Yu-nian adalah putri dari seorang bangsawan di kerajaan Tangyu, suatu ketika dia terpaksa mengantikan kakaknya yang kabur untuk menikah dengan seorang menteri yang sangat berkuasa. Berbeda usia membuat Yu-nian selalu berbeda pemikiran. dengan sang menteri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Xiao xi-xi.
"Ada apa putriku?" tanya Xiao An.
Xiao xi-xi tersenyum kemudian memeluk ayahnya. "Ayah, apa ayah sudah mendengar mengenai gadis yang di bawah jenderal ke kediamannya?"
Menteri Xiao An tersenyum dengan perkataan putrinya, dia tahu kemana arah perkataan putrinya itu. "Emmm... Sebenarnya aku lebih suka kalau putriku itu langsung berterus terang." jawab menteri Xiao An.
"Ayah..., aku kan putri ayah." jawab Xiao xi-xi.
Menteri Xiao An berjanji akan mencari tahu mengenai gadis yang di bawah oleh Feng Shiyan.
*beberapa hari kemudian*
"Hais.., susah banget kabur dari sini," Yu-nian mondar mandir di depan tembok tinggi.
"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Feng Shiyan.
"Eeee... Aku sedang memikirkan mengenai bagaimana cara kabur dari sini." jawab spontan Yu-nian tanpa melihat siapa yang ada di belakangnya.
"Benarkah?" tanya Feng Shiyan.
Di belakang Feng Shiyan ada Ren Fen dan Fu Tian. Mereka bertiga sedang memperhatikan tingkah laku Yu-nian.
"Apa yang sedang kamu lakukan, nona Yu?" tanya Fu Tian.
"Sudah aku bilang aku sedang cari cara untuk kabur dari sini, kalian ini cerewet banget sih?" jawab kesal Yu-nian yang masih terpaku dengan tembok di depannya.
"Benarkah?" tanya Feng Shiyan.
"Tentu." jawab Yu-nian yang kemudian memutar tubuhnya. Ketika dia memutar tubuhnya dan melihat siapa yang ada di depannya.. "Ehhhh..., ternyata tuan jenderal." ucap Yu-nian sedikit canggung.
"Katanya kamu mau kabur, mau cari jalan di mana?" tanya Feng Shiyan dengan senyum menakutkan.
Deg..
"Aduh.. Mati aku." gumam Yu-nian dalam hati. Kemudian dia mencoba untuk mencari alasan tepat agar dia tidak kena masalah. "Si-siapa yang mau kabur Tuan Jenderal, lagian aku kan sedang memandang tembok, Kenapa tembok ini tinggi banget ya." jawab Yu-nian dengan senyum sedikit dipaksakan.
Di depan pintu kediaman jenderal, Xiao xi-xi sudah keluar dari kereta kudanya, dia nampak menatap rumah pria yang selalu dia akui sebagai suami masa depannya.
"Kita sudah sampai nona." ucap pelayan yang kemudian membantu Xiao xi-xi untuk keluar dari kereta kuda.
"Aku ingin melihat bagaimana wajah gadis yang di bawah Jenderal ke rumahnya itu, Aku tidak akan membiarkan dia mencoba untuk mengambil sesuatu yang sudah menjadi milikku." ujar Xiao xi-xi yang kemudian melangkah masuk ke kediaman jenderal Feng.
para pelayan yang ada di kediaman sang jenderal sangat tahu betul siapa Xiao xi-xi, wanita yang selalu mengaku calon istri fungsian. Seorang wanita yang selalu bersikap arogan ketika berada di kediaman Jenderal. Kata-katanya seolah sesuatu yang harus dilakukan oleh para pelayan yang ada di rumah itu.
"Apakah Jenderal sudah kembali dari barang militer tanya Xiao xi-xi kepada salah satu pelayan.
"Sudah nona, Jenderal berada di taman terbuka." jawab pelayan.
"Baiklah kalau begitu, aku akan ke sana." jawab Xiao xi-xi yang kemudian masuk ke dalam rumah Feng Shiyan.
Feng Shiyan yang berada di taman terbuka dia masih berdebat dengan Yu-nian, pria itu menatap Yu-nian dengan tatapan mata yang begitu menakutkan, hal itu membuat Yu-nian melangkah mundur dengan jantung berdebar seolah menahan takut.
"Duh..., apakah hari ini aku akan kehilangan kepalaku? Oh dewa...sial banget sih nasibku." gumam Yu-nian dalam hati.
Feng Shiyan melangkah maju mendekati hunian, terlihat sekali kalau Yu-nian sudah pasrah. Dia menghela nafas dengan begitu dalam kemudian menutup matanya.
"Ya dewa... Kalau hari ini aku dibunuh oleh pria ini, lihat saja aku pasti akan menjadi hantu penasaran. Aku pasti akan menghantui pria ini sampai kakek-kakek, sampai hidupnya menjelang ajal." ujar Yu-nian dalam hati, dia bersumpah serapa dengan semua ketakutan yang melanda hatinya.
"Jadi kamu ingin kabur dari sini?" tanya Feng Shiyan.
Yu-nian menggelengkan kepalanya, kedua matanya masih menutup dengan rasa takut yang teramat sangat.
"Lalu, apa tadi yang kamu katakan?" tanya Feng Shiyan kembali.
Yu-nian menjawab dengan menggelengkan kepalanya berulang kali, dia tidak berani membuka mulutnya, dia tidak berani berucap sama sekali. Feng Shiyan melangkah maju mendekati Yu-nian yang terlihat sangat ketakutan. Salah satu tangan Feng Shiyan terulur kemudian meraih dagu Yu-nian.
"Jangan harap kamu bisa kabur dari sini, tembok kediamanku terlalu tinggi untuk bisa kamu panjat." ucap Feng Shiyan yang kemudian menatap tajam wajah Yu-nian. tiba-tiba saja jantungnya berdebat begitu kencang, ada perasaan yang tidak pernah dia rasakan selama ini.
"Tim-tidak mungkin aku kabur." jawab Yu-nian terbata.
Feng Shiyan tersenyum, dia kemudian menarik pinggang Yu-nian dan menatapnya tajam. "Seumur hidup kamu tidak akan keluar dari sini." ucap Feng Shiyan.
Deg..
Jantung Yu-nian terasa terhenti, dia kembali berfikir apakah mungkin dia akan dibunuh kemudian mayatnya akan dikubur di kediaman itu. Membayangkan semua yang ada di khayalannya, hal itu membuat Yu-nian bergidik ngeri.
"Ke-kenapa aku harus dikurung di sini? lagi pula aku ini bukan penghianat kok, kalau jenderal menuduhku sebagai penghianat, aku bisa menuntut Jenderal karena memfitnahku!" tiba-tiba saja Yu-nian mengeluarkan suara yang cukup keras. memikirkan kalau dia akan dibunuh atau akan dikubur di kediaman itu, hal itu membuat sikap pemberaninya tiba-tiba muncul. Kedua tangannya berusaha untuk melepas tangan Feng Shiyan yang menarik pinggangnya.
Sedangkan Ren Fen dan Fu Tian ikut terkejut dengan apa yang dilakukan oleh atasannya tersebut. Baru kali ini kedua orang kepercayaan fungsional melihat Jenderal kerajaan Tangyu itu menyentuh seorang wanita, padahal selama ini dia sangat terkenal sangat anti dengan wanita.
Dibalik tiang tidak terlalu besar itu Xiao xi-xi melihat Feng Shiyan menarik tubuh Yu-nian, dia akhirnya melihat bagaimana sosok wanita yang dibawa oleh pengisian.
"Lihatlah nona, wanita itu kelihatannya bukan wanita baik-baik." ucap pelayan Xiao xi-xi.
"Dasar wanita murahan, berani sekali dia menggoda kekasihku, jenderalku." ucap Xiao xi-xi yang kemudian mengepalkan kedua tangannya. dia yang nampak terkejut itu kemudian berjalan mendekat ke arah Feng Shiyan dan Yu-nian.
"Jenderal." panggil Xiao xi-xi. Dia berjalan mendekati Feng Shiyan, kedua tangannya terulur hendak menarik tangan Feng Shiyan.
Feng Shiyan menoleh menatap Xiao xi-xi yang berjalan mendekatinya, tangannya masih tetap berada di pinggang Yu-nian itu masih belum terlepas.
"Kenapa tiba-tiba wanita itu di sini?" tanya Fu Tian.
"Entahlah, aku tidak tahu." jawab Ren Fen.
"Tumben sekali Jenderal menyentuh seorang wanita?" tanya Fu Tian kembali.
"Aku juga terkejut." jawab Ren Fen.
"Jangan-jangan..," perkataan Fu Tian terhenti, dia menatap wajah Ren Fen.
"Entahlah." jawab singkat Ren Fen.
"Kamu ini benar-benar menyebalkan." Fu Tian kesal.
"Ya tentu saja aku jawab seperti itu, kamu kira aku tahu jawaban atas apa yang kamu tanyakan itu." jawab Ren Fen.
*bersambung*