Awalnya Sahi bekerja menetap di sebuah Caffe, namun keesokan harinya terjadilah peristiwa kesalahpahaman atas milik barang berharga itu namun salah satu karyawan di sana langsung menuduh tidak-tidak terhadap Sahi, dan bos nya pun tanpa berfikir panjang memberhentikan Sahi pekerjaan di sana.
Dan akhirnya Sahi mendapatkan lowongan kerja di sebuah perusahaan yang cukup besar, lalu ia tak tau bahwa di sana ada seseorang yang pernah ia ketemu sebelum nya, Siapakah dia? kuy baca!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon _sahiraa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
~ Eps 10
...aku hanya menjalani kewajiban bukan sebagai pilihan....
...~$ahira...
•
•
•
Sementara itu, Saputra mengetuk pintu kamar papa nya dan Afgan pun segera menghapus air mata nya dan kembali seperti biasa.
"Ya, masuk aja," saut Afgan.
Kemudian Saputra membuka pintu itu dan menghampiri sang papa nya.
"Emm, Pa. jadi bener besok aku yang jadi pengganti papa pas meeting sama perusahaan lain??," tanya Saputra.
"Ya iya lah benar, papa pengin cepat-cepat kamu jadi alih perusahaan itu dan udah papa arahin bukan? dari hari sebelumnya," ujar Afgan.
"Tapi Pah, aku mau nya masih training dulu, biar nanti nya udah pas," ujar Saputra.
"Ga perlu lama-lama, papa yakin kamu pasti bisa dan lagian kan kamu sudah punya asisten," ujar Afgan.
"Ck, papa mah gitu," gemurutu Saputra.
Namun Saputra mengalihkan pandangannya ke foto yang di pegang sang papa nya.
"Eh pa, itu foto mama kan?,"
"Hm, iya, ini foto mama kamu pas masa belum mengandung kamu," kata Afgan.
"Ternyata mama manis juga foto di sini, andai Putra bisa lihat mama sekarang," gumam Saputra.
Afgan pun hanya bisa meghembus nafasnya dan terdiam.
•
•
•
Keesokan hari nya...
Sahira bersiap-siap berangkat ke tempat lowongan kerja nya itu,
Namun Rena menghampiri anak nya sedang memasang sepatu.
"Nah gitu dong dapet lowongan, pasti gaji di sana gede tu," ucap Rena.
"Iya Bu, tapi aku dapat kerja aja dah seneng kok," ucap Sahi.
"Inget ya, awas kamu di pecat lagi kek kemarin!," ucap Rena.
"Insya Allah Bu," ucap Sahi.
Lalu ia pun segera pamit dan bersalam ke ibu nya.
CEO STAR Q
Sahira terperongoh melihat tulisan di sana dan ia pun melihat gedung itu sangat tinggi dan luas.
"Busett, ini bener kan alamat nya? kok jadi mewah gini gedung nya," gumam Sahi.
"Ya iya lah mewah, kenapa? greget ya mau kerja di sini?," kata seseorang itu.
Sahi terkejut dan ia pun segera menoleh ke sumber suara itu.
Kemudian ia melihat sosok orang itu tak asing lagi.
"Eh, kamu?," ucap Sahi sambil melongo.
"Ya, gua yang hampir tabrak lu waktu itu, Nama gue Saputra!," ucap Saputra.
"Ooh iya-ya aku masih ingat, tapi kenapa kamu bisa di sini??," tanya Sahi.
"Hahaha, mau tau? apa mau tau banget??," tanya Saputra sambil terkekeh.
"Ish, seriuss!," ucap Sahi.
"Harusnya gua nanya ke elu ngapain bisa di sini? mau nyolong ya?," ucap Saputra.
"Heh sembarangan lu, ga lihat apa gue pakai baju kemeja gini terus bawa berkas-berkas gini!??,"
"Yeh maling mah ga mesti mandang penampilan,"
"Lu mau mancing emosi gue atau gimana sih!?,"
"Iye-ye canda gua mah, sensi amat lu," kata Saputra.
"Ya sudah, kalau lu bener mau ngelamar di tempat sini, mari ikut gua!," ujar Saputra.
Lalu Saputra berjalan dan mendahului nya.
"Ish, siapa sih dia sok ngatur gitu," gumam Sahi sedikit kesal, ia pun menuruti nya dan berjalan ngekor di belakang Saputra.
•••
Sementara di sisi lain, Sita sudah sampai di sebuah Coffe tempat ia nongkrong bersama teman nya kemarin.
"Huhfft, semoga aja tu kertas masih ada di sini," gumam Sita.
Lalu tak lama kemudian, datang lah Nur menggunakan motor nya dan segera memakirkan nya.
Sita pun sontak melirik ke arah nya dan menatapinya namun kembali berjalan menuju caffe itu.
"Eh itu kan orang pas itu, syukur deh dia balik lagi," batin Nur.
"Eh tunggu Mbak!," sapa Nur.
Sita pun berhenti melangkah dan menoleh lagi ke arah nya.
"Hm? ada apa?," tanya Sita berekspresi dingin ke arah Nur.
**Bersambung**...
#semangat
semangat salam dri tawanan kaisar