NovelToon NovelToon
Harga Diri Yang Tergadaikan

Harga Diri Yang Tergadaikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: dewidewie

Seorang gadis yang memiliki kelainan jantung sejak lahir, harus bertahan hidup sendiri membesarkan kedua adiknya.

Kerja keras dan banting tulang sanggup dia lakukan demi masa depan adik adiknya. Bahkan masa depannya sendiri tak pernah dia pikirkan.

Hingga suatu ketika keadaan memaksanya untuk menggadaikan harga diri serta hidupnya.

Dan dengan terpaksa harus menikah dengan orang yang tak pernah mencintainya.

Nah, untuk mengetahui kisah selanjutnya? Simak saja di karyaku yang terbaru berjudul
" Harga Diri Yang Tergadaikan ".

Selamat membaca, jangan lupa subscribe, like, vote, dan semua dukungan. 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewidewie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter : 11

Erick merasa hancur mendengar pernikahan Nabila dengan orang lain. Dia pun datang ke kantor kakaknya untuk mengembalikan mobil sekaligus menenangkan dirinya.

Tok tok tok

" Masuk! "

Erland menatap Erick yang masuk dengan muka kusut dan acak acakan, kemudian dia tutup laptopnya dan beranjak sambil memasukkan kedua tangannya di kedua saku celananya berjalan mendekati adiknya yang merebahkan tubuhnya di sandaran sofa.

" Kamu kenapa? Apa ada masalah lagi dengan papa? "

Erick menggeleng dengan malas membuat Erland menghela nafas panjang " Kalau tidak ada masalah lagi dengan papa lalu dengan siapa lagi? ".

Erick melotot tajam kemudian membuang muka dengan kesal " Sialan, kakak pikir aku tukang bikin masalah".

" Kali aja" Erland pun terkekeh berhasil menggoda adiknya hingga semakin kesal.

Erick yang sudah sangat kesal memilih beranjak dan pergi dari tempat itu sambil bergumam sendiri.

 " Sepertinya aku salah datang ke sini".

Erland tersenyum tipis " Tunggu Erick! Kakak punya sesuatu untukmu".

Erick menghentikan langkahnya dan menoleh pada Erland "Hh halah paling juga kakak mau menipuku".

" Eh, sejak kapan kakak menipumu? Enak saja! Sudah sini duduk lagi nanti kakak kasih tahu kamu sesuatu "

Dan Erick pun menurut meskipun masih kesal pada kakaknya, dia kembali duduk di sofa dan menyadarkan punggungnya di sandaran kursi.

Tiba tiba dua orang masuk dengan senyum merekah di wajahnya membuat Erick menoleh dengan bingung.

Erland mengangkat kedua alisnya namun Erick masih bingung dengan kedatangan papa dan mamanya.

" Ada apa ini? Apa kalian akan benar benar menghapusku dari keluarga " ketus Erick yang membuat William dan Rima saling melemparkan pandangan.

Kemudian Rima berjalan mendekati putra bungsunya itu dan mengusap kedua pundaknya lalu menyandarkan dagunya di sana sambil berbisik " Sayang, apa kamu tidak merindukan mama dan papa".

" Tidak, buat apa aku merindukan kalian nyatanya kalian tidak percaya padaku dan membuangku seperti sampah. Sekarang aku sudah mengerti ma arti kehidupan. Aku bekerja keras setiap hari agar bisa makan. Aku banting tulang pagi dan malam hanya untuk makan "

William dan Rima kembali saling menatap, kemudian William ikut menghampiri dan menepuk pundak Erick " Bagus nak, sekarang kamu sudah paham kan tentang kehidupan. Kerasnya dunia "

Erick memutar tubuhnya dan menatap tajam kedua orang yang berada di hadapannya

" Aku juga tahu kalau cinta juga membutuhkan materi. Kalian harus tahu sekeras apapun aku berjuang aku tetap kalah ma, pa. Aku tidak bisa mendapatkan cinta nya karena yang dia pilih laki laki ber-uang dan aku, hah aku adalah seorang buruh pabrik yang hanya bisa makan tanpa bisa memberinya banyak uang".

"Siapa dia nak? Gadis seperti itu tidaklah cocok menjadi bagian dari keluarga kita, dia matre dan pasti dia akan mencintaimu karena uang"

Erick menatap mamanya dengan tajam

" Bukan seperti itu juga ma, tapi memang dia butuh uang dan aku tidak memilikinya, lalu dia memilih seseorang yang punya banyak uang ".

" Tetap saja itu namanya matre Erick!. Pokoknya gadis seperti itu mama tidak suka "

Erland hanya memijit pelipisnya melihat perdebatan kecil ibu dan adiknya " Sudah sudah, Cukup kalian hentikan perdebatan ini. Erick katakan siapa dia barangkali kakak bisa membantumu ".

" Sudahlah aku tidak mau berurusan lagi dengan kalian. Aku muak dan aku kecewa sama kalian" Erick memilih pergi dari sana.

William terdiam mematung kemudian duduk dengan perlahan di sofa yang berada di sana

" Erland, semua ini gara gara papa. Seandainya papa tidak membekukan semua asetnya dia tidak akan seperti ini. Dan bisa mendapatkan apapun yang dia mau"

" Tidak pa, apa yang papa lakukan sudah benar. Sekarang Erick sudah banyak berubah tinggal butuh waktu untuk menerima kenyataan dan seseorang telah berhasil menaklukkan hatinnya. Papa harus siap menerima kalau calon istrinya Erick adalah kalau dia adalah orang biasa bukan dari golongan kita"

William menarik nafasnya dalam dalam kemudian menghembuskannya perlahan

"Hfff iya Land papa sudah siap dan akan menerima apa adanya, tapi apakah mamamu akan bisa menerimanya? Papa gak yakin ".

" Papa harus bisa yakinkan mama atau selamanya Erick tidak akan mau kembali ke rumah kita"

🌺

🌺

🌺

Kania dan Felisa duduk di samping Nabila yang sedang menangis sesenggukan.

" Kak, coba sedikit saja dengarkan isi hati kakak. Batalkan pernikahan kontrak kakak dan menikah beneran saja sama kak Erick "

Ucap Kania yang membuat Nabila menatapnya tajam.

Nabila menyeka air matanya dan melotot tajam kepada kedua adiknya yang membuat keduanya menunduk penuh ketakutan

" Dengarkan baik baik ya kalian berdua. Kakak melakukan ini semua untuk kalian, untuk masa depan kalian karena kakak sudah berjanji pada almarhum bapak dan ibu untuk menjaga kalian dan memastikan masa depan yang baik untuk kalian. Terus kalau kakak batalkan kerjasama ini darimana kakak bisa bayar uang kuliah dan sekolah kalian".

Felisa mengeluarkan sebuah ATM dan menyodorkannya kepada Nabila " Kak, di sini ada uang 500 juta cukup untuk biaya kuliah Felisa, kelulusan Kania beserta biaya masuk kuliah dan juga bisa untuk biaya pengobatan jantung kakak".

Nabila berdiri dan

Plaks

Sebuah tamparan yang cukup keras mendarat di wajah cantik Felisa, diapun tertunduk dam ikut menangis sesenggukan karena menyadari kesalahannya seakan dia sudah tahu ini yang akan terjadi.

" Fel, kakak mohon kembalikan uang itu. Kakak sungguh gak nyangka kamu rela menukar harga dirimu dengan sejumlah uang dengan alasan sedang kesusahan" Ucap Nabila.

" Kak, tapi sungguh ini bukan uang haram kak. Felisa bersumpah sampai saat ini masih perawan "

" Terus darimana kamu mendapatkan uang sebanyak itu. Sungguh alasanmu tidak masuk akal. Kamu pikir setelah kamu menghabiskan uang itu dia akan diam saja tanpa minta imbalan apa apa. Jangan bodoh kamu Fel''.

Felisa pun menunduk mendengarkan semua ucapan kakaknya. Hatinya mulai berpikir apa yang kakaknya katakan ada benarnya juga. Dan suatu saat akan meminta jatahnya.

Tidak di sangka dari luar pintu Erick sudah berdiri mematung dan mendengarkan semuanya. Kemarahannya yang tadinya berapi api seketika menjadi padam setelah mendengarkan semua derita Nabila.

" Bil, mungkin saja keputusanmu sudah benar. Seandainya aku sudah punya uang banyak aku akan bisa menghentikanmu melakukan pernikahan kontrak itu, tapi masalahnya uangku belum terkumpul banyak jadi aku tidak bisa berbuat apa apa " . Gumamnya sendiri.

Erick bersandar pada dinding yang berada tepat di samping pintu rumah Nabila, dia duduk sambil menahan rasa sakit di hatinya.

Dan begitu juga dengan Nabila yang merasa bersalah pada Erick karena kebersamaannya selama hampir dua bulan sudah banyak membuka mata hatinya tentang arti kebahagiaan. Dengannya dia bisa tertawa dan bercanda lepas tanpa beban pikiran. Seakan tidak ada masalah di dalam rumahnya. Erick orang yang mampu membuatnya berhenti menyerah apabila dia sudah lelah.

1
Widia Ningsih
konyol yaa ....masa di tangga/Facepalm/
dewidewie: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Nazefa
lanjut dong kak../Smile/
Nazefa
wah, Wiliam kebablasan ini../Joyful//Joyful/
Nazefa
pasti hati Erick sangat hancur sekarang../Sob//Sob/
Nazefa
ya ampun, berarti selama ini Rima tidak benar-benar ikhlas../Grimace/
F.T Zira
ish..ini sih modusss😏😏😏
F.T Zira
ngakak aku bacanya/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
F.T Zira
sepertinya ada kata yg kurang/CoolGuy//CoolGuy/
dewidewie: heeh kak, kurang nya /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Zhu Yun💫
Selalu pas adegan begini pasti dipertontonkan 🙈🙈🙈🙈
Zhu Yun💫
Waduh apanya yang mengunci nih, atasnya apa bawahnya 🙈🙈🙈🙈
dewidewie: jiahhhhhh/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Mamah dini
cari kes
Nazefa
Si Erland, situasi lagi tegang dan serius gitu malah menegangkan sesuatu yang lain😭
dewidewie: apaan tuh/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Nazefa
semakin menegangkan.. lanjut thor.../Determined/
Nazefa
pas ini Nabila sakit jantungnya.. sayang nggak ada Erick../Curse//Curse/
Nazefa
waduh... kenapa bisa tiba-tiba kecelakaan terus meninggal. apa aku melewatkan satu bab tentang mereka?
dewidewie: enggak kak nanti penjelasan di bab selanjutnya ada flashback nya
total 1 replies
Nazefa
sayang sekali, Kania yang masih SMA harus melakukan semua ini../Cry//Cry/
dewidewie: itulah kenakalan remaja kak yang perlu diwaspadai
total 1 replies
Nazefa
Udah, nggak usah pura-pura.. /Joyful//Joyful/
Nazefa
wah, sudah terlihat ini alurnya ke mana... pasti itu anu anu../Smirk//Smirk/
Nazefa
jadi curiga../Chuckle/
Nazefa
nah kan, kena batunya sendiri..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!