NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Gadis SMA

Terpaksa Menikahi Gadis SMA

Status: tamat
Genre:Ketos / Tamat
Popularitas:758.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: mawarjingga

Di usianya yang ke 27 tahun, Nattan sama sekali tidak berniat untuk menikah dan membina sebuah rumah tangga seperti pria normal pada umumnya.

Sang ibu yang notabene ingin segera memiliki menantu dari putra bungsunya, beberapa kali berusaha untuk menjodohkannya dengan beberapa gadis pilihannya yang berakhir dengan penolakan Nattan.

Hingga suatu hari saat ia berniat baik untuk menolong seorang gadis yang kala itu hampir dilecehkan oleh dua orang preman, justru malah membawanya pada sebuah tanggung jawab yang besar seumur hidupnya.

Terpaksa Menikahi Gadis SMA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mawarjingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menghadiri pesta

"Mas?" ulang Anggia, membuat Nattan gelagapan, dan memalingkan wajahnya kearah lain.

"Ayok, kita sudah terlambat." ucapnya, melirik Anggia sekali lagi, tanpa gadis itu sadari.

Dua puluh menit menempuh perjalanan, akhirnya mobil yang ditumpangi keduanya sampai disebuah gedung ternama tempat biasa para petinggi mengadakan acara besar mereka.

"Mas,?"

"Kenapa?" Nattan mengerutkan keningnya saat Anggia tak kunjung melangkah mengikutinya.

"Saya_ jujur ini untuk pertama kalinya saya menghadiri sebuah acara besar seperti ini."

"Lalu?"

"Saya takut membuat masalah yang akan membuat mas Nattan malu nantinya." lanjut Anggia dengan wajah menunduk, bahkan kedua tangannya saling bertaut karena cemas bercampur gugup.

Nattan yang mengerti dengan kegugupan yang dirasakan Anggia, ia pun memutuskan untuk kembali menghampiri Anggia, dan mengulurkan tangannya membuat gadis tersebut mematung dengan dahi yang mengerenyit bingung.

"Tidak perlu gugup, ada saya."

Dengan ragu, Anggiapun menerima uluran tangan Nattan yang kemudian digenggam oleh suaminya, dan membawanya memasuki gedung tersebut.

"Jangan menunduk Anggia, disini kamu pasangan saya bukan seseorang yang asing." ujar Nattan yang melihat jika Anggia terus menundukkan wajahnya disepanjang lobby gedung tersebut.

"I-iya mas."

Begitu keduanya tiba didalam gedung, ada banyak sekali pasang mata yang menatapnya dengan tatapan berbeda-beda, ada yang begitu kagum melihat keserasian mereka, ada pula yang iri, terlebih mereka para Putri dari rekan bisnis Nattan yang sudah mengenalnya, dan pernah meminta dijodohkan dengan Nattan sebelumnya.

"Disini ada banyak sekali rekan kerja yang bekerja sama dengan perusahaan, nanti saya akan kenalkan mereka semua, tapi sebelum itu kita harus menyapa mempelai pengantinnya terlebih dulu." bisik Nattan seraya menggandengnya menuju pelaminan.

"Wah mas Nattan, akhirnya datang juga! saya pikir pemuda yang super sibuk seperti mas Nattan tidak akan datang lho!" ujar pak Bima saat Nattan mulai mendekat dan menyalaminya.

"Pak Bima tentu sudah tahu bukan? bahwa saya bukan tipe seseorang yang suka mengingkari janji, jika tempo hari saya mengatakan akan datang, maka sesibuk apapun saya pasti berusaha akan tetap datang."

Pak Bima tampak terkekeh, menepuk-nepuk pundak Nattan, "Ini yang saya suka dari mas Nattan sejak dulu, makanya saya sampai begitu berharap mas Nattan lah yang akan menjadi menantu saya, tapi yasudahlah."

"Saya rasa putri pak Bima terlihat lebih bahagia dengan suaminya."

"Iya betul, mungkin saja begitu."

"Oh iya selamat atas pernikahan putri pak Bima ya, semoga mereka selalu bersama hingga tua nanti."

"Baik, baik! terimakasih mas Nattan sudah menyempatkan waktunya untuk datang kesini, karena jujur bagi saya pribadi, saya merasa begitu terhormat."

"Oh iya, apakah gadis cantik disebelah mas Nattan ini adalah seseorang yang membuat mas Nattan menolak putri saya waktu itu?"

Nattan tampak tersenyum tipis, ia meraih pinggang Anggia hingga merapat ketubuhnya, jika dilihat secara sekilas, maka tidak akan ada yang percaya bahwa hubungan mereka tidak semanis yang terlihat.

"Betul, dia kekasih saya." Nattan melirik Anggia dengan senyuman hangat yang terlihat penuh cinta, "Namanya Anggia."

"Wah cantik, sangat cantik! pantas saja saat itu mas Nattan langsung menolak mentah-mentah Jessy putri saya."

"Maafkan saya pak, untuk yang terjadi di masa lalu."

"Itu tidak jadi masalah, yang terpenting hubungan baik kita terus terjalin selamanya."

"Semoga akan terus begitu."

Setelah mengobrol cukup lama dengan pak Bima, Nattan pun tidak lupa mengucapkan selamat juga kepada Bu Ayunda yang merupakan istri dari pak Bima, kemudian berlanjut menyalami Hendra dan Jessy sang mempelai pengantin.

"Mas Nattan?" ujar seseorang yang berada dibelakangnya, membuat Nattan seketika menoleh kearah pemilik suara.

"Pak Teguh?"

"Betul, wah kebetulan sekali kita bertemu disini, eh saya lupa mas Nattan itu siapa?" laki-laki paruh baya yang disapa pak Teguh tersebut tampak terkekeh, kemudian mengajak Nattan mengobrol disalah kursi yang sudah disediakan khusus untuk para tamu undangan.

"Ini calonnya mas Nattan ya,?" melirik Anggia yang tampak tersipu.

"Iya, ini Anggia kekasih saya."

"Mas Nattan nya tampan, pacarnya cantik, benar-benar cocok!"

"Terimakasih pak, pak Teguh ini bisa saja."

"Faktanya lho mas!"

"Mas?" bisik Anggia.

"Kenapa?"

"Saya_ saya haus, mau mengambil minuman kesana sebentar ya!" Anggia menunjuk kesalah satu meja panjang yang diatasnya terdapat berbagai macam jenis minuman yang disediakan untuk para tamu, terbukti dari beberapa mereka yang sudah mengambilnya lebih dulu.

"Kamu berani mengambil sendiri?"

Anggia menganggukan kepalanya, tidak mungkin juga kan ia menyuruh Nattan untuk mengambilkan minum untuk nya, pikir Anggia.

"Yasudah, jangan lama-lama."

"Iya mas!"

Anggia beranjak dari tempat duduknya menghampiri meja panjang yang jaraknya sekitar enam meter dari tempat yang diduduki Nattan.

"Ini minuman favorit kamu kan?" Anggia yang sedang memilih minuman yang hendak ia ambil, tertegun menatap segelas jus melon yang berada digenggaman seseorang.

"Rafka?" ucapnya tak percaya, saat mengetahui siapa pemilik tangan tersebut.

"Iya, ini aku Nggi, nggak nyangka ya kita bakalan ketemu disini, kamu sama siapa kesini?" tanya Rafka dengan tatapan lembut! tatapan yang sama, yang dulu selalu membuat Anggia terpesona saat berada didekatnya.

"Aku_"

"Nggi, aku mau ngobrol sama kamu sebentar aja, please Nggi!"

"Tapi Raf, semua_"

"Kamu mau ngobrol sama aku, atau aku bikin kekacauan di pesta ini?" sela Rafka, yang membuat Anggia melebarkan kedua matanya.

"Kamu gila ya?"

"Kamu nggak mau lihat aku lebih gila lagi kan, makanya ayok kita ngobrol berdua Nggi."

"CK, tapi Raf_"

"Jangan salahkan aku kalau aku benar-benar akan membuat kekacauan disini Nggi."

Anggia terlihat men desah, ia melirik suaminya yang sepertinya sedang asik mengobrol bersama pak Teguh, mungkin saat dirinya mengobrol dengan Rafka Nattan tidak akan mencarinya, pikir Anggia.

"Ayo Nggi."

"Iya."

Rafka tersenyum sumringah, kemudian menarik tangan Anggia ketempat yang tidak terlalu ramai, agar obrolan mereka terasa lebih nyaman.

"Malam ini kamu cantik banget Nggi, aku hampir nggak mengenali kamu lho tadi." ujar Rafka yang terus memandangi wajah cantik Anggia.

Selama dua tahun berhubungan dengannya Anggia memang tidak pernah dandan seperti sekarang, selain menggunakan bedak tipis dan liptin seadanya.

Anggia memalingkan wajahnya kearah lain, ucapan berupa pujian yang dilontarkan Rafka barusan tentu membuat pipinya bersemu merah.

Karena tak dapat ia pungkiri, saat ini Rafka masih mengisi penuh seluruh hatinya.

"Nggi?"

"Hmmm."

"Aku masih sayang sama kamu Nggi, kamu tahu kan dari dulu aku cinta banget sama kamu?" ujar Rafka yang membuat Anggia tersenyum sinis.

"Cinta yang seperti apa Raf, kalau kamu beneran cinta sama aku, nggak mungkin kan kamu sampai selingkuh sama cewek lain?"

"Iya, aku mengaku salah Nggi, tapi kamu harus tahu, aku sama dia cuma main-main aja, bukan karena cinta, saat itu aku memang bodoh! dan aku menyesali kebodohan itu Nggi, seharusnya saat kamu sibuk dan tidak memiliki waktu untukku, aku juga mencari kesibukan sendiri bukan malah mencari cewek lain."

"Percuma Raf, sekarang semuanya udah terlambat."

"Kenapa Nggi? apa nggak ada sedikit aja kesempatan buat aku memperbaiki semuanya?"

"Aku masih cinta sama kamu Nggi."

"Maaf Raf, aku harus pergi." Anggia beranjak dari samping Rafka, sebelum kemudian tubuhnya membeku saat mendapati seseorang bertubuh tinggi sedang menatapnya dengan sorot tajam.

*

*

1
Arida Susida
Luar biasa
HR_junior
pantesan aja ya dia gak bisa punya ank LG la punya anak di tinggl makane keguguran trs
Yulia
kereeen 👍👍
Yulia
Aku bacanya ngebut, terima kasih othor semangat terus berkarya 💪💪
HR_junior
anggia ni mng ox np gak menghindar sich ..kalo ada rafka km harus cepet pergi..salah paham LG kn ..ingat status km dah JD istri orang JD jngn deket2 ma cowok laina
HR_junior
duh nattan km kudu berguru ma kakak n ponakanm ..walaupun mereka nikah kepaksa Mash mehrgai istrinya
HR_junior
mama Indri seneng banget ya..bencana buat natta berkah buat mama Indri dpt mantu
HR_junior
habis baca si kembar ke sini kk
Yufinasi Hati
cewenya bertele2 bngt greget mau aja ditindas gitu ih
Sundari Rauf Sopandie
Luar biasa
hersita maharani
❤️❤️❤️❤️❤️
hersita maharani
Luar biasa
sherly
cieee Nathan dah sayang aja ya manggilnya
sherly
cerita bagus Thor hanya saja agak membingungkan td cerita nginap dirmh nenek eh ngk tau kapan baliknya tp dah ada dirumah dgn posisi br bangun juga... hmmm
mawarjingga: terima kasih koreksinya kk🥰
total 1 replies
sherly
gini nih bujang yg nyaris lapuk dah kena bucin maunya lengket kayak prangko
sherly
macam betul aja, bisa kali lebih baik lagi ngomongnya nat
sherly
hadew Nathan ngapain coba dtg kalipun dtg kenapa ngk ngajak tu Bagas dkk...
sherly
Dinda mamanya Anggia donk
sherly
makanya jgn galak2, baru tau kan pesona anggiaaaa... Nathan yg malang...
sherly
tajam banget tu lidah dasar si Nathan nih... oon banget dah tau si Anggi tu miskin trus msh SMA kek mana dia mau ngurus diri, perawatan tu butuh duit nathan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!