ketika kehormatan direnggut paksa oleh seseorang yang selalu berlaku kasar terhadapnya.
membuat gadis cantik Mikhayla didera rasa takut dan cemas.
lantas bagaimana ketika perbuatan dari laki-laki tersebut menghasilkan kehidupan baru dalam diri Mikhayla?
apa yang harus dilakukan olehnya?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekarwangi91, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13.
"Jasmine.. Bella.."cicit Keyla ketika melihat kedatangan dua sahabatnya dengan berlari-lari kecil untuk menghampiri dirinya.
"Hosh.. hosh.. bagaimana keadaan melodi,key? Apa kata dokter?"tanya Jasmine dan Bella bergantian dengan mimik wajahnya yang terlihat khawatir.
Huft..hhhh..
"Entahlah! Gue juga enggak tahu!"jawab Keyla apa adanya.
"Dokternya juga dari tadi belum keluar beb, masih betah didalam IGD."tambahnya.
"Gue heran sama tuh anak satu! Kenapa enggak cerita sama kita sahabatnya! Kan barangkali bisa bantu dan kasih solusinya. Bukan malah bundir kayak gitu! Berasa nyawa kagak ada harganya. Ampun deh gue."cerocos Bella bersungut-sungut.
"Lu kayak enggak tau gimana si Mel Mel!"sahut Jasmine geleng-geleng kepala.
"Oh ya, key. Lu udah kasih kabar ke nyokap nya melodi?"lanjut Jasmine bertanya seraya menatap kearah Keyla.
"HH!!"Cengo Bella dan Keyla bersamaan dengan menatap Jasmine intens.
"Lu bedua kenapa? Biasa aja kali lihat nya. Gue emang cantik tapi sorry gue masih normal. Masih suka pedang bukan serabi! Ihh amit amit jabang bayi!" Katanya bergidik jijik ketika membayangkan jika dirinya pecinta sesama jenis.
Bug!!
"ADUH!! SAKIT BEGE!!"erang Jasmine ketika Bella dan Keyla memukul pundaknya sambil menoyor kepalanya.
"Percaya diri boleh. Tapi jangan berlebihan. Entar jatuhnya kaya orang gila. Faham lu?!"cetus Bella menatap jengah ke arah Jasmine.
Keyla pun hanya geleng-geleng kepala seraya tersenyum mesem melihat tingkah sahabatnya yang terlalu percaya diri hingga memiliki pemikiran di luar Nurul.
"Lagian lu bedua ngeliatin gue kayak orang punya rasa cinta. Kan bikin gue jijik ngebayangin nya."jawab polos.
"Yah, Jangan lu bayangin dodol!"balas Bella seraya menoyor kepala Jasmine.
"HHH.. key, dia teman siapa si? Ogah ah gue punya teman kaya dia! iuhh..ihh jauh jauh dari gue hus hus.."semprot Bella berteriak seraya menjaga jarak dari Jasmine.
"Makanya jas, lu Kalau bertanya di olah dulu pertanyaannya. Masak gitu aja kagak tau."sembur Keyla mengingatkan.
"Hah!! Maksudnya gimana? Emangnya ada yang salah sama pertanyaan gue?"bingung nya dengan menatap bergantian pada dua sahabatnya.
Keyla dan Bella pun hanya terdiam bungkam tanpa menjawab kebingungan Jasmine.
Lalu sedetik kemudian.
"OH TUHAN KU!! Sorry sorry beb. Gue bener bener lupa hehe.."katanya tersenyum kikuk seraya menundukkan kepalanya.
"Hiss baru ngeh, dia."tuding Bella geleng-geleng kepala.
"Ya, namanya juga manusia beb, kadang lupa kadang inget.
Tapi kalau menurut gue si. Kasih kabar aja ke Tante Ranti, tentang keadaan melodi. Barangkali dengan mengetahui keadaan melodi yang seperti ini, bisa merubah sikapnya yang keras menjadi penyayang."saran Jasmine.
"Terus kalau Tante Ranti bertanya sama kita tentang alasan melodi mengakhiri hidupnya. Bagaimana?Lu yang mau jawab jas,?"tekan Bella tegas.
Seketika Jasmine pun terdiam bungkam tanpa menjawab perkataan Bella.
Ya, memang hubungan melodi dengan ibunya tidak terjalin baik.
Itu semua berawal saat ibunya melodi memutuskan untuk menikah kembali ketika tanah kuburan ayahnya masih terlihat basah.
Satu Minggu paskah meninggal Nya om Dion, ayah nya melodi.
Tiba-tiba Tante Ranti memberi tahu pada keluarga besarnya jika dia sudah menikah siri dengan suaminya yang sekarang.
Keluarganya pun kaget luar biasa atas berita yang disampaikan oleh Tante Ranti.
Termasuk melodi yang kala itu tengah bersedih lantaran tak menyangka ayahnya begitu cepat meninggalkan nya.
Padahal baru kemarin ayahnya meminta pada dirinya juga adik semata wayangnya untuk bisa mewujudkan keinginannya yaitu. Menjadi seorang dokter. Namun adiknya menolak dengan halus. Bahwa dia tak ingin menjadi dokter melainkan seorang polisi. Tujuannya!
Untuk melindungi dan menjaga keamanan keluarga serta orang-orang yang disayanginya.
Dan saat itu ayahnya hanya mangguk mangguk sambil tersenyum tipis dan mengatakan. Jika ayahnya pun setuju dengan keinginan sang adik menjadi aparat negara.
Ya, ayahnya ingin sekali dia beserta adiknya menjadi orang yang sukses serta memiliki masa depan yang cerah.
Tetapi ketika melihat kedatangan sang mama yang membawa suami brondong nya di kediaman rumah sang ayah. Menambah kesedihan di hati melodi.
Apakah Mama nya tidak sedih atau merasa kehilangan atas kepergian suaminya?
Mengapa tiba-tiba memberi kabar jika telah menikah kembali tanpa mengkonfirmasi kan pada dia dan adiknya.
Dan saat itu juga dia memutuskan untuk pergi dari rumah yang rasanya sudah tak ada lagi ketenangan didalam nya.
Lebih baik dia hidup berjauhan dari sang mama. Dari pada hari hari yang mereka lalui selalu di lewati dengan perseteruan dan pertengkaran.
Ketika melodi hendak pergi dari rumah. Adiknya Martin. Mencegahnya sambil menangis meraung-raung dan mengatakan jangan tinggalkan Martin
Kemudian melodi pun mendekat pada sang adik dan mengatakan pada adiknya untuk tetap tinggal bersama mama dan suami brondong nya. sampai waktu dimana dia dan adiknya akan merebut rumah sang ayah kembali menjadi miliknya.
Karena memang sang ayah mengatasnamakan rumah tersebut atas namanya. Dan akan di sah kan jika usia dia beranjak dua puluh satu tahun.
Maka dari itu untuk sekarang ini dia biarkan mama nya dan suami brondong nya.
Merasakan kesenangan dulu. setelahnya, dia akan memberikan neraka kehidupan yang sesungguhnya untuk dua manusia terkutuk tersebut.
Ceklek!
Pintu ruang IGD terbuka lebar.
Seketika ketiga sahabat tersebut pun gegas beranjak dari duduknya untuk mengetahui perkembangan sang sahabat yang tergeletak tak berdaya.
"Dokter dokter.. bagaimana keadaan teman saya? Apakah dia baik baik saja? Apa dia sudah sadar dari pingsannya?"tanya beruntun tiga sejoli tersebut secara bergantian dengan raut wajahnya yang terlihat khawatir.
Sang dokter pun menghela nafas panjang seraya melepaskan masker yang menutupi sebagian wajahnya dan menatap pada tiga gadis dihadapannya secara bergantian lantas berucap.
"Dimana keluarga melodi hartawan?"katanya tegas.
Tiga sejoli tersebut pun saling pandang seraya mengangkat alisnya.
Mereka bingung apa yang harus dikatakan?
"Saya saudaranya dok. Kebetulan teman saya tak memiliki orangtua."jawab Keyla ragu-ragu seraya melirik pada kedua temannya dengan kedua tangannya saling meremet.
"Yatim piatu! Apa tidak ada keluarga dari kedua orangtuanya?"tekan sang dokter.
"Ibunya jauh di luar pulau dok, dan untuk keluarganya kami tidak tahu selain kedua orangtuanya. Kalau ayah nya, satu tahun yang lalu berpulang ke pangkuan ilahi."jelas Keyla hati hati.
"Apa kami tidak bisa dok, menjadi perwakilan keluarga nya.?"tanya Bella menyela.
"Tidak bisa! Untuk melakukan operasi harus ada persetujuan dari keluarganya.!"katanya tegas.
Degg.
( Operasi! Kenapa dengan melodi? Kenapa harus melakukan operasi? Apa yang terjadi?) Bathin mereka bertanya-tanya.
"K k kenapa harus di operasi?"tanya Keyla gugup dengan perasaannya yang cemas dan khawatir.
"Untuk mengeluarkan janin dalam perutnya!
Degg deg..