Kalina seorang mahasiswi cantik berwajah rupawan membuat semua laki2 memuja hanya dia terlahir dalam keluarga kurang beruntung , sehingga dia harus mendapatkan uang sendiri untuk membayar uang kuliah dengan cara apa?
pernah dengar sugar daddy?
lika liku perjuangan kalina menjalani hidup nya bukan maksud dia menghancurkan rumah tangga orang hanya saja dia butuh benda yang bernama " UANG "
itu saja yang di butuhkan bukan yang lain
peduli apa kata orang , meraka takan mengerti sulit nya hidup ku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fellaini kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 11
selamat menikamati dan maaf kalau typo
Author pov
kalina pun masuk menuju kelas nya untung saja kelas belum di mulai , kalina pun duduk di meja lalu datanglah seorang pria dan bergabung bersama kalina
" ku pikir kau sudah tiada " ucap pria itu
kalina mendengus mendengar ucapan sarkas sahabat nya
" tiada kemana jaemin ! " ucap kalina
" kemana saja selama 3 hari? secara tiba2 ada orang yang mengantarkan surat izin untuk mu " jaemin meletakan tas nya di belakang kursi
kalina bingung mendengar ucapan jaemin
" mengantarkan surat? ibu? " tanya kalina
" bukan , bukan bibi dia seorang pria tampan juga tinggi dan terlihat kaya raya siapa dia? jaemin bertanya penasaran
Deg
kalina tercekat mendengar ucapan jaemin bahkan kris sampai mengurus surat izin untuk nya
" eum i-tu pelanggan tetap di kedai ibu , karena sering berkunjung pria itu menjadi sangat akrab dengan ibu.maka dengan begitu ibu meminta tolong untuk mengantarkan surat izin ku " kalina terpaksa berbohong pada sahabatnya
" oh ku pikir dia calon ayah tiri mu , pasti menyenangkan pria itu kaya raya " jaemin berucap dengan enteng
kalina yang mendengar itu melotot kaget dan menggeplak belakang kepala jaemin
" dasar gila , tentu saja bukan ! jangan bicara sembarangan " kalina menatap tajam jaemin
" ish aku kan hanya bercanda tau ! " jaemin mengusap kepala nya yang terasa sakit karena pukulan kalina
" awas saja kau macam2 , sudah diam pelajaran akan di mulai " kalina membuka buku paket nya
pelajaran pun di mulai seluruh murid belajar dengan serius , dan tak lama kemudian jam istirahat tiba lalu satu pesan baru masuk ke ponsel kalina
**satu pesan baru..
aku tunggu di kantin , ku traktir makan
sebagai tanda terima kasih
Mark**
kalina tersenyum membaca pesan itu , padahal dia ikhlas membantu mark
" jaem ayo ikut aku ke kantin , nanti ku kenalkan pada seseorang " ajak kalina
" siapa? cantik tidak? kau ingin menjodohkan ku yah " jaemin berujar dengan percaya diri
" dia laki2 asal kau tau "
" apaaaa? aku masih normal gadis b*doh ! enak saja kalau berbicara " jaemin berkata histeris mendengar itu
" memang nya yang berbicara akan menjodohkan mu itu siapa? yasudah kalau tidak mau ikut ! " kalina berujar jengkel dan bergegas pergi meninggalkan jaemin
" iya , iya aku ikut jangan ngambek gitu dong " jaemin bergegas menyusul kalina
" dasar menyebalkan ! siapa tau saja kan kalian bisa berteman "
mereka berdua berjalan menuju kantin dan kalina melihat seorang pria menunggu di bangku pojok
" maaf membuat mu menunggu mark juga aku mengajak sahabat ku " kalina duduk berhadapan dengan mark dan jaemin di samping nya
" ohh is okey , tidak papa biar semakin ramai " ucap mark
" hallo kenalkan nama ku Na Jaemin " pria itu mengulurkan taangan nya
" hallo nama ku mark , senang berkenalan dengan mu " mark membalas uluran tangan jaemin
" seperti nya kita cocok menjadi teman , tapi aku baru melihat mu dan apa kalian saling mengenal? " tanya jaemin
" aku rasa begitu , tentu saja aku murid baru dan aku mengenal kalina karena kejadian tadi pagi aku tidak sengaja menabrak dia. setelah itu aku meminta tolong untuk di antar ke ruang pendaptaran " mark menjelaskan pada jaemin
" pantas saja kalau murid baru , pindahan dari mana? kalau aku yang menabrak pasti sudah di pukul si preman ini " jaemin melihat ini
kalina mendelik tidak terima dengan ucapan jaemin sejak kapan dia sebar-bar itu
" haha tapi ku lihat kalina gadis yang lembut " ucap mark
kalina mendadak tersipu mendengar ucapan mark
" kau sedang merayu ku yah? " taya kalina
" itu bukan rayuaan tapi pemberitauan "
" sudah hentikan acara gombalan nya , aku sudah lapar " jaemin menghentikan acara romantis itu
" pesanlah sesuka mu , anggap saja salam perkenalan " ucap mark
" azaaa bailklah kalau begitu " jaemin dengan semangat membuka buku menu
mereka bertiga pun memesan makanan dan tak lama kemudian pesanan datang mereka makan sambil berbincang
" kalau boleh tau istri idaman mu seperti apa mark? " tanya jaemin
kalina heran kenapa tiba2 membahas istri
" kenapa tiba2 bertanya begitu jaemin? tak penting sekali " bukan mark yang menjawab tapi kalina
" hanya penasaran saja , dengan selera pria russia " jawab jaemin
" eum aku lebih suka perempuan yang berdiam diri di rumah " mark meletakan sumpit nya
" wah ternyata tak suka wanita yang bekerja yah , jadi ibu rumah tangga sejati " jaemin mengangguk2kan kepalanya
" kenapa? bukan hanya laki2 yang bisa bekerja kan? " kalina menyela obrolan kedua pria tampan itu
" yah aku tau , tapi tugas perempuan cukup menjadi istri dan ibu yang baik karena mencari nafkah adalah tugas suami " mark tersenyum pada kalina
" aku pernah mendengar seseorang berkata , ketika perempuan memilih mereka seperti sedang mengahadapi tantangan. kerap di tanya bekerja atau menjadi ibu rumah tangga? seolah harus memilih salah satu dan mengorbankan yang lain nya , ketika perempuan memilih bekerja mereka di nilai melawan kodrat tetapi jika perempuan memilih menjadi ibu rumah tangga mereka di nilai menyianyiakan bakat. rasa di lema dan penghakiman yang tidak pernah di alami oleh laki2 , apa pernah kita mendengar laki2 di tanya ingin berkarir atau menjadi ayah yang baik? mari kita tegaskan satu hal
perempuan selalu multiperan** dan semuanya hadir dengan tuntutan lalu dengan gampang nya orang2 memvonis perempuan itu ribet ! kami itu tidak ribet juga tidak ingin ribet ketika kami bimbang atau ribet pada saat mengambil pilihan percayalah itu semua akibat bukan pembawaan. cara pandang dunia atas kami perempuan yang membuat kami harus bertimbang lebih banyak ketika mengambil pilihan , di era zaman moderen ini perempuan bekerja dalam berbagi bentuk dan aktivitas yang bervareasi dan itu artinya jumlah perempuan yang berkarya di negri ini luar biasa besar tetapi dukungan dari lingkungan maupun kebijakan tidak sesuai dengan besar nya kontribusi yang kita lakukan. kerap tekanan bukan hanya datang dari lingkungan tetapi juga datang dari diri sendiri sering kali di dera perasaan bersalah , apakah aku sudah menjadi ibu yang baik? padahal berapa pun waktu ibu berkerja tetap ibu sepenuh waktu memang akan banyak tantangan tetapi bukan berarti kita tidak dapat bahagia karena tidak bisa melakukan keduanya. kebahagiaan dan ibu bekerja adalah kata yang sejalan makna nya , tetap berkarya dan menjadi ibu di lakukan untuk saling melengkapi bukan saling menegasi perempuan tidak harus memilih** kitaa bisa mendapatkan keduanya tanpa perlu adanya kekhawatiran dan celaan tapi wajar jika masih ada keraguan karena pilihan perempuan jauh lebih kompleks , ciri perempuan kuat itu adalah percaya diri dan berani unjuk kemampuan kita itu adalah pekerja keras dimana pun berada. bahkan di lingkungan yang di donasi oleh pria sekalipun tidak perlu khawatir dan merasa bersalah ketika kita berhasil memciptakan sebuah karya , karena aku percaya jika semua perempuan memiliki sikap seperti itu maka dunia akan merasakan perubahan yang benar2 nyata " ucap kalina panjang lebar
mark memandang takjub pada kalina dia akan tho the point sekarang mark jatuh cinta dengan kalina penuturan nya barusan membuat mark membuka luas pengetahuan nya untuk lebih menghargai wanita
" kau bilang wanita itu multiperan kan? " tanya mark
" yah itu benar " jawab kalina
" kalau begitu aku akan menawarkan peran untuk mu " mark memandang kalina
" peran apa? " kalina bertanya bingung
" peran menjadi ibu dari anak2 ku , kau mau? tanya mark
perkataan mark membuat jaemin tersedak kuah mie situasi macam apa ini !
halo aku kembali maaf kalau cerita nya makin ngebosenin
jangan lupa simpan di favorit juga like kalau suka
bye , bye
sampai bertemu di next episod