NovelToon NovelToon
Switch Body, Yuk Nikah!

Switch Body, Yuk Nikah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Nikahmuda / Komedi
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Apa jadinya kalau dua orang yang bahkan tidak saling menyukai tiba-tiba terbangun dalam tubuh masing-masing?

Itulah yang dialami Daffa dan Dinda setelah sebuah kejadian aneh membuat roh mereka tertukar. Kekacauan pun dimulai. Daffa harus menjalani kehidupan sebagai perempuan, sementara Dinda terpaksa menghadapi dunia sebagai laki-laki.

Awalnya mereka berusaha menjalani situasi yang rumit itu. Namun semakin lama, mereka justru menemukan sisi lain satu sama lain yang selama ini tidak pernah terlihat.

Masalahnya, pertukaran roh itu ternyata memiliki satu syarat aneh untuk bisa berakhir. Mereka harus menikah!

Antara kekacauan, pertengkaran, dan perasaan yang perlahan tumbuh, mungkinkah pernikahan yang awalnya hanya sebuah solusi berubah menjadi kisah cinta sungguhan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegilaan Part-1

BAB 2

Kegilaan Part-1

"Dinda Kamu masih tidur?"

Namun di balik selimut detakkan jantung seseorang semakin berdebar karena takut ketahuan. Langkah-langkah pelan dari kaki Sarah membuat tubuhnya kaku dan menegang.

Merasa tidak ada jawaban dari orang yang di ajak bicara, Sarah lalu kembali menutup pintu sambil menggelengkan kepala. Kemudian melangkah meninggalkan kamar anaknya.

"Hah... hah... hah...."

Selimut dibuka, dan bagai kehabisan oksigen ia menghirup napas sebanyak-banyaknya.

"Tuk...tuk...tuk....!"

Bersamaan dengan itu, terdengar suara ketukan dari kaca jendela kamar seperti di lempari oleh seseorang. Belum hilang rasa keterkejutannya kini timbul rasa penasaran ingin mencari tahu, siapa yang iseng melempar kaca jendela itu.

"Loh..., gue?!!" ucapnya, terkejut mendapati tubuhnya di seberang sana dengan wajah berantakan dan panik.

"Bang Daffa, lu ditubuh gue kan?" Suara alto terdengar menanyakan pada dirinya.

"Lu, Dinda?!" Tanya Daffa yang sedang memasuki tubuh Dinda.

"Aaargghh bisa gila gue!!"

Dinda yang memasuki tubuh Daffa menggaruk kepalanya hingga rambutnya acak-acakan. Ia terlihat begitu frustrasi mengetahui kenyataan yang sedang di hadapi sekarang ini.

"Eeeehh... rambut gue!"

"Apa?!"

"Jangan lu acak-acak gitu."

Dalam keadaan panik, Daffa yang berada dalam tubuh Dinda masih sempat berkomentar.

"Ih, malah rambut yang di pikirin. Nih...! Nih...!"

Dinda semakin mengacak-acak rambut di tubuh Daffa, membuatnya sedikit kesal.

"Ck! Dasar bocil!" Gumam Daffa yang terdengar oleh Dinda.

"Siapa yang Bocil?! Ni kita gimana nasibnya, kok bisa roh kita nyasar kayak gini sih?!" Tanya Dinda yang terdengar panik dengan wajah meringis nyaris nangis. "Pasti lu buat salah sampe kena karma begini kan Bang?! Kenapa harus ke gue sih imbasnya, Bang?! Kenapa harus gue?! Kan masih banyak orang lain di luar sana?!"

Daffa tidak menjawab hanya mendengarkan dalam diam.

"Gimana nih Bang? Gimana kalau sampai Ibu dan Ayah tahu? Gimana kehidupan kita nanti kalau kita nggak balik ke tubuh masing-masing?"

Daffa masih terus diam.

"Aaargh...! Ya, Tuhan....!"

Dinda seperti orang gila, berjalan bolak balik, sambil menggigit kukunya dengan sesekali meringis cemas, sekaligus sedih dan juga takut dengan keadaan yang dihadapi saat ini.

"Lu dengerin gue nggak sih, Bang?!"

Dinda mulai kesal dengan sikap diam Daffa. Padahal sebenarnya Daffa sedang berpikir, kenapa ini bisa terjadi. Namun semakin di pikirkan, semakin ia tidak bisa menemukan jawabannya.

Daffa menghembuskan napas kasar sambil berkacak pinggang. Ia memukul dinding, kesal dengan keadaan yang sedang di hadapi.

"Aaargghh!!"

Sementara Dinda terus histeris dengan erangan kesal yang terus keluar dari mulutnya.

Keduanya nyaris gila akan kenyataan yang ada. Tidak tahu bagaimana cara roh mereka bisa tertukar dan bagaimana cara mengembalikannya. Dalam sikap diamnya, Daffa terus berpikir. Sedangkan Dinda terus bergumam tanpa henti.

Lalu tak lama tiba-tiba Dinda terdiam. Kemudian ia menatap ke arah Daffa. Daffa yang merasa di perhatikan menoleh. Keduanya kemudian saling pandang. Lama-lama raut wajah mereka perlahan mulai berubah.

"Gu...gue.., mau ke kamar mandi dulu!" Ujar Dinda yang berada dalam tubuh Daffa, berbalik badan hendak pergi menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar itu.

"Oh, shit!"

Seketika otak Daffa berkerja dengan baik, dan membayangkan apa yang akan terjadi kedepannya.

"Din dengarin gue, tolong tahan."

Dinda menghentikan langkahnya, dan berbalik. Otaknya juga bekerja dengan baik dan langsung tahu apa yang Daffa maksudkan. Pipinya langsung memerah, entah itu karena menahan atau karena sesuatu yang lainnya.

Daffa mengembuskan napas pelan, lega Dinda mau mendengarkan.

Namun lama-kelamaan, kelopak mata Dinda mulai mengembun. Lalu perlahan air matanya jatuh ke pipi.

"Oh, God! Please, jangan nangis."

Bujuk Daffa, tidak suka melihat dirinya menangis. Pemandangan itu sungguh membuatnya ilfeel melihat dirinya sendiri yang seorang pria sejati mudah mengeluarkan air mata. Mirip kaum lunak di luar sana, pikirnya.

"Terus gue harus gimana? Hiks..."

Dinda sudah tak mampu menahan segala rasa. Panik, cemas, sedih, takut, dan sakit di area bagian bawah karena terus menahan.

Daffa yang melihat pun tak tega, karena ia juga mulai merasakan hal yang sama, meski tak banyak bicara. Ia berpikir sejenak, mencari solusi untuk sementara.

"Kita perlu bicara setelah ini. Jangan terlihat panik. Kita bertemu di taman sejam lagi. Okey?"

Dinda mengangguk dalam tangisnya. Saat ini ia tak mampu berpikir apa-apa. Jadi hanya menurut apa yang Daffa katakan.

"Jadi....,gue boleh ke kamar mandi?" Tanya Dinda dengan wajah tertunduk.

"Ya."

Daffa pun menjawab tanpa menoleh pada dinda.

Dengan langkah ragu Dinda perlahan berjalan menuju kamar mandi.

Daffa sendiri mendongak menatap langit-langit kamar dengan hembusan napas berat, kemudian juga melangkah menuju kamar mandi.

***

Lain yang di ucapkan, lain yang terjadi pada kenyataan. Di kamar mandi, Daffa terdiam berdiri mematung. Ini pertama kalinya terjadi, dan ia tidak tahu apa dan bagaimana ia harus melakukan.

Di depan Dinda ia berusaha tampak tenang. Namun yang terjadi sekarang, Daffa sudah mirip Dinda yang frustrasi dan kebingungan.

"Masa bodoh! Gue nggak tahan lagi!"

Tanpa melihat bagian bawah, Daffa membuka celana pendek yang terpakai dan membuang hajatnya berdiri seperti biasanya. Dan...

"Ahh!! Gue lupa ini bukan punya gue!Mampus dah!"

Air seni mengalir di kanan dan kiri di sela pahanya hingga membasahi celana dan kakinya. Ia lupa kalau sedang berada dalam tubuh Dinda yang seorang perempuan.

Mau tidak mau Daffa membuka semua pakaian bagian bawah di tubuh dinda sambil menutup matanya.

"Ck! Udah kepalang, mandi aja lah."

Daffa lalu membuka bagian atas semua pakaian yang tersisa dan seperti sebelumnya dengan menutup mata. Ia terus menyiram dirinya dengan air, kemudian ia pun lupa letak sabun dimana karena kamar mandi itu bukan miliknya.

Daffa terpaksa membuka matanya untuk melihat disekitarnya. Alih-alih melihat sabun, Daffa malah tanpa sengaja melihat tubuh Dinda di cermin besar setengah badan dalam kamar mandi itu.

Daffa membeku.

Deg-deg...deg-deg...! Jantungnya berdebar tak biasa menghadapi uji nyali yang belum pernah ia hadapi. Wajahnya mulai memanas dan merah dengan mata tak berkedip. Dengan tubuh menegang ia berkata...

"Ya Tuhan...! Skak mat, gue."

Napas Daffa tak beraturan. Karena rasa penasaran yang begitu besar, ragu-ragu tangannya mulai bergerak untuk menyentuh buah dada berukuran sedang itu.

"Aneh." Gumamnya.

Perasaan campur aduk kini ia rasakan. Ini pengalaman pertamanya menyentuh dada milik seorang perempuan. Tetapi begitu menyentuhnya, ia geli sendiri merasakan tumbuhnya disentuh oleh tangannya sendiri. Namun tangan itu sendiri merasakan sensasi lain saat yang di pegang begitu kenyal terasa.

"Stop Daffa, ini pelecehan." Gumamnya.

Dengan napas tak beraturan Daffa menghentikan tangannya dan menunduk untuk mengalihkan pandangan. Alih-alih selamat, ia malah melihat sesuatu yang lain lagi.

"Oh, shit!!"

Serangan jantung dadakan membuat Daffa lumpuh dengan isi otak kocar kacir melihat The Real hutan Kalimatan yang begitu lebat.

Daffa mundur satu langkah berpegang pada bak mandi dan kembali menegakkan pandangannya pada cermin di depannya.

"Sabun, dan sikat gigi! Gue harus cepat selesaikan ini. Kalau nggak, bisa mati berdiri gue!!"

Daffa segera meraih benda-benda yang ia butuhkan. Lalu membersihkan dirinya dengan mata terpejam. Beberapa kali tersentuh ke bagian sensitif, ia merinding sendiri dengan tubuh bergidik.

-

-

Bersambung...

Jangan lupa dukung Author dengan like dan komen ya, terima kasih 🙏😊

1
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
awalnya pacaran nih ye wkwkwk
✰͜͡v᭄W⃠ᵐᵃᵘˡ🍾 𝔰𝔩⃟🦖
pasti Lo bakalan diterima
✰͜͡v᭄W⃠ᵐᵃᵘˡ🍾 𝔰𝔩⃟🦖
Alhamdulillah akhirnya tubuh mereka kembali lagi sprti semula
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
ciee mangat bgt dapp
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
bayangin juga gada yg tegang 😂
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
bu mayang ternyata udah suka sama dinda jadi mantunya ya 🤣
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
ngebet amat bang
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
harusnya kamu percaya anakmu dulu sii
✰͜͡v᭄W⃠ᵐᵃᵘˡ🍾 𝔰𝔩⃟🦖
jangan lupa undangan nya 🤣
✰͜͡v᭄W⃠ᵐᵃᵘˡ🍾 𝔰𝔩⃟🦖
berawal dari kesalahan pahaman Maslaah nya jadi rumit.
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
lah salah paham ternyata 🤣🤣🤣
salahin nggak pake kacamata itu
✰͜͡v᭄W⃠ᵐᵃᵘˡ🍾 𝔰𝔩⃟🦖
ribet kan jadinya
✰͜͡v᭄W⃠ᵐᵃᵘˡ🍾 𝔰𝔩⃟🦖
jadi gak lamaran nya
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
ketawa Aja dulu
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
lama yg pasti Kamu
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
yg Bayarin km dap
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
meluk meluk segala, tau tau ada rasa eakkk wkwkwk
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
tiwi otw patah hati
✰͜͡v᭄W⃠ᵐᵃᵘˡ🍾 𝔰𝔩⃟🦖
udh deh kalian jadian aja
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
dih dr dulu juga dibully luh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!