Jika ada yang harus disalahkan, maka permainan Truth Or Dare-lah yang harus disalahkan.
Karena semua berawal dari sana.
Permainan yang telah dicap sialan oleh cowok gondrong anggota inti The Lion. Sebuah permainan tidak masuk akal dari teman-temannya yang mau tidak mau harus ia selesaikan dikarenakan kebodohannya memilih 'Dare'.
Alhasil, cewek ketua ekskul modern dance yang mendapat julukan Queen Shadow SMA Garuda itu pun menjadi sasaran empuk permainannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Zakinah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAGIAN # 11
Bagus meregangkan otot-ototnya yang sejak tadi terasa kaku dikarenakan seharian tertidur di UKS. Apalagi jika bukan membolos. Pelajaran Fisika dilanjutkan dengan Matematika membuatnya hendak gila dan memilih lari ke UKS sedangkan teman-temannya yang lain ngacir ke warung belakang. Berbeda dengan Alka yang tetap mengikuti pelajaran walau teman-temannya sempat menawarinya untuk bolos.
Menilik arloji hitam di pergelangan kirinya, matanya kian membola. Pukul empat sore yang ditunjukkan oleh jam tangannya membuat ia buru-buru keluar dari UKS dengan menyampirkan tas tipisnya di bahu kanan. Ia benar-benar tidak menyangka akan tertidur di UKS hingga jam pulang sekolah setengah jam yang lalu ia lewatkan.
“Kenapa gak ada yang bangunin gue, anjirr!” tungkai jenjangnya berlari cepat menuju gerbang. Untungnya, masih ada pak satpam yang yang berjaga di pos. Gerbang sekolahnya memang hanya akan ditutup jika sudah jam lima sore karena anak-anak ekskul banyak yang tinggal.
Saat hendak menghampiri motor Harley hitam kesayangannya, langkah Bagus dihentikan ketika melihat Krystal yang jalan tergesa-gesa dari dalam sekolah. “Tuh cewek kenapa kayak lagi dikejer setan aja,” gumamnya kemudian menahan lengan Krystal saat cewek itu berada tidak jauh darinya.
“Buru-buru amat kayak dikejer setan.”
“Iya, lo setannya. Lepas!” Sekali hentakan tangan Bagus terlepas dari lengan Krystal, namun ia kembali dengan cepat menahan Krystal lagi saat cewek itu hendak melangkah. Bagus dibuat heran sendiri akan keterburu-buruan Krystal. Apalagi mata cewek itu bergerak liar seperti orang yang gelisah.
“Lo kenapa, sih?”
Menghela napas, Krsytal menipiskan bibir menahan kesal. “Bukan urusan lo, Bagus Baskara. Lepas!”
“Gak!”
“Lepas, gak?”
“Gak mau.”
“Lo bat-”
“Nona.”
Bahu Krystal merosot disertai helaan napas kasar. Dengan malas ia berbalik tanpa peduli lagi dengan cekalan Bagus di lengannya. “Lo tuli apa gak ngerti bahasa Indonesia, sih? Gue gak mau ikut lo dan ketemu tuan lo!” Krystal nyaris berteriak jika saja ia lupa bahwa sekolah masih ramai. Apalagi ada anggotanya yang saat ini sedang latihan di lapangan.
“Maaf, Non. Saya harus membawa Nona. Semalam tuan marah besar, saya diberi satu kesempatan lagi. Kalau kali ini saya gagal saya benar-benar kehilangan pekerjaan.”
Walau nada sendu sangat kentara dari pria yang sama yang semalam itu, Krystal tetap mengeraskan hati. Ia benar-benar tidak peduli. Hatinya tidak akan goyah hanya karena suara sendu seseorang. Dulu, ia juga pernah berbicara sendu pada papanya, ia juga pernah menangis memohon di depan papanya untuk tidak menyakiti hati mamanya namun ia tidak pernah dipedulikan.
Ia juga pernah menangis memohon di depan orang-orang berpakaian hitam suruhan papanya saat mamanya diseret namun tidak ada yang peduli.
“Gue-gak-peduli,” ucap Krystal penuh penekanan. Bagus yang sejak tadi diam kini menatap tak habis pikir pada Krystal. Bagaimana mungkin cewek ini begitu keras sedangkan pria di hadapannya sudah memohon padanya?
“Saya mohon, Non. Saya mohon. Anak saya butuh biaya buat operasi tumornya. Hanya Nona harapan saya satu-satunya.”
Kalimat tadi disambut gelak tawa oleh Krystal. Dengan kasar cewek itu menyentak tangan Bagus. “Lo pikir gue peduli? Anak lo mati juga gua gak akan peduli!”
“Tal!” Krystal mengalihkan tatapan datarnya pada Bagus kemudian menatap pria di hadapannya lagi yang saat ini menunduk. Krystal bisa melihat mata pria itu memerah, namun sekali lagi Krystal tidak peduli! Semua orang egois. Hanya memikirkan diri mereka sendiri tanpa mau memikirkan perasannya dan mamanya.
“Lo kok tega banget, sih? Apa susahnya lo ketemu saya tuan yang dia maksud? Lagi pula itu bokap lo kan yang nyuruh bapak-bapak ini?” tanya Bagus.
Krystal mendengus kasar. “Lo gak usah ikut campur,” ucapnya dengan nada dingin.
“Gue bukannya mau ikut campur, Tal. Tapi sedikit aja lo kasih bapak-bapak ini rasa kasihan. Kalau lo gak mau ketemu bokap lo karna rasa benci lo, seenggaknya lo ketemu bokap lo karna anak dari bapak-bapak ini.” Bagus hendak memegang bahu Krystal namun langsung ditepis oleh sang empu.
“Mau untuk siapapun gue gak mau! Anak dia, ya, urusan dia. Gak ada sangkut pautnya sama gue. Kalau dia dipecat, ya, itu urusan dia karna gak becus kerja. Gu-”
“KRYSTAL!!” bentak Bagus tanpa sadar. Kelakuan keterlaluan Krystal membuat sisi emosionalnya tidak terjaga. Pertahanan Bagus yang selama ini tidak ingin kasar pada perempuan pun tanpa sadar ia lampaui.
“Lo bentak gue?” mendengar suara bergetar dari Krystal, Bagus seolah tertarik dari alam bawah sadarnya. Cowok berseragam SMA itu mengusap kasar wajahnya kemudian memegang kedua bahu Krystal.
“So-sori. Gue gak maksud bentak lo. Gue cum-”
Krystal mendorong Bagus hingga cowok itu mundur beberapa langkah. “Jangan pernah muncul di depan muka gue lagi!!”
####
Sejak kejadian di parkiran itu, Krystal benar-benar tidak pernah lagi berhubungan dengan Bagus. Setiap kali cowok itu mengajaknya bicara, Krystal pasti selalu mengabaikannya dengan meninggalkan cowok itu. Spam maaf Bagus di WhatsApp juga ia abaikan, bahkan saat ini Krystal sudah mem-blokir kontak cowok itu. Krystal hanya benar-benar ingin kembali seperti dulu.
Di mana ia selalu sendiri tanpa ada satu orang pun yang ikut campur urusannya. Ia sudah nyaman dengan kesendiriannya. Sepi sudah menjadi temannya hingga Krystal tidak butuh siapapun di sisinya selain mamanya saja.
“Lo lagi ada masalah sama Bagus?”
Mendengus malas, Krystal berdiri dari kursi taman belakang perpustakaan. “Bukan urusan lo!” ucapnya kemudian saat hendak pergi, cowok yang membawa gitar itu menahan bahunya dengan satu tangannya yang bebas kemudian kembali mendudukkannya di kursi.
“Apa, sih, lo!” Krystal menyentak tangan cowok itu. “Gue gak ada urusan sama lo ataupun temen lo itu. Jaket lo juga udah gue balikin. Jadi mending lo pergi sekarang!”
Adnan terkekeh kemudian ikut duduk di samping Krystal. “Ini tempat umum kali. Siapa aja boleh ke sini, siapa lo nyuruh gue pergi?”
“Oke. Kalo gitu gue yang pergi!”
“Yaelah, baperan amat, sih. Sini duduk lagi.” Tangan kiri Adnan yang tidak memegang gitar menarik tangan Krystal hingga cewek itu kembali duduk walau dengan tampang ogah-ogahan.
“Gue baru aja pinter main gitar. Lo bisa nyanyi, gak?”
“Gak!” jawab Krystal ketus.
Adnan lagi-lagi terkekeh kemudian berkata, “kalo gitu gue aja yang nyanyi. Orang bilang suara gue adem, mayan-lah buat ademin hati lo.” Melihat Krystal yang sudah tidak berniat pergi, Adnan mulai memposisikan diri dengan menghadap cewek itu. Kaki kirinya menekuk di atas kursi sebagai tumpuan gitar.
“Lo mau gue nyanyiin lagu apa?”
“Yang nyuruh lo nyanyi siapa?”
“Oke. Gue mau nyanyi lagunya Virgoun, bukti. khusus buat lo. Dengerin, yah.” Adnan mulai memetik senar gitarnya sesekali menatap Krystal.
Memenangkan hatiku bukanlah, satu hal yang mudah
Kau berhasil membuat, ‘ku tak bisa hidup tanpamu
Menjaga cinta itu bukanlah, satu hal yang mudah
Namun sedetik pun tak pernah kau, berpaling dariku
Beruntungnya aku, dimiliki kamu
Kamu adalah bukti
Dari cantiknya paras dan hati
Kau jadi harmoni saat kubernyanyi
Tentang terang dan gelapnya hidup ini
Kaulah bentuk terindah
Dari baiknya Tuhan padaku
Waktu tak mengusaikan cantik mu
Kau wanita terhebat bagiku
Tolong kamu camkan itu
Adnan diam-diam mengamati wajah Krystal yang sejak tadi datar kini berubah sedikit sendu. Beberapa kali cewek itu juga terlihat memejamkan mata kemudian menghela napas lirih. Terlihat seperti orang yang banyak beban. Adnan tersenyum tipis.
Meruntuhkan egoku bukanlah, satu hal yang mudah
Dengan kasih lembut kau pecahkan, kerasnya hatiku
Beruntungnya aku, dimiliki kamu
Kamu adalah bukti, dari cantiknya paras dan hati
Kau jadi harmoni saat kubernyanyi
Tentang terang dan gelapnya hidup ini
Kaulah bentuk terindah, dari baiknya Tuhan padaku
Kau wanita terhebat bagiku, tolong kamu camkan itu
Tolong kamu camkan itu
Adnan menyelesaikan lagunya dengan baik kemudian menaruh gitar milik Tian di samping kursi taman. Tangan kanan cowok itu terangkat mengelus kepala Krystal dengan lembut. “Gue yakin lo kuat.”
.
.
.
BAGUS-KRYSTAL?
BAGUS-DITA?
ADNAN-KRYSTAL?
PILIH SIAPA HAYOOO?😂
JANGAN LUPA LIKA, KOMEN, VOTE DAN SHARE!!
bukan kah di seniornya
alka sm meira dah nikah
Nyesek sumpah😭😭
aq banjir thorrrr... ikutan nyeri kaya bagus..
😭😭😭😭😭
sekarang tinggal kisahnya aluna ama devan ya... ya.. ya.. ya..