NovelToon NovelToon
Suami Bajinganku Tersayang

Suami Bajinganku Tersayang

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.6
Nama Author: Yoevanca

Suami Bajinganku Tersayang.

Aku tak menyangka pertemuanku yang tak sengaja dengan Leon, lelaki romantis dan super tampan itu adalah awal dari kisah hidupku yang nelangsa.
Betapa tidak, di umurku yang baru menginjak 18 tahun aku sudah di tinggalkan kedua orang tuaku akibat kecelakaan tunggal dijalan tol.
Kedua orang tuaku hangus terbakar di dalam mobil, sedangkan aku bisa diselamatkan dari kecelakaan maut itu.
Dialah Leon Maleva, pahlawan yang menyelamatkan hidupku sekaligus menjadi suamiku kelak.
Dibalik sikapnya yang manis dan romantis tersimpan sejuta rahasia yang terpendam.
Bisakah aku hidup bahagia dengannya?

Karya ini kolaborasi dari Yoevanca, Fery Tamaki, Tiyan Wijayanti & Nenk triska Zeka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoevanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11 - Kesedihanku

Ivanka terus menangis sampai membuat dadanya terasa sesak karena hatinya belum bisa menerima sebuah kenyataan pahit. Tak ada lagi yang bisa ia lakukan saat ini selain menangis dan terus menangis. Seketika itu juga dia ingat akan kedua orang tuanya. Sesaat setan berbisik dalam hatinya kenapa tidak ia akhiri saja hidupnya saat ini, dari pada dia harus menanggung malu seperti saat ini kehormatannya sebagai seorang wanita sudah hilang. Kekecewaan yang membuncah dalam dadanya seolah menghimpit pernapasan Ivanka, malaikat yang dia bangga-banggakan telah berubah menjelma menjadi seorang monster yang menyeramkan dan menakutkan.

Sedang Adrian semakin ingin tahu siapa lelaki yang telah berani merenggut mahkota Ivanka dengan paksa. Amarah dan murkanya sudah mencapai level yang paling atas. Bagaimanapun juga dia masih sangat mencintai Ivanka. Rasa sakit Ivanka adalah sakitnya pula dan kebahagiaan Ivanka adalah bahagianya juga.

"Jawab pertanyaan aku, Cinta! Siapa lelaki breng*sek yang sudah menodaimu?" desak Adrian. Wajah putih lelaki itu berubah warna menjadi merah padam. Rahangnya mengeras. Matanya pun ikut berkaca-kaca. Dia benar-benar tidak tega melihat Ivanka yang terus histeris tanpa mau berkata-kata.

"Jadi benar lelaki breng*sek itu sudah mengancammu? Hingga kamu takut untuk menjawab pertanyaan aku? Siapa dia, Cinta? Ayo bicaralah! Kamu aman bersamaku. Aku akan melindungimu dengan segenap jiwaku. Aku bersumpah, akan aku seret dia ke penjara! Kamu kenal siapa aku kan? Kalau kamu tidak mau bicara maka aku akan mencari tahu masalah ini sendiri," papar Adrian dengan sangat emosional.

Ivanka menarik tangan Adrian saat lelaki itu hendak beranjak pergi, "Jangan lakukan apapun aku mohon!" pintanya.

"Kenapa?" tanya Adrian singkat.

"Karena dia laki-laki yang menyelamatkan aku. Kalau bukan karena dia, aku sudah mati," jawab Ivanka.

"A~apa maksudmu, Cinta?"Adrian tidak mengerti apa yang sedang Ivanka bicarakan. Lelaki itu baru saja pulang dari luar negeri untuk mengurus bisnisnya, Adrian seorang pembisnis muda yang sukses, semua juga berkat harta kekayaan dari kakeknya hingga dia bisa menjadi seorang pemimpin tanpa bersusah payah. Dan karena kesibukannya itulah ia tidak tahu kabar apapun yang ada di Indonesia. Termasuk tentang kecelakaan tragis yang menimpa Ivanka dan kedua orang tuanya.

Adrian dulu adalah kakak kelas Ivanka waktu SMA dan sekarang lelaki itu sambil kuliah ia memimpin perusahaan keluarganya.

Tangis Ivanka kembali banjir membuat Adrian merasa semakin tidak tega. Hatinya bak diiris sembilu, mungkin inilah yang dinamakan sakit tapi tidak berdarah.

"Ceritakan semua sama aku! Tapi ganti bajumu dulu, Cinta," perintah Adrian, "Nanti kamu bisa sakit," lanjutnya.

Ivanka menurut apa yang Adrian instruksikan. Selepas berganti baju, Adrian mengajak Ivanka untuk duduk di atas sofa. Segelas teh hangat lelaki itu siapkan sekedar untuk membantu menghangatkan tubuh Ivanka.

"Minumlah dulu, Cinta!" pinta Adrian.

Dan secangkir teh hangat itu langsung diteguk Ivanka tanpa sisa.

"Sekarang mulailah bercerita! Aku akan mendengarkanmu," kata Adrian.

"Lelaki itu memang penyelamatku. Dia menolongku saat kecelakaan beberapa hari yang lalu. Dia menarik tubuhku keluar dari dalam mobil, namun tidak lama setelah itu mobil papa meledak dan kedua orang tuaku harus tewas terbakar bersama mobil mereka," cerita Ivanka. Gambaran kejadian tragis itu berputar kembali pada memori otaknya, membuat Ivanka kembali merasa sesak.

"Apa? Jadi om dan tante su..., sudah meninggal?" Adrian merasa lemas, jantungnya berdesir tidak karuan tatkala membayangkan betapa ngerinya tragedi tersebut, "Ya Tuhan, maafkan aku! Aku turut bersedih, Cinta. Malang sekali nasibmu. Andai aku ada di sini kamu pasti tidak akan terlantar seperti ini, Cinta." Adrian shock dengan cerita yang didengarnya. Dia pun kenal baik dengan kedua orang tua Ivanka, tidak menyangka mereka akan bernasib tragis seperti ini.

"Kalau kedua orang tuaku masih ada, aku tidak akan ada bersamanya. Tapi lelaki itu menolongku, mengurus semua pemakaman papa dan mamaku. Dia juga menampungku. Mengurus segala keperluanku. Dia sudah menganggapku sebagai adiknya. Dia malaikatku, aku tahu seumur hidupku tidak akan bisa aku membalas kebaikannya. Hutang uang bisa dibayar, tapi hutang nyawa akan dibawa sampai mati," ujar Ivanka.

"Tapi meski begitu dia tidak berhak merusakmu seperti ini, Cinta. Dia harus tetap mempertanggung jawabkan perbuatannya." Adrian tetap tidak bisa mengontrol emosinya. Kebaikan lelaki misterius yang Ivanka sembunyikan identitasnya sama sekali tidak membuat hatinya bergeming, dia berpikir lelaki itu tetap harus diberi pelajaran.

"Jangan, Adrian! Tolong pahamilah aku! Aku yang saat ini seperti hidup segan tapi mati pun tak mau. Aku dilema, jelas aku membencinya, dia merusak masa depanku. Aku berjanji akan menjaga kehormatanku dan hanya akan memberikannya pada suamiku kelak, tapi janjiku itu sudah tidak mungkin lagi. Aku sudah kotor! Aku hina! Aku seperti perempuan ja*lang yang tidur dengan lelaki tanpa ikatan, lalu segala yang dia berikan padaku membuat aku tidak bisa menuntutnya. Atas dasar hutang nyawa aku lemah. Meski sejujurnya perlahan aku mulai memiliki rasa. Rasa yang menggetarkan hatiku tiap kali aku ada di dekatnya," terang Ivanka dengan panjang lebar.

"Kamu mencintainya?" tanya Adrian. Terselip rasa kecewa dan cemburu yang bercokol pada hatinya. Rasa tidak terima saat pujaan hatinya memiliki perasaan pada lelaki lain selain dirinya.

Ivanka terdiam, dia memejamkan mata sejenak hingga air matanya yang tadi sudah surut perlahan lolos kembali dan membasahi wajah ayunya.

"Huft...." Ivanka menghela napas panjang seraya membuka kelopak matanya, "Aku rasa begitu," katanya dengan nada yang melemah.

"Masih ada aku yang siap membahagiakanmu, tapi kenapa kamu malah memilih lelaki baji*ngan itu untuk kamu cintai?" protes Adrian.

Ivanka menatap mata Adrian dengan tajam. Sorot matanya yang tadi memudar kini nampak tegas, "Kamu tidak bisa memilih akan pada siapa cintamu berlabuh, seperti halnya denganku. Kebaikannya, ketulusannya bak sumber mata air di padang gurun yang gersang. Mana aku tahu kalau jadinya akan seperti ini? Kalau aku bisa meramal masa depanku sendiri, maka lebih baik aku memilih mati bersama kedua orang tuaku dari pada harus hidup seperti ini," papar Ivanka dengan frustasi.

"Jangan bilang seperti itu, Cinta! Hidupmu masih panjang."

"Nah kalau begitu tolong jangan desak aku untuk mengatakan siapa lelaki itu. Biar bagaimanapun..., aku tetap berhutang nyawa dengannya, tapi tetap saja aku benci perilakunya. Jadi kalau kamu masih memaksaku, lebih baik aku pergi saja dari sini." Ivanka menyelipkan sedikit ancaman.

"Oke, aku tidak akan bertanya lagi." Adrian memilih untuk menyerah. Dia takut Ivanka benar-benar pergi dari apartmennya, "Tidurlah, Cinta! Ini sudah larut bahkan sudah hampir pagi. Tetaplah di sini. Katakan apapun yang kamu butuhkan. Dan ingat...." Adrian meraih jemari Ivanka lalu menggenggamnya, "Ada aku yang selalu bersedia menjadi tempatmu berkeluh kesah," lanjutnya. Tatapan mata Adrian terlihat syahdu dan menembus hingga ke sanubari Ivanka.

Lagi-lagi cairan bening menggenang di kedua manik hitam Ivanka, seolah tiada habis dia menangis meski matanya sudah memerah dan sembab.

"Aku wanita kotor..." Ivanka menarik tangannya dari genggaman tangan sang mantan, dia berkata dengan bibir yang terlihat gemetar, dia bahkan memukul dadanya bekali-kali dengan kepalan tangannya sendiri seolah ingin mengekspresikan luka yang ada dalam hatinya, "Aku tidak pantas untuk siapa pun lagi! Aku hina! Diriku wanita yang sangat hina! Aku merasa...." Ivanka menghentikan kata-katanya sejenak, "Aku lebih baik mati," lanjutnya disambut dengan isakannya yang semakin kencang.

Adrian dibuat ikut menitikkan air mata. Sungguh kondisi Ivanka sangat memprihatinkan. Ujian wanita itu sungguh bertubi-tubi dan cukup berat. Dia membenamkan tubuh Ivanka ke dalam pelukannya.

"Jangan bilang seperti itu, Cinta. Masih ada aku. Aku nggak akan ninggalin kamu," ujar Andrian. Dia mengeratkan pelukannya saat tubuh Ivanka terasa meronta dan hendak melepaskan dekapannya.

"Aku kotor! Aku menjijikkan! Aku hanya seorang wanita malang korban pemerkosaan! Bayangkan bila kamu jadi aku! Aku melihat kedua orang tuaku tewas terpanggang di depan mataku. Belum juga trauma itu hilang, sekarang aku menjadi pemuas napsu orang yang sudah aku anggap sebagai malaikat, masih terlihat jelas bagaimana aku melihat darah pada alat vitalku, ini mengerikan! Benar-benar mengerikan! Papa, Mama, bawa aku bersama kalian. Hiks..., aku sangat menjijikan!" Ivanka merutuki dirinya sendiri, dia memukul-mukul dada Adrian dengan kedua telapak tangannya bergantian, "Jangan sentuh aku! Bahkan aku lebih kotor dari tumpukan sampah!" jeritnya histeris namun Adrian tetap tidak mau melepas Ivanka.

Adrian mengelus rambut Ivanka dengan penuh kelembutan, kemudian dia menuntun kepala Ivanka untuk bersandar di dada bidangnya. Hingga kini baju Adrian pun basah karena lelehan air mata Ivanka.

"Kamu harus kuat, Cinta! Mati bukan jalan keluar yang baik. Percayalah ini ujian dari Tuhan untuk menaikkan derajatmu, bukan untuk menjatuhkanmu. Never give up please!" Adrian memberi motivasi pada Ivanka.

Ivanka tidak menanggapi perkataan Adrian. Dia masih sibuk meratapi kisah hidupnya yang pelik. Sesaat dia menyalahkan Sang Pencipta. Merutuki setiap nasib buruk yang Tuhan gariskan. Bila benar Tuhan tidak akan menguji umatnya di luar batas kemampuan mereka, lalu dimana dia akan mencari kekuatan untuk bangkit? Ini bukan seperti jatuh ke dasar jurang yang paling dalam, tapi lebih parah dari itu, ini layaknya seseorang yang harus di kubur hidup-hidup saat keinginannya untuk melihat dunia masih menyala dan berkobar-kobar.

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

Jangan lupa untuk memberi komentar, like dan vote setelah membaca.

Yang belum menekan tombol favorit ❤️ di tekan ya supaya kamu tidak ketinggalan berita waktu up ... happy reading

1
Qillah julyan
bab ini gak asik..
Qillah julyan
lah curang pake ccrtv toh carinya😁
Misar Lakanting
lanjut
Misar Lakanting
lanjut cerita
Diana Susanti
nyimak kak
Meilan Kaluku
gassssd leonnnn
Ita Imus
suka
evayua
keknya nih ya nama Tama emang banyak yg somplak,karna Tama kenalan gw begitu juga,saat Tama ini dapat bonusan kerja dia bilang mau kasih gw kue,dan gw requestlah kue apa aja yg penting di kotak biar gak ribet dan bener sih kotak tapi yg dia kasih kue tart dong dengan krim putih pulak 🤦😆😆, aduhhh bener2 Tama yaa 😆😆😆
Salmah S
cemangat yaa thor😁
🦅HagiaShofia🦘
sumph suka q novel kek gni kocakk abisss,,, 😂🤣🤣🤣🤣
💕febhy ajah💕
""dia pasti sudah gila""
ya iyalah gila, kan kepalanya ngebentur, pasti geser dikit lah.
💕febhy ajah💕
mampir setelah sekian lama difavoritkan
Nani Susanti
invanka sangat anak2 se x...
g ada dewasa2 nya....
Dina A Noor: mood ibu hamil itu. apalagi masih abg plus dpt suami mantan casanova.
total 1 replies
uhuuuyyy
nesu maneeeh
uhuuuyyy
hmmm...jaaan tenan ogh mak juju kiii
uhuuuyyy
wakakakakqkak..tamaaa tamaa...kena dech loe
Nani Susanti
sama aq jg gt
Nani Susanti
ya ampun sampai segitu nya ya si Leon.....
kejam bngt......🤣🤣🤣🤣🤣😂😂
Nani Susanti
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Desy Puspita
Mommy😌
Aku kemari ngapain😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!