Saat ia membuka matanya ia berada di dunia lain yang belum sama sekali ia lihat, ditambah lagi seseorang pelayan memanggil nya permaisuri !??
itu membuat nya semakin bingung dengan keadaannya, Dia Qian Seorang anak mafia yang terkenal kejam dizamanya melintas ruang waktu ke zaman kuno
~dynasti~
Seorang permaisuri yang lemah dan mudah ditindas? ayo kita ubah dia menjadi lebih kuat, itu janji Qian dia akan membalaskan dendam Permaisuri tersebut.
ia juga akan menguak sebuah kebenaran, yang tidak ditaburi dirinya, sebuah konflik dan permasalahan lain yang akan ia selesaikan
"Permaisuri yang kejam"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon "Alikaa chubby", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB SEBELAS
2 Minggu telah berlalu.
Hari sudah mulai pagi, Qian Terbangun Dari tidur nya, Lalu Pergi Membersihkan diri nya Menggunakn Air Hangat.
Duduk Dan Menghias Dirinya, Wajah Permaisuri begitu anggun,
Setelah selesai Permaisuri Pergi untuk, Wei Sudah Mempersiapkan Makan untuk Permaisuri.
Dan Juga Pelayan istana sudah Qian Ganti Dengan yang baru, Kini Qian Sedang Menikmati Makananya,
Tiba Tiba Kaisar Tiba Tiba datang dan Hampir Membuat Qian tersedak Karena Terkejut, Tapi ia berusaha Bersifat Formal.
Wei Memberikan Hormat kepada kaisar tetapi Qian Hanya Diam Dan menyantap makanannya.
"Wei, Kau Pergi lah dulu" Ucap Kaisar.
"Baik yang mulia" Kata Wei lalu pergi meninggalkan Permaisuri Qian Sendiri dengan Kaisar.
Kaisar Duduk Di sebelah Qian.
"Siapa yang Menyuruh mu duduk!" Kata Qian, Tapi tak Menatap Wajah Kaisar Dan Terus makan.
"Apa Masalahmu Permaisuri, Aku kaisar Dan aku berhak Melakukan apa saja" Kata Kaisar Dan Menantap Wajah Qian sambil tersenyum simrik.
'Cantik' Ucap Kaisar Dalam Hatinya sambil Terus Menatap Permaisuri Qian.
"Jelaskan Apa Maksud anda Tiba Tiba Datang kepada ku!" Ucap Qian.
"Baiklah, Besok Aku akan berperang, Dan Aku ingin Kau Menggantarkan Aku Kedepan Gerbang besok" Ucap Kaisar.
"Kenapa Harus aku, Selir mu kan Banyak, Suruh Mereka saja" Kata Qian Yang Masih Sibuk Makan.
Kaisar hanya terdiam Lalu Menenggang Pergelangan Tanggan Permaisuri Qian Kini Wajah Mereka Bergitu dekat, Tapi Entah Kenapa Qian Tidak Bisa Memberontak Dan Tubuhnya seketika Membeku, Terlihat wajah Permaisuri Memerah, Karena Wajah Kaisar Dan Qian Begitu dekat.
"Dengarkan aku!, Kau adalah istri sah Ku maka Kau lah Yang Berhak, Bukan Selir ku" Kata Kaisar,
Qian Hanya Diam Lalu berusaha Melepaskan tanggan nya, Tapi Kaisar Terus Menggenggam erat.
"Aku Tidak akan melepaskan nya Sebelum kau menjawab Iya" Kata Kaisar.
"Baik, Lepaskan Tanggan ku kau Terlalu kuat dan Membuat ku kesakitan" Ucap Qian.
Kaisar Melepaskan Tanggan Qian Dengan Kasar lalu Pergi.
nampak, Pergelangan Tanggan Qian Merah Akibat Kaisar Memegang Terlalu kuat.
"Dasar Beren**ek, Lihat Saja Nanti" Umpat Qian, Lalu Beranjak Pergi dari Meja Makan.
SKIP.
Qian Kini sedang Membaca buku Buku, Akhir Akhir ini dia Tidak Terlalu Peduli Dan Masih Memikirkan Cara Menghilangkan Aura Jahat pada selir He.
Karena Dia Juga belum paham Dan Masih Binggung.
Karena lelah Ia Tertidur, Sampai ia Membuka Matanya Terbangun Oleh Suara Selir He yang mengganggu nya.
"Permaisuri, Kau Sudah Bangun?, Lihat Aku Membawakan anda Bunga Lily Ini sangatlah indah bukan?" Senyum Selir He sambil ia meletakkan Vas Bunga Tersebut diatas Meja Kerja Permaisuri.
"Ah.. Baiklah Kau Boleh pergi" Ucap Nya kaget Karena Ia Sanggat pusing jika berlama-lama dengan Selir He.
Lalu selir He Pergi, Setelah itu Qian Meregakan Otot Otot Tubuh nya, Hidung Qian merasa Gatal Dan tiba Tiba Merah.
"Haichu" Bersin Qian.
'ada Apa Ini?, Kenapa hidung ku tiba tiba gatal?' Batin Qian Yang Heran, Saat itu ia Melihat Bunga Lily Yang Diberikan Oleh Selir He.
'Jangan jangan pemilik tubuh ini Alergi Terhadap bunga ini' Ucap Qian dalam hati lalu Bersin Kembali.
"Haichu...Hiachu.." Bersin Qian.
Qian Menyuruh Wei Untuk menyingkirkan bunga tersebut dari hadapan nya.
'Kenapa Tiba Tiba Selir He Mengirimkan ku bunga ini, Seharusnya ia tau Bahwa Pemilik tubuh ini Elergi Terhadap bunga tersebut' Kaat Qian Yang masih bertanya tanya pada dirinya.
BERSAMBUNG 🌠