Bertemu sebagai dokter dan pasien, dengan first impression yang baik dan meninggalkan kesan berbeda. Edward (31), dokter dengan status duda terlibat dengan urusan pribadi pasiennya, Cahaya Sekar Janitra (24).
Entah karena sumpah atau memang takdir Tuhan. Ketertarikan itu berubah menjadi perasaan mendalam saat Edward menolong Cahaya dari jebakan calon suaminya.
====
"Bilang apa kamu? Om? Aku dokter pribadi kamu."
"Dokter dan pasien, berlaku kalau lagi di ruang praktek. Di luar itu, ya bukan dokter aku. Sesuai dengan penampilan, cocok aku panggil Om. Om dokter, gimana om?"
------
Hai, ketemu lagi di karya aku yang kesekian. Baiknya baca dulu Diam-diam Cinta dan Emergency Love
Ikuti sampai tamat ya dan jangan melompat bab. sampai bertemu di setiap babnya 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. Duda Meresahkan
Bab 11
Edward tersenyum mengingat momen saat ia mengantarkan Aya. Gadis itu dadah-dadah di kaca mobil yang terbuka setengah. “Bye, om ganteng. Makasih ya.”
“Astaga,” gumam Edward mengusap wajahnya. semakin terpesona pada Cahaya. Bisa jadi ia memang sudah jatuh hati, jatuh sejatuhnya pada gadis itu. Menatap pantulan dirinya di cermin wastafel toilet. Baru saja membersihkan diri, tetesan air membasahi lantai dan meja area wastafel. Bahkan uap dari air panas membentuk kondensasi di cermin.
Rasa yang tidak bisa ditepis atau disanggah, hadir tanpa paksaan dan secara alamiah. Bisa jadi rasa ini semakin besar dan kuat menjadi cinta. Ia bukan remaja yang mungkin saja memendam rasa itu sendiri, ia pria dewasa yang ingin merealisasikan perasaan itu ke dalam hubungan serius. Hal penting yang harus dipastikan, apakah Aya memiliki rasa yang sama lalu menjadikan Cahaya sebagai cahaya hatinya.
Bayangan Aya yang tersenyum dengan lesung pipi, rambut dikuncir ekor kuda menggunakan apron cafe seolah terbayang di pelupuk mata. Benar kata Anji, ketika pria jatuh cinta dia bisa menjadi gil4 dan mungkin itu yang sedang dirasakan. Kembali ke kamar dan memakai piyama, menempati sofa membuka ponselnya.
...Geng Pria Terkutuk...
Anji nggak pake ng : Ward, Cahaya aman?
Rendi oye : Emang ada apaan? Jangan bilang diculik si vampire
Asoka Harsa : Ditinggal bentar, udah pada berulah aja ya. Ada apa sih?
Anji nggak pake ng : Si edward saingan sama temennya sopo jarwo. Bisa-bisanya gadis mau nikah lo tikung, tapi nggak apa sih. Selama janur kuning belum melengkung, ijab qabul belum terlaksana, lo masih bisa bikin dia SAH
Rendi oye : Bisa ada yang jelaskan ini ada apa? Jangan bilang cinta yang baru meletek harus kandas lagi
Asoka Harsa : Yang baru meletek, cintanya atau orangnya ? 😀
Anji nggak pake ng : Edward!!!!!
Dokter vampire : Rame amat
Anji nggak pake ng : Cepet ngomong sebelum gue datengin rumah lo bareng pemadam kebakaran. Jaman sekarang ada masalah apapun hubungi pemadam
Rendi Oye : Iya ya,🤣
Dokter vampire : Aman, diantar sampai depan pintu rumah
Anji nggak pake ng : Lo harus terima kasih ke gue, kalau gue nggak handle si sopo jarwo mana ada kesempatan bawa Cahaya
Rendi Oye : Ada yang bisa jelasin dari awal sampai akhir nggak? kagak mudeng gue, kalau nggak mau jelasin nggak usah bahas di sini
Anji nggak pake ng : Pesan audio
Dokter vampire : Bukan nikung ya, Aya memang menolak perjodohan makanya dia kabur
Asoka Harsa : Kata Lisa, Andin itu dari keluarga priyayi
Rendi Oye : Wah, edward dapat jackpot
Anji nggak pake ng : kan, cepet sungkem sama gue ya
Dokter vampire : Belum tau latar belakang keluarganya, belum sampe sana
Rendi Oye : Terus udah sampe mana?
Dokter vampir : Sampe peluk dan pegang tangan
Dokter vampire: Pesan dihapus
Rendi Oye : Udah baca gue
Asoka Harsa : 🤣
Anji nggak pake ng : Curiga bentar lagi nyosor ini mah
Edward tersenyum meninggalkan obrolan dengan geng absurdnya, berpindah pada kontak Aya.
...Cahaya...
Aya, bagaimana tanganmu?
1 menit 2 menit, belum ada jawaban. Jam menunjukan pukul 8 malam. Masih sore dan masih layak untuk bertanya kabar basa basi pada gadis itu. 5 menit akhirnya dijawab juga.
...Cahaya...
Masih utuh, om
^^^Yakin?^^^
Yakin banget. Makasih ya Om, udah belain aku sampai diantar pulang
Edward sudah mengetik balasan dan pertanyaan yang cukup panjang, tapi ia hapus. Lebih efektif bertanya langsung. Memanggil kontak Aya, lalu berdeham saat mendengar nada tunggu.
“Halo, Om Edward ganteng,” ujar Aya lalu terkekeh.
Rasanya ingin membenturkan kepala ke meja mendengar itu. Untuk saat ini suara Aya menjadi suara paling merdu di dunia, berdasarkan versinya. Definisi orang jatuh cinta, ee kucing rasa coklat ya begini ini.
Edward berdiri dengan ponsel masih menempel di telinga.
“Hm, yakin tanganmu baik-baik saja?”
Demi apa, ia tidak ada topik untuk bicara dengan Aya. Sambil menepuk jidatnya, berjalan mondar-mandir masih dalam mode menelpon.
‘Yakin om. Cuma dipegang doang, nggak kencang juga.”
“Hm. Andin ada?”
“Belum pulang, mbak kena shift 2. Jam 11 baru sampe rumah. Om Edward sudah di rumah?”
“Iya.”
“Jauhkah dari sini? Aku jadi merepotkan ya, om.”
“Oh tidak juga. Dekat, kalaupun sekarang aku kesana tidak akan sampai setengah jam pun sampai.”
“Serius? Tapi aku nggak bisa izinkan om kemari. Mbak Andin sama Mas Dani nggak ada di rumah. Nggak enak terima tamu kalau Cuma sendirian di rumah.”
“Iya, aku paham. Mungkin lain kali.” Edward menggigit bibirnya, sama saja ia ingin diundang dan dipersilahkan untuk datang lain kali. “Andin sudah tahu, calon suami kamu ke Jakarta. Sampai menemui ke rumah sakit.”
“Belum tau, aku bingung bilangnya. Mas Adit bukan calon lagi, aku menolaknya.”
“Tapi dia harus tahu, demi keselamatan kamu juga.”
Obrolan itu masih berlanjut, bahkan membicarakan hal random. Edward senang mendengar Aya tertawa, pikirannya membayangkan Aya duduk di atas ranjang tertawa dengan ponsel di telinganya.
“56 menit, tapi kok sebentar ya,” gumam Edward saat panggilan itu sudah usai. Sebentar menurutnya, tapi telinganya sampai panas begitu pun dengan layar ponsel.
Rasanya belum cukup hampir satu jam bicara. Ia kembali membuka room chat dengan Aya.
...Cahaya...
^^^Istirahat, jangan begadang nonton dracin^^^
Kok tau sih aku suka nonton dracin. Aku lagi nonton yang judulnya terjebak dalam pelukan sang dokter. Kisah cinta antara dokter dan pasiennya. lucu, mana romantis banget
^^^Masa?^^^
Iya dok, mau aku bagi linknya? Nanti om Edward tonton ya
^^^Mending buat drama cinta dari kisah kita. Mau ikutan nggak?^^^
🤭😀, seru kali ya
^^^Judulnya dokter cintaku^^^
Ada yang lebih pas lagi. Om dokter, duda meresahkan
lhah2 langsung ijab Sah Pak Dudeeee😂😂😂
tapi bagus juga harus sombong di depan orang sombong 🤭
duh dah kaya mau demo aja🤭