NovelToon NovelToon
Aku Atau Dia Yang Pelakor

Aku Atau Dia Yang Pelakor

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Cintapertama / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:96.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mayraa Ibnurafa

“Aku atau dia yang pelakor!” Dia berteriak dengan kerasnya di pinggiran pantai berpasir putih.

Semuanya berawal dari ...

Isyana yang sudah bersuami tidak sengaja bertemu dengan Elvano yang saat itu juga memiliki seorang istri dan putra. Saat mengerjakan proyek bersama. Keduanya menjadi sangat dekat dan perlahan tumbuhlah perasaan cinta itu. Dengan penuh rasa bersalah kepada pasangan masing-masing, mereka menjalin hubungan terlarang itu. Tapi hubungan itu kandas, saat Isyana mulai sadar bahwa mereka tidak ditakdirkan bersatu.

Akan tetapi, disaat yang sama Isyana dan Elvano tidak sadar. Kalau Ikbal suami Isyana dan Nabila istri Elvano ternyata sudah menjalin hubungan lebih dulu dari mereka berdua. Bahkan Ikbal dan Nabila sampai melakukan hubungan intim di belakang mereka.

Kemudian beberapa bulan setelah Isyana dan Elvano berpisah. Isyana mengetahui bahwa Ikbal suaminya telah berselingkuh dengan wanita lain, yang ternyata adalah Nabila istri Elvano. Pria yang dia cintai...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayraa Ibnurafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11 : Penyerangan.

Saat Isyana sedang berganti pakaian, tiba-tiba saja pintu kamar nya ada yang mengetuk. Isyana pikir Elvano yang datang. Ia pun cepat-cepat berganti pakaian. Lalu membukakan pintu.

BRAK!!!

Isyana berpegangan pada daun pintu. Saat tiba-tiba saja ada laki-laki yang mendorongnya dengan kuat. Isyana mengerutkan dahinya dan berusaha berdiri dengan tegak. Matanya seketika membulat.

“Kamu!! Mau apa kamu kesini?”

Isyana ingin berteriak. Tapi tangan besar laki-laki itu mendekap mulutnya. Isyana diseret masuk kedalam kamarnya dengan paksa. Isyana terus bergelinjang memberontak, tapi tenaganya masih lemah karena hujan salju semalam.

“Dasar pelacur!! Berani-beraninya kamu melaporkan ku ke polisi!!” dengan kuat laki-laki itu menampar pipi Isyana hingga bercap tangan nya.

Isyana memegangi pipinya lalu mendorong laki-laki itu.

“Apa kamu sudah gila? Aku akan melaporkan mu ke polisi atas penyerangan ini,” tukas Isyana yang hendak berlari.

Laki-laki itu pun kembali menarik tangan Isyana dan membawanya ke dalam kamar mandi.

“rasakan ini, Bitch!!!!” laki-laki itu merobek baju Isyana dengan sekali tarik hingga terlepas.

Laki-laki itu kemudian menyalakan keran shower, lalu membasahi tubuh Isyana yang tergeletak lemah di dalam bak mandi. Laki-laki itu pun hendak membuka ikat pinggang nya. Akan tetapi, dengan cepat Elvano datang.

Elvano menarik kerah baju laki-laki itu. Kemudian menghajarnya habis-habisan. Sampai laki-laki itu tidak sadarkan diri.

“Sya!!” Elvano memeluk Isyana yang sedang meringkuk ketakutan. Dengan baju bagian atasnya sudah robek.

“Maafkan aku, Sya. Seharusnya aku tidak meninggalkanmu sendirian,” ucap Elvano seraya menggendong tubuh Isyana ke luar dari kamar mandi. Lalu dia menghubungi pihak keamanan hotel.

Elvano memarahi pihak keamanan hotel yang membiarkan orang berbahaya masuk kedalam hotel tersebut. Bahkan Elvano sampai ingin menuntut pihak hotel, karena kesalahan mereka. Isyana sampai mengalami hal tersebut. Akan tetapi Isyana menahan Elvano.

Saat hari sudah mulai gelap Isyana dan Elvano baru saja keluar dari kantor polisi untuk memberikan pernyataan. Atas kejadian di kamar hotel Isyana. Polisi setempat sudah meminta beberapa petugas berjaga jaga di dekat hotel, menjaga agar tidak terjadi hal seperti itu lagi.

“Sya?” panggil Elvano.

Saat Isyana berdiri mematung di depan pintu kamarnya.

“Hmm....” Isyana menoleh dengan mata berkaca.

Mengingat penyerangan itu membuat tubuh Isyana bergidik ngeri. Jika saja Elvano tidak datang cepat, mungkin dia sudah di perkosa.

“Malam ini kamu tidur di kamarku saja,” ucap Elvano.

Elvano pun meraih tangan Isyana dengan lembut.

Isyana menatap intens Elvano yang nampak sangat mencemaskan dirinya. begitu pun dengan Isyana yang masih merasa sangat takut dan tidak tenang. Akhirnya Isyana mengangguk setuju.

Elvano menggandeng Isyana masuk kedalam kamar hotel nya.

Di dalam kamar, Elvano menyuruh Isyana duduk di sofa. Lalu memberikan segelas air untuknya. Untuk mengurangi rasa takut yang dirasakan Isyana.

“Sya, kamu bisa istirahat yang nyaman disini. Aku akan menjaga mu ... dan maafkan aku juga.”

Elvano meraih tangan Isyana, dan mengelus pipi kanan Isyana yang nampak memar. Akibat tamparan keras tangan pria yang menyerang nya.

“Maaf? Maaf untuk apa, El?” tanya Isyana bingung.

Elvano melepaskan tangan Isyana, dan menjawab sambil memalingkan wajahnhya.

“Ini terjadi karena proyek acara perusahaanku,” ucap Elvano pelan.

“El, lihat aku.” Isyana meraih wajah Elvano dengan kedua tangan nya. Lalu mengarahkan pandangan Elvano untuk menatapnya.

“Ini bukan salah kamu atau salah perusahaan kamu ... melainkan ini sudah menjadi resiko pekerjaan ku.” Isyana memaksakan senyuman nya agar Elvano tidak khawatir.

“Tapi Sya ....”

Isyana menarik kerah baju Elvano mendekat. Lalu dia membungkam mulut Elvano dengan bibir nya. Elvano terdiam menatap Isyana. Wanita itu tertawa pelan sambil menutup mulutnya.

“Sya, kamu nakal ya.”

Elvano meraih pinggul Isyana dan menarik nya mendekat, hendak mencium ulang Isyana. Akan tetapi Isyana langsung menutup bibir Elvano dengan jarinya. Sambil menggeleng dan tersenyum.

“aku lapar, El,” ucap Isyana sambil memegangi perutnya.

Elvano tersenyum dan mengusap pucuk kepala Isyana.

“Kalau begitu aku pesankan makan malam,”

Isyana mengangguk.

“Kalau begitu sambil nunggu makanan nya, aku mau mandi dulu.” Elvano pun beranjak dari tempat duduk nya. Lalu pergi ke kamar mandi.

Beberapa saat kemudian Elvano selesai mandi. Saat keluar dari kamar mandi Elvano terdiam sejenak, menatap Isyana yang sedang duduk di sofa. melamun sambil menatap layar ponselnya dengan wajah sedih.

Elvano tahu kalau isyana pasti sedang memikirkan suaminya.

“Sya,” panggil elvano.

Isyana menoleh, “El ... kamu sudah selesai mandinya.”

Isyana seketika gugup. Cepat cepat dia langsung menaruh kembali ponselnya ke atas meja. Elvano tersenyum dan langsung duduk disebelah nya.

“Makanan nya cepat sekali datang ya,” ucap Elvano.

“Oh iya, ini ... tadi makanan nya datang pas kamu lagi mandi.” Isyana tersenyum gugup karena suasananya menjadi sedikit canggung.

Isyana menatap Elvano yang meraih piring berisi pasta. Kemudian menyuapkan sesendok pasta itu untuk nya. Membuat Isyana tersenyum senang.

“Kamu juga makan, El. Jangan aku doang yang makan.” Isyana mengambil garpu lalu menyuapi Elvano pasta itu.

“El, aku nggak menyesal sudah dapat proyek ini ... kamu tau kenapa? Meskipun aku sampai ngalamin kejadian seperti tadi siang.”

Elvano mengunyah sambil menggeleng, “Tidak tau, memang nya kenapa?”

“Karena aku bisa ketemu kamu ... bisa ketemu laki-laki yang seperti kamu,” ungkap Isyana. Seraya mengusap sisa saus pasta di ujung bibir Elvano.

Elvano tertegun dengan ungkapan Isyana. Lalu beberapa detik kemudian dia mengecup bibir Isyana dengan Lembut.

“Aku bukan laki-laki yang baik, Sya ... entah sampai kapan aku bisa terus menggenggam tangan mu,” batin Elvano.

“Maafkan aku, El. Dengan keegoisan ku , aku menarikmu masuk kedalam hubungan ini ... hubungan yang bahkan aku tidak tahu sampai kapan ini akan terus berjalan,” batin Isyana.

*

Hari demi hari pun mulai berganti. Semakin lama Isyana dan Elvano semakin sangat dekat. Bahkan terkadang keduanya tidak ragu untuk terang-terangan di depan publik. Seperti sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta.

Tidak terasa tertinggal satu hari lagi. Persiapan acara pembukaan cabang baru perusahaan Elvano. Yang sudah dikerjakan Isyana hampir satu bulan ini.

Malam ini Isyana dan Elvano makan malam bersama dengan para karyawan Isyana, yang telah membantu. Mempersiapkan acara dengan sempurna. Sebagai tanda terima kasih Elvano, atas kerja keras mereka selama ini.

Saat diperjalanan pulang, Isyana mendapat notifikasi di ponselnya. Baru saja laporan bulanan rekening perusahaan ayahnya, dikirimkan oleh sekertarisnya. Isyana menyempatkan diri untuk memeriksanya.

Elvano yang sedang mengemudi, melirik Isyana yang duduk di sebelahnya.

“Ada apa, Sya?”

“hah?” Isyana terkejut, “tidak apa-apa, El. Hanya masalah kerjaan.

“Empat ratus juta uang perusahaan baru saja di tarik oleh Mas Ikbal, untuk apa dia uang tunai sebanyak itu?” batin Isyana, merasa ada yang tidak beres pada sang suami.

To be continued...

1
Elok Pratiwi
cerita tidak menarik
Elok Pratiwi
sangat tidak menarik tokoh utama wanita nya lemah hanya bisa menangis .. cerita yg sangat buruk
Cis Siu
uhuy
Ruth Khoiriyah
sama mbuletnya thor kenapa ceritanya mbulet
Ruth Khoiriyah
mbulet coba langsung ambil perusahaan nya aja biar tau rasa
Endang Supriati
oneng si isyana, lola lemot
Endang Supriati
ya iyalah ibunya berzinah, anak yg jadi korvan. adq hadisnya.
Wiwit
bingung dgn cerita isyana nya bodoh atw gmn ya
A Yes
❤️❤️❤️🌺🌺🌺🌺
A Yes
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
A Yes
ikuuuut💃💃💃💃😂😂😂😂😂✌️😅
YuWie
bunga untuk evan yg bisa teges...
YuWie
el gak peka..tio aja paham
YuWie
heran aku..gampang bgt diprovokasi. wong ya sdh tau sama2 janda dan duda dan ada anak. Isyana malah perasa bgt klo sama nino..
YuWie
duluuu disia2 elvanonya..sekarang kelimpungan sendiri nabila.
YuWie
ngonooo wae..nino ya gitu, dah pernah diabaikan ibunya jadinya skrg cari perhatian.
YuWie
hah
YuWie
ini baru laki2 hentelmen...gak dibalas cintanya mundur bukannya bikin hal yg licik2
YuWie
nahhh gitu...komunikasi tanpa emosi.
YuWie
buruk banget sih komunikasi el dan is.. padahal sdh sama2 pernah gagal tapi gak belajar dr kegagalan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!