NovelToon NovelToon
Dijadikan Taruhan

Dijadikan Taruhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:25.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yenny Een

Rani tanpa sadar dijadikan taruhan oleh Wira karena kalah balapan liar dengan Arlo. Arlo rela memberikan motor sport barunya untuk Wira demi untuk mendapatkan Rani.

Arlo memasukkan sesuatu ke dalam minuman dan makanan Rani. Arlo hampir melecehkan Rani. Tapi sesuatu terjadi.

Rani berhasil melarikan diri bersama seseorang dan mengalami kecelakaan. Rani menghilang. Arlo dan Wira mencari Rani karena mereka takut Rani membocorkan rahasia mereka.

Rahasia apa yang tersembunyi?

Apa yang akan terjadi kepada Rani?

Apakah Wira dan Arlo tidak akan melepaskan Rani?

Ikuti kelanjutan ceritanya?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Seperti yang diinginkan Kenzo, keesokan paginya Dinda menemukan buku diary di dalam laci mejanya. Dinda memperhatikan di bagian depannya ada nama Wira. Karena penasaran, Dinda membuka lembar demi lembar buku harian itu.

Betapa terkejutnya Dinda, di dalam buku itu, Wira mengaku sangat membenci Rani. Wira ingin sekali menyingkirkan Rani. Wira menjadikan Rani sebagai bahan taruhan untuk mendapatkan motor sport.

Wira juga mengaku, dia yang menabrak motor sport yang ditumpangi Rani pada malam naas itu. Wira sangat bahagia saat menyaksikan Rani dan teman cowoknya terombang ambing dihempas badai. Rani pantas mati karena Rani hanya parasit di keluarganya.

Bel sekolah berbunyi. Dinda dengan cepat menutup buku diary itu. Dinda menunggu Kenzo yang sampai sekarang belum masuk ke dalam kelas. Dinda sangat yakin, buku itu sengaja Kenzo yang letakkan ke dalam lacinya.

Dinda menaruh curiga kepada Kenzo. Dinda akan mengikuti permainan Kenzo. Dinda menaruh kembali buku diary di dalam lacinya.

Dan lagi-lagi Siska berjalan dengan angkuh ke arah meja Dinda. Siska langsung memeriksa laci meja Dinda. Siska mengambil buku diary dan menuduh Dinda yang mengambilnya.

"Maling lu!" Teriak Siska.

Seluruh perhatian kelas teralihkan kepada mereka berdua. Dinda membela diri dengan mengatakan buku itu sudah ada di dalam lacinya.

"Mana mungkin buku itu jalan sendiri! Lu suka cari gara-gara ya sama gue!"

"Siska! Jangan sembarang nuduh. Buku itu sudah ada di dalam laci gue! Buku itu bukan punya lu tapi punya Wira!" Dinda menunjuk ke tangan Siska.

Siska kaget. Siska memperhatikan buku yang ada di tangannya. Siska membuka lembar demi lembar buku yang bukan coretan tangannya. Siska sadar, seluruh isi kelas mulai mengumpatnya.

"Dinda, maaf," Siska duduk di samping Dinda.

Dinda juga duduk di tempatnya. Kelas mulai berisik. Mereka mulai menasihati Siska jangan sembarangan menuduh orang lain. Setidaknya Siska belajar dari kesalahannya yang lalu.

Jam pelajaran pertama sudah berjalan beberapa menit yang lalu, tapi guru mapel belum masuk kelas. Siska masih duduk di tempat Kenzo. Hari ini Kenzo izin tidak masuk sekolah.

Siska memanfaatkan waktunya untuk bicara dengan Dinda. Siska kembali mengucapkan maaf. Dinda hanya diam dengan wajah yang ditekuk.

Siska hari ini saat ingin mengeluarkan buku pelajaran, menemukan selembar kertas yang diketik di dalam tasnya. Dari kertas itu, Siska diberitahu buku hitam miliknya diambil Dinda. Oleh karena itulah Siska langsung menuju meja Dinda.

Setelah diperhatikan, memang benar buku itu adalah buku Siska. Siska menunjukkan inisial 'S' kecil yang ada di belakang buku. Dan ada bekas sobekan di dalam buku.

Dinda membuktikan semua yang diucapkan Siska. Dinda mengambil buku diary itu dan memperhatikannya. Semua yang diucapkan Siska benar. Dinda dan Siska saling berpandangan.

Dinda kemudian meminta Siska untuk membaca isi buku hitam itu. Siska pun membacanya.

"Wira? Siapa Wira?" Siska memandangi Dinda.

"Katanya sih, keluargaku."

"Katanya? Apa lu amnesia!"

"Sssssttttt!" Dinda menaruh telunjuknya di bibir Siska.

Dinda minta Siska membantunya mencari tahu siapa yang berusaha membuat Dinda dan Siska bermusuhan. Siska akhirnya mau bekerja sama. Siska kembali ke tempat duduknya.

Hari ini pun berlalu seperti biasa. Dinda diam-diam memasang kamera kecil yang dia dapat dari Rama di dalam lacinya. Dinda penasaran siapa orang yang menaruh buku hitam milik Siska di dalam lacinya.

Dinda, Rama dan Dita pulang sekolah naik mobil. Mereka tidak langsung pulang ke rumah. Rama menepikan mobilnya di sebuah rumah makan.

"Laper Kak?" Dinda memandangi rumah makan yang ada di depannya.

"Iya, ayo," Rama keluar dari mobil.

Dinda dan Dita menyusul Rama masuk ke dalam rumah makan. Ternyata di dalam sudah menunggu pak Latif dan Bu Sekar. Makanan pun langsung dihidangkan saat Rama, Dita dan Dinda masuk ke dalam.

Dinda melihat makanan kesukaannya yang dihidangkan di atas meja. Dinda langsung menikmati hidangan itu. Pak Latif sekeluarga sangat senang melihat Dinda lahap menyantap makanannya.

Setelah mereka menghabiskan makanan, Pak Latif dan Bu Sekar memberikan kejutan untuk Dinda.

"Dinda, biar bagaimanapun kamu adalah anak Ayah dan Bunda. Tapi, jika suatu hari kamu ingin kembali kepada keluargamu, kami tidak akan menghalanginya. Tolong, sesekali kunjungi keluargamu ini," Bu Sekar meneteskan air mata.

"Bun, maksudnya apa?" Dinda memegangi lengan Bu Sekar.

"Dinda, Ayah sudah menemukan Om dan Tantemu. Kebetulan rumah makan ini milik mereka," kata Pak Latif.

Tidak berapa lama kemudian, Damin dan Mira menghampiri meja makan mereka. Damin dan Mira sangat terkejut saat melihat Dinda. Mereka berdua langsung memeluk Dinda.

Dinda merasa canggung. Dinda sama sekali tidak mengenali mereka. Damin dan Mira berusaha membantu mengembalikan ingatan Dinda.

Saat melihat Dinda yang kebingungan, Mira dan Damin berusaha tenang. Pak Latif kemudian menceritakan awal pertemuannya dengan Dinda. Pak Latif juga cerita saat ini Dinda mengalami amnesia.

Damin dan Mira meneteskan air mata. Sudah lama mereka mencari keponakan mereka Rani. Alasan mereka ke kota Jade adalah untuk mencari Rani. Dan kebetulan, mereka sudah mempunyai modal untuk membuka rumah makan di sana.

"Terima kasih Pak. Anda dan keluarga sudah menyelamatkan dan merawat Rani. Apa boleh saya tahu, apa yang sebenarnya terjadi kepada Rani?" tanya Damin.

Pak Latif kemudian memberikan informasi yang dia dapatkan dari orang-orang kepercayaannya dan juga informasi yang dia dapatkan dari Bima yang saat itu menyelamatkan Rani atau yang mereka beri nama Dinda.

Damin dan Mira tidak percaya, Wira ada hubungannya dengan kecelakaan Rani. Ditambah lagi dengan cerita Rani yang bertemu Wira di pantai. Wira juga melakukan kekerasan kepada Rani saat di vila.

Rani juga menunjukkan foto buku harian tulisan tangan Wira kepada Damin dan Mira. Mereka berdua membacanya. Sakit hati mereka berdua setelah membacanya. Tapi Mira memperhatikan dengan seksama tulisannya.

"Sayang, bukannya Tante membela Wira. Seandainya Wira salah, Wira tetap kami hukum. Kami juga bersedia membawa Wira ke kantor polisi untuk diperiksa.Tapi, ini bukan tulisan Wira," kata Mira.

Damin kemudian memperhatikan tulisan Wira. Dan ternyata benar, itu bukan tulisan Wira. Tulisan Wira tidak serapi dan sejelas itu.

"Tante kamu benar, Rani. Itu bukan tulisan Wira," ucap Damin.

Damin dan Mira sudah berbulan-bulan tidak bertemu dengan Wira. Wira setelah mengambil uang mereka, pergi entah ke mana. Damin meminta bantuan pak Latif untuk mencari keberadaan Wira.

Mira melihat beberapa orang berdiri di depan rumah makannya. Mira dengan sedikit berlari ke depan menghampiri beberapa orang itu dan bertanya ada keperluan apa.

Terdengar sedikit keributan. Mira berteriak memanggil Damin. Damin berlari mendekati Mira. Damin juga terlihat ribut dengan beberapa orang itu. Dan yang di luar dugaan, orang-orang itu memukuli Damin dan memecahkan kaca rumah makan.

CRAAANG!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Na!
😭
Fang
lanjut 💪
Fang
tinggal demi Rani 🤭, kasihan papanya 🤣
Fang
😱
Mauk
kembaran Wira 😱
Al!f
Siapa
Rose
Salfok sama covernya. 😍
Wings
Covernya cihuy badai
Al!f
Ada yg beda, covernya 👍👍👍👍👍
Queen
Gila, covernya mantap. Kereeeeeen 👏👏👏👏
Kimberly
makin cakep aja covernya Thor. suka ❤❤❤❤❤
Andi
Covernya mantap 💪
Bho Tak
Aku suka covernya ❤
Ais
wawwwww covernya keren 😍😍😍😍
Mauk
😱😱😱😱
Mauk
Terserah author aja dah 🤣
Mauk
Ihhhh
Mauk
Kenzo ternyata
Mauk
kok bisa 😱
Mauk
Yah ko it 😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!