Pernikahan Arga dan hana awalnya tampak sempurna. Sepuluh tahun kebersamaan, satu ikatan suci, dan kepercayaan yang tak pernah ia ragukan. Hingga suatu hari, Arga menemukan kebenaran yang menghancurkan seluruh hidupnya—istri yang ia cintai ternyata adalah perempuan yang diam-diam menjadi kekasih dari satu-satunya darah daging yang ia miliki: abang kandungnya sendiri. Perselingkuhan itu bukan terjadi semalam. Ia tumbuh perlahan, berakar dari masa lalu yang tak pernah benar-benar mati. Setiap senyum yang Arga kira tulus, setiap pelukan yang ia anggap rumah, ternyata menyimpan pengkhianatan yang terencana. Di antara dosa, rasa bersalah, dan luka yang tak terucap, Arga terjebak dalam dilema: mempertahankan pernikahan yang sudah tercemar, atau melepaskan semuanya—termasuk ikatan saudara yang sejak kecil ia jaga dengan nyawa. Ketika kebenaran terungkap, tak ada lagi yang benar-benar menjadi pemenang. Karena terkadang, pengkhianatan paling menyakitkan bukan datang dari orang asing, melainkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruang senandika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kenapaa?
" It's wide! Kenapa kamu menabrak ku. Kau jalan harus di imbangi oleh mata untuk melihat sekitar..!!" Ucap Arga kembali membentak.
" S -sorry... Saya tidak sengaja..." Balas Arga memakai bahasa Inggris dengan kepala yang di tundukan.
" I do not care! But kau benar-benar membuat ku kesal di pagi hari ..!!" Ucap Arga tetap terus membentak dengan wajah datar dan dingin nya, ini masih pagi dan mood nya sudah buruk.
" I am really sorry..." Ucap arka kembali meminta maaf
" Ck!... Gunakan mata mu untuk melihat! Dan jalan lah dengan benar...!!" Ucap arka dengan wajah dingin dan setelah mengatakan itu, arga pergi begitu saja. Arka memandang sendu. Entah kenapa ia merasa kenal dengan orang yang baru saja ia temui.
#
Hana baru saja keluar kelas, ini waktu nya istirahat. Teman-teman nya sudah sadari tadi keluar dan mungkin saat ini mereka sudah sampai di kantin.
"Hana...!" Jantungnya berdetak kencang saat mendengar suara tak asing. Perlahan Hana membalikkan badan. Betapa terkejutnya dia melihat arka yang berada di sini.
" Arka.." Gumam hana lirih sambil terus melihat arka yang mendekat. Arka langsung memeluk erat hana. Kemudian melepaskan pelukan dan tersenyum hangat.
" Kenapa tidak membalas pesan ku sadari kemarin?... Aku khawatir..." Ucap arka sembari mengelus pipi Hana
" Maaf.. Aku tidak sempat..."Jawab Hana merasa bersalah karena sempat melupakan sang kekasih.
" Tak apa... Lain kali jangan di ulangi..." Ucap arka sembari mengelus surai rambut Hana.
"Kau kenapa bisa ada di sini...?" Tanya Hana merasa heran karna kekasih nya ada di kampus yang sama
" Ah aku lupa belum memberitahu mu... Aku di terima melalui jalur beasiswa..." Ucap arka berkata antusias. Hana tersenyum. Ia ikut senang mengetahui arka masih mau melanjutkan pendidikan. Masa depan arka lebih terjamin dengan itu.
" Kajja ke kantin bersama... Kau pasti sudah lapar..." Ucap arka sembari menarik pelan lengan hana. Hana di buat panik sekaligus bingung. Bagaimana kalau arga melihat ini. Yang pasti hana belum siap memutuskan arka. Tidak bisa menolak lagi. Hana hanya bisa berharap bahwa arga tidak akan datang ke kantin.
#
Arga yang baru saja ke kelas hana sudah tidak menemukan hana. Salah satu teman kelas hana berkata bahwa Hana sudah ke kantin. Tanpa menunggu lama, arga langsung menuju kantin di ikuti dengan dua bodyguard dan Mr. Chang yang senantiasa selalu ikut. Sesampainya di kantin. Arga di buat panas oleh pemandangan di salah satu tempat paling ujung. Ia melihat Hana dengan seseorang dan yang membuat nya kesal adalah mereka berdua cukup mesra. Dengan perasaan marah. Arga baru saja akan melangkah. Tapi seseorang menahan lengannya.
" Arga....!" Arga langsung membalikkan badan. Ternyata itu adalah saudara nya yang memang orang jepang. Irene yang merupakan kakak sepupu nya sekaligus teman dekat hana.
"Jangan menemui nya sekarang..." Ucap Irene
" Tapi onnee- chan lihatlah hana ku di perlakukan begitu mesra...!" Jawab Arga menatap penuh marah ke arah meja yang terdapat hana itu.
" Aish orang itu bahkan menyentuh tangan hana...!" Ucap arga mendengus dengan tangan mengepal. Sungguh ia sangat ingin melabrak orang itu.
" Biarkan dulu... Nanti Hana sendiri yang akan menjelaskan... Percaya pada onie chan ini demi kebaikan kalian..." Ucap Irene membuat arga mengerutkan keningnya. Apa maksudnya demi kebaikan nya. Saat akan menjawab, Irene justru menarik tangannya agar menjauh.
#
Arka menyeka makanan yang tertinggal di ujung bibir hana. Ia tersenyum menatap wajah cantik kekasihnya
" Bagaimana kalau nanti kita pulang bersama...?" Tanya arka membuat hana menggigit bibir nya. Ia sudah merencanakan untuk tetap pulang bersama arga. Ia menatap arka tak enak.
" Maaf... Aku tidak bisa... Ayah sudah menyuruh sopir untuk menjemput ku..." Ucap Hana membuat arka tersenyum, hati nya sedikit kecewa dengan penolakan itu. Namun ia tetap berusaha tersenyum agar tidak membebani kekasih nya.
" Tak apa... Kalau nanti malam bagaimana?... Aku akan mengajak mu dinner..." Tanya arka lagi sembari menatap ragu hana.
" Aku akan mengabari lagi nanti..." Jawab Hana sembari tersenyum mengelus punggung tangan arka.
#
Sepulang kuliah. Hana langsung menemui arga yang sudah berada di mobil. Hana di buat khawatir dengan diam nya arga selama ia masuk. Kenapa arga tidak menyapa. Mereka berdua tetap terdiam sepanjang perjalanan. Hana yang sama sekali tidak tau dengan sikap arga. Sesampainya di mansion Kim. Arga langsung keluar begitu saja memasuki mansion. Hana hanya bisa menghela nafas mengikuti. Arga langsung menuju kamar Hana. Berkali-kali Arga menghela nafas untuk menahan rasa kesal nya mengingat kejadian tadi.
Ceklek
Arga tetap diam saat tau siapa yang masuk. Hana melirik ragu arga, dan seperti ingin berkata sesuatu.
" Kau kenapa arga...?"tanya Hana
Hana memberanikan diri memegang lengan arga yang sama sekali tidak memperdulikan kehadiran nya. Arga hanya diam tetap memegang pembatas balkon dan menatap lurus.
" Siapa orang yang terlihat mesra bersama mu...?" Tanya arga tanpa melihat Hana. Mendengar itu jantung hana berdetak kencang. Ia kira arga tidak melihat kedekatan nya dengan arka.
" Tolong jelaskan dengan jujur... Aku benci kebohongan...!" Tanya arga sekali lagi. Tidak ada nada tinggi yang arga lontarkan. Namun aura nya tetap saja menakutkan. Hana masih diam menunduk tidak tau harus berkata ара.
" Katakan saja..." Tanya arga menatap sekilas hana yang terlihat begitu takut dan bingung.
" D-dia kekasih ku..."Jawab Hana tak berani menatap langsung arga. Ia begitu takut akan respon calon nya itu.
Hana berharap arga tidak akan membatalkan pernikahan mereka.
" You are so crazy...!" Ucap Arga menatap tak percaya hana. Bahkan wajah nya memerah menahan amarah.
" Kau tau bahwa kita akan menikah sebentar lagi!... Mau tidak mau kau harus tidak memiliki hubungan dengan siapapun! Jika kau mempunyai kekasih! Maka akhiri hubungan kalian!... Tapi kenapa hingga saat ini masih berhubungan! Bahkan aku melihat bahwa kalian baik-baik saja...!!" Ucap Arga membuat Hana memejamkan mata saat arga sudah meninggikan suara. Inilah yang ia takutkan. Apalagi jika Arga mengatakan ke Mr. Juna.
" Jika kau memang begitu mencintai kekasih mu! Kenapa menerima perjodohan ini...!?" Tanya arga dengan nada kecewa dan sakit hati.hana menggeleng.
" Karena aku mencintaimu" jawab Hana
" Lalu bagaimana dengan kekasih mu!?.... Kau mencintai dua orang sekaligus...!!?" Tanya arga masih meninggikan suaranya.
" Aku lebih mencintai mu... Kau cinta pertama ku sekaligus seseorang yang selalu aku harapkan selama ini... Tapi dia juga orang yang sudah menemani ku selama beberapa tahun... Tidak mudah untuk mengakhiri begitu saja...!"ucap Hana berusaha menjelaskan alasannya.
" Tapi kau harus melakukan itu! Kau harus mengakhiri hubungan kalian! ITU HARUS!!... Dan lagi aku tidak mau menikah dengan orang yang juga mencintai orang lain...!" Ucap Arga
" Aku belum bisa mengakhiri nya Arga " ucap Hana sembari menggenggam ujung bajunya.
" Ya sudah... Jika itu keinginan mu maka aku yang akan mengakhiri pertunangan kita... Lebih baik kita tidak jadi menikah saja " ucap Arga membuat Hana menggelengkan kepalanya dan menangis tidak mau
" Tidakk!!! Tidak boleh !! Aku tidak ingin berpisah dengan mu Arga tolong beri aku waktu... Aku mencintaimu arga tolong jangan tinggalkan aku ucap Hana dengan tangisan nya