NovelToon NovelToon
Saat Istriku Setuju Bercerai

Saat Istriku Setuju Bercerai

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyelamat
Popularitas:13.9k
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad Yunus

Gavin tidak menyangka istri yang dulu berbuat licik demi menikah dengannya, Tiba-tiba setuju bercerai.

Dua tahun menikah dengan rasa dendam, Gavin tidak pernah benar-benar mengenal sosok Azalia, ah, lebih tepatnya tidak peduli.

Perceraian yang dinanti itu akhirnya akan segera terwujud. Gavin sudah tidak sabar menunggu kedatangan kekasihnya yang dulu pergi karena dirinya terpaksa menikah.

Lantas apakah perceraian yang dinanti Gavin akan benar-benar terwujud?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan yang samar.

Satu kata untuk wanita ini adalah gila!

Dia berakting untuk mendapat simpati orang, berpura-pura lemah berharap seseorang akan iba padanya.

Dia dan keluarganya memang sangat licik, pikiran picik

yang mendarah daging.

Itu yang ada di kepala Alvin saat ini, saat dia sedang mengikuti mobil ambulans yang membawa Azalia.

Alvin jugalah yang memanggil ambulans dari rumah sakit kota agar Azalia tidak bisa lari dari pantauannya. Akan menjadi urusan Gavin apakah dia akan menahannya atau tidak.

Tiba di pelantaran rumah sakit, semua petugas buru-buru menurunkan Azalia.

Alvin hanya memantau dan bersandar di body mobilnya, menyeringai, menertawakan akting Azalia yang cukup meyakinkan.

Namun sebelum mereka membawa Azalia masuk ke ruang gawat darurat, Alvin melihat seorang Dokter yang baru keluar dari arah dalam tiba-tiba berlari ke brankar Azalia.

Dokter itu tampak panik.

"Azalia!"

Bahkan mengenali wanita itu.

Seorang suster bertanya.

"Anda kenal pasien ini, Dok?"

Dokter itu langsung mengangguk cepat.

"Ya, dia pasienku. Kondisinya sangat mengkhawatirkan. Tolong, cepat bawa masuk!"

Alvin mengernyitkan keningnya. Dia cukup jelas mendengar ucapan dokter tersebut.

Kondisinya sangat mengkhawatirkan?

Kemudian dia mendengus. Tidak mungkin. Wanita seperti Azalia, selain hanya bisa menipu orang, apalagi yang bisa dia percaya.

Namun, ucapan Azalia yang mengatakan dia tidak pernah menyesal atas apa yang sudah ia lakukan padanya, terngiang.

Memang apa yang pernah Azalia lakukan?

Pasti tentang rasa bersalah karena sudah membuat keluarganya malu di masa lalu.

Tapi ternyata, sudah hampir 1 jam sejak Alvin melihat perawat membawa Azalia masuk tadi, dia tidak juga pergi dari sana.

Nyatanya, sepenggal kata Azalia benar-benar mengusiknya.

Melihat Dokter Wahyu keluar, buru-buru dia menegak, datang padanya. "Bagaimana keadaannya?"

Dokter Wahyu menatapnya.

"Apa Anda keluarga pasien?"

"Bukan. Saya temannya." Demi apapun Alvin enggan mengakui bahwa Azalia adalah kakak iparnya.

Dokter Wahyu menatapnya sesaat, ekspresinya berubah datar. "Maaf, saya tidak bisa memberikan informasi mengenai pasien tanpa izin darinya sendiri."

Alvin berdecak, menduga jawaban itu akan keluar dari mulut dokter tersebut. "Tapi aku yang membawanya kesini. Setidaknya beri sedikit informasi. Wanita itu pura-pura atau memang benar-benar sakit?"

Tidak ada reaksi berlebihan di wajah Dokter Wahyu. "Saya tetap tidak bisa membocorkan kondisi medis pasien tanpa persetujuannya," ulangnya tenang. "Namun, jika Anda benar-benar peduli, saya menyarankan Anda menunggu sampai pasien sadar."

Alvin mendengus, tentu dia tidak menyukai jawaban itu.

Akan tetapi sebelum ia bisa membalas, seorang perawat menghampiri dan mengabarkan bahwa Azalia sudah sadar. Dokter Wahyu segera melangkah masuk ke ruangan, meninggalkan Alvin yang masih berdiri dengan keraguan.

Azalia membuka pelan matanya. Pandangannya kabur beberapa detik sebelum akhirnya menjadi jelas. Cahaya putih dari lampu di atasnya terasa menyilaukan, membuatnya mengerjap.

Aroma familiar langsung menusuk indra penciumannya. Belum sempat bereaksi banyak, Dokter Wahyu sudah datang.

"Dengar, Azalia." Suara dokter Wahyu terdengar lembut namun tegas. "Kamu tahu sekarang ada di mana? Kamu di rumah sakit. Kamu pingsan dan seseorang membawamu kemari. Kamu ingat apa yang terjadi sebelumnya?"

Azalia mencoba mengingat, keningnya berkerut samar. Tapi hingga beberapa menit berlalu dia tidak bisa mengingat apa yang sudah terjadi sebelum dia pingsan.

"Aku..." Azalia menelan ludah. Menggeleng pelan lantas menunduk.

Dokter Wahyu menghela napas kecil. Ia sudah menduga hal ini. "Kamu mengalami mimisan hebat sebelum pingsan. Dan ini pasti bukan pertama kalinya, kan?"

Azalia membisu. Tapi pada akhirnya ia mengangguk pelan.

Dokter Wahyu mengamati wajahnya dengan seksama sebelum melanjutkan, "Azalia, aku harus bicara jujur padamu. Kondisimu memburuk lebih cepat dari yang seharusnya. Aku sudah menyarankan pemeriksaan lebih lanjut sebelumnya, tapi kamu menolak. Sekarang, aku tidak bisa membiarkan kamu mengabaikannya lagi."

Azalia menundukkan kepala, menggigit bibir bawahnya. Azalia tahu tubuhnya semakin lemah, ingatannya sering hilang. Ia hanya takut untuk mengakuinya.

Dokter Wahyu melanjutkan dengan nada yang lebih lembut, "jika kamu tidak segera mendapat penanganan yang tepat, aku khawatir waktumu tidak akan lama lagi."

Azalia menggenggam selimut di atas tubuhnya, jari-jarinya bergetar halus. Kata-kata dokter Wahyu seperti bola api yang menghantam dadanya.

Ia tidak takut mati. Yang ia sesalkan adalah... Pada akhirnya, ia akan lenyap dari dunia ini tanpa seorangpun yang mengingatnya.

Di luar ruangan, Alvin berdiri diam. Ia tidak masuk, hanya mendengar percakapan dari celah pintu yang sedikit terbuka.

Dan untuk pertama kalinya, ada sesuatu di dalam dirinya yang terasa tidak nyaman.

Alvin tidak percaya akan merasa kasihan pada Azalia. Tapi melihat wajah pucat itu, mendengar kata-kata Dokter tadi.

Alvin mulai bertanya-tanya.

Benarkah Azalia hanya akting?

Atau selama ini, ia dan keluarganya telah membenci seseorang yang sebenarnya sedang sekarat?

Harusnya sudah tidak ada lagi yang menahannya sekarang. Seharusnya Alvin bisa kembali ke penthouse nya, melepas lelah, dan berbaring nyaman di tengah kemewahan.

Namun, Alvin justru masih tertahan di rumah sakit, bukan karena ada yang memintanya, tapi hatinya yang menjadi enggan pergi.

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Sementara di kantor, Gavin tidak melakukan apa-apa. Sudah satu jam ini dia hanya memandangi layar ponselnya.

Jika layar itu mati, ia akan menyalakannya lagi. Begitu terus berulang-ulang.

Seperti ada sesuatu yang tidak berjalan semestinya.

Seperti ada yang hilang.

Sudah tidak ada lagi pesan yang muncul setiap sore, pesan dari Azalia yang menanyakan apa dia pulang atau tidak. Sudah lama juga tidak ada bekal makan siang yang sampai ke mejanya.

Rindu? Gavin mendengus memikirkannya. Ini hanya masalah kebiasaan saja yang tiba-tiba lenyap. Hanya masalah waktu sampai nanti kembali normal.

Pintu ruangannya diketuk, tak lama muncul Alvin yang terlihat kuyu hari ini.

"Kau benar-benar tidak pulang?" Alvin bertanya pada kakaknya. Dia menarik kursi di depan meja Gavin, duduk di sana, menghela napas berat. "Bisa bantu aku memeriksa sesuatu?"

"Apa?" Gavin bertanya dengan malas, meletakkan ponselnya ke atas meja dan menyandar.

"Mendapatkan informasi data pasien di rumah sakit kota." Alvin terlanjur mengatakan jika dia hanya teman Azalia, sedangkan status Gavin memungkinkan mendapatkan informasi yang di inginkan.

"Data siapa yang ingin kau dapatkan?"

"Azalia."

Gavin tertawa mengejek. "Waktu itu kau yang selalu bertanya mengenai perceraian kami, sekarang kau yang sibuk mencari informasinya."

"Aku hanya takut dia akan menipumu lagi, aku baru saja mengantarnya ke rumah sakit kota karena dia tiba-tiba pingsan. Sialnya dokter merahasiakan informasinya. Aku yakin, kali ini pun, dia juga sedang menyusun skema untuk menipumu dan berharap kau akan simpati padanya."

Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut Gavin. Tatapannya serius, tapi tidak ada ekspresi yang terbaca.

"Keluarlah! Aku yang akan mencari tahunya sendiri."

######

Lebih dari 20 like dan 5 komen, episode berikutnya segera menyusul

1
Vie
ya siapapun pasti akan sangat hancur bila tau keadaannya seperti ini, terus dia merasa hanya dikasihani setelah apa yang dulu Gavin lakukan padanya.... itu wajar sih.... karena ini menyangkut nyawanya yang mungkin tinggal menunggu waktu akan menjemputnya... 😭😭😭😭
Bela Viona
ntah akan ad keajaiban kesembuhan azalia atau hanya tinggal kenangan tentang Azalia.
kalaupun azalia tinggal kenangan,please thor..tinggal kn lh kenangan Azalia bersama Gavin berupa sosok seorang bayi mungil. anak mereka.
kalau pun ad kerajaan, sembuhkan lh azalia. nth dgn pencangkokan ginjal atau bangun lgi setelah koma..
Rahma Inayah
mmg ya si Marta GK tau malu
Kar Genjreng
perih ya ketika sedang mengharapkan kedatangan nya selalu di anggap pura pura atau hanya sedang bermain drama,,, padahal sedang menahan lara luar biasa,,, sekarang bagitu terlanjur bsekarat baru lah percaya,,,ya semoga bergerak cepat siapa tau ada keajaiban,,😭😭
Dew666
💎💎💎
Ais
knp kamu buat azalia baper vin tega kamu🤣🤣
Ila Latifah
martha nanti sore hadiahnya bangkrut.
Ais
hmm bahaya kuatirnya alvin jatuh cinta sm azalia
Hani Ekawati
Sekarang giliran tau tentang kebenaran itu si Alvin mau berbuat baik, lah kemaren kemaren Azalia di hina Mulu sama kamu Alvin.
Jadi Gedeg sama dua laki laki kakak beradik ini.
Anonim
BUSET GAVIN TUHAN KAH???? DIA BISA BELI TAKDIR PAKE DUIT ... GOKIL GOKIL
Rahma Inayah
apa mkn rena km setia 2 THN di luar negeri GK ada pria yg dkt dgn mu secara hidup di luar negeri bebas ..
Dew666
💄💄💄
Rahma Inayah
dl.sangat benci azalia tp sekrg seolah orng kasian pada nya
Anonim
bacot
sutiasih kasih
kau bilang ini msalah kecil galvin...
seabaiknya km kmbalikn ginjal azalea dech....
mulut laki" sampah kau alvin🙄🙄
sutiasih kasih
nyesek dgn takdir hidupmu azalea....
punya org tua nyatanya hidupmu layaknya yatim piatu....
punya suami... tpi km seolah janda... bhkn km harus merasakn kbencian dri suami & keluarga besarnya...
smoga kelak ada keajaiban untukmu hidup bahagia azalea...
Hani Ekawati
Sekarang dua kakak beradik itu jadi berlomba lomba menunjukan rasa peduli pada Azalia
Hani Ekawati
Cemburu ya 😂🤭
Hani Ekawati
Merasa kisahnya sama kaya dalam drama itu 😂
Hani Ekawati
Mirip kisahnya sendiri 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!