🙂🙂 Sulit
menceritakan kisah Keyra si gadis cantik yang sejak kecil terpisah dengan ibunya dan itu membuatnya hidup tanpa aturan.
Keyra selalu terlihat kuat dan begitu tangguh, tapi, siapa yang tau isi hatinya bahwa sebenarnya dia adalah gadis rapuh yang selalu menginginkan untuk cintai.
Dicintai oleh ibu, bapaknya. Namun, Keyra tidak mendapatkan itu dan satu-satunya orang yang dapat menjadi sandarannya adalah pamannya.
Bagaimana perjalanan hidup Keyra yang harus bergantung pada pamannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Belum Saatnya
Keyla yang melihat Ibunya terdiam itu mengayunkan tangannya, menyadarkan ibunya dari lamunannya.
"Ma, ayo cepat, Eyla sudah tidak sabar," kata Keyla dan Zahra mengangguk.
"Mungkin belum saatnya kita bertemu lagi, Mas," batin Zahra.
Sekarang, Zahra, Eyla dan Paman Zafran sudah berada di mall, mereka menonton bersama layaknya keluarga kecil bahagia, terlihat Zafran juga membelikan Eyla es krim.
"Zaf, jangan terlalu memanjakannya," lirih Zahra dan Zafran menatap wanita bercadar itu.
"Aku tidak memanjakan hanya memberi sedikit perhatian, itu saja," jawab Zafran, selesai menonton, sekarang, Zafran mengantarkan keduanya pulang dan seperti biasa, ada tetangga yang tidak suka melihat kebersamaan mereka.
"Pakaian boleh alim, tapi, isi hati orang siapa tau," cibirnya dan Zahra hanya bisa diam, Zahra juga melarang Zafran untuk masuk ke rumah apapun alasannya.
"Biar ku gendong Eyla, kasihan dia," kata Zafran yang meminta ijin Zahra.
"Biar aku saja, aku ibunya sudah menjadi kewajibanku!" kata Zahra seraya menggendong Keyla yang tidur ke punggungnya.
"Keras kepala," ucap Zafran dan Zahra sama sekali tidak mau mendengarkan.
"Sudah malam, pulang sana," kata Zahra yang terus berjalan dan tanpa menoleh ke belakang.
Zafran terdiam, ia masih memperhatikan Zahra dari belakang sampai wanita itu benar-benar tidak terlihat lagi.
"Seandainya kamu mengizinkan ku menjadi penggantinya, aku akan menjagamu dan menyayangi kalian seutuhnya," lirih Zafran dalam hati.
Setelah itu, Zafran melihat lampu ruangan yang dimatikan pertanda Zahra akan pergi ke alam mimpinya.
Di kamar, Zahra menatap dirinya di pantulan cermin dan ia membuka cadarnya dan selama ini tidak pernah ada yang melihat wajah aslinya selain Keyla.
"Cadar ini tidak memiliki salah, hanya saja aku manusia yang berlumur dosa," lirih Zahra seraya menatap cadarnya.
****
Di kamar Bram, baru saja pria itu masuk dan melihat Celine sedang gelisah dan apakah Bram perduli?
Tidak, Bram hanya sekedar bertanya, "Kenapa, pacar kamu sulit dihubungi?"
Celine yang sedang berbaring di sofa itu merubah posisinya menjadi duduk, ia menatap sebal pada Bram.
"Tidak usah ikut campur, bahkan aku tidak melarangmu untuk berhubungan dengan wanita lain," jawab Celine seraya mengambil rokoknya, wanita yang tengah kusut itu mulai menghisap rokok yang sedang diapitnya.
Bram yang sedang melepaskan sepatu menjawab, "Aku tidak seperti mu, menjijikkan," jawabnya tanpa melihat ke arah lawan bicaranya.
Mendengar dirinya yang direndahkan membuat Celine semakin sebal dan tidak terima.
"Jangan lupakan, aku seperti ini karenamu, aku pergi dari rumah orang tuaku, ku tinggalkan kekasihku hanya untuk menjadi tumbal, tidak dapatkah sedikit pun kamu menghargai ku, Mas?" tanya Celine seraya bangun dari duduk.
Air matanya menetes dan ia semakin tak habis pikir dengan apa jawab Bram.
"Sudah malam, tidak usah drama."
"Apa, drama? Kamu pikir kesedihan ku semua hanya pura-pura?" tanya Celine seraya menatap Bram yang berjalan ke arah kamar mandi.
Dan Bram sama sekali tidak menghiraukannya. "Bukan hanya kamu saja yang menjadi tumbal," jawab Bram dalam hati.
Di bawah shower, Bram yang sedang tergila-gila dengan ayam Keyla itu tak dapat melupakan rasa itu dari lidahnya.
"Astaga, hidup lagi capek-capeknya dan aku harus jatuh cinta dengan ayam itu," kata Bram seraya meraih sabun mandinya.
Sementara Celine, ia meringkuk di ranjang, ia masih teringat dengan apa yang dilihatnya siang tadi, ia melihat Arsen yang membawa wanita lain di mobilnya.
"Kamu mengkhianati ku, Arsen?" tanyanya dan sampai saat ini semua pesan Celine belum juga ada yang terbalas semakin menambah kecurigaannya.
Benarkah Arsen berselingkuh dari Celine? Jawabannya adalah benar hanya saja Celine menolak untuk percaya.
Esok harinya, di meja makan ada yang berbeda karena Bram tidak ada di sana dan ini menjadikan Celine kesempatan untuk melampiaskan amarahnya pada Keyra.
Keyra yang duduk manis terlihat menikmati makanannya dan Keyra yang sudah selesai dengan sarapannya itu mengambil gelas susunya dan Keyra tidak mendapatkan itu saat tiba-tiba saja Celine mengambil susu tersebut.
"Kamu mau ini?" tanya Celine dan Keyra mengangguk.
Kemudian, Celine berjalan kearah Keyra yang duduk di depannya, Celine yang masih ingat saat Keyra menumpahkan susu Ele itu membalasnya.
Celine menumpahkan susu itu ke seragam Keyra dan Keyra yang tumbuh tanpa aturan itu membalasnya.
Keyra mengambil kopi Bram yang belum tersentuh dan menyiramkannya pada Celine.
Celine terdiam dan hampir menampar Keyra, lalu, Celine mendengar suara kencang Marini yang menyuruh keduanya untuk berhenti.
Marini bangun dari duduknya untuk menjewer Keyra.
"Sakit, Nek," rengek Keyra seraya menahan tangan Marini.
"Sudah pantas kamu mendapatkan hukuman!" bentak Marini seraya melepaskan jewerannya.
"Apa Nenek tidak lihat, Mama yang mulai duluan, Nek," kata Keyra dengan air mata yang menetes, ia menatap Marini penuh kebencian.
"Tidak sepantasnya kamu berani pada yang lebih tua, Key!" bentak Marini dan Keyra yang merasa tidak dapat berbuat apa-apa itu memilih ke kamarnya, Keyra menjadi malas untuk ke sekolah.
Ele merasa senang dan Ele membicarakan Keyra di sekolah dengan mengatakan kalau baru saja Keyra mendapatkan hukuman dari Celine.
****
Di restoran ayam Keyla, Bram yang sedang menikmati ayam gorengnya itu menatap wanita bercadar yang duduk di kursi meja kasir dekat pintu dan untuk sesaat kedua mata itu saling menatap.
Segera wanita bercadar itu menundukkan pandangannya.
"Aku merindukan mu, Mas. Tapi untuk saat ini aku terlalu takut untuk ada di hadapanmu," batin Zahra dalam hati.
Kemudian datang Zafran mengantarkan susu putih hangat untuk Zahra dan Bram yang melihat itu mengira bahwa Zafran adalah suami wanita bercadar tersebut.
Bram pun kembali menikmati sarapannya.
"Sepagi ini dia ngotot untuk sarapan, beruntung karyawan kami rajin sehingga pagi-pagi sudah ada masakan yang matang," batin Zahra yang masih menunduk, menatap layar ponselnya, "memangnya istrimu tidak menyiapkan makan untukmu, Mas?" lanjut Zahra yang bertanya dalam hati.
Kemudian, Zahra dibuat berdegup saat mendengar suara Bram yang sekarang sudah ada di depan meja kasir.
Bram menyebutkan pesanannya dan Zahra menjawab nominal yang harus Bram bayar dengan suara lirihnya.
****
Di tempat lain ada Dan yang sedang gelisah, baru beberapa minggu putus dengan Rebecca, sekarang, Dan mendengar kabar pernikahan Rebecca.
Dan menjadi galau dan saat ia sedang galau saat itu juga mendapatkan panggilan dari Keyra.
"Aku sedang malas, Key. Lagi pula apa kamu tidak sekolah?" tanya Dan seraya menatap ponselnya yang terus berdering.
Karena tak berhenti berdering Dan berpikir kalau Celine menyiksanya lagi.
Dan pun menerima panggilan tersebut.
"Paman, kenapa lama sekali?" tanya Keyra.
"Ada apa, Key?" tanya Dan seraya menyenderkan punggungnya di kursi kerjanya.
"Key rindu paman, sudah beberapa hari Paman tidak mengajakku ke taman," lirih Keyra dengan begitu manjanya.
"Paman sedang sibuk, Key," jawab Dan seraya memijit pelipisnya.
"Sudah dulu, nanti kita bicara lagi," kata Dan.
Lalu, Keyra yang masih merindukan Dan itu mencari alasan untuk Dan supaya mau mendengarkan dan Keyra menggunakan Celine, ya, Keyra mengadukan perbuatan Celine tadi pagi.
"Jadi, kamu tidak sekolah?" tanya Dan.
"Tidak," jawab Key singkat.
"Paman, susu itu panas dan kaki Key memerah," lirih Key seraya dibuat memelas.
"Oleskan salep, Key," perintah Dan dan Key menjawab, "Key akan sembuh jika paman mengajak Key jalan-jalan."
Mendengar itu, Dan pun berpikir untuk membawa Keyra makan sore di restoran ayam Keyla, apakah Keyra akan bertemu dengan ibu dan saudari kembarnya?
Bersambung.
aku suka banget...
tanggung jawab gak hayooo aku kehabisan tisu ini😭😭