Seorang wanita ahli pengobatan dan racun tiba-tiba memasuki tubuh seorang gadis lemah bernama Feng Wu. Terbangun di tempat asing, ia sempat mengira semua itu hanyalah mimpi. Namun, tempat dan kehidupan baru yang dihadapinya ternyata benar-benar nyata.
Jika Feng Wu sebelumnya dikenal sebagai gadis bodoh dan lemah yang selalu diremehkan, maka kedatangan jiwa baru akan mengubah segalanya.
Mulai sekarang, Feng Wu bukan lagi gadis yang mudah ditindas.
Karena sudah masuk ke tubuh Feng Wu, maka wanita itu akan menuntut balas atas perlakuan buruk pada pemilik tubuh asli.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Abu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 2
Feng Wu berdiri di sudut gubuk reyot itu, masih mencoba mencerna segala hal yang baru saja terjadi. Matanya menatap ke luar jendela kecil, namun pikirannya masih berputar pada kenyataan bahwa ia kini berada di dunia yang asing, di dalam tubuh gadis yang menderita sejak lahir.
Saat ia hendak merapikan lengan baju lusuhnya yang terurai, sesuatu di jari manis tangan kirinya memantulkan cahaya samar. Feng Wu tertegun. Ia mengangkat tangannya perlahan, menatap benda kecil yang melingkar di sana ternyata ada sebuah cincin berwarna perak kusam, polos tanpa ukiran rumit, namun terasa hangat saat disentuh.
Jantungnya berdegup kencang. Ia mengenali cincin itu.
"Ini..." bisiknya tak percaya. "Ini cincin pemberian Kakek tua itu!"
Sebelum ia kehilangan kesadaran dan berpindah ke dunia ini, ada seorang kakek misterius yang mendatanginya , seorang pria yang entah bagaimana caranya mengetahui segala hal tentang ilmu pengobatan dan racun yang ia pelajari seumur hidupnya. Sebelum menghilang, kakek itu menyerahkan cincin ini kepadanya sambil berpesan: "Ini akan menjadi pelindungmu di tempat yang jauh."
Ia sempat menganggap itu hanya omongan orang tua yang aneh. Namun kini... cincin itu justru ada di jari manisnya, di dunia yang asing ini.
Dengan rasa penasaran yang mendalam, Feng Wu mengusap permukaan cincin itu perlahan.
"Kapan aku memakainya? Mengapa cincin ini ada di jariku" gumamnya pelan.
Belum sempat kata-katanya selesai, tiba-tiba cahaya putih yang menyilaukan memancar keluar dari cincin itu, memenuhi seluruh ruangan gubuk yang sempit. Feng Wu terkejut, hendak melepaskan tangannya namun tubuhnya seakan ditarik oleh kekuatan yang tak terlihat, perlahan-lahan terangkat dari tanah, lalu diserap ke dalam cahaya itu.
"APA INI?!" serunya terkejut, matanya membelalak tak percaya.
Hanya dalam sekejap mata, pemandangan di sekelilingnya berubah total. Gubuk reyot, hutan belantara, dan langit yang mendung semuanya lenyap. Yang menyambutnya kini adalah tempat yang begitu luas, tenang, dan begitu indah hingga ia tak mampu bernapas sejenak.
Feng Wu berdiri di atas lantai yang terbuat dari batu berwarna putih keperakan yang berkilau lembut. Di sekelilingnya, rak-rak kayu cokelat tua yang tinggi membentang hingga ke langit-langit yang tak terlihat ujungnya. Di atas rak-rak itu tersusun rapi ribuan botol porselen, kotak-kotak kayu, dan bungkusan kain berisi berbagai jenis tanaman kering, akar-akaran, dan biji-bijian semuanya berbau harum dan kuat, aroma obat yang sangat murni dan berkualitas tinggi.
Di sudut ruangan, ada sebuah meja kerja besar yang terbuat dari kayu hitam yang halus, lengkap dengan peralatan penumbuk, timbangan emas, dan puluhan jenis wadah untuk meracik obat. Dan di tengah ruangan itu, tumbuh sebuah pohon kecil yang daunnya berkilauan lembut, di bawahnya mengalir mata air jernih yang airnya memancarkan cahaya kebiruan sejuk dan menyegarkan hanya dengan melihatnya.
"Ini... ini seperti ruang penyimpanan obat yang sempurna..." bisiknya tak percaya, berjalan perlahan menyentuh rak-rak itu. "Tapi bagaimana mungkin bisa ada tempat seperti ini?"
Ia mencubit pipinya sendiri sampai merasa nyeri. Bukan mimpi. Bukan khayalan. Semuanya sungguh nyata.
"Selama ini aku hanya melihat hal seperti ini di film atau cerita kuno..." Feng Wu tertawa kecil, campuran antara takjub dan tak percaya. "Aku tidak pernah menyangka akan benar-benar mengalaminya sendiri."
Ia menyadari satu hal, Kakek tua itu bukan orang biasa. Dan cincin ini bukan sekadar perhiasan. Ini adalah Ruangan Ajaib, sebuah ruang yang tersembunyi di dalam cincin, di mana tersimpan segala hal yang ia butuhkan bahan obat langka, pengetahuan pengobatan yang tak ternilai, dan air mata air yang entah memiliki khasiat apa.
Dengan tangan yang sedikit gemetar karena antusiasme, Feng Wu mengambil sebotol kecil berisi bubuk berwarna keemasan. Aromanya saja sudah membuatnya merasa lebih segar dan kuat. Matanya berbinar terang bukan lagi tatapan gadis yang ketakutan dan lemah, melainkan tatapan seorang ahli pengobatan yang baru saja menemukan harta karun terbesar di dunia.
"Jika tempat ini nyata..." bisiknya, senyum tipis namun penuh keyakinan mulai terbentuk di bibirnya. "Maka semuanya akan berubah. Tubuh ini yang lemah, yang penuh racun dan penyakit... aku bisa menyembuhkannya. Dan orang-orang yang menyakiti Feng Wu yang dulu... mereka belum tahu apa yang akan datang."
Feng Wu menatap ke sekeliling ruangan ajaib itu sekali lagi, lalu mengepalkan tangannya erat. Ia tidak sendirian. Ia memiliki tempat perlindungan, ilmu pengetahuan, dan kekayaan yang tak ternilai di tangannya.
"Kamu tenang saja Feng Wu, aku tidak akan mengecewakanmu.." ucapnya tulus ke udara. "Mereka harus membayar satu persatu!"