NovelToon NovelToon
Sekolah Hantu

Sekolah Hantu

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Sistem
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: I'ts Roomie

SMA Nusantara bukan sekadar tempat menuntut ilmu. Ia adalah mesin raksasa yang memangsa jiwa. Di balik kemegahan arsitekturnya, tersimpan eksperimen gelap "Proyek Nusantara" yang telah mengorbankan ribuan siswa sejak tahun 1985. Setiap detak lonceng adalah tanda maut dan setiap koridor adalah penjara bagi mereka yang tak pernah kembali ke rumah.

Arga, seorang remaja dengan kemampuan Indigo yang ekstrem, terpaksa memasuki neraka ini demi mencari kakaknya yang hilang. Berbekal tangan perak yang menjadi kunci sekaligus kutukannya, Arga bersama Lintang dan Rian harus mengungkap konspirasi berdarah Sang Kepala Sekolah, Bramantyo.

Di dunia di mana batas antara realitas dan alam Barzakh kian menipis, mampukah Arga mematahkan sumpah hitam pendiri sekolah sebelum fajar terakhir ditelan kegelapan abadi?

Since: 10-04-2026

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I'ts Roomie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Meledak

Ruangan itu mendadak sunyi setelah ledakan listrik yang dilepaskan Arga. Ruang Komputer Administrasi Pusat ini tidak seperti ruang kelas biasa, dindingnya bukan terbuat dari tembok, melainkan ribuan monitor yang berkedip dengan cahaya biru pucat yang menyakitkan mata.

Arga berdiri di tengah-tengah ruangan, napasnya tersengal-sengal. Di tangannya, patahan belati perak milik Lintang masih memercikkan listrik hitam, sebuah pertanda bahwa virus dari Alam Barzakh mulai bekerja merusak sistem utama sekolah.

"Kau pikir kau menang, Arga?" suara siswa berseragam putih itu terdengar lagi. Kali ini suaranya tidak keluar dari mulutnya, melainkan dari ribuan speaker yang tersembunyi di langit-langit.

"Kau baru saja menusuk jantung dari sistem yang menjaga teman-temanmu tetap hidup."

Arga mendongak, matanya yang berwarna biru gelap menatap ke sekeliling.

"Sistem ini tidak menjaga mereka tetap hidup. Sistem ini memenjarakan mereka. Aku datang untuk memutus rantainya!"

"Memutus rantai?" Siswa putih itu tertawa dingin. "Coba lihat lebih dekat."

Tiba-tiba, ribuan monitor di sekeliling Arga berubah tampilan. Gambar-gambar statistik dan kode biner yang rumit menghilang, digantikan oleh siaran langsung dari berbagai sudut sekolah.

Arga melihat kelas XI-A, tempat teman-temannya sedang duduk dalam posisi membeku seperti patung. Di leher mereka masing-masing, terdapat kabel transparan yang terhubung ke dinding.

"Setiap bit data yang kau hancurkan dengan virus itu adalah bagian dari kesadaran mereka," jelas si siswa putih.

"Jika kau melanjutkan proses 'instalasi ulang' itu, kau tidak hanya menghapus data administrasi kami. Kau akan menghapus ingatan mereka, kepribadian mereka, dan akhirnya... nyawa mereka. Kau sedang membunuh mereka, Arga. Itulah jebakan yang sebenarnya di ruangan ini."

Arga tertegun. Tangannya gemetar. Ia menatap belati perak yang masih tertancap di kabel data utama di bawah kakinya.

Listrik hitam Barzakh terus merambat masuk ke dalam sistem, memakan informasi seperti rayap yang lapar.

"Arga, jangan dengarkan dia!"

Suara itu mengejutkan Arga. Itu adalah suara Lintang, namun terdengar sangat jauh, seolah-olah berasal dari balik tembok monitor.

"Lintang? Kau di mana?" teriak Arga.

"Aku terjebak di jalur pemeliharaan! Arga, dengar! Dia berbohong!" Suara Lintang terdengar terputus-putus karena gangguan sinyal.

"Siswa-siswa itu sudah lama terputus dari tubuh asli mereka. Apa yang kau lihat di monitor itu hanyalah simulasi untuk menghentikanmu! Jangan tarik belatimu! Jika kau berhenti sekarang, sistem akan melakukan reboot dan kita semua akan musnah!"

Arga berdiri di persimpangan jalan yang mengerikan. Di satu sisi, ada risiko bahwa ia benar-benar sedang menyakiti teman-temannya.

Di sisi lain, Lintang yang baru saja terungkap sebagai agen pengawas memintanya untuk terus menghancurkan sistem. Siapa yang harus ia percaya?

Siswa berseragam putih itu melangkah maju. Tangannya memegang sebuah tablet digital kecil.

"Lintang adalah seorang pengkhianat, Arga. Dia sudah mengkhianati sekolah ini, dan dia juga mengkhianatimu. Dia ingin kau menghancurkan sistem ini agar dia bisa mengambil alih kendali Indigo untuk kepentingannya sendiri. Apakah kau mau menjadi alat bagi pengkhianat seperti dia?"

Arga menatap tato hitam di lengannya yang kini merambat naik hingga ke lehernya. Rasa panas yang luar biasa membakar kulitnya.

Ia bisa merasakan energi dari Ruang Komputer ini mencoba masuk ke dalam pikirannya, mencoba mengacak-acak ingatannya.

"Cukup!" teriak Arga.

"Aku tidak peduli siapa yang benar. Aku hanya tahu satu hal, sekolah ini harus hancur!"

Arga menghantamkan telapak tangannya ke atas belati perak yang tertancap di kabel. Ia menyalurkan seluruh sisa energi Indigo-nya ke dalam virus Barzakh.

Seketika, listrik hitam yang tadi kecil kini meledak menjadi gelombang pasang kegelapan.

Monitor-monitor di sekelilingnya mulai pecah satu per satu. Suara jeritan digital memenuhi ruangan. Arga merasa kepalanya seperti akan pecah karena jutaan informasi sampah masuk ke otaknya.

Ia melihat kilasan masa lalu para guru, rahasia korupsi Dewan Sekolah, dan eksperimen-eksperimen gagal yang dilakukan pada siswa-siswa sebelum angkatannya.

"TIDAK! BERHENTI!" Siswa putih itu menerjang Arga, tangannya berubah menjadi pisau laser yang tajam.

Namun, Arga sudah tidak bisa disentuh. Sebuah pelindung energi biru gelap menyelimuti tubuhnya. Ini bukan lagi kekuatan Indigo biasa, ini adalah gabungan antara energi murni Arga dan sifat destruktif dari virus Barzakh.

Saat monitor utama di tengah ruangan hancur, sebuah lubang hitam kecil muncul di tengah-tengah server. Lubang itu menyedot segala sesuatu. Kabel, meja, hingga sisa-sisa data.

Siswa berseragam putih itu terseret masuk, tubuh digitalnya tercerai-berai menjadi kepingan piksel sebelum akhirnya hilang ditelan kegelapan.

"Arga! Pegangan!"

Tiba-tiba, sebuah tangan menarik kerah seragam Arga. Itu Lintang. Gadis itu muncul dari sebuah lubang ventilasi di langit-langit tepat sebelum Ruang Komputer itu runtuh sepenuhnya. Lintang menarik Arga masuk ke dalam saluran sempit tersebut.

Mereka merangkak dengan cepat di dalam saluran udara yang sempit dan panas. Di belakang mereka, suara ledakan demi ledakan terdengar.

Ruang Komputer Administrasi Pusat telah musnah, dan bersamanya, kendali Dewan Sekolah atas sistem digital pun runtuh.

Setelah merangkak beberapa menit, mereka sampai di sebuah ruangan kecil yang gelap dan berbau debu. Itu adalah gudang tua yang tidak terpakai di Sektor 5.

Raka sudah ada di sana, duduk bersandar di tumpukan kardus tua, wajahnya pucat namun ia masih bernapas.

Arga jatuh terduduk di lantai semen yang dingin. Napasnya memburu. Ia menatap Lintang dengan tatapan penuh kecurigaan dan rasa sakit.

"Kau berutang penjelasan padaku, Lintang," ujar Arga dengan suara serak.

Lintang menghela napas panjang. Ia duduk di depan Arga, membiarkan belati patahnya tergeletak di lantai.

"Aku tahu kau marah. Aku tahu kau merasa dikhianati. Dan aku tidak akan membela diri. Ya, aku dikirim untuk mengawasimu. Aku adalah bagian dari sistem itu."

"Kenapa kau membantuku sekarang?" tanya Arga.

"Karena mereka sudah keterlaluan," jawab Lintang pelan.

"Mereka bukan lagi ingin mendidik siswa dengan kekuatan Indigo. Mereka ingin menciptakan pasukan tanpa jiwa. Saat aku melihat apa yang mereka lakukan pada Raka... aku sadar bahwa aku tidak bisa lagi menjadi bagian dari mereka. Harmonika ayahmu... itu benar-benar kunci yang aku curi agar kau punya kesempatan untuk melawan."

Arga terdiam. Ia menatap Raka yang mulai membuka mata. Kakaknya tampak sangat lemah, namun ada secercah cahaya kehidupan di matanya yang tadinya kosong.

"Arga..." bisik Raka.

Arga mendekat dan memegang tangan kakaknya. "Kita hampir keluar, Kak. Kita sudah menghancurkan pusat kendali mereka."

"Belum, Arga," potong Lintang.

"Menghancurkan Ruang Komputer hanyalah memutus kabelnya. Tapi 'listrik' yang menggerakkan sekolah ini masih ada. Jantung sekolah ini bukan di komputer, tapi di Sisi Lain. Dan kau baru saja membuka gerbangnya dengan virus Barzakh tadi."

Lintang menunjuk ke arah pintu gudang. Di bawah celah pintu, cahaya biru yang sangat terang mulai merembes masuk. Cahaya itu tidak terasa hangat; cahaya itu terasa dingin dan membawa aroma melati yang menusuk hidung, aroma yang sama dengan yang ada di Ruang Musik.

"Cahaya biru di ujung lorong itu bukan jalan keluar menuju dunia nyata," ujar Lintang dengan wajah serius.

"Itu adalah jalan masuk menuju Dimensi Paralel. Jika kita ingin mengakhiri ini, kita harus masuk ke sana dan menghadapi Sang Arsitek di dunianya sendiri."

Arga berdiri, meski seluruh tubuhnya terasa pegal dan perih. Ia melihat tato hitam di tangannya yang kini telah membentuk pola permanen yang menyerupai sayap yang patah.

Ia tahu, tidak ada jalan kembali. Pilihan yang ia buat di Ruang Komputer telah membawanya ke titik di mana hidup dan mati hanya dibatasi oleh selembar benang tipis.

"Ayo," ujar Arga singkat. "Kita selesaikan ini."

Mereka bertiga berjalan menuju pintu gudang. Saat Arga membuka pintu tersebut, sebuah lorong panjang yang dipenuhi cahaya biru tak berujung terbentang di depan mereka.

Tidak ada dinding, tidak ada lantai yang jelas, hanya cahaya biru yang berdenyut seperti detak jantung.

1
☠️⃝🖌️M⃤Junet-ssi
gay ahh cover 🤧🤧
Xiao Juan
next udh vote
rimaa~~~°
lanjut dongg
cintanya ningning
jadi tu jahat atau baik ya?
papi junkyung: yg mana ka?
total 1 replies
Xiao Juan
lanjutt lagi
rimaa~~~°
lanjut lagi thor
Cleo
masi harus berjuang lagi di pintu berikutnya wkwk, semangat arga💪
Cleo
lanjut lagi dong, up 2 tor sehari hehe, maap ngelunjak🤭🙏
papi junkyung
keren mom ceritanya
Sartika Monik
mana lagi lanjutannya,,duh padahal lagi penasaran banget bun haha🤭
cintanya ningning
lanjuttt
yeol
lagi dungg tor, tadi update di fb langsung ke sini haha
Fimela Angelia
duh masi gantung banget ni
Koo Eun Tak
next thor
Cleo
lanjut💪
Cleo
widih kata katanya bagus, resonansi indigo mutlak/Drool/
Fimela Angelia
cepetan update huhu/Sob//Sob/
Fimela Angelia
ini ya tangan perak yang dimaksud di blurb nya
Xiao Juan
lanjutinn author semangat kutunggu crazy up mu
Xiao Juan
fantasi banget hahaha keren keren tor🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!