Setelah menyelesaikan tugasnya Nungky kembali ke rumahnya, namun setelah kejadian itu membuat sesuatu merubah hatinya.
Haruskah dia memperjuangkan cintanya kepada orang yang bahkan tidak pernah mengenal cinta?
Atau haruskah dia melupakan cintanya lagi sama. seperti yang dia lakukan kepada Awan?
NB: Ini Lanjutan dari Kepentok Cinta Nungky, jadi kalau bingung silahkan baca novel itu terlebih dahulu 🤭🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vinoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Di Jalan
"Ayo pulang Ky sudah jam setengah sembilan sekarang!" Ajak Ricko setelah melihat jam di pergelangan tangannya, kemudian dia beranjak berdiri sambil menyerahkan uang lima puluh ribu kepada si pedagang jagung bakar tersebut."Kembaliannya ambil saja!" Ucapnya saat si pedagang mau memberikan uang kembalian kepadanya.
"Wah terima kasih semoga Kalian langgeng terus ya sampai nikah dan punya anak nanti!" Ucap si pedagang mendoakan mereka berdua.
"Amin ya Rabbal alamin Makasih Abang Jagung, kita doain juga biar dagangannya laku!" Ucap Nungky balik mendoakan yang langsung diamini sebagai pedagang tersebut. Kemudian Nungky menoleh sambil tersenyum pada Ricko."Ayo Abang Kerokan kita pulang, anak-anak sudah nunggu di rumah!" Ucapnya asal sambil cengengesan.
"Anak dari mana, kita nikah saja belum masa punya anak!" Ucap Ricko sambil berjalan di samping Nungky menuju mobilnya.
"Ya nikahin dulu lah Bang biar kita bisa punya anak beneran!" Ucap Nungky sambil membuka pintu mobil dan duduk di dalamnya.
Degg
Ricko terdiam mematung di tempatnya setelah mendengar apa yang Nungky katakan barusan, dia bingung apa maksudnya Nungky ingin dilamar ataukah itu hanya kata-kata yang diucapkan asal, dia tidak tahu artinya apa yang jelas hati kecilnya merasa berbunga-bunga sekaligus gugup di saat bersamaan.
"Bang ayo jangan ngelamun katanya mau pulang, apa kita nginep aja gitu sampai pagi?" Ucap Nungky sambil cengengesan membuat Ricko tersadar dari lamunannya.
Ricko berdecak kesal sambil masuk dan duduk di kursi kemudi."Jangan suka asal, untuk apa aku menghabiskan malam ku bersamamu Nungky yang ada malah aku tidak bisa tidur" Ucapnya sambil menjalankan mobilnya membelai jalanan kota.
"Nggak bisa tidur gara-gara keasyikan mengagumi kecantikan aku ya Bang?" tanya Nungky sambil cengengesan merasa malu sendiri.
"Bukan tapi karena mendengar ocehanmu yang tidak jelas sampai aku jadi sakit kepala dibuatnya!" Ketus Ricko membuat Nungky mengerucutkan bibirnya sebal.
Saat mereka melepaskan toko swalayan ada seorang Gadis cantik yang baru saja keluar dari sana, dia melebarkan matanya saat melihat Ricko bersama Nungky dalam satu mobil. Dia mengepalkan tangannya membentuk tinju dengan mata merah menahan amarah karena cemburu melihat keduanya, apalagi saat dia melihat Ricko tengah tertidur.
"Kurang ngajar kenapa gadis itu masih dekat-dekat dengan Ricko?" Gumam Jenny menatap keduanya yang sudah menjauh dengan kesal.
Sejak kecil dia sudah menyukai Ricko yang merupakan pria sempurna untuk menjadi pasangan hidupnya, pria tampan yang mapan dan juga tidak suka main wanita seperti Ricko adalah sosok pria idaman, dan dia tidak rela jika pujaan hatinya itu pergi bersama wanita lain.
"Tunggu saja Nungky akan kubuat kamu tidak berani menunjukkan wajahmu lagi di depan Ricko, bahkan di depan umum sekalipun!" Ucapnya lagi sambil tersenyum sinis, dia sudah bertekad akan membalas semua perbuatan Nungky padanya dan itu bukanlah sesuatu yang biasa.
"Suara dengarkanlah aku apa kabarnya pujaan hatiku" Celoteh Nungky menyanyikan lagu yang sering dia nyanyikan saat dulu mengejar cinta Awan dengan suara cemprengnya.
Ricko yang mendengar suara merdu Nungky mulai merasa kupingnya terasa panas dan sakit sampai dia tidak bisa konsentrasi menyetir mobilnya."Cukup Nungky sebaiknya kamu diam, nyanyianmu terlalu bagus untuk dinyanyikan disini!" Ucapnya melarang Nungky bernyanyi karena jika tidak, mungkin hal buruk akan terjadi pada mereka berdua.
"Masa sih Bang jadi malu, ya sudahlah aku diam saja abis ini belok kiri ya Bang itu jalan ke rumahku soalnya!" Ucap Nungky sambil melihat jalanan di depannya. Ricko mengangguk mengerti sambil membelokkan mobilnya ke jalan yang ditunjuk Nungky.
"Nungky!" Teriak seseorang membuat keduanya menoleh kesamping dimana Desi sedang menatap ke arah mereka.
Ricko dan Desi menghentikan mobil mereka di pinggir jalan yang sudah dekat dengan perumahan dimana Nungky tinggal, dengan segera Nungky turun dari mobil dan menghampiri ibunya itu."Huaaaa Mama aku rindu!" Pekiknya sambil merentangkan kedua tangannya dan memeluk Desi dengan erat.
"Woy engap Ky, Mama gak bisa napas nih!" Ucap Desi sambil melepaskan pelukan mereka, "Dari mana saja kamu jam segini belum pulang juga?" Tanyanya menatap Nungky yang sedang cengengesan.
"Bilangnya rindu tapi malah jalan sama Kulkas!" Ucapnya lagi sambil melirik Ricko dengan tatapan sinis. Padahal dia sudah berkeliling mencari Nungky kemana-mana sampai dia khawatir dengan keadaan anaknya itu, dan sekarang dia malah menemukan anaknya tengah bersama Ricko si pria dingin yang waktu itu menculik Nungky, tapi hati kecilnya juga merasa lega karena Nungky baik-baik saja.
"Aku itu abis di selamatin sama Abang Kerokan Ma, kalau gak ada dia aku bisa gak pulang semalaman gara-gara jalan kaki, siapa suruh anaknya hilang malah gak dicari!" Ucap Nungky panjang lebar menatap ibunya kesal sambil mengerucutkan bibirnya.
"Mama bukan gak mau nyari kamu tadi, kan biasanya juga kamu pasti balik lagi Ky" Ucap Desi membeli diri yang memang ada benarnya juga, karena Nungky sudah sering kelayaban tidak jelas dan akan kembali dengan utuh, dia bukan tidak khawatir atau bahkan tidak peduli, baginya Nungky adalah anak ajaib yang bisa dia percaya dan mampu menjaga dirinya sendiri.
"Tapi Mama langsung keliling nyariin kamu pas udah mau malam kamu belum juga pulang juga Ky" Ucap Desi sambil mencium kening anaknya itu membuat Nungky tersenyum senang dan kembali memeluk ibunya. "Lain kali kalau mau minggat yang jauh sekalian tapi ninggalin surat dulu biar Mama tahu kamu ada dimana!" Ucapnya lagi sambil membelai punggung Nungky.
"Ampun deh Ma mana ada minggat pakai ngomong dulu itu sama aja mau nginep!" Ucap Nungky kesal sambil melepaskan pelukan mereka."Emang ya punya Mama kok pinter amat, pantesan anaknya kayak aku!" Ucapnya lagi membuat Desi terkekeh geli mendengarnya.
"Ya iyalah Mama pinter Makannya punya anak kayak kamu Ky, kalau kamu gak pinter mana bisa dapat mobil gratisan!" Ucap Desi membuat Nungky ikut tersenyum dibuatnya.
"Udah jelas itu Ma siapa dulu dong Nungky si cantik Paripurna gitu!" Ucap Nungky membanggakan dirinya sendiri."Abang Kerokan aku cantikkan Bang?" Ucapnya lagi sambil menoleh menatap Ricko.
Namun pria yang dia ajak bicara itu tidak menjawab, pandangan matanya fokus menatap mobil yang terparkir di depannya, mobil itu seperti mobil yang terasa tidak asing, atau lebih tepatnya mobil miliknya yang ayahnya bilang hilang kini terparkir terparkir tepat di depan matanya."Mobilku ada disini?" Gumamnya seolah tak mempercayai penglihatannya, kemudian tangannya terulur untuk menyentuh mobil yang dia curigai sebagai miliknya itu.
Nungky dan Desi saling berpandangan kemudian mereka kembali menatap Ricko yang kini sedang tersenyum senang tapi bukan senyuman bahagia atau terharu, senyuman itu lebih terlihat seperti orang yang sedang menertawakannya dirinya sendiri dengan kecewa.
"Si Kulkas kenapa Ky kesurupan ya? Kita kabur yuk Mama takut nanti dia nyerang kita lagi!" Bisik Desi sambil melirik sekitarnya dengan gelisah, seolah mencari sosok tak kasat mata di antara mereka.
"Iya Ma kabur aja yuk, aku juga takut nanti Abang kerokan minta bikin anak sama aku kan aku belum siap Ma" Ucap Nungky sambil merapatkan tubuhnya kepada Desi, dia menatap Ricko yang masih terlihat aneh membuatnya jadi takut sendiri.
Dengan kesal Desi menjitak kepala anaknya itu hingga Nungky meringis mengusap kepalanya sambil menatap ibunya dengan pandangan kesal."Kenapa aku dijitak sih Ma, salah aku apa coba?" Ucapnya kesal.
"Salahmu ya otakmu itu Ky malah mikir yang aneh-aneh disaat genting kayak gini, lagian ya Mama yakin yang suka nyosor itu kamu bukan dia, Makannya Mama takut kalau kamu lama-lama sama cowok ganteng tuh cowok bisa diapa-apain sama kamu Ky" Omel Desi masih dengan suara rendahnya takut jika dia membuyarkan lamunan Ricko.
"Astaghfirullah Mama kejamnya dirimu, bagaimana mungkin aku si Nungky cantik suka nyosor Ma" Ucap Nungky sedih sambil mengelap air mata buayanya. "Eh tapi kelihatan banget ya aku pengen nyium Abang kerokan?" Ucapnya lagi sambil cengengesan.
"Kelihatan banget Ky, kamu itu kayak Mama aja dulu pas deketin Papa kamu kan Mama yang paling banyak beraksi, udah ah yuk kabur sebelum kena amuk orang kesurupan!" Ajak Desi sambil menarik tangan anaknya itu.
"Kalian dapat mobil ini dari mana?" Tiba-tiba suara dingin Ricko terdengar membuat Nungky dan Desi berhenti kemudian berbalik menatap pria yang pandangannya fokus menatap mobil mereka.
_________
Hayoloh ketemu juga tuh mobilnya,🤣🤣🤣
Jangan lupa liken komen ya, Vote kalau mau silahkan 😘😘😘
Salam Gesrek
othor cantik Paripurna