NovelToon NovelToon
Pengasuh Anakku

Pengasuh Anakku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Hamil di luar nikah / Beda Usia / Tamat
Popularitas:354.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Deche

Disarankan untuk membaca terlebih dahulu Terjebak Pesona Mamah Muda.

Ricky memiliki anak diluar nikah, akibat dari perbuatannya dimasa lalu. Anak itu bernama Maira yang dibesarkan oleh ibu angkatnya yang bernama Aida.
Ibu Juwita menginginkan agar Maira diasuh oleh Ricky. Agar Aida mau menyerahkan Maira kepada Ricky, Ricky harus menikah dengan seorang perempuan yang mau menerima Maira dan menerima masa lalunya.


Follow Ig Deche : @deche62

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Ibu Adelia

Sementara itu di dalam mobil. Hanifa menoleh ke Ricky.

“Pak, kenapa temannya ditinggal?” tanya Hanifa.

“Dia bukan teman saya. Dia anak tetangga yang suka main ke rumah,” jawab Ricky sambil fokus menyetir mobil.

Hanfa mengerut keningnya.

Main ke rumah? Mau ngapain? Bukankah di rumah Pak Ricky tidak ada anak perempuan? Kelihatannya Hesti juga tidak kenal dengan Maira, kata Hanifa di dalam hati.

Ricky menoleh ke Hanifa. “Hei! Lagi melamunkan apa?” tanya Ricky ketika melihat Hanifa seperti sedang melamun.

Hanifa langsung sadar dari lamunannya. “Tidak melamunkan apa-apa, Pak,” jawab Hanifa sambil menggelengkan kepalanya.

“Hesti itu sering datang ke rumah hanya untuk menemani Mamah. Dulu sewaktu Papah masih kerja, Mamah sering merasa kesepian. Tapi sekarang Papah sudah pensiun, Mamah tidak merasa kesepian lagi. Hesti tidak disuruh datang ke rumah lagi,” kata Ricky seolah membaca pikiran Hanifa.

“Iya, Pak Saya mengerti,” kata Hanifa.

“Oh ya, Fa. Minggu depan ada kemungkinan kita ke luar kota lagi. Kantor tempat saya bekerja akan mengadakan employee gathering di Cikole Lembang. Saya mau membawa Maira, berarti kamu juga harus ikut,” kata Ricky sambil sesekali menoleh ke Hanifa.

“Berapa hari, Pak?” tanya Hanifa.

“Tiga hari. Kita berangkat hari Jum’at pagi, pulangnya hari Minggu siang,” jawab Ricky.

“Kamu bisa ikut, kan?” tanya Ricky.

“Insya Allah, saya bisa ikut,” jawab Hanifa.

Bagaimanapun tugas Hanifa adalah mengasuh Maira, jadi ia harus ikut kemanapun Maira pergi.

“Kalau sudah dekat harinya, saya akan minta ijin kepada Ibu kamu,” kata Ricky.

“Iya, Pak,” jawab Hanifa.

Tak terasa mereka sudah sampai di rumah Hanifa. Ricky memarkirkan mobilnya di depan rumah Hanifa. Ketika Hanifa hendak turun dari mobil Ricky mencegahnya., “Tunggu sebentar,” kata Ricky.

Ricky mengambil tas ransel miliknya yang ia taruh di kursi penumpang. Lalu ia mengambil amplop putih dari dalam tas ranselnya, kemudian diberikan kepada Hanifa. “Ini honor kamu minggu ini. Terima kasih sudah membantu saya mengurus Maira,” ucap Ricky.

“Sama-sama, Pak,” jawab Hanifa ketika menerima amplop dari Ricky.

“Saya mau pamit dulu sama Ibu kamu,” kata Ricky. Ricky keluar dari dalam mobil lalu mengambil tas dan barang Hanifa yang di simpan di kursi penumpang. Hanifa mengambil barang-barang miliknya dari tangan Ricky. “Berat, tidak? Saya bantu bawa sebagian,” kata Ricky. Hanifa hanya membawa tas selempang dan tas travelnya, sedangkan kantong plastik berisi oleh-oleh Ricky yang membawanya.

Hanifa membuka pintu pagar rumahnya. “Assalamualaikum,” ucap Hanifa ketika masuk ke halaman rumahnya.

“Waalaikumsalam,” jawab Ninda dari dalam rumah. Ninda membuka pintu rumah.

“Kakak pulang,” seru Ninda dengan senang.

“Ibuuuu! Kakak pulang,” teriak Ninda dari depan rumah.

“Ninda! Tidak sopan memanggil Ibu sambil berteriak. Samperin dong ibunya,” kata Hanifa.

“Hehehe. Ninda senang Kakak sudah pulang,” jawab Ninda sambil cengengesan.

“Ninda, ini oleh-oleh untuk Ninda,” Ricky memberikan plastik yang berisi oleh-oleh kepada Ninda. Ninda melihat isi plastik itu.

“Wah, banyak sekali,” seru Ninda dengan wajah gembira.

“Bilang apa sama Pak Ricky?” tanya Hanifa kepada Ninda.

“Terima kasih, Pak Ricky,” ucap Ninda.

“Sama-sama, Ninda,” jawab Pak Ricky.

Tak lama Ibu Rosma keluar dari kamarnya. “Ada apa, Ninda? Kenapa berteriak,” tanya Ibu Rosma sambil menghampiri Ninda.

“Kakak pulang, Bu,” jawab Ninda.

“Assalamualaikum, Bu,” ucap Hanifa sambil mencium tangan Ibu Rosma.

“Waalaikumsalam,” jawab Ibu Rosma.

“Masuk dulu, Nak Ricky,” kata Ibu Rosma.

“Terima kasih, Bu. Saya hanya mengantar Hanifa saja,” jawab Ricky.

“Bu, kita dapat oleh-oleh banyak dari Pak Ricky,” kata Ninda sambil menunjukkan kantong plastik yang ia bawa.

“Sudah bilang terima kasih, belum?” tanya Ibu Rosma.

“Sudah,” jawab Ninda.

“Terima kasih atas oleh-olehnya, Nak Ricky,” ucap Ibu Rosma.

“Sama-sama, Bu. Saya pamit pulang. Assalamualaikum,” kata Ricky.

“Waalaikumsalam,” jawab semua orang.

Ricky keluar dari rumah Ibu Rosma menuju ke mobilnya. Hanifa menunggu di depan rumah. Ketika mobil Ricky lewat, Ricky melambaikan tangannya kepada Hanifa. Mobil Ricky pun meluncur meninggalkan rumah Hanifa. Hanifa masuk kembali ke dalam rumah.

***

Ricky sedang fokus membaca dokumen di depannya, tiba-tiba intercomnya berbunyi. Ricky menjawab intercom.

“Ada apa, Rin?” tanya Ricky.

“Pak, di lobby ada Ibu Adelia, beliau hendak bertemu dengan Bapak,” jawab Ririn.

Ricky menghela nafas. Percuma saja ia terus menghindar dari Ibu Adelia. Beliau pasti akan terus berusaha menemuinya. Hal itu akan mengganggu pekerjaannya.

“Suruh beliau masuk,” kata Ricky.

“Baik, Pak,” jawab Ririn.

Beberapa menit kemudia terdengar suara pintu ruang kerjanya ada yang mengetuk. “Masuk!” seru Ricky.

“Ibu Adelia sudah datang,” kata Ririn.

“Suruh beliau masuk,” jawab Ricky.

Ibu Adelia masuk ke dalam ruang kerja Ricky. “Selamat siang, Ricky,” sapa Ibu Adelia.

“Selamat siang, Bu,” jawab Ricky dan menyalami Ibu Adelia.

“Silahkan duduk, Bu,” kata Ricky. Ibu Adelia dan Ricky duduk di sofa.

“Ada keperluan apa Ibu datang ke sini?” tanya Ricky dengan tenang.

“Saya ingin bertemu dengan cucu saya,” jawab Ibu Adelia.

“Setelah setahun lebih ia dibuang dan sekarang Ibu mencarinya?” tanya Ricky dengan sinis.

“Bukan saya yang membuangnya,” Ibu Adelia mengelak.

“Lalu siapa yang membuang? Bi Sur? Mana ada pembantu yang berani membuang cucu majikannya, kalau ia tidak disuruh oleh majikannya,” ujar Ricky.

“Vivin dan Papahnya yang membuang,” jawab Ibu Adelia.

“Terus Ibu tidak mencegahnya? Ibu biarkan saja suami Ibu dan anak Ibu membuang cucu Ibu?” tanya Ricky dengan kesal.

Ibu Adelia hanya diam tidak menjawab pertanyaan Ricky.

“Dan sekarang dengan seenaknya saja Ibu datang dan mengatakan hendak bertemu dengan cucu Ibu,” kata Ricky dengan menahan emosinya.

“Mau Ibu apakan anak itu? Apa Ibu hendak menghancurkan hidupnya?” tanya Ricky kesal.

“Tentu saja tidak! Saya ingin bertemu dengannya,” jawab Ibu Adelia.

“Mungkin kamu marah karena sudah dicampakkan oleh Vivin. Maafkanlah dia,” kata Ibu Adelia.

Mendengar perkataan Ibu Adelia, Ricky langsung tersenyum sinis.

“Ibu pikir saya sakit hati karena dicampakkan oleh Vivin?” tanya Ricky dengan sinis.

“Ibu salah besar! Saya sangat berterima kasih telah dicampakkan oleh Vivin. Tapi saya marah dan sakit hati karena anak saya telah dibuang dan dicampakkan seperti sampah. Kalau kalian tidak mau mengurusnya lagi, berikan anak itu kepada saya! Saya ini Ayahnya. Walaupun saya seorang laki-laki tapi saya tidak akan menyia-nyiakan darah daging saya sendiri,” seru Ricky.

“Kalau ibu ingin bertemu dengan cucu Ibu, silahkan Ibu meminta ijin kepada orang tua angkat Maira. Satu hal uyang harus Ibu ketahui, Mbak Aida adalah saksi hidup yang melihat dengan matanya sendiri kalau bayi itu dibuang. Tentu saja tidak akan semudah itu ia memberi ijin kepada Ibu,” kata Ricky.

“Tolong bantu saya untuk bertemu dengan cucu saya,” kata Ibu Adelia dengan memelas.

“Maaf, saya tidak bisa. Saya tidak ingn merusak kepercayaan mereka kepada saya. Silahkan Ibu usaha sendiri,” jawab Ricky.

“Maaf, masih banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan. Silahkan Ibu keluar!” kata Ricky. Ricky kembali ke meja kerjanya dan membiarkan Ibu Adelia duduk sendiri di sofa. Ricky melanjutkan pekarjaannya dan mengacuhkan Ibu Adelia.

Ibu Adelia merasa dibiarkan oleh Ricky, akhirnya Ibu Adelia keluar dari ruangan Ricky. “Assalamualaikum,” ucap Ibu Adelia sebelum keluar dari ruangan Ricky.

“Waalaikumsalam,” jawab Ricky.

Ricky langsung bernafas lega ketika Ibu Adelia keluar dari ruangannya. Kedatangan Ibu Adelia mengusik luka lamanya. Ricky sangat marah ketika mengetahui darah dagingnya dibuang begitu saja bagaikan sampah. Ia tidak akan pernah memaafkan orang yang telah menyakiti dan menyia-nyiakan anaknya.

Tiba-tiba intercomnya kembali berbunyi. Ricky menjawab intercom.“Pak, ada Pak Amir dari devisi HRD,” kata Ririn.

“Suruh dia masuk,” jawab Ricky.

Pak Amir masuk ke dalam ruangan Ricky lalu memberikan dokumen untuk ditanda tangani. Ricky membaca dokumen yang Pak Amir berikan.

“Bagaimana dengan employee gathering, apakah semuanya sudah beres?” tanya Ricky sambil membaca dokumen yang Pak Amir berikan.

“Sudah, Pak,” jawab Pak Amir.

“Apakah ada kendala?” tanya Ricky masih fokus ke dokumennya.

“Tidak ada, Pak,” jawab Pak Amir.

“Oke kalau begitu,” Ricky menandatangani dokumen itu.

Ricky memberikan dokumen yang sudah ditanda kepada Pak Amir. “Semoga acaranya sukses tidak ada kendala,” kata Ricky.

“Aamiin yra. Terima kasih, Pak. Saya pamit dulu,” ucap Pak Amir.

Ricky menjawab dengan mengangukan kepalanya. Pak Amir meninggalkan ruangan Ricky.

1
Ira Herawati
mampir lg
Hendro 212
maira maira lucu dan imut babget kumuya
Adawiyah Bulia
Luar biasa
Deche: Terima kasih
total 1 replies
💟노르 아스마💟
novelx santai gk berat meski alurx sedang ...good deche
Deche: terima kasih
total 1 replies
Nda DhaThoel
ceritanya bagus, wajib dibaca pokoknya ya guys 😊
Nda DhaThoel: sim² teteh 😘
total 2 replies
Ernadina 86
jadi inget masa kecil..disayang sana sini tapi ayah angkatku suka ngelarang nginep d tempat ayah kandungku..maen boleh asal jangan nginep
Ernadina 86
ampun nih aki aki kebelet kawin..nunggu malem aja gak tahan😂
Ernadina 86
pepet pepet..jangan ampe mampret😂
Ernadina 86
pada bego apa gimana sih..bukannya langsung menghampiri Ricky ngasih tau malah ke toilet..mau jadi korban apa gimana..kesel ih
arfan
up
Alex Bestlah
diih ....authornya ngancem 😂
Kurnianingsih Sa'ud
Novelnya bagus kok ceritanya...sy sukaaa...
Deche: Terima kasih
total 1 replies
Rina Fauzie
bagus ceritax 👍👍👍
Deche: Terima kasih
total 1 replies
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
APAKAH VIVIN YG MLUK MAIRA...?
SEMOGA NOVEL VIVIN & ERIC SGERA LAUNCING...
Sulaiman Efendy
PASTI NENE ROSMA OTW HAMIDUN HSIL CANGKULAN KAKE LIWAN😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
APA INI HUTAMA AYAHNYA WISNU, WIRA & WINA...
Sulaiman Efendy
KNP GK KAKE LIPAN AZA MAIRA...😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
MESKI HNY DUNIA HALU, AKU JUGA SEDIH, JDI INGAT ANAKKU DARI MNTAN ISTRI PERTAMA, YG IKUT IBUNYA KE TANAH BANJAR STELAH KAMI BRPISAH.. MSH UMUR 2,3 THN, HNY BBRP X BRTEMU STELAH BRPISAH, SAAT ANAKKU MNIKAH SAJA AKU GK HADIR, KRN BRTEPATAN LGI UMROH SKELUARGA..😢😢😢😢😢
Sulaiman Efendy
MANA GK BERAT, SEDARI MDH MERAH, MAIRA SDH DIASUH AIDA, MSKI BUKAN ANAK DARI RAHIM AIDA, NMUN IKATAN BATINNYA KUAT, SSH SENANG, SUKA DUKA SDH DILALUI AIDA DN MAIRA SAMA2..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!