Kisah ini menceritakan tentang bagaimana rumah tangga kedua nya setelah menikah, bagaimana puyeng nya mereka mengurus bayi kembar mereka, dan juga kisah antara sahabat nya di mana para suami suami itu akan takut istri berbanding terbalik saat mereka berada di kantor.
Ada rasa sedih, bahagia, dan juga bucin di antara pasangan itu.
Lelah nya mengurus anak, harus bekerja itu sebuah tantangan yang luar biasa untuk pasangan itu.
Sampai suatu ketika mereka memperkenalkan anak-anak mereka sebagai ahli waris nya.
Dan masalah lain muncul.
Di mana Luna sering bertingkah aneh dan sebagai suami yang baik Al harus bisa membantu sang isteri dengan cara membuka kasus yang sudah lama mereka tutup.
Akan kah Al berhasil?
Dan mampu menyelamatkan Luna?
Bagaimana kisah selanjutnya ikuti terus.
💞💞💞💞
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Silvi mungil0707, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia bukan orang baik
Lanjut bestie.
Semua orang langsung menatap Alina.
Sedang kan tamu itu jangan di tanya ia sok mendapat kan peluru dari seorang anak kecil.
Dan ia tidak tahu di mana letak kesalahan nya.
''Kenapa dia ada di sini?'' tanya Alina.
''Pengawal tangkap dia,'' Perintah Alina dengan tegas.
''Apakah mommy dan daddy akan membiarkan orang itu ada di sini, sampai orang itu berhasil menjalan kan aksi nya dan melukai orang orang yang berada di keluarga kita?'' tanya Alina serius.
'' Daddy hanya memberi nya kesempatan untuk nya girl,'' jawab Al.
''Tapi dia sudah membuat sahabat ku merasa tak nyaman berada di sini,'' jelas Alina.
'' Tante lihat lah Mikha bahkan merengek yang sadari tadi, dia merasa tidak nyaman karena sedari tadi orang itu menatap nya, seakan-akan Mikha adalah makanan lezat untuk nya dan aku tidak suka dengan itu,'' ucap Alina.
''Lagi pula aku tidak suka dia merekam semua jadian yang berada di sini,'' lanjut nya,
Orang yang melihat itu hanya melongo, mereka tidak menyangka jika anak kecil itu bisa berbicara layak nya orang dewasa, bahkan pemikiran nya jauh menetap ke depan, tidak ada rasa takut di dalam diri nya, tidak ada rasa gentar padahal dia masih sangat kecil.
Dalam ucapan nya bisa di kata kan sabar tegas.
Dan mereka yakin anak itu adalah anak dari Al dan Luna.
Sekali pun Luna dan Al tidak pernah memperkenal kan mereka secara gamblang, tapi wajah dari mereka sudah menunjuk kan mereka memang keturunan dari Al dan Luna.
'' Dia sangat tampan,'' ucap salah satu tamu undangan.
'' Yang satu nya juga tak kalah cantik nya,'' jelas nya
''Lihat lah anak laki-laki yang berada di sana mungkin itu salah satu dari anak tuan Sean dan juga nyonya Sea, karena wajah mereka terlihat dominan,'' ucap yang lain nya.
''Tapi aku rasa wajah nya anak tampan itu terlihat lebih dominan seperti tuan Aksara,'' ucap yang lain nya
Aksara adalah kakek dari Billy.
'' Ya kamu benar, tapi meskipun begitu siapa pun orang yang mengenal orang tua nya pasti akan tahu jika itu adalah anak nya,''
'' Dan lihat lah anak perempuan itu dia sangat imut,'' ucap nya.
'' Dan aku rasa dia adalah anal dari tuan Viktor dan juga nyonya Vio.''
''Ya kamu benar.'' ucap yang lain nya setuju.
''Tapi aku penasaran bagaimana cara mereka mendidik anak anak ini menjadi anak yang luar biasa,'' ucap yang lain nya.
''Mereka semua terlahir dari orang tua yang memiliki kecerdasan tinggi,''
''Jadi tidak heran jika mereka akan tumbuh menjadi anak yang luar biasa tidak seperti anak pada umum nya,''
''Dari sini kita juga mendapat kan pelajaran jika harta saja tidak cukup untuk mendidik anak, karena kecerdasan orang tua itu juga penting dan sangat mendukung untuk pertumbuhan nya,''
''Aku setuju untuk itu,''
Mari kita tinggal kan pembicaraan pada tamu-tamu itu tentang anak anak ajaib itu.
Mari kita kembali pada Sea, Sean, Vio dam Viktor.
Di mana mereka bisa meringkus sebagian dari orang-orang yang akan mencelakai Luna pada malam ini.
Dan sebagai besar nya mereka masih dalam pengejaran tapi di ketahui jika mereka tidak akan bisa keluar dari gedung tersebut.
Mereka yang masuk tidak akan bisa keluar.
Sedang kan yang di luar tidak akan bisa masuk tanpa izin dari Al.
Sedang kan orang yang di tembak oleh Alina hanya menatap nya datar tapi tidak melakukan apa-apa.
Karena ia sadar ia salah tapi Alina sudah menyinggung nya dengan memberikan tembakan kepada nya.
'' Dek kamu harus minta maaf pada orang itu,'' ucap Axcel.
''Kenapa aku harus minta maaf?'' tanya Alina.
''Karena kamu sudah tidak sopan Kak,'' jelas Mikha.
''Kakak tidak perlu memberikan dia tembakan, lagi pula dia lebih tua dari pada kita, dan seharus nya kita menghormati nya,'' jelas Mikha bijaksana.
''Jika tidak maka om Al dan tante Aluna akan marah karena tidak kesopanan kita, bukan hanya Kakak yang akan di marahi tapi kita semua, dan lebih parah nya kita bisa di hukum,'' lanjut Mikha.
Alina tidak menjawab ia hanya menatap orang itu.
Sedang kan Al dan Luna juga sedang membantu untuk meringkus orang orang bayaran tersebut.
Bahkan ada beberapa sebagian tamu yang ikut membantu.
''Aku sudah sangat gegabah, aku emang salah, tidak seharus nya aku bersikap arogan seperti itu,'' ucap Alina menyadari kesalahan nya.
'' Aku tidak mendengar kan nasehat dari mommy dan daddy mereka pasti akan kecewa dengan sikap ku hari ini,'' ucap Alina dengan sedih.
''Sudah jangan sedih lebih baik sekarang kamu minta maaf, itu akan memperbaiki semua nya, dan jika orang itu tidak mau memaafkan mu jangan paksa ya,'' ucap Billy menasehati.
Alina hanya mengangguk.
'' Aku akan pergi ke sana,'' ucap Alina
Mereka bertiga mengagguk,
Sekalipun mereka sangat luar biasa tapi sikap polos dari mereka masih alami.
mereka sama seperti anak pada umum nya, yang takut di marahi jika membuat kesalahan, yang suka dengan hal-hal yang berbau dengan mainan.
Dan tanpa mereka sadari ada yang mengincar mereka.
karena Alina yang berada di depan mereka, otomatis dia yang akan menjadi mangsa utama nya.
Mereka semua lengah begitu pun juga dengan para body guard.
Karena saat ini fokus mereka sedang di bagi.
Tepat saat Alina melangkah kan kaki nya menuju orang untuk meminta maaf tiba-tiba orang itu mengangkat senjata atau di arah kan ke Alina.
Untung lah Alina dan yang lain nya masih memiliki kepekaan.
Jadi dengan gesit Alina dapat menghindar tapi sayang Alina masih terkena tembakan.
Dan itu membuat semuanya menggila apalagi Axcel.
Dia bahkan sampai menetes air mata nya melihat adik kembar nya, adik yang ia sayang, adik yang tumbuh bersama saat mereka masih berada di dalam kandungan sang mommy harus merasakan sakit.
'' Alina, ''
'' Alina, ''
Teriakan semua orang menggema di ruangan itu.
'' Kakak, '' panggil Alina saat peluru itu menembus lengan nya.
Axcel langsung berlari agar tubuh sang adik tidak sampai jatuh ke tanah.
'' Sudah aku bilang dia bukan orang yang baik,'' ucap Alina dengan menangis.
...Jangan lupa mampir ke karya author yang baru ya besti...
...Jangan lupa dukungan ya bestie...
...Jangan koment and vote dan juga jangan lupa klik favorit nya ya agar tak ketinggian update terbaru dari author ya Abal Abal ini...
...Koment yang positif ya bestie kasih saran boleh memberikan ide agar cerita ini terus berkembang...
...Jangan koment yang bikin mood author down dan menjadi males untuk nulis karena baca koment kalian...
...💞💞💞💞...