NovelToon NovelToon
Desa Pocong

Desa Pocong

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: qsk sri

Berlatar di sebuah desa bernama Desa Suka Makmur. Anggap saja salah satu desa di Jawa Barat. Desa dengan beberapa fasilitas yang tersedia, seperti bangunan sekolah dasar, balas desa, puskemas pembantu, posyandu , lapangan sepak bola dan lainnya. Namun dibalik itu desa tersebut menyimpan kisah misteri dan terkenal dengan kemistisan nya. Desa pocong sebutan lain dari nama desa itu. Terdapat pantangan untuk tidak membuka pintu dan jendela di malam hari. Lebih-lebih keluar di waktu malam , apapun alasan nya. Jika melanggar maka siapapun akan terkena musibah. Sebuah teror, celaka , jatuh sakit , bahkan hingga kematian. Namun tak hanya itu , teror lain turut membayangi warga desa. Hingga seorang gadis pendatang baru yang tinggal di salah satu rumah yang terkenal angker berusaha mencari tahu tentang desa itu. Fitri namanya, gadis dengan kemampuan spiritual yang akan membantu warga desa terbebas dari ketakutan nyata teror pocong yang sudah berjalan berpuluh-puluh tahun lamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon qsk sri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Suara gamelan

Fitri terkejut saat merasakan sesuatu melingkar di kedua kakinya. Fitri menunduk hendak menarik tali tersebut akan tetapi, tali itu malah menarik tubuhnya hingga masuk ke dalam kolong tempat tidurnya.

Bruuukkk'

Duk'

Fitri terantuk, kening nya mengeluarkan darah segar yang lumayan banyak. Fitri meronta saat tarikan di kakinya terasa semakin kuat. Sekuat tenaga pula gadis itu menahan tubuh nya agar tak terseret semakin dalam. Karena entah mengapa kolong tempat tidur itu terasa lebih luas dan gelap.  Seolah ada ruang lain dibalik nya.

"Aaaaaaa..."

Deru nafasnya memburu,kakinya yang terikat terus bergerak-gerak sementara kedua tangannya semakin kuat berpegangan pada ranjang tempat tidurnya. Namun tarikan dikakinya semakin kuat,dan Fitri tak sanggup lagi bertahan. Hingga pada akhirnya pegangan nya terlepas dan tubuh nya terseret semakin dalam.

"Aaaaaaaaaa ....."

Akan tetapi, di saat tubuhnya hampir lenyap tertelan lubang hitam sebuah tangan menangkap tangan Fitri. Maria dan Jamilah datang dan langsung menarik Fitri keluar.

"Kamu gak apa-apa?" Tanya Maria panik.

"Gak apa-apa. Tadi itu apa ?" Tanya Fitri nampak shock dengan apa yang baru saja dia alami.

Maria menggeleng,"Aku gak tahu,tadi aku denger kamu teriak aku langsung masuk dan lihat kamu ada yang narik " Tutur Maria

"Kamu dalam bahaya Fitri. Kamu harus lebih berhati-hati!" Ucap Jamilah sambil melirik ke bawah tempat tidur.

"Memangnya ...tadi itu apa ?" Tanya Fitri mengerut kan keningnya.

***

Fitri termenung di teras rumah. Di keningnya terpasang perban yang menutupi luka nya. Pagi yang cerah nampak nya berbanding terbalik dengan suasana hati Fitri. Semalam dia telah mengalami hal yang tak masuk akal namun cukup membahayakan nyawanya. Sampai saat ini dia masih belum mendapat jawaban atas pertanyaannya.

"Semalam itu...apa ?" Gumam nya.

Saat tengah melamun sendirian,Nina datang dan langsung terkejut melihat perban yang menempel cantik di kening keponakan nya. Rantang makanan yang dia bawa segera ditaruhnya di lantai.

"Ya ampun Fit ,itu kenapa kening kamu ? Kamu jatuh ?" Tanya Nina nampak panik.

"Cuman kejedot pintu kok" Jawab Fitri sambil nyengir kuda.

"Cuman tapi bikin luka,bukan cuman namanya. Udah makan obat belum ,kamu demam gak ?" Tanya Nina lagi.

"Aku gak apa-apa kok bi,cuman segini gak ada apa-apanya. Malah dulu....." Kata-kata Fitri terhenti merasa ada yang aneh pada dirinya.

"Malah dulu apa ?" Tanya Nina menyipitkan matanya.

"Gak tahu bi,aku kaya yang pernah ngalamin sesuatu yang lebih besar ,tapi aku gak tahu apa. Eh,bibi bawa makanan ya ? Kecium banget dari baunya " Ucap Fitri mencoba mengalihkan pembicaraan.

Nina menghela nafas ," Iya. Kamu belum sarapan kan ?" Tanya Nina.

"Belum bi,baru habis mie goreng satu piring saja tadi" jawab Fitri.

"Lah,...itu apa namanya kalau bukan sarapan Fit ?" Heran Nina

"Hehehe....sarapan kan lebih afdol nya makan nasi ,kalau mie bukan nasi gak berasa sarapan" Jawab Fitri sambil nyengir.

"Ya ampun, ada-ada saja kamu" Nina geleng-geleng kepala.

"Ya sudah ,sana makan dulu! Bibi gak lama,mau ke rumah Bu Nina"

"Lah,bibi kan Nina ? Bibi mau pulang " Tanya Fitri.

"Memangnya cuman bibi yang namanya Nina di kampung ini...sudah ya,bibi pergi dulu "Nina nampak terburu-buru.

"Memang ada apa di sana bi ?" Tanya Fitri penasaran. Nina yang hendak melangkah kembali terdiam mendengar pertanyaan Fitri.

"Katanya anak nya Bu Nina hilang,sekarang warga pada ikut nyari,paman mu juga lagi ikutan nyari " Jawab Nina

"Hilang ?" Gumam Fitri.

"Iya. Bibi pergi dulu ya,jangan lupa dimakan!"

Fitri menatap punggung bibinya yang semakin menjauh,lalu hilang di tikungan.

"Pantesan pagi ini rasanya sepi banget,pada nyari orang hilang " Gumam Fitri pelan.

Fitri menghela nafas panjang,tatapan nya beralih pada rantang makanan.

"Jadi laper lagi gue " Gumam nya.

Di saat itu,suara deru mesin motor berhenti di depan rumah. Fitri yang hendak beranjak masuk mengerutkan kening melihat Kojek turun dari motornya dan langsung menghampirinya.

"Ngapain dia ke sini ? Perasaan gue gak pesen ojek deh" Gumam Fitri membatin.

"Hai Neng cantik...good morning selamat pagi....Abang bawain bubur ayam nih,kita sarapan bareng yuk!" Ucap Kojek sambil menunjukan tentengan yang dibawanya.

"Ya ampun,itu kenapa ?" Tanya Kojek saat melihat perban di kening Fitri.

"Gak apa-apa,semalam jatuh kejedot pintu" Jawab Fitri dengan tatapan tertuju pada tentengan Kojek.

"Udah diobatin ?" Tanya Kojek lagi.

"Udah,makanya sudah diperban "

"Parah gak ?"

"Kalau parah gue pasti sudah ada di rumah sakit sekarang"

"Syukur kalau gak parah. Ini Abang bawain sarapan bubur ayam. Dimakan ya..."

"Maaf bang,tapi gue baru saja selesai sarapan" Tolak Fitri.

"Oh gitu ,kalau begitu ,buat dimakan nanti siang juga gak apa-apa" Ujar Kojek.

"Nanti siang ? Yang benar saja ! Itu bubur pasti berkuah nanti !" Ucap Fitri tak habis pikir.

"Buat aku saja Fit....aku mau " seru Berliana.

"Aku juga mau ...." Lirih Edward

"Kalau begitu makan sekarang saja, pelan-pelan saja yang penting habis " Ucap Kojek masih memaksa.

"Ya ampun bang,mohon maaf ya tapi perut gue udah kenyang banget,dimakan siang udah gak enak udah berkuah nanti. Lagian gue kurang suka makan bubur,apalagi sudah dingin " Tolak Fitri lagi.

"Ih...si Fitri mah.... dibilang aku mau ...." Keluh Berliana.

Kojek menghela nafas panjang, ekspresinya dibuat memelas agar Fitri mau menerima bubur ayam nya.

"Ya sudah ,sini gue terima. Tapi kalau gue kasih lagi ke temen gue gak apa-apa kan ..." Tanya Fitri.

Kojek berbinar, baginya terserah saja mau diberikan pada teman nya,yang penting bubur ayam nya diterima oleh Fitri.

"Nah gitu dong ,dari tadi. Nih...." Namun dalam benaknya dia berpikir,teman nya yang mana karena selama beberapa hari kenal dengan Fitri,tak pernah dia melihat Fitri bersama teman nya.

"Biar temen gue saja yang ambil,tangan gue repot bawa rantang ini " Ucap Fitri lalu memberi kode pada Berliana untuk mengambil bubur ayam itu dari tangan Kojek.

Berliana bersorak kegirangan,lalu melayang pelan ke arah Kojek.

"Terima kasih bubur ayam nya ya...abang Kojek " Ucap Berliana sembari meniup tengkuk Kojek.

Sontak saja dia terperanjat melihat bungkusan bubur ayam yang melayang sendiri,ditambah bulu kuduknya yang meremang.

"I....i...itu...k...kenapa ....melayang sendiri?" Tanya Kojek terbata-bata menunjuk bungkusan nya.

"Itu temen gue, kuntilanak penunggu rumah ini. Kalau besok-besok mau datang bawa makanan lagi bawa yang banyak,karena di dalam masih banyak kawanan nya. Mereka juga pasti mau" Ucap Fitri sambil menyeringai lebar.

"K...k...ku... kuntilanak....? Kamu bercanda ?" Tanya Kojek setengah tak percaya.

"Beneran,kok bercanda" Ucap Fitri

"T.. tapi ..."

"Terserah kalau gak percaya. Gue cuman mau ngingetin, hati-hati karena kalau mereka udah suka sama sesuatu pasti tidak akan melepaskan nya dengan mudah. Hari ini teman gue dikasih bubur ayam, besok-besok pasti nagih makanan lain " Ujar Fitri sambil tersenyum jahil.

"Jangan nakut-nakutin dong neng...! Neng kalo bercanda suka bisa saja,Abang kan jadi takut neng " Kojek mengira Fitri tengah bercanda.

Fitri tersenyum tipis," Bang,...Lo tahu kenapa gue bisa betah tinggal di rumah ini sendirian? Rumah yang katanya angker?" Tanya Fitri

"Kenapa ?" Tanya Kojek penasaran.

"Yaaa...karena gue bisa lihat mereka,dan sekarang kita CS san. " Jawab Fitri sambil melirik Berliana.

"Neng serius apa bercanda nih ...?" Tanya Kojek yang mulai merasa tak nyaman.

"Serius lah...masa bercanda !" Sahut Fitri bersungguh-sungguh.

"Berarti neng indihom ?"Celetuk Kojek

"Lah...dia kata gue layanan digital " Gumam Fitri membatin.

"Indigo kali bang ,kok indihom sih ..."Heran Fitri.

"Hehehe....nah, itu maksudnya Abang " cengir Kojek.

Ketika itu,banyak warga berlarian dengan wajah yang panik. Kojek mencegat salah satu warga.

"Pak ini ada apa ? Kenapa lari-larian ? Lagi lomba lari maraton ya...?" Tanya Kojek.

Fitri menoleh cepat ke arah Kojek.

"Bukan Jek...tapi itu....si Mamat ! Anaknya Bu Nina dan Pak Sanip,katanya semalam Mamat hilang,tadi baru ditemukan meninggal di ujung jalan desa" Jawab orang itu dengan nafas memburu.

"Innalilahi... wainnailaihi rojiun...." Lirih Fitri diikuti Kojek.

"Si Mamat anaknya Bu Nina dan pak Sanip ?" Tanya Kojek lagi.

"Iya! " Jawab pria itu tegas ,"Katanya semalam si Mamat denger suara gamelan terus kesirep " Ujar orang itu lagi.

Fitri menunduk, keningnya berkerut . Pikirannya kembali teringat saat malam sebelum dirinya tertarik ke kolong tempat tidur.

"Suara gamelan ?" Gumam Fitri pelan.

.........

1
Kardi Kardi
ALHAMDULILLAHHH. COME ON TO HOMEEEE👍
Kardi Kardi: bismillahhh. goooo💪
total 1 replies
Kardi Kardi
DREAM ALIAS MIMPI LAGI KAH ?💪
Kardi Kardi: yup. maybeee💪
total 1 replies
Nurr Tika
ridho selamet untung filing fitri bener
Nurr Tika
penasaran ya fit ada mesteri pa didesa
Nurr Tika
😄😄😄 ya ampun bi nina ga usah tkut setanya udah besti ma fitri
falea sezi
🤣🤣 ngakak bi nina ketakutan sendri
Kardi Kardi
CI ... PANCI. GOLET MASALAH WAEEEEE😍
Kardi Kardi: PANCIIIIIIIIII😄
total 1 replies
Kardi Kardi
NAH NASI BUNGKUS LAGIIIIIIII😄
Kardi Kardi: come on. bungkus nasinyaaaa💪
total 1 replies
Kardi Kardi
NAHHHH. ADA JAWABAN KAH ?👍
Kardi Kardi: yup. maybeeee💪
total 1 replies
Kardi Kardi
NGINTIP MANINGGGGG😍
Kardi Kardi: ampiunnnn. tip..tipppp🤭
total 1 replies
Asri
Karena memang orang-orang pada takut,🤭
Asri
Alhamdulillah... ada yang penasaran 🤭,
Nurr Tika
knp ga da yg brni nyeritain mg knp sih
Nurr Tika
apaan sih bkin penasaran ja deh
Nurr Tika
liat apa sih kamu fit sampe teriak
Asri: Ternyata pada gak ngeh si Fitri liat apaan 😅kemarin pas di post di apk sebelah juga sama😅mungkin author yang kurang jelas 😁,baiklah nanti diperjelas di bab selanjutnya 😁🙏
total 1 replies
Nurr Tika
lanjut thor
Kardi Kardi
NEVER GIVE UP MISSSS💪
Kardi Kardi
NEVER GIVE UP MISSSS💪
Kardi Kardi
melasi kang mamattttt💪
Kardi Kardi: sing sabar kang matttt💪
total 1 replies
falea sezi
lanjut q ksih bunga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!