NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Status: tamat
Genre:Single Mom / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:156.4k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Di usianya yang sudah genap dua puluh tujuh tahun Sandi Atmojo belum sedikitpun memikirkan tentang pernikahan sehingga kedua orang tuanya jadi khawatir putranya tersebut akan memilih hidup Single seumur hidup. Untuk mencegah hal itu sampai terjadi, sang mamah terus memaksanya untuk mencari calon istri, namun jawaban Sandi tetap sama, yaitu belum berniat menikah sebab belum memiliki calon. "Jika kamu tidak sanggup mencari calon istri, biar mama yang akan mencarikan calon istri untuk kamu." Pada akhirnya sandi tak dapat menolak lagi, dan membiarkan mamah mencarikan calon istri untuknya. Akan tetapi, Sandi tak menyangka jika pilihan mamahnya adalah seorang wanita yang berstatus single Mommy.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28.

"Vania...." Mendengar seruan seseorang memanggil namanya, Vania lantas menoleh ke sumber suara. Nampak Cika yang kebetulan juga baru turun dari mobilnya. Vania khawatir sahabatnya itu melihatnya turun dari mobil pimpinan hotel.

"Beberapa hari ini aku nggak lihat mobil kamu di area parkiran. Memangnya kamu nggak bawa mobil?." Pertanyaan Cika sekaligus menjadi jawaban atas kekhawatiran Vania. Sepertinya sahabatnya itu tidak melihatnya turun dari mobil Sandi.

"Mobilku lagi di bengkel, makanya beberapa hari ini aku terpaksa naik taksi online." Berdusta pada sahabat yang sudah begitu baik pada kita adalah hal yang paling berat, namun semua itu terpaksa dilakukan oleh Vania.

"Kenapa nggak bilang sih? Kalau tahu mobil kamu lagi di bengkel, aku kan bisa menjemputmu dan kita berangkat bersama. Lagian rumah kita searah." Kata Cika. Kini kedua wanita itu berjalan melintasi lobby hendak menuju ke arah lift yang akan mengantarkan mereka ke lantai di mana ruangan mereka berada.

Langkah Vania yang hendak memasuki lift terhenti akibat perbuatan seseorang menarik rambutnya dengan kasar dan hal itu hampir membuatnya terjungkal ke belakang kalau saja tidak cepat menguasai diri.

"Apa anda sudah tidak waras...." Omel Cika setelah mendorong tubuh Atika menjauh dari Vania.

"Wanita sepertinya pantas mendapatkan perlakuan seperti ini. Jika bukan didepan tuan Sandi, apa kamu pikir aku sudi meminta maaf padanya." Balas Atika seraya menuding Vania dengan telunjuknya. Berita tentang pemecatan pak Harto sudah sampai ke telinga Atika dan hal itu semakin memupuk kebencian Atika terhadap Vania.

Kejadian itu memancing kerumunan beberapa pegawai serta tamu hotel yang kebetulan berada di sana.

"Aku jadi heran, memangnya apa sih kelebihan kamu sampai-sampai pimpinan hotel memecat pak Harto demi membelamu." Atika menatap miring pada Vania.

"Sepertinya anda sudah salah paham, nona Atika. Pak Harto sudah banyak melakukan perbuatan curang selama beliau menjabat sebagai manajer hotel hingga berakibat terjadinya pemecatan terhadap beliau, tidak ada hubungannya dengan saya." Sadar saat ini mereka menjadi pusat perhatian, Vania memilih menjelaskan dengan cara baik-baik.

Atika tergelak.

"Apa kamu pikir saya ini bodoh, hah?."

"Wanita murahan seperti dirimu bisanya hanya menggoda pria saja, bahkan rela naik ke ranjang pria demi mewujudkan apapun yang diinginkan. Jangan-jangan kau juga sudah naik ke ranjang tuan Sandi, sampai beliau selalu berpihak padamu."

"Jaga ucapan anda, nona Atika!." Vania hampir tak kuasa menahan emosinya.

"Sepertinya tamparan keras dari Vania kemarin tidak anda jadikan sebagai pelajaran, hingga kembali membuat keributan di sini, nona Atika." Terdengar suara bariton milik seseorang yang kini berjalan memecah kerumunan.

"Tuan Sandi." Cika memandang ke arah datangnya Sandi, begitu pun dengan Vania.

Atika menyungging senyum licik. Wanita itu tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mempermalukan Sandi, sebagai ungkapan balas dendam atas pemecatan terhadap pria yang disukainya. Bisa jadi dipermalukan di depan pegawainya serta tamu hotel mampu membuat Sandi berpikir untuk melakukan klarifikasi hingga akhirnya membatalkan pemecatan terhadap pak Harto.

Setibanya dihadapan Atika, Sandi melayangkan tatapan dingin pada wanita itu.

"Kalaupun Vania naik ke ranjang saya, lalu apa hubungannya dengan anda?." Pertanyaan Sandi dianggap Atika sebagai pengakuan secara tidak langsung dari mulut pimpinan hotel Admodjo Group tersebut.

"Kalian dengar sendiri bukan, pimpinan hotel Admodjo Group tega melakukan pemecatan sepihak kepada salah seorang pegawainya hanya demi memihak pada wanita murahan yang telah menemani beliau di ranjang." Atika memandang sekelilingnya, di mana orang-orang nampak menatap tak percaya, ternyata seorang Sandi Admodjo adalah tipikal pria yang suka bermain wanita. Tindakan Atika terbilang sangat berani. Pasalnya, tak ada seorangpun yang bisa menjamin setelah ini wanita itu masih bisa tetap menyandang status sebagai pegawai hotel Admodjo Group. Namun begitu, secara pribadi, Atika masih percaya diri akan tetap bekerja di hotel tersebut karena berhasil memegang kartu as seorang Sandi Admodjo.

"Anda sudah sangat keterlaluan, nona Atika." Cika tak habis pikir Atika rela melakukan tindakan sebodoh itu hanya karena rasa sukanya terhadap pak Harto.

Sama halnya dengan Atika, Sandi pun turut memandang orang-orang di sekelilingnya dan berkata.

"Sekarang saya tanya pada kalian semua, apa salah jika seorang istri naik ke ranjang suaminya sendiri?." Dengan tatapan tak terbaca Sandi melontarkan pertanyaan itu.

Semua orang yang berada di sana nampak terkejut bukan main, termasuk Vania sendiri. Ia tidak menyangka suaminya itu akan mengakui status pernikahan mereka dengan cara seperti ini didepan pegawainya.

"A_apa maksud anda, tuan?." Atika terbata. Sebenarnya otaknya masih dapat menelaah dengan baik arti dari pertanyaan Sandi, namun seolah menolak untuk percaya.

"Seperti yang anda dengar barusan, Vania adalah istri saya dan itulah alasan mengapa Vania sampai bisa naik ke ranjang saya."

"Istri?." Cika menoleh pada Vania yang kini berdiri sampingnya. Wanita itu seperti sedang bermimpi mendengar pimpinan hotel tempat mereka mencari sesuap nasi, secara terang-terangan mengakui sahabat baiknya sebagai istri.

Vania tertunduk, tak berani membalas tatapan Cika, mengingat selama ini ia merahasiakan tentang pernikahannya dari sahabatnya itu.

Deg.

Tubuh Atika langsung lemas tak bertenaga. Rupanya strateginya salah besar, Vania bukannya wanita simpanan Sandi, melainkan istri sah dari pria itu.

"Sekarang kalian semua sudah paham bukan, mengapa saya sampai tidak terima dengan perbuatan mantan manager hotel terhadap Vania. Karena, Vania adalah istri saya. Saya harap setelah hari ini, tidak ada lagi yang menyebut nama mantan manager di hotel ini!."

Sandi kembali menolehkan pandangan pada Atika.

"Untuk anda nona Atika, saya harap anda tahu diri untuk mengajukan surat pengunduran diri segera, sebelum mendapat pemecatan kurang hormat akibat perbuatan buruk anda yang terus terulang terhadap sesama pegawai!." Berakhir sudah harapan Atika, kini ia harus meninggalkan hotel Admodjo Group dengan kesan yang kurang baik. Wanita itu ragu untuk meminta pengampunan, sadar kali ini pimpinan hotel tidak akan memaafkannya lagi. Ia telah menghina istri dari seorang Sandi Admodjo. Seandainya saja ia tidak berpikiran bodoh, sok jadi pahlawan untuk membela pria idaman hatinya, mungkin ia tidak akan kehilangan pekerjaannya.

"Ayo, sayang!." Sandi meraih tangan Vania dan mengajak istrinya tersebut berlalu, masuk ke dalam lift.

Deg.

Panggilan sayang yang terucap dari mulut Sandi mampu membuat tubuh Vania membatu.

Suasana di dalam lift nampak hening, Vania tak berani berbicara sepatah katapun. Padahal dalam hati, ia ingin sekali menanyakan alasan mengapa Sandi menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cara mengakui pernikahan mereka dihadapan semuanya. Bukankah masih ada cara lain, dengan menepis tudingan Atika misalnya.

Sandi menatap pantulan wajah Vania melalui dinding lift.

"Sudah saatnya mereka tahu tentang hubungan kita." Gumam Sandi.

1
phi_dvas🌼
👍💪💪
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats buat sandi dan Vania, dan happy end juga 😄
Azda Syafril
wah..wah... dh ending za Ng crt'x...
ditunggu bonchap ny KK...
semangatt KK.. ditunggu novel terbarunya moga LBH menarik ge yg da drama komedinya... biar ga gaLau bcanya🤭🤣🙏
Felycia Fernandez
Selamat kk Silvi buat novelnya..💗
secret
duuhh ga kerasaa dah end aja kisah vania n sandi, lengkap sdh kebahagiaan dgn anak2 laki n perempuan..
terimakasiii bnyk thor untuk ceritanya, semangat dan sukses selaluuuu berkaryaa
Yallend Mungil
Thanks thor, sehat sllu dan di nanti karyanya🙏
Ayila
terimà kasih ka sudah membuat cerita ssbagus ini ,,,semangat selalu
Lia siti marlia
yah udah tamat aja 🥰🥰🥰di tunggu judul dan bab berikutnya thorr🤗🤗🤗
secret
akhirnyaa tino jjur jg, untung alma jg dewasa walau msi muda jd ga ngambek🤭 vaniaa smg lancar lahirannyaa
Lia siti marlia
akhirnya pak tino jujur juga ke alma🥰🥰🥰
asik sesil bertar lagi jadi kakak 🤗🤗lancar lahiranya vania🤗🤗🤗
Uba Maoludin
bagus 👍👍👍
Karmina Karmina
oo Tino ketahuan bohongin istrinya
Ariany Sudjana
kenapa kamu harus bingung Alma? kan sudah sah ini, ga masalah kok hamil sambil kuliah
Lia siti marlia
pasti pak tino bohongin alma bukanya ngasih pil penunda kehamilan tapi malah ngasih pil untuk kesuburan 🤭🤭🤭
secret
wah tino kmu ngubulin istrimu ya, pasti yg dksih bkn obat penunda kehamilan.. moga ga merajuk nii neng alma, mana bru bgt mulai kuliah😁
❥␠⃝ ͭ🍁MI💋🅛🅚-🅒🅘🅣🅡🅐👻ᴸᴷ: wkwkwk gpp hamil kuliahnya bisa lewat online cuti sampai ngelahirin habis itu lanjut lagi lagian ada mama mertua bantu jagain cucunya nntinya tanpa menggambat cita-cita Alma jadi dokter dan yang paling penting Tino harus jujur tentang perasannya sama Alma klo pernikahan akan dijalankan selamanya gak ada pernikahan kontrak biar gak jadi beban pikiran bumil apalagi Alma masih labil gitu🤭🤣
total 1 replies
secret
duuhh almaa kmu gatau aja tino udh cintaa sm kmu hd gkbl dicerein🤭 wahh ternyata sweet bgt kisah dibalik pertemuan sandi dan tino smpe jd sahabat skligus atasan yaa😁
Lia siti marlia
apa mungkit pak tino cinta pada pandangan pertama sama alma 🤭🤭🤭
Felycia Fernandez
bener banget 👍👍👍👍
Balqistri
semoga langgeng buat asisten tino& alma
Uba Muhammad Al-varo
sebenarnya Tino tulus kan mencintai Alma
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!