NovelToon NovelToon
DI BALIK PINTU KAMAR PENGANTIN

DI BALIK PINTU KAMAR PENGANTIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Nikahmuda / Penyelamat
Popularitas:140.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Zavian Hartwell, 38 tahun. Menikah dengan Viona Lestari, janda anak satu. Zavian kaget karena setelah menikah, Viona malah menyodorkan putrinya untuk melakukan malam pertama mereka.

"Viona, kau gila? Dia putrimu. Dia masih anak-anak, " Zavian.

"Kita menikah karena bisnis, aku punya laki-laki lain. Tapi kau akan tetap akan merasakan malam pertama, dengan putriku. Dia akan menggantikan aku." Viona

"Tapi bunda ..." Mirella menatap ibunya memohon.

"Diam, lakukan perintah bunda. Kalau tidak, kamu akan di kirim ke luar negeri. Puaskan daddy Zavian!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2

Pintu tertutup pelan, tapi gema denting logam dari gagang pintu itu terdengar seperti ledakan kecil di kepala Mirella. Suara yang menandakan bahwa ibunya benar-benar pergi. Bahwa ia sekarang sendirian … dengan lelaki dewasa yang bahkan tidak pernah ia bayangkan mereka akan berada sedekat ini.

Kamar pengantin itu seharusnya terasa hangat, romantis, penuh aroma bunga, penuh makna suci sebuah awal pernikahan.

Tapi bagi Mirella, kamar itu terasa seperti ruang isolasi. Dinding putih mewah itu seolah semakin menyempit, menekan dadanya pelan, mengurung napasnya.

Zavian diam.

Sama sekali tidak bergerak. Ia berdiri beberapa langkah dari pintu, kedua tangannya mengepal lemah di sisi tubuhnya. Rahangnya keras, menahan amarah yang dari tadi ia tekan agar tidak meledak. Lilin aromaterapi wangi lavender yang seharusnya menenangkan justru membuatnya mual.

Mirella menunduk, napasnya pendek dan patah-patah. Ia mencengkeram ujung gaun tipisnya, jari-jarinya bergetar hebat.

Hening itu panjang. Begitu panjang sampai desis AC terdengar seperti suara badai.

Zavian akhirnya berbicara, sangat pelan, seakan takut membuat gadis itu semakin takut.

"Duduklah, kamu terlalu lama berdiri." katanya.

Gadis itu tetap tidak bergerak.

Ia memeluk tubuhnya sendiri, seolah itu satu-satunya perisai yang ia punya dari dunia yang kejam ini. Mata hijaunya yang lembut dipenuhi rasa panik yang ia sembunyikan dengan usaha menyedihkan.

Zavian menarik napas panjang lalu melepaskannya pelan. Ia berusaha menenangkan diri. Emosi yang menggumpal di dada terlalu besar, marah, jijik, shock, sekaligus kasihan. Kasihan pada Mirella. Mana mungkin seorang ibu memperlakukan putri kandungnya seperti ini.

Zavian melangkah mendekati Mirella dan menyentuh bahunya dengan hati-hati.

"Duduklah, aku tidak akan melakukan apapun padamu." gumam Zavian lembut.

Sejak pertama kali melihat Mirella, gadis itu memiliki perbedaan yang sangat jauh dengan ibunya. Mirella lembut, agak pendiam, pemalu dan tidak percaya diri. Sedang ibunya ambisius dan manipulatif.

Zavian menarik lembut tangan Mirella dan membawanya duduk di kasur.

"Da-daddy ..." Mirella mengangkat wajahnya menatap Zavian.

Ia memanggil pria itu daddy. Ibunya yang mengajarinya sejak awal Viona memperkenalkan mereka. Usia mereka berbeda dua puluh tahun, tidak masalah bagi Zavian dipanggil daddy oleh gadis seusia Mirella. Yang bermasalah adalah, gadis ini dipaksa melakukan hubungan terlarang dengannya. Oleh ibu kandungnya sendiri.

"Bunda nyuruh kita ..."

"Tidak akan. Kau masih kecil, masih sekolah, ibumu sudah sudah gila. Kalau nanti dia bertanya, bilang saja kita sudah melakukannya. Kau paham?"

Mirella terus menatap Zavian.

"Tapi kalau bunda tahu, Rella akan di kirim ke luar negeri, ke ..."

"Sssstt ... Tidak akan kubiarkan ibumu melakukan itu." ujar Zavian memegangi pundak Mirella, meyakinkan gadis itu.

Hening lagi. Mirella tertunduk. Ia menggigit bibirnya. Meski Zavian mengatakan kalimat yang cukup menenangkan dia, ketakutannya tetap saja tidak benar-benar hilang. Pria itu tidak tahu seperti apa ia di hukum oleh ibunya sejak kecil sampai sekarang. Apalagi kalau dia sampai melawan. Kalau tidak di kurung tanpa makan di ruangan gelap, belakangan dia di iket di kolam dingin sampai berjam-jam.

Mirella menggenggam ujung selimut, jemarinya bergetar begitu kuat hingga lipatan kain itu terpelintir. Ia menunduk, menatap lututnya sendiri, seakan tak berani mengangkat wajah sedikit pun.

Cahaya lampu kamar yang lembut justru menambah rasa sesaknya. Tidak ada tempat bersembunyi. Tidak ada sudut gelap untuk melarikan diri dari bayangan ibunya.

Zavian melihat bahu Mirella naik turun cepat, tanda ia menahan napas sambil mencoba tidak menangis. Ia mengembuskan napas pelan dan duduk di tepi ranjang, menjaga jarak agar gadis itu tidak merasa terancam.

"Mirella…" panggilnya lirih.

Tidak ada jawaban.

Ia mengulurkan tangan, namun berhenti sebelum menyentuhnya. Gadis itu seperti hewan kecil yang terluka, bergerak sedikit saja bisa membuatnya kaget.

"Apa yang membuatmu begitu takut pada ibumu?"

Mirella tidak menjawab. Kali ia yang ia rasakan adalah tubuhnya panas. Panasnya semakin menjadi-jadi. Entah kenapa panas yang dia rasakan saat ini adalah rasa panas yang aneh, yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.

"Daddy ... Panass ..."  lapornya. Matanya sayu.

Zavian mengerutkan dahinya lalu menatap ke gelas di meja samping tempat tidur. Ada gelas kosong yang isinya sudah di habis di minum. Dia segera mengambil gelas tersebut dan mencium baunya. Hanya dalam hitungan detik, ia langsung sadar apa yang di campur dalam minuman itu.

Viona sialan. Bisa-bisanya dia selicik ini.

"Panas daddy ... Panas sekali..." Mirella sudah maju dan duduk di atas pangkuannya. Zavian kaget.

Untuk pertama kalinya dalam hidup pria itu, dia tidak mendorong perempuan yang dengan beraninya naik ke pangkuannya seperti ini. Di matanya Mirella berbeda. Seperti sosok gadis yang harus dia jaga, apalagi setelah melihat ibu kandungnya memperlakukannya sekejam ini.

Cup.

Sialan.

Bibirnya di kecup oleh gadis itu. Gerakannya polos, tidak ada pengalaman sama sekali.

"Mirella... Jangan begini, nanti kamu menyesal." gumam Zavian mendorong pelan tubuh Mirella. Tidak kasar. Tapi bukannya mundur, gadis itu terus menempelkan tubuhnya semakin erat hingga Zavian bisa merasakan dada mereka yang bersentuhan. Merasakan benda kembar yang menonjol itu menggesek-gesek di tubuhnya.

Belum lagi di bawah sana.

Brengsek.

Zavian adalah laki-laki biasa yang juga bisa merasakan haus akan wanita. Belum ada perempuan yang membuatnya benar-benar tertarik secara sek-sual. Tapi Mirella ini, entahlah... Rasanya dia ... ahh, Zavian tidak bisa menjelaskan perasaannya sekarang ini. Mungkin karena Mirella terlalu dekat dan intim dengannya sekarang, jadi dia seolah tergerak sebentar.

Mirella mendesah pelan saat dorongan lembut itu justru terasa seperti satu-satunya sandaran yang ia temukan di tengah kabut yang memburu kesadarannya. Matanya yang berwarna hijau itu kabur, pupilnya melebar, napasnya terasa hangat dan beraroma manis saat menyentuh pipi Zavian. Ia terus menggosokkan tubuhnya di tubuh lelaki dewasa itu.

Zavian menutup matanya rapat, mencoba menahan badai yang tiba-tiba mengamuk di dalam dirinya. Ia sadar sepenuhnya bahwa ini bukan kehendak Mirella. Ini ulah Viona, ibunya yang kejam, yang tanpa belas kasih merusak masa depan putrinya sendiri demi ambisi gila. Ia merasakan detak jantung gadis itu yang berpacu cepat di dadanya, kepolosan yang terperangkap dalam perangkap yang dirancang oleh darah dagingnya sendiri.

Dengan sisa kekuatan yang ia miliki, Zavian memegang kedua bahu Mirella dan menatap lurus ke dalam mata gadis itu, berusaha menembus kabut yang sedang melanda kesadarannya.

"Dengarkan aku, Mirella. Lihat aku," suaranya tegas namun tetap lembut, berusaha menembus kebingungan gadis itu.

"Apa yang kau rasakan sekarang bukan kau. Itu karena minuman yang ibumu berikan. Itu bukan keinginanmu yang sebenarnya. Kau paham? Aku menghormatimu. Aku tidak akan pernah memanfaatkan keadaanmu yang seperti ini. Ayo, kita sembuhkan dengan cara lain."

Zavian lalu menggendong tubuh Mirella masuk ke kamar mandi.

1
faridah ida
terkesima sama daddy , jadi batuk2 deh ...😁😜
Jelita S
tenang z Mirella ibumu sedang menggali kuburan nya sendiri😄😄Dady Zaivanmu akan selalu melindungi mu sampai ke altar🤣🤣
Naufal Affiq
ini yang ku takut kan kalau kau mirella pakai hati untuk menghadapi perhatian daddy mu,nanti bunda mu senang,berarti rencana nya berhasil
Yul Kin
lanjut kak
LANY SUSANA
Mirella lama2 jatuh cinta ke daddy zavian🤣🤣🤣
Naufal Affiq
berhubung itu kamar daddy mu mirella,dia lupa kalau kau ada di kamarnya,jadi jangan pakai hati ya mirella aku takut kau beneran cinta sama daddy mu
🍒WINA🍒
Daddy zavian sangat gercap menyelamatkan mirella, agar tidak terkena pecahan lampu. semoga daddy zavian bisa menjaga dan melindungi mirellax dari bundanya yg berhati iblis itu🤭

daddy zavian sayang sama mirella sangat tulus dan ikhlas, tapi penasaran mirella jadian sama siapa ya daddy zavian/bara ya...
Ayi lubis
terbaik
vnablu
Semangat terus maeee buat menulis karyanya untuk menghibur kamiii semuaaa 🥰🥰
~Hartwyn_Dee~
zavian perhatian banget...lama" Mirella bisa suka beneran ....
~Hartwyn_Dee~
pasti ini ulah Viona
Syakirah Dzaky
Aki koq pingin mirellla sama daddy zavian🤭
Magichand01 86
rajin2 uuppp
Magichand01 86
masih samar2 ini mirella sm siapa wkwkwk
Tuti Tyastuti
𝘤𝘰𝘣𝘢 𝘣𝘪𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘴𝘮 𝘥𝘢𝘥𝘥𝘺 𝘻𝘢𝘷𝘪𝘢𝘯 𝘮𝘪𝘳𝘦 𝘥𝘢𝘯 𝘫𝘶𝘫𝘶𝘳
Tuti Tyastuti
𝘢𝘺𝘰 𝘮𝘪𝘳𝘦𝘭𝘢 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘬𝘶𝘵
Naufal Affiq
aku takut perhatian membuat mirella,terbang ke awan zavian,
faridah ida
Zavian perhatian.banget sama Mirrela , .. semoga Viona gak bikin ulah lagi ...
Ita rahmawati
eh ada apa dg lampunya
Fitria Syafei
KK cantik Mantaf 😍 kereen 🥰 terimakasih 😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!