NovelToon NovelToon
Petualangan Annchi

Petualangan Annchi

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / TimeTravel / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Miadny

Seorang gadis hebat di dunia modern, dengan kemampuan beladiri yang tinggi dan ahli dalam strategi juga pengobatan kuno maupun modern yang bernama Annchi. Bila siang dia akan menjadi seorang yang ramah dan lemah lembut (karena profesinya sebagai dokter) tapi saat malam dia akan menjadi seperti harimau yang kelaparan dan yang haus akan darah(dan dia pun seorang assasin) .

Dia dijuluki iblis berwajah bidadari sesuai dengan namanya yang artinya bidadari cantik dengan wajah cantiknya yang bisa menipu siapapun bahkan musuh terbesarnya pun mati karena melihat Annchi yang membuka topengnya saat akan membunuh lawannya.

Annchi mati karena salah satu keluarga pasien nya yang ia tangani membunuhnya hanya karena masa lalu bersama sang ibu angkatnya dan ia menerjunkan Annchi dari lantai 62 gedung rumah sakit dan alhasil Annchi pun menghembuskan nafas terakhir didunia nya saat itu juga.

Tapi tuhan berkehendak lain ia bukan mati tapi ia dipindahkan ke peradaban lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miadny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 11

Tiba-tiba muncul formasi segel di bawah kaki Annchi dan seperti sebelum sebelumnya segel itu akan aktif dan bercahaya dan Annchi mulai terbiasa dengan hal itu.

Saat cahaya itu meredup mata tajam Annchi melihat sekeliling ia melihat hijaunya hutan bambu sangat rapi. seperti ada seseorang yang selalu mengurusnya angin bertiup lembut menghasilkan suara gesekan batang dan daun-daun bambu seperti alunan melodi pengantar tidur damai itulah yang ada dibenak Annchi.

Rasanya Annchi ingin sekali tertidur disana mengistirahatkan tubuhnya dan menikmati kedamaian yang ada setelah lelah bertarung dan mengumpulkan kembali energi alamnya .

Annchi berjalan menuju salah satu batang bambu dan ia duduk bersandar disana lalu memejamkan matanya. semakin lama semakin tenang dan damai.

Annchi terpesona dengan ketenangan kedamain hutan bambu tersebut, dan kedamaian itu tak berlangsung lama karena dari arah belakang Annchi, terdengar suara gemersik daun bambu yang terbang menuju tempat Annchi bersandar ia langsung membuka matanya.

Annchi langsung waspada melihat sekelilingnya dan mata tajamnya menyipit melihat pergerakan daun bambu yang begitu cepat dan banyak seperti ribuan jarum yang diluncurkan menuju kearahnya.

"Ck", Annchi berdecak sebal. karena, baru saja merasakan kedamaian kenapa harus ada yang merusak ketenangannya? huh.ia bangun dan langsung mengalirkan energi alamnya untuk membuat barer pelindung.

Annchi baru sadar ternyata bukan hanya serangan didepannya saja tapi juga dari segala arah bila itu manusia mungkin ia bisa mengalahkannya. tapi ini ribuan bahkan jutaan daun bambu yang bergerak cepat dan sangat tajam. setiap menabrak pohon bambu maka pohon itu akan langsung tumbang dan daunnya akan bergabung menyerang Annchi.

Daun-daun itu semakin lama semakin mendekat dan menyerangnya secara bersamaan. dan daun-daun itu hancur saat mengenai barer pelindung yang Annchi buat.

Daun-daun itu masih saja menyerang barer energi Annchi seperti tidak ada habisnya. Dan Annchi masih saja mempertahankan barer energinya tapi lama kelamaan energinya semakin terkuras,

Annchi diam Ia bingung harus melakukan apa karena jika barer energi bisa di terobos sudah pasti tubuh Annchi akan menjadi daging cincang. dan tiba-tiba terbersit dibenaknya untuk memakai jurus itu tapi ia dilema antara larangan dan keselamatannya.

Tapi Annchi lebih memilih keselamatannya dari pada larangannya ia mengalirkan tenaga dalamnya dan mengolahnya menjadi elemen kegelapan lalu keluarlah api hitam dari tubuhnya.

Barer pelindung menghilang dan digantikan dengan api hitam yang mengelilingi tubuh Annchi dan daun-daun itu terbakar tanpa sisa. awalnya Annchi merasa lega, tapi tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari arah belakang, ia menengok dan melihat angin pu*ing beliung yang datang ke arahnya.

"Sial" desis Annchi dan ia langsung menghilangkan api hitamnya lalu ia fokus mengalirkan tenaga dalamnya untuk membuat kubah tanah yang ia dapat dari Turang Felili.

Tapi saat itu pula ada satu daun bambu yang yang entah dari mana menyerangnya, tubuh Annchi reflek menghindar tapi rambut kepangnya malah mengenai daun bambu tersebut, alhasil rambut Annchi terpotong setengahnya begitu saja dan tergerai bebas.

"Ohh,, rambutku," sambil melirik kearah potongan rambutnya "Aiss sudahlah bukan saatnya aku menangisi rambutku tapi sekarang aku harus menghalau pergerakan angin itu" gumam Annchi

Ia fokus kembali mengalirkan energi alamnya dan membuat kubah tanah yang kokoh dan tinggi untuk menghalu angin tersebut.

pada saat angin tersebut mengenai kubah tanahnya angin pu*ing beliung itu hanya menabraknya dan menghilang begitu saja

Dan Annchi baru ingat jika angin tidak bisa menerobos bukit pantas saja saat mengenai kubah tanahnya angin itu terhambur begitu saja.

"Semua orang memiliki keputusan dan pilihannya masing-masing bagitu pula denganmu Annchi. seharusnya, kau tidak melihat sesuatu dari satu sudut saja tetapi lihatlah sudut yang lainnya jangan mengambil keputusan yang akan membahayakanmu jika kamu masih memiliki cara yang jauh lebih baik," ucap seorang gadis yang entah sejak kapan berada di sampingnya.

Annchi langsung menegok kearah sumber suara "Siapa kau?" ucap Annchi kaget melihat seorang gadis albino yang sedang tersenyum dengan kedua lesung pipitnya dan memakai hanfu putih polos dengan rambut putihnya yang berkibar tertiup angin.

gadis itu hanya tersenyum "Aku Chunfeng sang pengendali elemen angin" ucapnya.

"Maaf seharusnya aku tidak mengambil keputusan itu" ucap Annchi menyesal.

"Sudahlah, lagi pula itu sudah terjadikan, tapi berhati-hatilah aku takut jika ada seseorang yang menyadari keberadaanmu saat ini, dan mengincarmu saat kau keluar nanti" ucap Chunfeng.

"Baiklah aku akan ingat kata-katamu" ucap Annchi.

"Tapi kau hebat Annchi, kau masih bisa bertahan walaupun, aku tau kau sangat kelelahan dan menghabiskan banyak energi alammu" ucap Chunfeng.

Chunfeng tersenyum dan tangannya terulur menarik tangan Annchi dan mengelusnya, tiba-tiba sulur-sulur energi ditangan Annchi terbentuk dan menjalar hampir keseluruh tubuhnya yang berpusat di kening Annchi.

Annchi hanya merasakan ada energi yang masuk begitu saja kedalam tubuhnya dan pengetahuan tentang jurus-jurus angin mengalir begitu saja didalam pikirannya.

Setelah selesai Chunfeng menarik kembali tangnnya dan sulur-sulur itu pun menghilang

"Berlatihlah disini" ucap chunfeng sambil berlalu menuju tempat potongan rambut Annchi yang tergeletak disana dan mengambilnya.

Mata Annchi hanya mengekornya dari belakang dan melihat apa yang dilakukan Chunfeng keningnya mengerut karena ia melihat Chunfeng yang mengambil potongan rambutnya.

"Kenapa kau mengambilnya" tanya Annchi binggung.

"Bolehkah aku menyimpannya? aku suka rambut hitammu, kau taukan jika rambutku ini berwarna putih?" ucap Chunfeng sambil mengelus surai putihnya.

"Jadi kau sengaja memotong rambutku?" tanya Annchi penuh selidik.

"Tidak juga, sebenarnya itu hanya ketidak sengajaan, apa kau tidak mengijinkannya" ucap Chunfeng.

"Simpan saja. Tapi, bukankah kau sudah mati untuk apa kau menyimpannya?" tanya Annchi.

"Yah, itu memang benar tapi ini adalah keinginan terbesarku selama ini, aku ingin tenang saat aku kembali kepadang rumput" ucap Chunfeng sendu.

"Jadi disini kalian hanya sebentar?" tanya Annchi.

"Ya, cepatlah berlatih waktuku pun tidak banyak aku harus kembali kepadang rumput karena sang pencipta memberiku waktu hanya sedikit" ucap Chunfeng yang masih memegang potongan rambut Annchi.

"Hmm" gumam Annchi dan berbalik mencari tempat yang nyaman untuk melatih jurus-jurusnya.

Annchi mulai berlatih jurus-jurus elemen anginnya dari mulai yang ringan sampai yang mematikan semua itu dilakukan dengan sempurna olehnya dan tanpa kesalahan sedikit pun.

Chunfeng melihat itu ia sangat bangga karena ia melihat cahaya harapan di dalam diri Annchi untuk masa depan kehidupan.

Chunfeng menghampiri Annchi yang sudah selesai berlatih dan mengatur nafasnya karena hampir semua jurus harus menggunakan energi alam yang besar.

"Aku percaya padamu Annchi, ambilah langkah yang tepat untuk masa depanmu jangan terlalu menggunakan perasaanmu, karena itu bisa membuatmu lengah.

Kau harus mempunyai pendirian yang kuat agar tak terbawa oleh arus kehidupan yang akan menerjangmu dimasa depan" ucap Chunfeng.

*tbc

jangan lupa tinggalkan jejak

1
Atoen Bumz Bums
ribet x
>AY<
apasih critanya, dikit" lari dikit" lari.
skip!
Iyus Iyus
bagussss
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
haishh, annchi gak sadar ada yg memantaunya 🤦‍♀️
kecerobohan annchi msh harus di dampingi lagi ini kek nya.
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
pegasus kah itu
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
jangan sampai annchi kalah sama ayah durjana nya sendiri
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
banyak teka teki yg harus annchi pecahkan
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
bener bener mengagumkan
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
apakah sekarang annchi memiliki 10 elemen, woahhhh
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
perempuan tangguh ya begini, dia lebih suka bertarung daripada memasak.
dia lebih suka memakai pistol dan katana daripada sapu dan pisau dapur /Facepalm/
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
bayi itu adalah dirimu annchi
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
masih penasaran ini
fitri
Luar biasa
Jjlynn Tudin
di larang belajar menulis Dan membaca tpi hrus pandai puisi cam mana mw rulis puisi dam.baca klu gitu heran aku
Solekah
Luar biasa
A&R
gd
Murni Murniati
padahal udah dikasih tau jgn pake kristal itu ketauan masih aja dipke, mknya mereka tau
Murni Murniati
sebenarnya dia kuat, tp krn ceroboh mknya bgtu
Murni Murniati
mgkn ortu angkatnya sm kek dia,mknya ada 2 elemen lg
Murni Murniati
mgkn dia ada elemen kgelapan krn dia dasarnya pembunuh, mgkn es itu krn dia dokter
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!