu di kamar Hotel?, menurut hitungan ku, hampir sebulan ini kita belum melakukan nya, aku kangen melakukan nya dengan mu, kasihan kan si Otong, marah terus" ujar Arkana membenahi anak rambut Mona yang jatuh di dahi nya.

Mona tersenyum ramah membalas tatapan Arkana, pria yang menjadi kekasih nya semenjak mereka duduk di bangku kuliah dahulu.

"Aku juga ingin merasakan kenakalan si Otong, tapi ini bukan waktu nya sayang, disamping aku ada tamu, sekarang juga masih ada masalah dengan keluarga ku" ujar wanita cantik itu.

Arkana menatap wajah cantik Mona beberapa saat, lalu meneguk air liur nya saat melihat bibir sensual merah marun itu.

"Ada masanya apa?, masalah Caca?" tanya Arkana.

Mona menganggukkan kepala nya, "anak yang dahulu dibuang oleh Arifin, kini telah diketemukan kembali!" sahut nya dengan suara sedikit meninggi.

Arkana tersentak kaget, "haaah? Anak yang hilang sepuluh tahun lalu itu, kini diketemukan kembali?, bagai mana cerita nya?" tanya nya heran.

Mona kemudian menceritakan sesuai yang dia dengar dari Bianca dan Syafea.

"Lalu apa hal nya dengan ku?" tanya Arkana.

"Caca dijodohkan oleh Arifin dengan anak itu!" kata Mona.

Arkana terdiam beberapa saat, menelaah dan memikirkan apa tujuan Arifin mengawinkan Bianca dengan Kaenan.

"Bukankah beda usia mereka sepuluh tahunan?, apa anak itu mau, dan bagai mana juga tanggapan dari Caca?" tanya Arkana.

"Entahlah dengan anak itu, sepertinya dia lugu dan agak dungu sih, tetapi Caca menolak" jawab Mona.

"Aku bingung apa tujuan pria itu mengawinkan Caca dengan seorang anak yang baru gede itu?" ....

"Jawab nya harta warisan sayang, Arifin adalah manusia yang ambisius tetapi minim kepintaran, begitupun dengan adiknya, rupanya karma menimpa tuan Baskoro yang dahulu gemar menjatuhkan rival nya demi ambisi, sekarang kedua putra nya hanya bisa menghabiskan uang tanpa bisa mencari sumber uang" kata Mona.

Seorang pemuda datang menghampiri meja mereka, menanyakan pesanan kedua nya.

Setelah mencatat menu pesanan tuan Arkana dan Mona, pemuda itupun pergi meninggalkan kedua nya.

"Aku masih belum mengerti sayang, kenapa sepertinya kasus ini blunder di tempat itu!" ucap Arkana.

Tuan Arkana ini bukanlah pengusaha besar seperti tuan besar Baskoro, dia hanya seorang kontraktor kelas menengah, yang hanya mendapat borongan kelas tongkol, bukan kelas kakap.

Namun begitu, hubungan nya dengan Mona yang mereka jalin semenjak Mona menjadi Maba di kampus tempat Arkana kuliah, tetap terjalin, meskipun kedua nya sudah memiliki pendamping masing masing.

Arkana bukan nya tidak pernah melamar Mona pada orang tua nya, dia pernah melakukan itu, bukan sekali, malahan dua kali, tetapi kedua dua nya tetap di tolak oleh orang tua Mona, yang menginginkan putri nya mendapatkan suami pengusaha kaya.

Hingga akhirnya, Arkana dijodohkan orang tua nya di kampung dengan seorang gadis putri dari juragan penggilingan padi, hubungan Arkana dan Mona masih terjalin mesra. Malahan kedua nya telah melakukan hubungan yang bukan sekedar pacaran, tapi menjurus ke arah hubungan pasutri yang tidak seharusnya mereka lakukan.

Lamunan Arkana terhenti saat pipi nya di tepuk oleh Mona.

"Melamun apa ayo?, melamun jorok ya?" tanya Mona.

Arkana tersentak, lalu tersenyum nyengir, "tidak!, eh iya sayang, si Otong lagi kangen sama si tembem, habis hampir satu bulan tidak bertemu" kilah Arkana dengan gaya anak muda yang sedang kasmaran.

Mona mencubit pinggang Arkana, "sabar ah sayang, lagi ada tamu ah!" ujar nya.

Arkana pura pura merajuk, "ish! Biasanya juga, jika kau yang lagi butuh, meski tamu nya banyak, tancap aja, sekarang giliran si Otong yang marah marah, kau beralasan macam macam, curang ah!" ....

Mona tersenyum melihat sang kekasih yang lagi merajuk itu, "sabar lah sayang, ngertiin aku dong, aku harus mencari waktu dan saat yang tepat, jangan merajuk kaya gitu ah jelek tahu?, oke nanti selesai makan, kita langsung ke villa saja, biar si Otong sampai teler nanti, tapi tetap siang hari saja, malam aku tidak bisa pergi" sahut Mona.

Arkana menatap kearah Mona dengan wajah berseri seri, "beneran sayang?, setelah makan kita puas puasin si Otong nakal ini ya?" ....

"Iya!, bawel kaya emak emak lagi belanja sayur ah!" ....

"He, he, he, he!" Arkana cengar cengir, "tapi sayang, aku masih tidak mengerti dengan isi pikiran si Arifin itu" .....

"Begini sayang, kau tahu kan kelakuan dan kemampuan si Arifin dan si Irfan itu kan?, mereka besar omong ketimbang isi otak nya, nah si tua Baskoro mengerti semua nya, sehingga tidak mau membagi seluruh harta kekayaan nya kepada kedua putra nya, yang dapat bagian hanya tiga orang cucunya, dengan persentase Caca mendapat tiga puluh persen, Syafea tiga puluh persen, dan sisa nya yang empat puluh persen untuk anak muda itu, nah sampai disini paham kan tujuan si Arifin licik itu?, dengan mengawinkan Caca dan keponakan nya itu, tujuh puluh persen saham Hanggada group menjadi milik nya, itu lebih dari cukup untuk mengakuisisi seluruh kepemilikan Hanggada group, kau mengerti?" tanya Mona.

Arkana terdiam sesaat, lalu tertawa terbahak bahak, hingga air mata nya keluar dari sudut mata nya.

"Ha, ha, ha, ha!, benar benar licik hitungan si Arifin itu ya?, rupanya dia masih meyakini jika Caca itu putri nya, tidak tahunya itu putri ku, aku seharus nya berterimakasih kepada pria tolol itu, yang demi cinta kepada mu, dia rela membuta kan mata nya, menulikan telinga nya, dan membuat tolol otak nya, aku sangat setuju sayang, setelah mereka semua hancur, barulah jagoan yang sesungguh nya keluar, setelah cita cita mu tercapai, sesegera mungkin aku menikahi mu sayang, kau tak apa apa kan jadi istri kedua?" tanya Arkana.

"Secara hukum aku istri kedua, namun kita sudah melakukan nya, jauh sebelum kau menikah dan punya istri, jadi bagiku aku tetap yang pertama" sahut Mona.

Arkana pun tersenyum masam, "bagiku, meskipun kau setiap malam di goyang si Arifin licik itu, tetapi tetap saja aku pemilik tunggal yang sesungguh nya, biarlah si tembem ku berbagi, namun dihati mu akulah satu satu nya tuan disana, iya kan sayang?" tanya Arkana.

Mona menggenggam tangan Arkana seraya menganggukkan kepala nya, "pasti sayang, kau lah satu satu nya tuan di hati ku, yang lain hanyalah tamu saja!" sahut nya.

"Namun tamu yang ikut mandi di sumur tembem ku!" sahut Arkana dengan wajah sedikit kecewa.

"Kau juga kan?, setiap malam kau mandikan si Otong ku di Sumur orang lain sepuas puas nya, dan aku harus bersabar" ....

Omongan random kedua nya terhenti, ketika pelayan datang mengantarkan pesanan mereka.

Keduanya segera menikmati makanan itu tanpa berkata kata lagi, hanya sesekali muncul candaan ringan.

Setelah selesai makan, Mona membayar harga makanan mereka berdua, lalu keduanya pergi arah ke luar kota dengan mobil masing masing.

Di luar kota, disebuah pantai yang terpencil dan sepi, ada sebuah villa kecil. Disitulah tujuan kedua mahluk beda gender itu.

Kedua nya sibuk menuntaskan hasrat busuk yang telah lama mereka pendam. Jangankan hanya tamu bulanan, aturan tuhan saja tidak mereka hiraukan.

Dunia memang sudah tua, kiamat hampir tiba, manusia nya sudah pikun semua nya. Khamar dan sejenis nya dijual bebas, perzinahan dilakukan sudah terang terangan. Harta dan kemuliaan Duniawi menjadi tuhan yang sembah dan di agung agungkan. Intrik licik, dan akal jahat menjadi senjata utama untuk saling menjatuhkan, demi kepuasan Duniawi.

Pagi itu, Kaenan pergi ke pondok Syarif dengan menumpang Go-Jek.

Anak muda itu pergi pagi pagi, sebelum Syarif pergi kerja ke proyek.

Kebetulan Motor milik Aisyah, tertinggal di pondok Syarif.

Kaenan tidak berpamitan dengan kakek nya, dia hanya berpamitan dengan nenek Carla saja, bahwa dia ingin kembali ke pondok Syarif.

Meskipun tanpa kemewahan, tetapi dipondok usang itu, Kaenan menemukan arti kedamaian hidup yang sesungguh nya.

Dari subuh, selesai sholat, dia sudah berangkat ke pondok Syarif, dia takut sahabat sekaligus saudara angkat nya itu keburu pergi kerja ke proyek milik mang Hamit.

...****************...

1
Was pray
makin lama hidup kae bukan semakin tenang tapi makin semrawut
Was pray
telat mikirnya Jeny, makanya otak ditaruh di kepala jangan di lutut biar gak lemot mikirnya
Was pray
kalau memang kamu benar2 cinta sama Jeny maka perjuangkan dan pertahankan, cinta tidak butuh janji tapi bukti. cinta beda tipis dengan suka, cinta butuh pengorbanan dan keteguhan sedangkan suka timbul karena bisa memuaskan diri, disaat sudah puas maka rasa suka akan musnah
Night Watcher
kan bener dugaanku.. ucup terlibat..🤦
Night Watcher
mengerikan sekali amanah yg kau terima kae..
Was pray
ajak kakek Sumantri tinggal bersama aja kae, dan kajet Sumantri angkat kae jadi cucu angkatnya, sehingga tidak perlu meninggalkan indonesia, dan kakek Sumantri tetap bisa nyaman menjalani sisa hidupnya dengan tenang
Night Watcher
lah.. tadi jam sebelas mereka sudah pulang, kok masih ngumpul dan bertanya sama kae??????😇
Night Watcher
nah.. udah punya keberanian melawan penindasan dari siapapun
lanjuuut..
Night Watcher
lumayan puas karna Doris dipatahin tangannya..🤭
Night Watcher
nama aslinya Doris al Darius.. 🤭
Was pray
nah gitu kae... jangan mau direndahkan orang lain hanya karena harta, tahta, itu baru anak Sholeh yg sebenarnya
Was pray
mampus kae kali ini... sakit hati Doris membawa dendam pada kae, semat dari jurang kuni masuk jebakan doris
Night Watcher
letoy upnya.. udah suka ceritanya, udah tak vote, malah gak tentu lanjutinnya😓😓😓
Night Watcher
ternyata masih lanjut nih cerita, kirain udah gak kegarap lagi...🤭🤭
kebanyakan proyek.. 😂😂😂🤭
Was pray: up nya lemot... kayak siput 🤭🤭🤣
total 1 replies
Night Watcher
nanti pas malam2 Kae & Jenny berdua lagi, nyanyi in lagu "TIRAI".. 🤭🤭🤭
Was pray
dua kali jawaban kae yg menunjukan dia bukan orang Sholeh waktu nyawanya disematkan oleh Jeny, pertama waktu ditolong saat dikeroyok preman dan dibawa ke rumah sakit, bukanya berterimakasih tapi malah menyalahkan Jeny, ke dua ya kali ini , susah payah disematkan dari jurang mundung bukan terimakasih tapi malah menyalahkan Jeny Krn repot2 menyematkan, tau begitu gak usah ditolong, katanya anak Sholeh tapi mulutnya gak bisa dikontrol, asal njeplak/mbacot
Night Watcher
lanjut kuy.. jangan kelamaan..
jgn sampe lupa alurnya.
makin penisirin... 🤭🤭🤭
Was pray: pinisirin kae si anak bisa buat anak.... 🤣🤣🤣
total 1 replies
Night Watcher
horrreeeeee....!!!!!
alhamdulillah.. ketemu kaenan... 😂😂🤭🤭
Night Watcher
kayaknya ucup terlibat ini...
mungkin yg menjongkrok kan kae si ucup...🤭🤭🤭
Night Watcher
rusli atau ramli yg ikut ya?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!