NovelToon NovelToon
Air Mata Pernikahan

Air Mata Pernikahan

Status: tamat
Genre:Poligami / Tamat
Popularitas:202.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: momian

inilah kisah cinta perjalanan rumah tanggaku. yang awalnya begitu sangat indah dan sempurna di mataku kini berubah menjadi malapetaka. kehadiran mertuaku yang mendambakan sosok seorang cucu membuatku harus menerima cacian dan makian tiap harinya.

Hingga pada saat titik di mana mertuaku terus mendesak suamiku harus menikah lagi demi mendapatkan seorang keturunan. Hancur sudah hati yang selama ini aku jaga, hancur sudah rumah tangga yang di bangun kokoh dengan cinta karena kehadiran seorang wanita yang akan menjadi istri dari suamiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Prok... Prok... Prok...

Ramayani bertepuk tangan saat melihat Maharani berjalan masuk ke dalam rumah sambil membawa paperbag.

"Lihatlah siapa yang datang." Kata Ramayani dengan nada yang sinis sambil menatap cemoh dan tajam pada Maharani. "Dasar wanita mandul. Sudah tidak bisa memberikan keturunan tapi masih saja tidak tahu malunya menghabiskan uang anakku." Kata Ramayani sambil mengambil paperbag dari tangan Maharani.

"Ibu. Berikan, itu kado untuk ibuku." Ucap Maharani sambil berusaha mengambil paperbag dari Ramayani.

"Enak sekali hidupmu Maharani. Anak ku yang kerja keras mencari uang lalu dengan gampangnya kau menghabiskan uangnya untuk keperluan ibumu? Enak sekali kau hidup."

"Bu, aku tahu mas Agam yang bekerja mencari uang, aku tahu itu bu. Dan aku membeli kado ini atas izin mas agam. Lagian mas Agam itu suamiku bu. Masih suami sah ku." Tegas Maharani mencoba melawan Ramayani yang terus saja memakinya mengenai kado yang ia beli. Selalu saja apa yang Maharani lakukan di anggap salah di mata ibu mertuanya. Maharani langsung mengambil paperbag dan berjalan cepat menaiki anak tangga menuju kamarnya.

Ramayani terus saja teriak memanggil nama Maharani tapi Maharani tidak menoleh sedikit pun. Saat Maharani sudah berada di dalam kamar, Ramayani pun langsung menyusul dan terus mengetuk pintu kamar Maharani.

"Keluar kau. Dasar menantu tidak tahu diri. Keluar!" Teriak Ramayani sambil terus mengetuk dan memutar handel pintu. "Kau itu, selain mandul kau juga ternyata lintah. Pandai sekali mengisap harta anakku. Maharani... Keluar kau!"

Maharani duduk di lantai dengan bersandar di dinding. Sambil memengang dadanya dan menitihkan air mata. "Ya Rabb, apa salahku kenapa semua orang selalu saja menyakitiku. Kuatkan hati, jiwa dan raga ku untuk menghadapi semua cobaan ini."

Setelah tidak mendegarkan teriakan dan ketukan pintu dari luar sana. Maharani lalu berdiri dan mengambil ponsel yang berada di dalam tas miliknya. Maharani lalu mengubungi Agam, memastikan apakah sebentar malam bisa menemaninya untuk berangkat ke rumah ibunya. Namun, kekecewaan kembali terjadi, saat Agam mengatakan dengan sangat jelas jika dirinya sangat sibuk dan juga besok harus menemani Arini ke dokter kandungan. Maharani menghembuskan nafasnya, sia-sia ia menelpon Agam jika keputusan Agam tetap sama.

Lalu Maharani teringat pada Bastian. Pria yang belum lama ia kenal dan kini telah menjadi temannya.

••••

"Ibu, aku jatuh cinta bu."

"Benarkah? Siapa dia? Bolehkan ibu berkenalan dengannya? Atau ajak dia main ke rumah kita." Dengan senang hati Sukma menerima wanita yang telah di pilih oleh Bastian. Dan juga Sukma begitu sangat bahagia karena baru pertama kali sang anak mengatakan jika sedang jatuh cinta.

"Tapi dia sudah menjadi istri orang, bu." Kata Bastian dengan nada yang sedih.

Lalu beberapa saat kemudian ponsel Bastian berdering. Bastian langsung menjawab saat tahu siapa yang menghubunginya.

"Maharani ada apa?" Tanya Bastian saat panggilan terhubung.

"Bastian, bolehkah aku meminta tolong padamu?"

"Apa itu? Katakan saja, aku pasti akan menolongmu." Jawab Bastian, hingga membuat Sukma bisa memastikan jika orang yang menghubungi Bastian pasti wanita yang sudah berhasil membuat Bastian jatuh cinta.

"Apa dia orangnya?" Gumam Sukma dan Bastian menganggukkan kepalanya.

"Tolong belikan aku tiket bus untuk berangkat sebentar malam ke kota ibuku."

"Jam berapa? Dan di kota mana?" Tanya Bastian memastikan agar dirinya tidak salah membeli tiket.

"Jam sembilan, dan tujuan kota P."

"Baiklah. Kau cukup naik taxi saja ke terminal, aku akan memesankan tiket untukmu."

Dan benar saja beberapa saat kemudian Bastian mengirimkan pesan gambar tiket kepada Maharani.

"Siapa nama wanita itu?"

"Maharani."

"Dan apa kau yakin mencintai dirinya?"

"Bu.."

"Ibu jelas melarang mu mencintai wanita yang jelas-jelas sudah menjadi istri seseroang. Tapi ibu tidak melarangmu untuk berteman dengannya. Dan kau yakin, akan membiarkan seorang wanita di malam hari naik bus seorang diri? Kau yakin? Dan juga dimana suaminya, kenapa harus membiarkan istrinya pergi tanpa di dampingi." Kata Sukma membuat Bastian terdiam. Benar apa yang Sukma katakan, kenapa suami Maharani tidak mendampingi Maharani padalah jelas Maharani ingi pergi ke rumah ibunya memberika kejutan di hari ulang tahun ibunya.

Bastian lalu meraih ponselnya dan menghubungi asistennya, agam mencari tahu siapa suami Maharani. Hingga satu jam berlalu, saat data telah di dapat oleh Bastian, dengan segerah ia berganti pakaian.

"Mau kemana?" Tanya Sukma yang melihat Bastian yang telah rapi.

"Aku tidak mungkin membuatnya menunggu." Jawab Bastian lalu pergi.

••••

Tepat jam setengah sembilan malam. Maharani terus mengubungi Agam, namun tidak ada satupun panggilan Maharani yang di jawab, sehingga membuat Maharani terus berjalan modar-mandir bak sebuah setrika. Dan sesekali Maharani melirik jam di dinding kamarnya.

"Mas. Apa kau tidak ingin mengantarku pergi ke terminal?" Tanya Maharani melalui pesan.

"Maaf mas, aku harus pergi. Aku sudah berusaha menghubungimu tapi kau tidak menjawab. Aku pamit mas, nanti aku akan sampaikan salam pada ibuku." Maharani kembali mengirim pesan, namun tetap tidak ada jawaban sama sekali.

Dan karena takut ketinggalan bus, Maharani langsung pergi.

"Bu, aku pamit mau pergi ke rumah ibuku."

"Pergilah dan jangan pernah kembali lagi."

Sungguh hati siapa yang tidak sakit mendengarkan perkataan yang seperti itu.

••••

"Bastian." Panggil Maharani saat melihat Bastian yang kini berada di depan gerbang rumahnya.

"Cepatlah masuk, tidak ada waktu lagi." Teriak Bastian dari dalam mobil.

Bastian menjemput Maharani karena Bastian sudah tahu jika Agam suami dari Maharani tidak bisa mengantar Maharani. Ya, Bastian sudah tahu siapa sosok suami Maharani dan Bastian pun sudah tahu jika kehidupan rumah tangga Maharani kini sedang tidak baik-baik saja karena suaminya telah menikah dengan wanita yang sangat di sukai oleh ibunya.

Maharani sontak kaget saat melihat arah mobil yang tidak mengarah ke arah terminal.

"Bastian, ini bukan..."

"Aku akan mengantarmu ke rumah ibumu." Jawab Bastian dan fokus melihat jalan ke depan.

Maharani merasa beruntung memiliki teman yang mengerti akan dirinya. "Andai kau mas Agam, betapa senangnya aku duduk di kursi ini." Batin Maharani.

Dan Bastian selalu saja curi pandang terhadap Maharani. Sungguh tekad Bastian sudah sangat bulat. Ingin membuat Maharani menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini.

"Aku janji akan selalu membuatmu tersenyum." Batin Bastian.

•••••

Tiga hari berlalu, selama tiga hari Maharani berada di kota ibunya, dan selama tiga hari pula Bastian berada di kota itu. Tapi Bastian tentu pria sejati yang memilih tinggal di hotel tanpa mau merepotkan ibu dari Maharani. Dan hari ini Maharani memutuskan untuk pulang.

"Terima kasih nak, karena sudah mau mengantar dan menjemput Maharani."

"Sama-sama bu. Aku sahabat Maharani dan sebagai sahabat aku tidak ingin melihat Maharani berjalan seorang diri."

"Terima kasih." Ulang Halisah, ibu Maharani.

Bastian dan Maharani keduanya terus saja bercerita sepanjang jalan. Sesekali mereka tertawa. Dan tanpa terasa, perjalanan yang memakan waktu kurang lebih enam jam kini telah usai. Agam pun menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang rumah Maharani.

"Bastian. Sekali lagi makasih yah. Aku ngak tahu harus balas apa atas kebaikan mu ini."

"Cukup kau bahagia dan selalu tersenyum, itu sudah cukup sangat berarti untuk ku." Jawab Bastian,

Perlahan Maharani berjalan masuk ke dalam rumah, dan saat Maharani membuka pintu.

Sreetttt....

Selembar kertas cek di lempar oleh Ramayani tepat di wajahnya Maharani. "Tulis berapa jumlah yang kau inginkan, tapi ceraikan anakku Agam."

1
Misaza Sumiati
bukannya Agam pernah bertemu dengan Bastian , perusahaannya ada kerjasama
Angel Princes: t nn n
n
. m
mm n n
n

n


m


? m m m
bmmm
mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm????????????????????????????????????????????????????..
total 1 replies
Misaza Sumiati
aneh Maharani kok bisa yah bertahan
Misaza Sumiati
Maharani itu bodoh
Rita Tanti
Luar biasa
Beauty JK
😍
dwie
lelaki yg di kirim autho😁😁
Henrita Henrita
wanita bodoh iya
falea sezi
novel baguss moga like makin banyak
falea sezi
novel sebagus ini knp sepi like
choky_chiko_r
mksh kak..keren critanya.dan ga panjang eps.nya..mksh kak..tetep berkarya😊👍👍💪💪
altanum
ide ceritanya bagus thor,cuma pengemasan waktu yang agak membingungkan.mungkin bisa dijadikan acuan di karya² selanjutnya.tetep semangat berkarya thor...
Khalisa IncesNya Mia
koq malah q yg jadi emosi ya
Mila Barcelona
authornya kurang fokus...minum Aqua dulu thorrrr...biar lebih teliti
Nenk Jelita
lah bukan ny rekan bisnis gmn sih tiba tiba GK kenal gt
aduh...
Vivin Yulistian Pradesti
lanjut lg ka cerita ny
Ayuni Tri Purnomo
Luar biasa
Ayuni Tri Purnomo
ada lagi mertua modelan kyk gini Thor...
R.A: ada kak. banyak di dunia nyata😅😅
total 1 replies
SRI WAHYUNI
mka y Rani jd cwe jng oon
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Zika Bintang
lain kali kalau buat cerita seorang wanita yang lagi hamil haram hukumnya untuk di talak dan nikah i thour
tolong perbaiki lagi dan cari info lagi jangan asal nulis GK tau hukum bisa juga ntar orang pada meniru saat hamil di nikahi

kecuali author GK usah pakai ijab Kabul
mungkin beda tanggapan ku
Zika Bintang: o iya kak
maaf aku aliran madhab Syafi'i
jadi beda pengertian
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!