NovelToon NovelToon
Setia Dalam Diam

Setia Dalam Diam

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang / Angst / Romansa / Tamat
Popularitas:39.4k
Nilai: 5
Nama Author: Gentra

Naina mengira akan hidup bahagia, setelah berstatus sebagai istri dari Romi, seorang pengusaha kaya dan terkenal di negaranya, tapi ternyata banyak cobaan hidup yang harus ia jalani sesudah pernikahan itu.
Awalnya, mereka menikah hanya sebatas kerjasama bisnis, dan Romi tidak mencintai Naina karena gadis itu tuna wicara. Namun, seiring berjalannya waktu perasaan Romi mulai berubah pada istrinya, dan mereka mulai tertarik satu sama lain.
Suatu hari, hal naas terjadi kepada Romi yang mengalami kecelakaan hingga ia menderita kebutaan.
Setelah kecelakaan itu Naina di perlakuan sangat tidak baik oleh keluarga Romi, terutama sang ibu mertua, karena mereka menganggap perempuan itu pembawa sial.
Bagaimana sebenarnya kecelakaan itu terjadi, dan apakah benar Naina penyebabnya? Akankah Naina terus bertahan dalam penyiksaan mertuanya, dan akan hidup bahagia bersama Romi ?

Yuk ikuti terus kisah mereka!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gentra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Calon istri Romi

Semua tamu akan segera pulang begitu juga dengan Sandra dan juga sang Mama, ia di kenalkan terhadap Naina bahwa Sandra sebagai calon istri dari Romi. Sebab Rasti bilang terhadap Naina bahwa Romi akan menceraikan nya jika kesehatan nya sudah pulih dan bisa melihat kembali.

"Haii... kamu sini dulu! " panggil Rasti terhadap Naina dengan menggunakan bahasa isyarat, untung saja kali ini tidak menggunakan jurus lempar gelas yang biasa di gunakan Rasti ketika memanggil Naina.

Naina mendekat ke arah mertua nya, lalu bertanya "Apa yang harus di kerjakan Nyonya? " tanya Naina di kertas kecil yang di tulis nya.

"Kamu siapkan kue yang sudah saya pesan. Kamu sudah membuat nya kan? ingat Sandra ini calon istri Romi, kamu harus memperlakukan nya dengan baik. Jangan berani membantah, cepat kemas semua nya.Dia mau pulang! " perintah Rasti terhadap nya.

Naina mengangguk, meskipun ia tidak suka dengan semu ini. Mendengar perkataan sang Mertua, ingin rasanya Naina teriak dan menjerit saat mengenal kan wanita lain sebagai calon istri dari suaminya sendiri. Bahkan kehadiran nya di kenalkan sebagai pembantu di rumah ini yang tidak ada harganya di mata para teman sosialitanya, bahkan memperlakukan Naina dengan sangat hina. Apalagi Sandra dengan sang Mama seperti nya sengaja melakukan itu semua, agar Naina sakit hati dan pergi dari rumah ini.

Setelah cukup lama Naina kembali, dengan membawa beberapa paper bag di tangan nya untuk di bawa oleh Sandra. Rasti tersenyum puas melihat Naina tersiksa karena itu tujuan utamanya, agar Naina pergi tapi usaha nya belum juga berhasil.

"Bagus... bawakan ke mobil nya! " perintah Rasti.

Naina berjalan di belakang mereka sambil membawa semua nya, setelah sampai di luar ia langsung memasukkan semua paper bag ke dalam bagasi mobil milik Sandra.

"Terimakasih tante... lain kali nggak usah repot-repot" ucap Sandra dengan senyuman mengembang di bibirnya.

"Apa sih yang repot untuk calon menantu, kalau ada waktu mampir lagi ke sini. Andaikan Rini lagi di rumah pasti seru, lain kali kita belanja bareng ya... " kata Rasti dengan rasa bahagia nya.

"Siap, lagian pasti waktu ku selalu ada jika untuk tante... "

"Hati-hati di jalan! sampai jumpa.. "

"Terimakasih, aku pamit" ucap Sandra lalu segera masuk ke dalam kendaraan bersama sang Mama.

"Memang kamu itu calon menantu idaman" kata Rasti dengan percaya diri, bahwa Sandra memang betul akan menjadi menantunya.

Setelah kepergian Sandra, Rasti masuk kembali ke dalam rumah melihat Naina sedang merapikan semuanya yang masih berantakan sisa acara arisan tadi. Memang sangat melelahkan, tapi ini lah harus di kerjakan sebelum jurus lempar gelas mendarat di kepala nya.

Rasti mendekat ke arah Naina, dan meminta menantunya untuk segera merapikan semuanya jangan kerja lelet. Naina diam saja tidak menghiraukan perkataan sang mertua, justru hal itu membuat Rasti semakin kesal saat tidak ada respon dari Naina.

"Kamu itu,dengar saya ngomong atau tidak... orang tua di abaikan dasar menantu durhaka" kata Rasti sambil menarik rambut Naina agar melihat ke arahnya.

"Awhhh sakit, Ma... kenapa sih kalian senang sekali membuat ku menderita" ucap Naina dalam batin.

Naina meringis kesakitan, serasa rambut nya mau lepas dari kepala. Memang ibu mertua tidak memiliki rasa kasihan terhadap menantunya.

"Makannya kalau orang tua ngomong di dengerin, jangan diam saja"

Astaga nggak capek apa marah-marah terus, aku aja yang dengar nya capek. Emang dia itu terbuat dari tanah sengketa kali nya atau tanah comberan, kelakuan nya nggak ada yang bener. Kalau saja bukan orang tua sudah ku tampil pakai bon cabai tuh bibir biar tambah jontor. Mungkin lain kali mesti ku kasih pelajaran, nanti pura-pura nya nggak sengaja. Ngeselin diem salah, bukan nya sendiri nya yang bilang jangan bersuara di rumah ini. Eh baru segitu juga di abaikan udah marah-marah.

Waktu bergulir begitu cepat, malam hari telah tiba. Naina sudah merebahkan tubuhnya di istana ternyaman menurut nya,yaitu kasur yang lusuh dan kamar yang sempit. Baginya tidak masalah asal tidak di ganggu pas istirahat itu lebih dari cukup.

Di tempat lain, yaitu di kamar Romi. Di mana Rasti sedang berada di kamar sang anak, untuk memastikan bahwa sang anak baik-baik saja.

Romi meminta sang mama untuk mencari keberadaan istrinya. Alasannya tetap sama yaitu Naina kabur dari rumah saat mengetahui Romi kecelakaan dan mengalami kebutaan.

"Ma...tolong carikan donor mata secepatnya agar aku bisa mencari Naina "rengek Romi terhadap sang Mama.

"Seharusnya kamu ceraikan dia dulu, untuk apa mempertahankan wanita macam itu. Harus Mama bilang berapa kali, bahwa istri kamu itu tidak setia. Bahkan saat mau pergi dari sini saja dia di jemput seorang pria dengan menggunakan kendaraan mewah"Rasti terus berdusta, agar Romi percaya dengan semua yang di ucapkan nya.

" Masa sih, Ma... ko aku nggak yakin sih" Romi mulai terhasut oleh omongan sang Mama.

"Mama yakin, istri kamu itu sudah berselingkuh. Oh Iya, Sandra sudah pulang loh dari luar Negeri, pasti kamu suka jika melihat dia pada saat ini. Terlihat sangat cantik, nggak ada apa-apa nya jika di bandingkan dengan Naina. Udah cantik pintar, punya karier yang cemerlang, bukan perempuan yang meminta terus terhadap suami" Rasti terus memprovokasi Romi agar percaya dengan semua omongan nya.

"Ma... mana ada perempuan cantik mau sama laki-laki buta macam aku"

"Tenang saja, sebentar lagi akan ada pendonor untuk mu. Mama sudah membuat iklan di semua media sosial, dokter juga sedang berusaha mencari" kata Rasti.

"Secepatnya, Ma... aku sudah bosan dalam keadaan seperti ini"

"Iya, ini juga lagi berusaha. Tapi lebih baik ceraikan Naina dulu, nanti setelah bisa melihat langsung menikah dengan Sandra. Untuk apa mempertahankan perempuan yang nggak perduli sama kamu, jika dia istri yang baik. Dalam keadaan kamu seperti ini seharusnya ada di samping Mu. Ini malah kabur bersama pria lain, memang nggak tahu di untung. Sudah bersyukur kita bawa ke rumah ini tapi nggak tahu terimakasih" oceh Rasti, seolah Naina itu yang bersalah. Ia melakukan ini agar Romi yakin dan percaya terhadap semua omongan nya.

"Ma... Naina menikah dengan Romi kan atas dasar kesepakatan waktu itu, Kakek Anwar mau menjual tanahnya asal mau menikah dengan Naina, pada saat itu aku memang nggak mencintai nya. Pernikahan itu berlangsung atas dasar demi keuntungan perusahaan, tetapi seiring berjalan nya waktu dan melihat ketulusannya akhirnya aku jatuh cinta dengan nya"

"Ini lagi di bilangin, nggak percaya banget. Perempuan itu sudah pergi meninggalkan mu bersama pria lain" Rasti sangat kesal dengan Romi, ia sudah membuat Naina jelek di hadapan sang anak ternyata sia-sia.

Rasti kesal dengan Romi, akhirnya pergi dari kamar sang anak begitu saja. Tanpa berpamitan terlebih dahulu dan membanting pintu sangat keras, sehingga Romi juga kaget dengan tindakan sang Mama.

Romi juga sebenarnya bingung, harus kah percaya dengan semua yang di katakan sang Mama. Akan tetapi hatinya menolak semua perkataan buruk soal istrinya. Ia yakin bahwa Naina itu perempuan yang setia, Romi semakin pusing dengan semua informasi yang di terimanya. Akhirnya merebahkan tubuhnya dan berusaha untuk tertidur.

1
Winsulistyowati
Ya Allah.. Pengorbanan Naina Sampai seperti itu mski Mertua n Kel nya jahat..
Winsulistyowati
😞😢😡
Winsulistyowati
Duuuh..Kasihan Thor.ibu mertua jahat n sadis..
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
ee ladalah kok wes Tamat blm bahagia Lo 🤭
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
Naina bersama Adam kah
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
Kakak dan mamamu memang sungguh terlalu
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
apakah Rasti akan selamat atau dia malah akan cacat
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
menyedihkan sekali nasib Rasti tp itu adalah akibat dr perbuatannya sendiri
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
😭 jadi ikutan nangis bacanya...sedih banget
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
rasakan sekarang penderitaan hadir untuk kalian berdua
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
Sandra ya wanita itu hhhh
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
rencana Rasti Gatot ( gagal total )
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
betapa kejamnya Mak Lampir menyiksa Naina ... teruslah bersabar Naina
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
jangan" Rini yang hamil wah jd semakin semrawut kehidupan keluarga Mak Lampir
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
siapa lagi tu apakah ini kejutan dr Adam
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
MasyaAllah Mak Lampir ngamuk lagi
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
adakah itu yang datang atau siapa ya
💜⃞⃟𝓛 🅳🅸🅼🅰🆂🎀Chipitz
akhirnya aku bisa selesai baca novel ini..
Buktikan kepada Naina bahwa kamu mencintainya
💜⃞⃟𝓛 🅳🅸🅼🅰🆂🎀Chipitz
Adam dan Naina ya??
Wahai emakkkk kenapa sifatmu bikin orang darah tinggi ga ada baiknya sedikitpun
💜⃞⃟𝓛 🅳🅸🅼🅰🆂🎀Chipitz
ketika Rasti butuh bantuan Rini anak kesayangan malah ga bisakasih pertolongan gegara hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!